Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Latihan Fisik terhadap Pengaturan Nafsu Makan pada Penderita Obesitas: Kajian Pustaka Mustika Anggiane Putri; Eza Syawal Putri Awy; Angantya Viondhisa Hasnani
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.3.2025.208-216

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berhubungan erat dengan gangguan pada sistem pengatur nafsu makan. Hormon-hormon seperti leptin, ghrelin, asprosin, PYY, dan GLP-1 memiliki peran penting dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Latihan fisik diketahui dapat mempengaruhi sistem hormonal tersebut, namun mekanismenya masih terus diteliti. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk merangkum bukti terkini mengenai pengaruh latihan fisik terhadap pengaturan nafsu makan. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database PubMed dan ScienceDirect, dengan fokus pada publikasi lima tahun terakhir yang membahas hubungan antara latihan fisik dan regulasi hormon nafsu makan. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa berbagai jenis latihan fisik, terutama latihan aerobik dan kombinasi aerobik dan resistensi , secara signifikan meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar. Latihan aerobik dengan intensitas sedang terbukti dapat menurunkan kadar ghrelin dan asprosin, serta meningkatkan kadar PYY dan GLP-1. Selain itu, latihan fisik juga memperbaiki sensitivitas leptin dan meningkatkan efisiensi sinyal kenyang di otak. Efek tersebut tidak hanya berasal dari pembakaran kalori, melainkan juga melibatkan perubahan dalam sistem saraf dan hormonal. Kesimpulan: latihan fisik memiliki peran penting dalam pengaturan nafsu makan dan dapat menjadi bagian integral dari pendekatan penanganan obesitas yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.  
Penyuluhan Faktor Risiko Dan Gejala Stroke Yudhisman Imran; Irmiya Rachmiyani; Donna Adriani; Mustika Anggiane Putri; Patwa Amani; Dina Putri Nasution
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 : Januari (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is an emergency disease in the field of neurology. Stroke is acute and one of the highest causes of disability and death in various countries in the world. There has been an increase in the incidence of stroke in various countries. Stroke may occur due to risk factors. Stroke risk factors are divided into modifiable (hypertension, diabetes mellitus, smoking, dyslipidemia) and non-modifiable risk factors (age, gender, ethnicity). Based on the pathophysiology, stroke is divided into two, namely ischemic stroke (blockage) and hemorrhagic stroke (bleeding). Stroke symptoms are characterized by sudden neurological deficits. Examples of neurological deficits are mouth, mumbling, slurred speech, weakness on one side of the body, and numbness on one side of the body. This education aims to increase public knowledge about the risk factors and symptoms of stroke so that they can prevent disability and death as a result of stroke. The education method is to fill out a questionnaire by 30 participants before and after online education via Zoom video conference meeting. Education was held in Duren Sawit Subdistrict RT 002/04 because many residents had experienced strokes, some even had repeat ones. The results of the level of knowledge before education were 66.25% correct answers. The results of the level of knowledge after education were 71.88% correct answers. Based on the results above, it can be concluded that education could increase public knowledge.