Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA AMDK DAN AMIU DI DAERAH PANYILEUKAN DENGAN MENGGUNAKAN SSA Ivan Andriansyah; Anne Yuliantini; Avita Rischa Yunita
Jurnal Kimia Riset Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.045 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v4i1.13192

Abstract

Air mineral merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting. Kebutuhan air minum dapat dipenuhi dari AMDK. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh AMDK untuk menjamin kualitas air minum yang layak dikonsumsi. Salah satu syarat AMDK adalah tidak mengandung logam berat tembaga (Cu) yang lebih dari 0,5 bpj. Tembaga termasuk logam yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi dalam jumlah yang berlebihan akan bersifat toksik. Oleh karena itu, diperlukan analisis kadar Cu pada AMDK khususnya di daerah Panyileukan guna menjamin kualitas AMDK. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan, yaitu validasi, penetapan kadar sampel menggunakan SSA pada panjang gelombang 324,75 nm dan statistika. Dari hasil validasi, didapatkan persamaan kurva kalibrasi y = 0,1537x + 0,0134 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,998, batas deteksi dan kuantisasi berturut-turut sebesar  0,03 dan 0,12 bpj, persen perolehan kembali 0,5 – 1,7% dengan nilai SBR kurang dari 2 %. Hasil pengukuran kadar Cu pada AMDK berkisar antara 0,00100 – 0,00192 bpj. Dari data AMDK dapat dikatakan bahwa kadar Cu tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 01-3553-2006 yaitu 0,5bpj.
ANALISIS ADULTERAN PADA KOPI LUWAK DENGAN METODE Fourier Transform Infrared (FTIR) Ivan Andriansyah; Hilman Nur Mukhlis Wijaya; Purwaniati Purwaniati
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.23397

Abstract

Kopi merupakan bahan minuman yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia, jenis yang sering dijumpai yaitu arabika dan robusta. Tingginya harga dan permintaan kopi banyak produsen memalsukan atau mencampur kopi dengan bahan lain. Adulterasi adalah upaya menambah atau mengganti bahan makanan dengan tujuan memperoleh, sehingga memberikan dampak buruk pada konsumen. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya adulteran pada kopi luwak yang beredar dipasaran. Metode analisis FTIR digunakan untuk membuat pola sidik jari dari ekstrak kopi melalui analisis kemometrik dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengukuran spektrum inframerah menggunakan alat FT-IR, pada bilangan gelombang 4000-650cm-1 dan resolusi 4 cm-1. Klasifikasi dari kopi yang diadulteran dengan arabika dan kopi luwak menggunakan data PC-1 dan PC-2 dengan nilai berturut-turut 82% dan 14%. Hasil menunjukkan nilai scores menggunakan PC-1 dan PC-2 sampel kopi A berada dekat kuadran kopi luwak, sampel kopi B berada di antara kuadran kopi arabika (adulteran) dan luwak, dan kopi sampel C berada dekat kuadran arabika (adulteran). Metode FTIR dapat mendeteksi dengan batas deteksi 15% (b/b)
PENETAPAN KADAR FLUORIDA PADA SAMPEL PASTA GIGI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Ivan Andriansyah; Ikhsan Permana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.928 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.47

Abstract

Fluorida merupakan salah satu komponen pasta gigi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, namun asupan fluorida yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan fluorosis pada gigi dan tulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar senyawa fluorida dengan menggunakan pereaksi SPADNS – Asam Zirkonium dengan beberapa sampel varian yang ada di pasaran. Penelitian dilakukan dengan mendestruksi sampel dengan pelarut HNO 3 dan beberapa tetes H 2 O 2 sehingga didapat larutan bening. Kemudian sampel ditambah pereaksi Sodium 2-(Para-sulfophenylazo) - 1,8- dihydroxy -3,6-napthalene disulfonate (SPADNS) - asam zirkonil dan diukur dengan spektrofotometri sinar tampak. Diperoleh nilai panjang gelombang maksimum natrium fluorida 585 nm. Metode ini memiliki nilai akurasi dan presisi yang baik. Beberapa sampel menunjukkan bahwa kadar fluorida bervariasi antara 527,326 – 729,306 µg/ml. Konsentrasi fluorida pada beberapa sampel pasta gigi (anak, hotel dan media online) masih berada di bawah rentang persyaratan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK. 03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika yang telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluorida yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15 % atau 1500 µg/ml dihitung dari kadar total F (fluorida).
METODE SPEKTROSKOPI ATR-FTIR TANDEM PCA UNTUK MENDETEKSI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ADULTERAN DALAM SEDIAAN KOPI ARABIKA TORAJA KOMERSIAL Aiyi Asnawi; Erli Berlianti; Ellin Febrina; Nursamsiar Nursamsiar; Sitti Rahmi; Ivan Andriansyah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.485 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.646

Abstract

Toraja arabica coffee is well known for its higher price and quality compared to robusta coffee, but its commercial is often added with other ingredients, including robusta coffee which has low economic value. Visual inspection is unreliable in roasted ground coffee due to the resemblance of its chemical content. The ATR-FTIR method tandem PCA was able to provide an overview of the typical chemical content of the coffee preparation. The purpose of this study was to evaluate the robusta coffee as adulterant in Toraja arabica coffee preparation by using ATR-FTIR. Toraja arabica coffee beans were obtained from three smallholder plantations around Toraja and Robusta coffee beans were obtained from Toraja, Lampung, and West Java coffee plantations. The coffee beans were roasted and then macerated using 96% ethanol for 3×24 hours and concentrated using a rotary evaporator until being thick. The IR spectrum of each extract was measured using the ATR-FTIR spectroscopy at a range of 4000-650 cm-1. The results show there is a similarity in the IR spectrum patterns and there is only a small difference in the transmittance of Toraja arabica coffee and robusta coffee. Furthermore, the IR spectrum is clustered by using PCA in R program. The projection of three commercial samples shows that samples 1 and 2 do not contain robusta coffee while sample 3 shows the presence of robusta coffee. In conclusion, the ATR-FTIR spectroscopic method tandem PCA was able to clustered the presence or absence of robusta coffee content in the Toraja arabica coffee.
Peningkatan Potensi Ibu Rumah Tangga dalam Mengolah Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Metode Takakura di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung Soni Muhsinin; Deden Indra Dinata; Ivan Andriansyah; Aiyi Asnawi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.456 KB) | DOI: 10.30653/002.201942.110

Abstract

INCREASING OF HOUSEWIVES POTENTIAL IN PROCESSING DOMESTIC ORGANIC WASTE BY USING TAKAKURA METHOD IN CIBIRU WETAN VILLAGE, BANDUNG REGENCY. Domestic waste (DW) is a major environmental challenge for many urban local bodies in Indonesia both in the village and in the city, where urbanization, industrialization and economic growth have resulted in increased waste generation per person. One way to solve this waste is to turn organic domestic into compost. Composting, the recycling of organic waste such as vegetation and food waste reduces the amount of waste going to landfill and is, therefore, a rapidly growing sector. Desa Cibiru Wetan, Kab. Bandung, West Java is one of the villages that has learned about how to process organic waste into compost and become a pilot project but because of the distance between raw materials and management with compost incubator so that compost production is disturbed. Therefore, the purpose of the project activity was to produce compost from domestic organic waste by the Takakura method. In this method, a small incubator was used and placed at the home of the community. Although on a small scale but with many multipliers, it able to produce an abundant compost and can be an alternative for the existing compost incubator method. The stage included counseling and socialization, training in making incubator Takakura, training in production compos,t and monitoring and evaluation. The results showed a good understanding of both groups for both the socialization and counseling stages as well as for the practice of production of compost. In conclusion, the activity on the production of compost by using Takakura method able was to solved for domestic organic waste and remind set the interest of the community in producing compost.
UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN SANTRI MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI PSAA BABUSSALAM Sri Mulyati Rahayu; Eki Pratidina; Meda Yuliani; Denni Fransiska Helena; Ivan Andriansyah; M. Isronijaya
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.7147

Abstract

Yayasan Ramda Bhakti Pertiwi merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang social dan pendidikan. Yayasan ini menyelenggarakan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS), Ulya Babussalam (SMA), Wustho Babussalam (MTS) yang terletak di Jl. Cilengkrang II. Yayasan ini menyediakan asrama putra dan putri yang terdiri atas anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa. Panti Asuhan Babussalam terdiri atas 61 orang santri MTS dan 47 santri SMA. Kegiatan rutin yang dilakukan di Panti Asuhan Babussalam adalah sekolah dan mengaji. Hasil pengamatan pada tanggal 18 Oktober 2021, beberapa santri mulai tidak menggunakan kembali masker karena keterbatasan masker, dan masker kain yang dibuat oleh santri juga sudah habis terpakai. Hasil wawancara dengan pengelola sangat mengharapkan adanya pemaparan tentang vaksin covid-19 kepada para santri, sehingga para santri siap ketika akan divaksin dan tidak ada yang jatuh sakit setelah divaksin. Selain itu, pengelola juga mengharapkan adanya edukasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri ketika sedang haid, dan kebersihan kulit agar tidak terus menerus timbul gatal-gatal. Hasil wawancara dengan 5 santri yang ditemui saat survey, kelima santri tersebut belum siap dilakukan vaksin covid-19, karena masih takut menjadi sakit. Untuk itu, kami perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat di Panti asuhan Babussalam ini untuk mengingatkan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan, mengedukasi tentang vaksin covid-19, kesehatan reproduksi saat haid, kesehatan kulit, dan dapat mempraktekkan cara membuat sabun cair untuk melengkapi saat cuci tangan.
Formulasi Minuman Pelet Instan Untuk Kesehatan Dari Black Sapote (Diospyros nigra) Dengan Metode Ekstrusi Sferonisasi Rahmat Santoso; Ivan Andriansyah; Mamay Maulana
IKRAITH-Teknologi Vol 7 No 1 (2023): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-teknologi.v7i1.2322

Abstract

Pembuatan pelet instan menggunakan metode ekstrusi sferonisasi merupakan salah satu metode yangumum dalam pembuatan pelet. Proses pembuatannya berupa proses ekstrusi agar sediaan menjadibentuk ekstrudat, proses sferonisasi pembuatan agar menjadi bentuk pelet, proses salut lapis tipisyang berfungsi agar pelet lebih terjaga kestabilan sediaannya dan tidak menghasilkan partikel yangbesar serta hasil uji memenuhi syarat dengan baik. Pelet instan daging buah black sapote dibuatmenjadi sediaan minuman kesehatan yang praktis dan kaya manfaat. Membuat minuman pelet instandari daging buah black sapote dengan metode ekstrusi sferonisasi dan mendapatkan formulasiminuman pelet instan yang baik. Optimasi formula sebanyak 5 variasi PVP K-30 1%, 3%, 5%, 7%dan 9%, dengan avicel PH 102 sebagai pengisi, sukralosa sebagai pemanis, aquades sebagai pelarutdan PVP K-30 sebagai pengikat, dilanjutkan dengan penambahan zat aktif daging buah black sapoteyang divariasikan menjadi 5 formula dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% denganpengujian evaluasi yang memenuhi syarat, kemudian dilanjutkan dengan proses salut lapis tipisdengan menggunakan Opadry. Pada hasil optimasi PVP K-30 sebanyak 5% menjadi konsentrasiyang baik. Penambahan daging buah black sapote formula 8 minuman pelet instan dengankonsentrasi daging buah 15% menjadi formulasi yang paling digemari oleh panelis. Minuman peletinstan daging buah black sapote dapat diformulasi dengan tahapan sebagai berikut: proses ekstruksi,proses sferonisasi, dan proses salut lapis tipis.
PENETAPAN KADAR FLUORIDA PADA SAMPEL PASTA GIGI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Ivan Andriansyah; Ikhsan Permana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v2i2.47

Abstract

Fluorida merupakan salah satu komponen pasta gigi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, namun asupan fluorida yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan fluorosis pada gigi dan tulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar senyawa fluorida dengan menggunakan pereaksi SPADNS – Asam Zirkonium dengan beberapa sampel varian yang ada di pasaran. Penelitian dilakukan dengan mendestruksi sampel dengan pelarut HNO 3 dan beberapa tetes H 2 O 2 sehingga didapat larutan bening. Kemudian sampel ditambah pereaksi Sodium 2-(Para-sulfophenylazo) - 1,8- dihydroxy -3,6-napthalene disulfonate (SPADNS) - asam zirkonil dan diukur dengan spektrofotometri sinar tampak. Diperoleh nilai panjang gelombang maksimum natrium fluorida 585 nm. Metode ini memiliki nilai akurasi dan presisi yang baik. Beberapa sampel menunjukkan bahwa kadar fluorida bervariasi antara 527,326 – 729,306 µg/ml. Konsentrasi fluorida pada beberapa sampel pasta gigi (anak, hotel dan media online) masih berada di bawah rentang persyaratan dalam Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia No. HK. 03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika yang telah menetapkan bahwa jumlah senyawa fluorida yang boleh terkandung dalam pasta gigi tidak boleh lebih dari 0,15 % atau 1500 µg/ml dihitung dari kadar total F (fluorida).
DETECTION OF WHITE RICE ADULTERANTS IN LAMPUNG ROBUSTA COFFEE EXTRACT USING FT-IR METHOD BY FINGERPRINT ANALYSIS AND PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Ivan Andriansyah; Liling Dwi Ambaga; Reza Pratama; Fauzan Zein Muttaqin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1254

Abstract

Lampung Province has 3 areas that produce coffee: West Lampung, Tanggamus, and Waykanan, which can produce 51,484 tons of coffee annually. The high demand for coffee and limited harvest are some factors that cause the addition of adulterants to coffee products such as corn, soybeans, rye, coffee beans, and rice. This study aims to detect rice adulterants in Lampung robusta coffee using the FTIR spectrophotometric method combined with chemometric analysis using the PCA (Principal Component Analysis) method. FTIR spectrophotometric method combined with chemometric analysis using PCA (Principal Component Analysis) method. The PCA method was validated using the cross-validation method. Samples were taken from 3 Lampung coffees on the market. The extraction process was carried out on Lampung coffee and Lampung rice from 3 regions using 96% ethanol. After concentrating, the coffee and rice extracts were measured using FTIR and read in the 4000-650 cm-1 wave number range. Different wave number curves were obtained between coffee and rice. A pre-processing chemometric analysis was performed, which resulted in the classification of Robusta coffee and rice using PC1 and PC2 (50% and 24%). The results of PCA analysis showed that PC1 and PC2 in the three Lampung coffee samples, samples A and C, did not contain adulterants, while sample B was suspected of containing white rice.  Keywords: Alduteran, FTIR, Chemometrics, PCA, Lampung Robusta Coffee.
EVALUASI TURUNAN PHLOROTANNIN DALAM MAKROALGA COKELAT (Sargassum sp.) UNTUK POTENSI MODULASI HUMAN PPAR-GAMMA SEBAGAI INHIBITOR ANTI-DIABETES: KAJIAN PENAMBATAN MOLEKUL Silviana, Lilis; Bintang, Muhamad Ilham; Andriansyah, Ivan; Dinata, Deden Indra; Asnawi, Aiyi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7335

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat, khususnya Diabetes Mellitus Tipe 2. Salah satu intervensi pengobatannya melalui penghambatan PPAR (Peroxisome proliferator-activated receptor). Di sisi lain, penggunaan akarbosa jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, hati, dan ginjal. Makroalga cokelat, khususnya Sargassum sp., mengandung senyawa bioaktif florotanin yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, namun turunannya belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki potensi afinitas dan interaksi pengikatan senyawa turunan florotann dari makroalga cokelat dengan reseptor Human PPAR-Gamma melalui simulasi penambatan molekul. Prosedur penambatan molekul divalidasi secara cermat dengan melakukan penambatan molekul ulang ligan alami ((2S)-2-Etoksi-3-[4-(2-{4-[(Methylsulfonyl) oxy]Phenyl}Ethoxy)Phenyl]Propanoic Acid) ke dalam enzim situs aktif, menghasilkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) rendah di bawah 2 Å. Langkah validasi ini memastikan keandalan algoritma penambatan molekul yang dipilih, AutoDock 4.2.6, dan parameternya untuk evaluasi penambatan ligan uji. Simulasi penambatan molekul selanjutnya dilakukan untuk sembilan ligan phlorotannin, mengungkapkan beragam afinitas pengikatan dan profil interaksi. Khususnya, senyawa seperti Dieckol, 7-phloroeckol, Phlorofucofuroeckol A, dan Eckol menunjukkan energi pengikatan yang kuat dan interaksi yang menjanjikan dengan residu utama, yang menunjukkan potensinya sebagai ligan efektif untuk enzim Human PPAR-Gamma. Analisis rinci ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik memberikan gambaran tentang mekanisme molekuler ligan dalam situs pengikatan enzim terutama residu B:Ser 289 dan B:His449, diidentifikasi sebagai kontributor penting dalam interaksi ligan-enzim. Dapat disimpulkan, Dieckol merupakan kandidat senyawa pemandu dari penambatan senyawa turunan florotanin dari makroalga cokelat dan Human PPAR-Gamma.