Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA KARYAWAN (TINJAUAN TEORITIS DAN EMPIRIS) Sarmawa, I Wayan Gde
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.539 KB)

Abstract

Gaya kepemimpinan adalah cara memberikan arahan, menerapkan strategi, dan memotivasi individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Gaya kepemimpinan direplikasi dalam sikap dan perilaku tetapi pada gilirannya adalah hasil dari interaksi yang kompleks antara cara individu berpikir dan merasakan. Para peneliti menyoroti beragam pendekatan / gaya kepemimpinan yang didasarkan pada asumsi dan teori yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, para analis telah bekerja untuk mengembangkan berbagai model, teori dan asumsi mengenai gaya kepemimpinan. Inti dari penelitian mereka adalah untuk menguraikan efektivitas kepemimpinan dalam organisasi/perusahaan termasuk pembentukan otoritas, mendorong rasa tanggung jawab, meminimalisasi dan mengatasi masalah karyawan dalam konteks situasi yang sudah berlaku. Dalam berbagai penelitian, di antara banyak gaya kepemimpinan, maka dua gaya kepemimpinan menjadi jauh lebih menonjol yaitu kepemimpinan transformasional dan transaksional. Kedua gaya ini telah dianalisis dalam berbagai sektor sosial-ekonomi dan akademik yang berbeda dengan keunggulannya masing-masing. Saat ini, kedua ditelaah dalam berbagai situasi yang berbeda serta hubungannya dengan kinerja karyawan.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELOMPOK PETANI GARAM MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI GEOMEMBRAN Sarmawa, I Wayan Gde; Senimantara, I Nyoman; Udayana, I Gusti Bagus
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 1 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i1.5516

Abstract

Usaha untuk membantu petani khususnya petani garam di Desa Kusamba yang tergabung dalam Kelompok Petani Garam Sarining Segara dirasakan penting mengingat rendahnya produktivitas petani garam tersebut. Hasil pengamatan dan wawancara dengan sejumlah anggota kelompok petani garam menemukan rendahnya produktivitas disebabkan karena proses pembuatan garam oleh kelompok petani garam di tempat ini dilakukan secara tradisional. Program Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan untuk membantu petani menerapkan teknologi tepat guna agar dapat meningkatkan produktivitas para petani garam. Teknologi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi geomembrane. Penerapan teknologi geomembran dalam proses pembuatan garam pada kelompok petani garam Sarining Segara Desa Kusamba, ternyata mampu meningkatkan produktivitas para petani garam tersebut. Hal ini terbukti dari hasil uji coba yang dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) menemukan dimana penerapan teknologi geomembran mampu mempercepat proses pengeringan air laut, mempercepat pengeringan air garam, kualitas garam yang dihasilkan lebih putih dan lebih bersih, serta kandungan zat garam (NaCL) menjadi lebih tinggi.
MEMPERTAHANKAN DAYA SAING GULA MERAH MELALUI PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK Sarmawa, I Wayan Gde; Udayana, I Gusti Bagus; Santini, Ni Made
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 3 No 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v3i3.5952

Abstract

Kemampuan bersaing hasil produksi gula merah yang dikerjakan dengan sangat tradisional semakin hari semakin menurun, hal ini juga terjadi hasil produksi gula merah pada kelompok petani gula merah yang tergabung pada Gapoktan Gunung Sari Desa Gunaksa, Klungkung, Bali. Ketidakmampuan bersaing dapat dibuktikan melalui semakin berkurangnya anggota kelompok Gapoktan dari tahun ke tahun. Masuknya gula merah dari berbagai wilayah dengan harga yang lebih terjangkau, menyebabkan hasil produksi gula merah Gapoktan Gunung Sari tidak mampu dijual dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan, anggota kelompok petani gula banyak yang berhenti membuat gula. Pengabdian saat ini berupaya mempertahankan daya saing, dengan meningkatkan nilai tambah produk berupa mengubah bentuk cetakan gula (re-design), pengemasan (packing), dan pemberian label/merek (labelling). Pengabdian dilakukan melalui pendekatan ceramah dan peragaan peningkatan nilai tambah melalui perubahan bentuk, pemberian pembungkus dan label pada produk. Anggota kelompok sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini. Pengabdian kali ini diharapkan mampu memotivasi anggota kelompok tani untuk tetap menggeluti usaha pembuatan gula merah.