Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perbedaan Efektifitas Terapi Masase Punggung Dan Latihan Fisik Peregangan (Stretching) Terhadap Intensitas Low Back Pain Pada Lansia Siti Damawiyah; Yanis Kartini; Nur Ainiyah; Lono Wijayanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.14805

Abstract

Lansia berpotensial mengalami nyeri punggung bawah sebagai akibat dari kemunduran fisik yang dicetuskan oleh aktivitas sehari – hari. Usia semakin tua seseorang semakin tinggi beresiko mengalami penurunan elastisitas tulang yang memicu terjadinya gejala Low Back Pain atau nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan efektivitas terapi masase punggung dan latihan fisik peregangan (stretching) terhadap  intensitas Low Back Pain pada lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  lansia penderita Low Back Pain. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, untuk penetapan sampel dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan lembar observasi berupa skala Bourbonais . Analisa data  menggunakan  Mann Whitney Test. Terjadi penurunan intensitas nyeri Low Back Pain baik pada kelompok perlakuan I maupun pada kelompok perlakuan II.  Intensitas nyeri Low Back Pain yang dirasakan oleh  responden  kelompok perlakuan I sebelum dilakukan terapi  massage punggung sebagian besar (53,3%) mengalami nyeri sedang dan intensitas nyeri Low Back Pain sesudah dilakukan terapi massase punggung  sebagian besar  (73,3%) mengalami nyeri ringan. Intensitas nyeri Low Back Pain yang dirasakan oleh  responden kelompok perlakuan II sebelum dilakukan latihan fisik peregangan sebagian besar (60%) mengalami nyeri sedang dan intensitas nyeri Low Back Pain sesudah dilakukan latihan fisik peregangan sebagian besar  (53,3%) mengalami nyeri ringan. Berdasarkan hasil uji Mann Withney Signed Rank Test , didapatkan nilai p adalah 0,01 dengan demikian p value < α (0,01 < 0,05), maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan terapi masase punggung. Berdasarkan hasil uji Mann Withney Signed Rank Test, didapatkan nilai p adalah 0,032 dengan demikian p value < α (0,032 > 0,05), maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan latihan peregangan fisik. Terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan terapi masase punggung.Terdapat perbedaan yang bermakna intensitas nyeri Low Back Pain sebelum dan sesudah  diberikan latihan peregangan fisik. Tidak ada perbedaan yang bermakna atau homogen intensitas nyeri Low Back Pain  untuk kelompok Perlakuan I (massase punggung) dan Kelompok Perlakuan II (peregangan fisik). 
EDUCATION FOR THE IMPLEMENTATION OF 6 M AND THE COVID-19 BOOSTER VACCINATION Lono Wijayanti; Riska Rohmawati; Rahayu Anggraini; Siti Damawiyah; Erika Martining Wardani
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i1.428

Abstract

Positive cases of covid-19 will still exist if the community is negligent in implementing health protocols and inappropriate information related to continued or booster doses of Covid-19 vaccination in the community can cause doubt and anxiety, and if this is not immediately addressed then the community refuses to do so. booster vaccination because they feel that only one vaccination is enough. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and health behavior in implementing the 6M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Menjaga Pola Makan Sehat, Istirahat Cukup, dan Mengurangi Mobilitas) and willing to take further doses of Covid-19 vaccination. The method used in this activity is to provide health education to cadres and the public about the importance of implementing 6M and the Covid-19 booster vaccination. This community service activity was carried out for one week, attended by 65 health cadres and the community. The results of this community service activity show an increase in knowledge about the application of health protocols and the importance of the Covid-19 booster vaccination and the community is very enthusiastic about participating in this activity.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK Lono Wijayanti; Sulistyorini Sulistyorini; Siti Damawiyah; Yurike Septianingrum; Siti Nur Hasina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19488

Abstract

Penyakit ginjal kronik terjadi akibat menurunnya fungsi ginjal yang berlangsung lama, bertahap dan sifatnya progresif. WHO memperkirakan prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia akan meningkat setiap tahunnya. Ketidaktahuan masyarakat tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal kronik membuat resiko jumlah penderita penyakit ginjal meningkat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dan perilaku kesehatan dalam deteksi dini pada penyakit ginjal kronik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada kader tentang tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit ginjal kronik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama satu minggu, diikuti oleh kader kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini dan mereka mengerti bahwa pentingnya pencegahan dari pada mengobati suatu penyakit.
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN POTENSI BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA DI PP. AL HIKAM BANGKALAN Marinda Dwi P; Mustika Chasanatusy Syarifah; Paramita Viantry; Siti Damawiyah; Yuriske Agnovianto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21799

Abstract

Pondok pesantren (ponpes) adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama penularan penyakit pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas. Bacterial pneumonia, atau pneumonia bakterial adalah penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan atau peredaran darah. Sehingga perlu dilakukan upaya edukasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri untuk dapat mencegah terjadinya penyakit pneumonia di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk Meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi dan pengenalan kepada santri husada agar dapat mencegah potensi bakteri penyebab pneumonia di PP. Al Hikam Bangkalan sehingga dapat memutus rantai penularan lebih cepat. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengenalan dan pencegahan potensi bakteri penyebab pneumonia melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 16,1%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Pengenalan dan pencegahan potensi bakteri penyebab pneumonia di PP. Al Hikam Bangkalan telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit pneumonia.
Self-Empowerment Berbasis Edukasi sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita dengan Hemodialisis Wijayanti, Lono; Sulistyorini, Sulistyorini; Wardani, Erika Martining; Septianingrum, Yurike; Damawiyah, Siti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4499

Abstract

Berbagai masalah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan pada penderita yang menjalani hemodialisis. Ketidaktahuan masyarakat tentang perawatan mandiri meliputi pembatasan asupan cairan, diet nutrisi yang dianjurkan dan mengikuti petunjuk pengobatan yang telah diberikan akan berdampak pada kualitas hidupnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dalam upaya perawatan mandiri dalam meningkatkan kualitas hidup pada penderita yang menjalani hemodialisis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita dan keluarga tentang tentang pentingnya mematuhi protap yang telah diberikan seperti melaksanakan cuci darah sesuai jadwal yang diberikan, membatasi asupan cairan, diet nutrisi yang dianjurkan, melakukan olahraga sesuai yang dianjurkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama satu minggu, diikuti oleh pasien yang menjalani hemodialisis berjumlah 60 orang. Sebelum dan sesudah penyuluhan, diadakan pre-test dan post-test untuk menilai apakah ada perubahan dalam pengetahuan mengenai upaya perawatan mandiri dalam meningkatkan kualitas hidup. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang upaya perawatan mandiri dan mereka mengerti bahwa pentingnya perawatan mandiri agar kualitas hidup meningkat dan terhindar dari komplikasi
ANALYSIS OF NURSING CARE WITH THE APPLICATION OF THERMOTHERAPY TO OVERCOME PAIN ACUTE PROBLEMS AMONG ACUTE CORONARY SYNDROME PATIENTS AT ICU RSI JEMURSARI SURABAYA Handhayani, Riris Dwi; Umamah, Farida; Kamariyah, Nurul; Damawiyah, Siti
Nurse and Holistic Care Vol. 3 No. 3 (2023): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v3i3.5218

Abstract

Background: Acute Coronary Syndrome (SKA) includes a heart emergency disease with clinical manifestations in the form of feelings of discomfort or chest pain. Objective: The purpose of this study was to analyze the application of thermotherapy in acute coronary syndrome patients to overcome acute pain problems in ICU RSI Surabaya Jemursari. Methods: This research uses a descriptive method of case studies. The subjects used were 1 patient with acute coronary syndrome who had acute pain nursing problems. Thermotherapy is given for 3 days every 15-20 minutes repeated twice a day or every 12 hours. Data were collected by direct interviews with patients and families, observation and physical examination. Data collection methods include assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Result: After nursing care for 3 days with the application of thermotherapy, namely placing a compress bag containing warm water with a temperature of 50 ° C wrapped with a cloth to be attached to the back / posterior, and attaching a warm compress cloth to the patient's chest area for 15-20 minutes repeated 2x or per 12 hours making the pain felt by the patient can decrease until it does not feel evidenced by complaints of decreased pain, Grimacing decreases, restlessness decreases, difficulty sleeping decreases, pulse frequency improves, breathing patterns improve. Conclusion: The application of thermotherapy has proven effective in reducing acute pain in the chest in patients with acute coronary syndrome. For health services, this research can be applied in nursing services professionally in improving nursing care comprehensively, making thermotherapy one of the non-pharmacological therapies to overcome acute pain.
Manajemen Depresi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Di Panti Werdha Jambangan Surabaya sulistyorini, Sulistyorini; Noventi, Iis; damawiyah, siti; setiyowati, Eppy
Journal of Dedicators Community Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v7i3.3966

Abstract

Lansia yang memiliki potensi terkena depresi paling tinggi adalah lansia yang tinggal di panti. Hal ini dikarenakan, lansia yang berada di panti tinggal terpisah dari keluarga sehingga tidak memiliki tempat untuk berbagi masalah dan kesedihan yang dirasakan. Belum optimalnya pemantauan penanganan secara intensif dalam meningkatkan manajemen penanganan dalam menghadapi lansia yang mengalami depresi Tujuan pengabdian ini untuk memberikan alternative penanganan lansia dengan depresi melalui kegiatan bercerita dan rendam kaki secara berkelompok. Subyek pengabdian ini adalah lansia yang mengalami depresi sebanyak  14 lansia, Kegiatan ini dilakukan seminggu satu kali selama satu bulan dan memberikan leaflet yang berisi tentang manfaat olahraga rekreasi dengan bercerita dan rendam kaki dengan air hangat. Dari kegiatan ini didapatkan perbandingan tingkat depresi sebelum dilakukan olahraga rekreasi bercerita dan rendam kaki dan setelah dilakukan Tindakan tersebut. Terjadi kenaikan signifikan penurunan depresi dengan nilai p=0.000 < 0.05. Penerapan olahraga rekreasi bercerita dengan rendam kaki air hangat untuk mengurangi perasaan sedih dan tertekan mampu menambah pengetahuna perawat lansia yang menangani lansia dengan depresi.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Postpartum Blues Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Jagir Surabaya Septianingrum, Yurike; Damawiyah, Siti
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i2.2104

Abstract

Introduction: Postpartum blues have been considered as a normal response to hormonal changes in the mother, but if left untreated can immediately lead to postpartum depression. One of the factors that caused postpartum blues is poor sleep quality. The purpose of this study was to analyze the correlation between sleep quality and postpartum blues among postpartum mothers in Puskesmas Jagir Surabaya. Method: This research is an analytic observational with cross sectional approach. The subjects of this study were all postpartum mothers who visited at Puskesmas Jagir in July 2019 and were selected through purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. The instruments used were PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) and EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale). Data were analyzed using the Wilcoxon test and Mann-Whitney U test. Result and Analysis: The results showed that: 1) Almost all postpartum mothers had poor sleep quality 2) There was no correlation between sleep quality and postpartum blues (p = 1). Conclusion: There was no relationship between sleep quality and postpartum blues among postpartum mothers at Puskesmas Jagir Surabaya. Future studies are expected to look for the factors that most influence postpartum blues and it is hoped that Puskesmas routinely conduct postpartum blues screening to prevent postpartum depression. Keywords: endorphin massage, menstrual pain, primary dysmenorrhea
Training Health Cadres in Overcoming Nausea, Vomiting, and Sleep Disorders Wijayanti, Lono; Purwanti, Nunik; Septianingrum, Yurike; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22847

Abstract

ABSTRACT Nausea, vomiting, and sleep disorders are common complaints often experienced by the community, especially among vulnerable groups such as the elderly and patients with chronic diseases. If not treated properly, these conditions can reduce quality of life and increase the risk of complications. Health cadres, as the spearhead of health services in the community, have a strategic role in the early detection and initial treatment of these complaints. This training activity aims to improve the knowledge and skills of health cadres in recognizing, preventing, and managing nausea, vomiting, and sleep disorders appropriately and in a community-based manner. The training methods include interactive lectures, simulations, and case discussions. Evaluation results show a significant improvement in cadres' understanding of the training material and their practical ability to provide education and initial intervention to the community. It is hoped that this activity will strengthen the capacity of cadres in supporting public health programs, particularly in promotive and preventive efforts related to nausea, vomiting, and sleep disorders. Keywords: Health Cadres, Nausea And Vomiting, Sleep Disturbances, Promotive-Preventive
Pemberdayaan Laskar Gertak Kita dengan Edukasi Sadari sebagai Upaya Menuju Kampung Sehat Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Rohmawati, Riska; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda; Shodiq, M; Maimunah, Siti; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17615

Abstract

ABSTRAK Laskar Gertak Kita merupakan singkatan dari Laskar Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan anak. peran kader laskar Gertak Kita ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kesehatan diberbagai topik terkait kesehatan ibu dan balita, salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Angka kejadian kanker payudara semakin meningkat sehingga perempuan didorong untuk lebih mengenal tubuh sendiri dan bertindak proaktif dalam menjaga kesehatan payudara sendiri. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sasaran terlebih dahulu diberikan edukasi tentang proses SADARI, kemudian dilakukan demonstasi menggunakan alat peraga manikin yang diikuti oleh semua sasaran. Tingkat pengetahuan sasaran diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest dan postest terhadap 20 sasaran kader laskar Gertak Kita, didapatkan peningkatan pengetahuan dari 62% menjadi 89% dan peningkatan ketrampilan melakukan SADARI menjadi 90%. Edukasi kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi SADARI dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader untuk mendeteksi masalah kesehatan di payudara sendiri. Kata Kunci: Laskar Gertak Kita, Sadari, Edukasi ABSTRACT Laskar Gertak Kita is an abbreviation of Laskar Simultaneous Movement for Maternal and Child Health. The role of the Gertak Kita cadres is to increase health knowledge and skills on various topics related to maternal and toddler health, one of which is breast self-examination (BSE). The incidence of breast cancer is increasing, so women are encouraged to know their own bodies better and act proactively in maintaining their own breast health. The method used is to provide education using lecture and demonstration methods. The targets are first given education about the BSE process, then a demonstration is carried out using a manikin which is attended by all the targets. The target knowledge level was measured using a pretest and posttest questionnaire. The pretest and posttest results of the 20 target Gertak Kita cadres showed an increase in knowledge from 62% to 89% and an increase in skills in performing BSE to 90%. Health education through lectures and BSE demonstrations can increase cadres' knowledge and skills in detecting health problems in their own breasts. Keywords: Laskar Gertak Kita, BSE, Education