Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KESATUAN PEREMPUAN PESISIR INDONESIA (KPPI) DALAM ISU GENDER DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI BAGAN DELI, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, KOTA MEDAN Syarifah, Syarifah; Rochadi, R. Kintoko; Wahyuni, Henny Sri; Sembiring, Mei Thalia; Lingga, Nabila Rizqi; Sembiring, Viola Agnesya Br; Lubis, Halinda Sari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65862

Abstract

This community engagement program focused on empowering coastal women members of the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Bagan Deli, Medan Belawan District, by addressing gender issues and reproductive health rights. The activity was motivated by high maternal and infant mortality rates, limited understanding of family planning (FP), restricted access to women-friendly health services, and the strong influence of patriarchal culture that hinders women’s autonomy in reproductive decision-making. The methods included interactive health education, focus group discussions (FGDs), and the distribution of leaflets as educational media to extend knowledge within families and communities. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge after the intervention, as reflected in the differences between pre-test and post-test results. FGDs revealed women’s real experiences of limited contraceptive choices, lack of partner support, and socio-economic barriers influencing their reproductive health. The leaflet-based education strengthened comprehension and raised critical awareness of gender equality, enabling women to become more empowered in making family health decisions. Overall, this program contributed to enhancing health literacy, empowering coastal women, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals on health (SDG 3), gender equality (SDG 5), and reducing inequalities (SDG 10).Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pesisir yang tergabung dalam Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui isu gender dan hak kesehatan reproduksi. Kegiatan dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemahaman tentang keluarga berencana (KB), keterbatasan akses layanan kesehatan ramah perempuan, serta kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendistribusian leaflet sebagai media edukasi yang dapat diperluas ke lingkungan keluarga dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah intervensi, ditandai dengan perbedaan hasil pre-test dan post-test. FGD berhasil menggali pengalaman nyata perempuan mengenai keterbatasan dalam memilih kontrasepsi, minimnya dukungan pasangan, serta kendala sosial-ekonomi yang memengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Penyuluhan berbasis leaflet turut memperkuat pemahaman dan membuka ruang kesadaran kritis tentang kesetaraan gender, sehingga perempuan lebih berdaya dalam menentukan keputusan kesehatan keluarga. Keseluruhan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan (SDGs 3), kesetaraan gender (SDGs 5), dan pengurangan ketimpangan (SDGs 10).
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL BAGI KESEHATAN DI DESA LIANG PEMATANG KABUPATEN DELI SERDANG Putra, Effendy De Lux; Prasetyo, Bayu Eko; Wahyuni, Henny Sri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1322-1327

Abstract

Desa Liang Pematang merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Desa ini terletak di daerah dataran tinggi sehingga kondisi tanah sangat subur untuk budidaya berbagai jenis tanaman, baik tanaman komoditi seperti bawang merah, sayur-sayuran, maupun buah-buahan seperti salak dan juga tanaman berkhasiat obat. Berbagai tanaman obat baik yang tumbuh secara liar atau tumbuh di pekarangan rumah tumbuh dengan subur di desa tersebut.  Namun, tingkat pengetahuan masyarakat tentang potensi pemanfaatan tanaman obat di sekitar mereka yang rendah dan ketidaktahuan akan potensi tanaman herbal yang bernilai ekonomi menyebabkan tidak adanya penggunaan tanaman tersebut. Pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang manfaat dan kelebihan tanaman obat sebagai obat tradisional dibandingkan dengan pengobatan secara kimia. Evaluasi pengetahuan masyarakat dilakukan dengan menggunakan kuisioner terhadap para peserta setelah kegiatan selesai. Pelaksanaan edukasi berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Hasil analisis kuisioner menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan mampu menambah pengetahuan masyarakat tetang manfaat tanaman obat sebagai obat tradisional dan tidak ragu untuk memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan mereka. Kesadaran akan pentingnya pengembangan tanaman herbal dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mengembangkan tanaman tersebut sehingga dapat bernilai ekonomi dan juga meningkatkan pendapatan keluarga
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR HERBAL DI DESA PEMATANG GANJANG KECAMATAN SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sri Wahyuni, Henny; Eko Prasetyo, Bayu; Yuliasmi, Sri; Laila, Lia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1457-1462

Abstract

Desa  Pematang   Ganjang   memiliki penduduk   dengan  mata  pencaharian   yang  beraneka ragam    dan   memiliki    mobilitas    yang    cukup   tinggi.   Edukasi masyarakat terkait pencegahan dan pemutusan mata rantai infeksi virus corona menjadi permasalahan dalam  menekan   penyebaran   virus  corona  di  wilayah   Sumatera  Utara khususnya  Desa Pematang  Ganjang. Tim pengabdian  masyarakat memberikan  salah satu solusi dan alternatif dalam  menyelesaikan masalah kesehatan yang sedang mewabah, melakukan kegiatan pelatihan pembuatan  sabun cair berbahan alami, edukasi masyarakat tentang bahaya COVID-19 dan langkah-langkah pencegahan penularan infeksi virus corona. Disamping itu, tim pengabdian mengajarkan  cara mencuci tangan yang baik dan benar untuk menjaga  higienisitas  diri sehingga  dapat  memutus  mata rantai penyebaran  virus  corona  yang  semakin  meluas. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berjalan dengan lancar dimana para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti acara dan diskusi yang dilakukan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan  taraf kesehatan  masyarakat dan juga  menstimulasi  ibu-ibu Desa  Pematang  Ganjang untuk  dapat  membuat  sabun cair  sendiri  sehingga  juga   mampu  memperbaiki   dan  meningkatkan   perekonomian keluarga.