Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Training in Making Tempeh in Character Molds to Increase Elementary School Students' Interest in Consuming Tempeh Ihwana As’ad; Martriwati; Satriya Nugraha; Ariyani Muljo; Ika Purnama Sari; Hanrezi Dhania; Yuliana Mose; Zunan Setiawan; Jasiah; Nuris Kushayati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xtyfkb47

Abstract

Tempeh, a traditional Indonesian fermented soybean product, is highly nutritious but under-consumed by children due to its bland appearance and unfamiliar texture. This community service program aimed to enhance elementary school students’ interest in consuming tempeh through a participatory training that introduced character molds into the tempeh-making process. Conducted with 20 students aged 9–11 years, the intervention employed a pretest-posttest design to assess changes in tempeh preferences, knowledge, and willingness to consume and prepare tempeh. Results indicated significant improvements across all indicators: students’ liking of tempeh increased from 35% to 85%, their perception of its visual appeal rose from 25% to 90%, and willingness to try character-shaped tempeh reached 95%. The program not only improved students’ understanding of tempeh’s nutritional benefits but also engaged them in creative, hands-on food preparation that enhanced motivation and enjoyment. The findings support the use of experiential learning and visual food design in child nutrition education. This initiative effectively combined cultural food preservation with innovative teaching strategies. It demonstrates that integrating fun and creativity into traditional food education can promote healthier eating habits and strengthen local food identity among young learners. Future programs should consider scaling up and incorporating family and school-level involvement to achieve a broader and more sustainable impact.
Kampung Wisata Purbayan: Integrasi Teknologi dalam Harmonisasi Nilai Keagamaan dan Budaya Ihwana As'ad; Makmur Harun; Faidah Azuz; Muhammad Alwi; Sri Firmiaty; Sugiarti; Lilis Nur Hayati; A Ulfah Tenripada
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i2.165

Abstract

Latar Belakang: Kampung Wisata Purbayan merupakan kawasan heritage yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah. Keterbatasan masyarakat dalam melakukan promosi mengakibatkan banyak potensi wisata seperti situs sejarah Mataram Islam, arsitektur tradisional Jawa, dan kerajinan lokal belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan desa wisata secara lebih efektif melalui edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital.Tujuan: Pengabdian dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi budaya, sejarah, dan nilai keagamaan di Kampung Wisata Purbayan dalam pengembangan wisata, dan masih rendahnya penggunaan teknologi digital sebagai media promosi dan edukasi.Metode: Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal (pengelola kampung, UMKM, tokoh masyarakat) aktif dalam perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi intervensi promosi digital dan edukasi wisata halal.Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Kampung Wisata Purbayan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi yang kuat dalam mengembangkan wisata berbasis nilai agama dan budaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–18 Maret 2023 dan melibatkan 67 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Suriname menghasilkan tiga temuan utama: (1) penguatan identitas religius dan budaya lokal sebagai basis pengembangan wisata, (2) peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata.
Perancangan UI/UX Aplikasi Penyewaan Alat Outdoor Berbasis Mobile menggunakan Metode Design Thinking Fajri Fajri; Ihwana As’ad; Syahrul Mubarak Abdullah
LINIER: Literatur Informatika dan Komputer Vol 3, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/linier.v3i1.3490

Abstract

Era digital telah membawa angin segar bagi perkembangan global usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM). Teknologi yang sekarang semakin canggih serta sangat simpel diakses telah sebagai katalisator bagi pertumbuhan dan  perkembangan UMKM. Dulu, UMKM mungkin sangat terbatas di pasar lokal dan  mempunyai ketergantungan yang sangat tinggi di interaksi secara langsung. tetapi, dengan adanya teknologi UMKM sekarang bisa menjangkau pasar yg jauh lebih luas. menggunakan memanfaatkan teknologi secara efektif UMKM bisa tumbuh serta berkembang pesat. tetapi, UMKM juga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yg sangat cepat. Penggunaan E-Commercee sangat bermanfaat untuk peningkatan penjualan, memperluas jangkauan pasar, efisiensi operasional, dan  penghematan biaya . akan tetapi masih para pelaku perjuangan yg menjalankan penyewaan alat outdoor secara manual sehingga mengakibatkan beberapa kendala mirip berita stok tak sesuai waktu nyata, manajemen pencatatan yang tidak rapi, sebagai akibatnya  terjadi resiko double booking. kondisi ini sangat berdampak terhadap turunnya kepuasan pelanggan. oleh sebab itu, sangat diharapkan sebuah solusi digital yang bisa mengatasi pertarungan tadi sekaligus bisa menyampaikan pengalaman  kepada pengguna yg optimal. Peneltian ini juga memakai metode Design Thinking yang terdiri asal beberapa tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan  test. Metode ini dipilih sebab sangat mampu membantu pengembang memahami kebutuhan pengguna secara pribadi serta bisa menciptakan sebuah desain yg sinkron dengan konflik yg terjadi. Selain itu, penelitian ini sangat menekankan pada kualitas desain secara eksklusif dan  pengalaman pengguna (UI/UX) buat menaikkan kepuasan serta minat dan  loyalitas pelanggan. yang akan terjadi berasal penelitian ini memberikan bahwa perancangan perangkat lunak penyewaan alat outdoor berbasis mobile mampu menjadi suatu solusi yg sangat efektif buat menaikkan efisiensi pengelolaan, memberikan kemudahan buat pengguna dalam melakukan pencarian, pemesanan, dan  pembayaran. Fitur tambahan juga berupa integrasi kalender ketersediaan serta metode perhitungan jarak (Haversine) pula menyampaikan nilai lebih, terutama dalam membanatu pelanggan menemukan penyewaan outdoor terdekat. menggunakan demikian, perangkat lunak ini tidak hanya mendukung transformasti digital UMKM, namun pula mampu menaikkan daya saing antar usaha penyewaan alat outdoor pada era digital
Enhancing Digital Literacy Through the Introduction of Robotics and Scratch for Primary School Students in Kedah, Malaysia Lukman Syafie; Herman Herman; Ihwana As'ad; Anita Badriah
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4519

Abstract

This community service program aims to improve digital literacy among elementary school students in Kedah, Malaysia through introducing robotics and Scratch programming. The main issue faced was students' limited exposure to computational thinking and STEM-based learning. Through intensive training provided by Universitas Muslim Indonesia, students from 13 schools were equipped with fundamental skills in visual programming using Scratch and basic robotics concepts. The training was officially opened by the Special Officer to the Minister of Education Malaysia and covered introduction to computational thinking, hands-on Scratch programming, and educational robotics demonstrations. Results showed significant improvement in students' understanding of programming concepts and increased enthusiasm towards technology. Additionally, an educational module was created for continued learning. The program successfully enhanced students' digital literacy and received strong appreciation from school principals who expressed interest in ongoing collaboration for similar activities.
BATIK TRAINING FOR THE COLLABORATION OF FILIPINA MOTIF BATIK AND INDONESIAN MOTIFS (JAVANESE MOTIF) Ari Setiawan; Satya Darmayani; Ihwana As’ad; Prety Diawati; Ima Widiastuti; Mark Gabriel W. Aguilar; Nur Syamsi
EMPOWERING HUMANITY Vol. 3 No. 2 (2025): Current Issues 6
Publisher : SMARTINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58765/emhum.v3i2.267

Abstract

The purpose of this community service is to introduce various batik motifs in Jogja and in the Philippines, increase understanding related to batik marketing and establish cooperation in strengthening batik motifs and their promotion on both sides. This community service was carried out in three stages: 1. Focus Group Discussion Stage Collecting data related to batik motifs and discussions related to batik activities in batik villages with resource persons from Indonesia and the Philippines. By using the FGD method and the Sharing Section method, it is hoped that the village can be more comfortable in communicating with the service team.2. Socialization Stage The socialization method was chosen to present the solutions that had been carried out in the previous stage. Socialization is carried out offline using an approach by directly interacting actively with the batik makers while conveying the material discussed in the socialization in the form of: a) Various kinds of Indonesian batik motifs, especially Javanese batik motifs and also Philippine batik motifs.b) How to make batik and introduce batik motifs.3. Action Stage and In the action stage, the service team uses the mentoring method or mentoring method.The results and conclusions of this community service are: 1. The service was successfully carried out well, this is evidenced by the enthusiasm of the participants who participated in the activities during the service by paying attention to every material provided both related to batik motifs and batik marketing. 2. Participants gave a very good response as evidenced by the many questions and discussions during the service, besides that the participants expressed their satisfaction in participating in this activity through the responses given when the service was completed.3. Participants also expressed their gratitude to the servants from both the Philippines and Indonesia because of the increased knowledge gained, especially batik motifs and batik marketing abroad.