Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah Surabaya Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Damawiyah, Siti; Sari, Ratna Yunita; M.shodiq, M.Shodiq; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15376

Abstract

ABSTRAK Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Mereka menganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dan terdapat banyak pondok pesantren dengan prevalensi skabies cukup tinggi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pengetahuan santri diukur dengan dilakukan pre post test dengan kuisioner mengenai perilaku hidup bersih sehat dan tentang penyakit skabies. Hasil pretest dan postest terhadap 50 santri, didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar tentang perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan skabies. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi santri untuk melakukan pencegahan penyakit skabies. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Pencegahan, Skabies ABSTRACT Skabies is not given much attention by students in Islamic boarding schools. They consider their habits of maintaining personal hygiene to be sufficient and will not cause health problems, especially skin diseases. Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and there are many Islamic boarding schools with a fairly high prevalence of skabies. The activities carried out in this community service aim to increase knowledge about clean living behavior and prevention of skabies at the Assalafi Alfitrah Islamic Boarding School. The method used is to provide education using a lecture method about clean and healthy living behavior. The students' level of knowledge was measured by carrying out a pre-post test with a questionnaire regarding healthy, clean living behavior and skabies.  The results of the pretest and posttest on 50 students showed an increase in knowledge of 52% regarding healthy, clean living behavior and skabies prevention. Health education can increase knowledge and motivate students to prevent skabies.  Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Prevention, Skabies
PENINGKATAN AWARENESS KESEHATAN REPRODUKSI SANTRIWATI AL HIKAM BANGKALAN MENUJU WANITA SEHAT BERKUALITAS Nadatien, Ima; Anggraini, Rahayu; Damawiyah, Siti; Soleha, Umdatus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37407

Abstract

Problem kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu yang bisa menjadi ancaman yang serius khususnya bagi santriwati di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan Madura. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan santriwati yang mengalami keputihan serta belum terbukanya masyarakat santriwati untuk berbicara terkait kesehatan reproduksi. Dalam pengabdian ini dilakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi melalui tes urine lengkap untuk mengetahui ada tidaknya tanda infeksi reproduksi pada santri serta melakukan penyuluhan untuk mencegah infeksi pada saluran reproduksi. Metode penyuluhan yang digunakan dengan memaparkan materi terkait Flour Albus (Keputihan), pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi dan pengetahuan bacterial vaginosis guna meningkatkan awareness dalam penanggulangan resiko kanker serviks di masa depan, kemudian dilakukan sesi tanya jawab serta pre-post test untuk mengetahui tingkat pemahaman maupun awareness santriwati terhadap materi penyuluhan kesehatan reproduksi. Hasil pengabdian yang dilakukan terhadap 25 santriwati di ponpes Al Hikam didapatkan minimnya keterbukaan terhadap Kesehatan reproduksi, keterbatasan sarana dan prasarana, dan kurangnya dukungan dari pihak pelayanan kesehatan terkait reproduksi remaja. Dari hasil pemeriksaan urine lengkap didapatkan rendahnya personal hygiene santri sehingga ditemukan infeksi saluran kencing. Maka dari itu, perlu adanya pengayaan materi terkait kesehatan reproduksi, memaksimalkan peran poskestren, perlu ditata kelembagaan dan koordinasi dengan berbagai pihak agar peningkatan awareness santriwati terhadap Kesehatan reproduksi dapat terwujud.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Mata Rabun Jauh (Myopia) dan Peningkatan Dukungan Keluarga untuk Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Sekolah Damawiyah, Siti; Pribadi, Priyo Mukti; Wijayanti, Lono; Wulandari, Sri; Sari, Siti Rumania Astika; Novita, Dinda Eva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22917

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah khususnya remaja merupakan kelompok masyarakat yang memiliki tingkat aktivitas penggunaan gadget yang tinggi baik dalam hal pembelajaran maupun bermain game. Banyaknya aktivitas penggunaan gadget  menjadikan remaja lebih berisiko tinggi untuk mengalami myopia dan terjadinya peningkatan progresivitas myopia. Fakta fenomena hasil study lapangan di wilayah Kelurahan Kebonsari Surabaya di dapatkan ada beberapa anak usia sekolah yang menggunakan kacamata minus dalam kegiatan sehari-harinya. Berbagai dampak dari miopia diantaranya adalah dampak yang dapat dirasakan secara langsung misalnya terganggunya fokus belajar akibat penglihatan kabur yang dapat disertai dengan gejala pusing kepala sehingga dapat menyebabkan penurunan produktivitas kinerja yang berdampak pada penurunan prestasi . Penurunan tajam penglihatan miopia akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyerap materi pembelajaran, sehingga potensi untuk meningkatkan kecerdasan menjadi berkurang. Selain itu, beberapa dampak lain dari miopia yang merugikan adalah dapat menjadi salah satu risiko meningkatnya penyakit mata katarak, glaukoma, ablasio retina, bahkan kebutaan permanen. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah Kebonsari, Surabaya, yang memiliki karakteristik pemukiman padat dengan tingkat kesadaran kesehatan mata anak- anak yang masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kesehatan mata, mengenali gejala miopia, serta mempromosikan gaya hidup visual yang sehat. Metode  dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi senam mata, pemeriksaan visus sederhana, dan pemberian edukasi visual berbasis media cetak dan digital. Evaluasi dilakukan menggunakan sesi tanya jawab serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan miopia. Beberapa anak terindikasi mengalami gangguan penglihatan dan diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan. Program ini memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif bidang oftalmologi dasar. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, HKI serta bahan penyuluhan yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa di wilayah lain. Kata Kunci: Deteksi Dini, Miopia, Dukungan Keluarga, Gadget.ABSTRACT School-age children, especially teenagers, are a group of people with high levels of gadget use, both for learning and playing games. This high level of gadget use puts teenagers at higher risk for developing myopia and increasing myopia progression. A field study in the Kebonsari Village, Surabaya, found that several school-age children use nearsighted glasses in their daily activities. The various impacts of myopia include those that can be felt directly, such as impaired learning focus due to blurred vision, which can be accompanied by symptoms of dizziness, which can lead to decreased work productivity, which has an impact on decreased achievement. The decrease in myopia's visual acuity will significantly affect a person's ability to absorb learning materials, thus reducing the potential for increasing intelligence. In addition, several other detrimental impacts of myopia include an increased risk of cataracts, glaucoma, retinal detachment, and even permanent blindness. This community service was carried out in the Kebonsari area, Surabaya, which is characterized by dense residential areas with a low level of awareness of children's eye health. This community service activity aims to increase children's knowledge about eye health, recognize the symptoms of myopia, and promote a healthy visual lifestyle. The method was carried out through counseling, eye exercise demonstrations, simple vision tests, and visual education based on print and digital media. Evaluation was conducted through question-and-answer sessions and observations throughout the activity. Results showed an increase in participants' understanding of myopia prevention. Several children were diagnosed with visual impairment and were referred for further examination at a health facility. This program strengthened public awareness of the importance of maintaining eye health from an early age and increased community participation in promotive and preventive efforts in basic ophthalmology. As outputs, this activity produced scientific articles, media articles, activity videos, intellectual property rights (IPR), and education materials that can be replicated in similar activities in other regions. Keywords: Early Detection, Myopia, Family Support, Gadgets.