Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kampung Dela dalam Meningkatkan Ketangguhan terhadap Bencana Alam melalui Mitigasi dan Infrastruktur Evakuasi Rusdi, Achmad; Febriadi, Ihsan; Purnawati, Renny; Arifin , Herlina; Ibal, La; Kewila, Ameli Moni; Alitiong, M. Wahyudi; Nahsim Yenusi, Rohelio Velri; Sagisolo, Moses Alfando; Maukary, Kalvin M.; Ode, Muh. Arif; Ferdinandus, Ferdinandus; Kambu, Sintia Putry
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v4i2.372

Abstract

The Della Village Coastal Community Empowerment Program aims to increase community resilience to natural disasters through mitigation activities and evacuation infrastructure development. Implementation methods include initial survey, needs mapping, evacuation route construction, disaster mitigation training, evacuation simulations, and monitoring and evaluation. Activities were carried out participatively, involving the community, village government, and university students. Pretest results showed community knowledge on disaster mitigation was low, ranging from 25% to 40%. After training and simulation, posttest results increased significantly to 70–80%, showing improved understanding and preparedness. Beyond increasing knowledge, the activity encouraged collective awareness, social responsibility, and practical skills in dealing with emergencies. The evacuation infrastructure strengthened the village's physical readiness for potential earthquakes and tsunamis. The program proved the effectiveness of educational and participatory approaches in building disaster-resilient communities in remote coastal areas. Overall, the activity helped strengthen adaptive capacity and sustainability of community-based mitigation in Della Village
citra satellite The changes in mangrove land cover area using satellite image data in South Manokwari District, Manokwari Regency.: Perubahan Luasan Manggrove Menggunakan Data Citra Satelit di Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari Irnawati, Irnawati; Milangoni, Elok; Febriadi, Ihsan; Soekamto, Mira Herawati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i1.3272

Abstract

Mangroves are one of the defining characteristics of transitional plants between the sea, water bodies, and land. They are only found in tropical and subtropical regions with some extreme conditions such as high salt content, high temperatures, high waves, sedimentation, and mud. The distribution of mangroves in Indonesia with the highest dense cover is in Papua Province with a total area of ​​1,084,514 hectares, and West Papua Province has mangrove forests with a total area of ​​483,800 hectares, 76% of which are primary mangrove forests and the rest are secondary mangrove forests (24%). One method to determine changes in the area of ​​mangrove vegetation is remote sensing technology aimed at identifying changes in the mangrove area covered by the mangrove ecosystem over different periods as potential forest resources using Composite image software ER Mapper series 6.4. Research results During the period 2014 - 2023, there has been a change in the area of ​​mangroves in South Manokwari District with a degraded mangrove forest area of ​​53,767 hectares, with a deforestation area of ​​5,974 hectares per year. In the same period, forest degradation of 43,442 hectares also occurred with a degradation area per year of 4,827 hectares. The accuracy level value of Landsat satellite image classification for changes in mangrove area in South Manokwari District, Manokwari Regency in 2014, 2017, 2020, and 2023 reached 92.5%, which means it is quite accurate
Identifikasi Potensi Ekowisata Kampung Batu Lubang Pantai Distrik Makbon Kabupaten Sorong Mugama, Indriani; Febriadi, Ihsan; Gafur, Muzna Ardin Abdul
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2143

Abstract

Ekowisata sebagai salah satu kegiatan ekonomi di kawasan pesisir diharapkan dapat menjadi pendekatan konservasi yang strategis. Ekowisata diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru atau mata pencaharian alternatif. Sebagai kawasan pesisir yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya lingkungan, hal ini merupakan salah satu potensi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekowisata di Desa Batu Lobang Kecamatan Makbon Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menerapkan analisis kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil kajian, tujuh tempat merupakan daya tarik wisata, antara lain (Pantai Bainggak, Bukit Salib, Pantai Pasir Pendek, Pantai Klaswolik, Pantai Kladimala, Pantai Pasir Timbul, dan Tanjung Batu Lubang. Selain wisata pantai, juga terdapat wisata budaya dan wisata religi dan penjualan Hasil Hutan Bukan Kayu berupa berbagai jenis anggrek.
Etnobotani Pohon Aren (Arenga pinnata Merr.) Di Kampung Werbes Distrik Bikar Kabupaten Tambrauw Yeblo, Yunita; Maruapey, Aziz; Febriadi, Ihsan
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 2 No. 2 (2024): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v2i2.3495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pohon aren (Arenga pinnata Merr.) dan pengetahuan masyarakat Kampung Werbes Distrik Bikar Kabupaten Tambrauw dalam pemanfaatan tumbuhan aren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey, objek penelitian ini adalah masyarakat di Kampung Werbes Distrik Bikar Kabupaten Tambrauw. Responden terdiri dari responden kunci dan responden umum. Responden kunci terdiri dari ketua adat, kepala kampung tokoh agama dan tokoh masyarakat, sedangkan responden umum adalah keluarga-keluarga atau anggota masyarakat yang mengetahui atau memanfaatkan pohon Aren (Arenga pinnata Merr.) secara tradisional. Penentuan responden kunci dan responden umum ditentukan secara porposive (sengaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tumbuhan aren di Kampung Werbes adalah 127 ind/ha. Potensi pohon Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan potensi alami atau tumbuh secara alamiah pada kawasan hutan Kampung Werbes Distrik Bikar dan sebagian di tanam oleh masyarakat setempat, kondisi ini ditunjang oleh adanya kondisi faktor edapis dan klimatik yang sangat baik. Bentuk pemanfataan pohon Aren (Arenga pinnata Merr.) di Kampung Werbes meliputi semua bagian pohon yakni air nira dibuat gula merah dan sageru, buah untuk kolang-kaling, pelepah daun untuk sapu lidi, Ijuk untuk sapu ijuk dan resapan, serta akar untuk obat herbal.
Budidaya Tanaman Gaharu Masyarakat di Kampung Haha Distrik Seremuk Kabupaten Sorong Selatan Blesia, Dina; Febriadi, Ihsan; Ponisri, Ponisri
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 3 No. 1 (2025): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v3i1.4607

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi sistem budidaya dan pengelolaan gaharu oleh masyarakat di Kampung Haha, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan. Gaharu, yang merupakan hasil hutan bukan kayu dengan nilai ekonomi tinggi, banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode budidaya, termasuk sumber bibit, persiapan persemaian, proses penanaman, dan pemeliharaan tanaman. Pendekatan deskriptif digunakan dengan wawancara semi-struktural dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan bibit alami dari hutan sekitar, dengan proses penanaman yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan lokal, termasuk persiapan tanah dan pemilihan lokasi tanam yang sesuai. Penelitian ini juga mengungkapkan dua model bisnis untuk gaharu, yaitu sistem berbasis kontrak dan sistem yang lebih fleksibel tanpa ikatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun budidaya gaharu di Kampung Haha masih dalam tahap awal, terdapat potensi besar untuk pengembangannya yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
URBAN FARMING: BUDIDAYA SAYURAN DAUN DI LAHAN SEMPIT DENGAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK Nurul Fajeriana; Heriyanti Tahang; Muhammad Arifin Abd Kadir; Siti Nurjannah; Ihsan Febriadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30209

Abstract

Abstrak: Urbanisasi yang pesat di wilayah perkotaan seperti Kota Sorong telah menyebabkan keterbatasan lahan pekarangan serta meningkatnya volume sampah rumah tangga, sehingga diperlukan solusi inovatif untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus menjaga kesehatan lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill ibu-ibu Aisyiyah dalam bidang budidaya pertanian perkotaan (urban farming) dengan memanfaatkan lahan sempit dan pengelolaan sampah rumah tangga. Mitra kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu dari organisasi ‘Aisyiyah Kota Sorong, dengan lokasi kegiatan bertempat di Sekretariat Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari sampah dapur (organik), pemanfaatan sampah anorganik sebagai wadah tanam, serta praktik teknik budidaya sayuran daun melalui vertikultur, hidroponik sistem wick, dan akuaponik sederhana (Budikdamber). Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dari 61,81% menjadi 88,13% berdasarkan hasil post-test. Para peserta menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan teknik urban farming di rumah masing-masing, termasuk dalam memproduksi pupuk cair, memanfaatkan limbah anorganik, dan merawat sistem Budikdamber. Program ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam menciptakan kemandirian pangan rumah tangga, tetapi juga dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi oleh komunitas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah lainnya dalam mendukung pembangunan pertanian perkotaan berkelanjutan di Kota Sorong.Abstract: Rapid urbanization in urban areas such as Sorong City has led to limited household land and increased domestic waste, necessitating innovative solutions to support food self-sufficiency while promoting environmental health. This community service program aims to improve the hardskills and softskills of Aisyiyah women in the field of urban farming by utilizing narrow spaces and managing household waste effectively. The program’s partner consists of women from the Aisyiyah organization in Sorong City, with activities conducted at the Secretariat of the Aisyiyah Regional Leadership, Papua Barat Daya Province. The activities include training on producing liquid organic fertilizer from kitchen waste (organic), utilizing inorganic waste as planting containers, and practicing various urban farming techniques such as vertical farming, wick hydroponics, and simple aquaponics (Budikdamber). The implementation methods consisted of counseling, demonstrations, hands-on practice, and intensive mentoring. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills, from 61.81% to 88.13% based on post-test results. Participants demonstrated the ability to apply urban farming techniques at home, including producing liquid fertilizer, using recycled materials as planting media, and maintaining Budikdamber systems. This program had a positive impact not only on household food independence but also on raising awareness of environmentally friendly waste management practices. The success of this initiative is expected to be replicated in other communities and Muhammadiyah Autonomous Organizations (Ortom) to support sustainable urban agriculture development in Sorong City.
Keanekaragaman Jenis Dan Potensi Cadangan Karbon Di Kawasan Hutan Kota Taman Wisata Alam KM 14 Kota Sorong Layuk, Angeline Ta'dung; Ponisri, Ponisri; Febriadai, Ihsan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis, dominasi jenis dan kemeraatan jenis pada tingkat pohon serta mengestimasi potensi cadangan karbon dan daya serap karbondioksida yang tersimpan dalam biomassa vegetasi ada di Taman Wisata Alam Sorong. Metode yang digunakan purposive sampling dengan pembuatan plot penelitian dan metode sampling tanpa pemanenan (nondestructive sampling) untuk pengukuran biomassa pohon hidup. Pendataan secara in situ yaitu pengukuran langsung di lapangan untuk pendugaan dengan menggunakan persamaan alometrik. Data yang dikumpulkan dianalisis sesuai dengan parameter dan dideskripsi secara kualitatif dan kuantitatif serta disajikan dalam bentuk tabel.  Hasil penelitian menunujukkan bahwa jumlah jenis pohon ada 33 dengan total individu sebanyak 981. Dengan indeks keanekargaman jenis pohon 0,92 dalam kategori rendah, indeks dominasi jenis 1,00 dalam kategori tinggi dan indeks kemerataan jenis 0,62 dalam kategori sedang. Untuk jumlah biomassa total 74,232 kg, tertinggi terdapat pada plot 5 (14,56 kg) dan terendah pada plot 9 (0,427 kg). Cadangan  karbon  total sebesar 34,89 kg dengan tertinggi pada plot 5 sebesar (6,843 kg), terendah plot 9 (0,201 kg), kandungan karbon total 0,0348 ton/ha dengan tertinggi pada plot 5 (0,0068 ton/ha) dan terendah pada plot 9 (0,0002 ton/ha). Serta Daya serap karbondioksida total 0,127 dengan serapan karbondioksida tertinggi pada plot 5 (0,025), dan terendah pada plot 9 (0,001).
Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Pengolahan Keripik Pisang dan Singkong untuk Meningkatkan Pendapatan di Kampung Fafi: Community Empowerment through Training in Banana and Cassava Chip Processing to Increase Income in Fafi Village Riskawati Riskawati; Ihsan Febriadi; Zulkarnain Sangadji; Bertha Mangallo; Ishak Musaad; Amilda Auri; Kesya Ksawera Selaya; Mersedes Fatie
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1201

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Fafi dengan fokus pada pelatihan pembuatan keripik pisang dan singkong sebagai bentuk pemberdayaan komunitas dalam pengembangan usaha pangan lokal. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung dan pendampingan teknis agar peserta mampu memproduksi produk yang berkualitas secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan produksi, yaitu dari 35% menjadi 90% untuk keripik pisang dan dari 25% menjadi 95% untuk keripik singkong. Pemahaman peserta terkait standar mutu pangan lokal juga meningkat dari kisaran 20–40% sebelum pelatihan menjadi 88–94% setelah pelatihan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam membangun keterampilan teknis masyarakat. Dalam pembahasan, hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi edukasi, demonstrasi, dan pendampingan intensif dapat mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan produk olahan lokal yang berdaya saing. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan dengan memperkuat kompetensi peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi komunitas Lingkar Edukasi Kampung Fafi dalam membangun usaha pangan lokal yang berkelanjutan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan unit usaha Keripik perlu diperkuat melalui pengorganisasian kelembagaan sederhana, pembagian peran produksi dan pemasaran, serta pendampingan lanjutan terkait perizinan usaha dan strategi pemasaran produk. Penguatan aspek keberlanjutan ini penting agar unit usaha yang terbentuk tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang stabil dan berdaya saing. Dengan demikian, keripik diharapkan dapat berfungsi sebagai model usaha pangan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Fafi secara berkelanjutan.
Influence of Vegetation Structure and Canopy Cover on Litter Carbon Stock in Traditional Agroforestry Systems Syarif Ohorella; Rima H Siburian; Ihsan Febriadi; Mira H Soekamto; Ris Hadi Purwanto; Zulkarnaen Sangadji
MAKILA Vol 20 No 1 (2026): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v20i1.25524

Abstract

Traditional agroforestry systems play a crucial role in maintaining ecosystem stability, enhancing the ecological functions of tropical landscapes, and supporting carbon cycling through the accumulation of biomass and litter. This study aimed to analyse the influence of vegetation structural attributes, including tree density, basal area, and canopy cover, on litter biomass and litter carbon stocks in traditional agroforestry systems in Southwest Papua, Indonesia. Data were collected from 30 systematically established sample plots measuring 20 × 20 m in Baingkete and Klayili Villages. Each plot was assessed through vegetation inventories, basal area measurements, canopy cover assessments, and litter sampling. Litter biomass was oven-dried and subsequently converted into carbon stock using the IPCC conversion factor of 0.47. The results showed that the mean litter biomass reached 0.886 kg m⁻², equivalent to 8.86 t ha⁻¹ of dry litter biomass, resulting in an estimated litter carbon stock of 4.28 t C ha⁻¹. Correlation and regression analyses revealed significant positive relationships between vegetation structural attributes and litter biomass. Basal area exhibited the strongest relationship with litter biomass (r = 0.79, R² = 0.62, p < 0.001), followed by tree density and canopy cover. These findings demonstrate that stand maturity and vegetation structural complexity are key determinants of litter production and associated carbon inputs. Therefore, the conservation of multistrata agroforestry systems is essential for enhancing carbon sequestration potential, supporting climate change mitigation efforts, and strengthening carbon accounting initiatives.
Komposisi dan Pola Penyebaran Vegetasi Tingkat Pohon di Hutan TWA Klamono Kabupaten Sorong Apriana Ema Liarian; Ihsan Febriadi; Ponisri Ponisri
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 2 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i2.2584

Abstract

TWA Klamono merupakan hutan hujan tropis dataran rendah dengan keanekaragaman hayati tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan pola penyebaran vegetasi pada kawasan TWA  Klamono. Lokasi penelitian dilakukan di TWA Klamono, Desa Klaben Distrik, Kabupaten sorong dengan menggunakan Metode Line Sampling.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Jambu (Eugenia sp) memiliki kerapatan dan frekuensi tertinggi, sementara Mersawa (Anisoptera marginata) dan Gaharu (Aqularia spp) memiliki kerapatan terendah. Sebaran pohon Matoa, Jambu, dan Fikus dominan dan hampir merata di setiap jalur penelitian. Penyebar an secara acak terjadi jika lingkungan seragam dan tidak ada kompetisi kuat antar individu. Sebaliknya, penyebaran secara kelompok adalah pola paling umum dan menunjukkan adaptasi spesies dengan lingkungannya. Berdasarkan kelas diameter pohon, sebaran individu pohon berdiameter 29─40 cm paling banyak, diikuti oleh pohon berdiameter 50─70 cm, dan pohon berdiameter 80─100 cm. Distribusi diameter pohon di hutan TWA Klamono sangat beragam, hal ini menunjukkan bahwa hutan ini dapat bertahan di masa yang akan datang. Dengan demikian, penelitian ini memberikan informasi penting tentang pola penyebaran dan kerapatan pohon di kawasan TWA Klamono.
Co-Authors Achmad Rusdi Achmad Rusdi Akhmad ali Alitiong, M. Wahyudi Amilda Auri Amilda Auri Amos Nikodemus Aibini Andi Maryam Andi Teis Umpes Apriana Ema Liarian Bertha Mangallo Bertha Mangallo Blesia, Dina Elfrida Ratnawati Fajrianto Saeni Fathurrahman, Muhammad Ferdinandus, Ferdinandus Gafur, Muzna Ardin Abdul Hadra Tuljanna Sulaiman Hardianti, Rinda Heriyanti Tahang Herlina Arifin Iman Islami Indri Amilia Tupamahu Intan Ledy Puspito Irnawati Irnawati Ishak Musaad Ishak Musaad Kahar, Muhammad Syahrul Kambu, Sintia Putry Kesya Kesya Kesya Ksawera Selaya Kewila, Ameli Moni Krristina Claura Monika Mambyeuw La Aba La Aba La Ibal Layuk, Angeline Ta'dung Maruapey, Aziz Maukary, Kalvin M. Mersedes Fati Mersedes Fatie Milangoni, Elok Mira H Soekamto Miseri Cordias Bisulu Mugama, Indriani Muh. Mawardi Muhammad Arifin Abd Kadir Muhammad Fathurrahman Muhammad Syahrul Kahar MUHAMMAD TAUFIK Muharuddin, Muharuddin Nahsim Yenusi, Rohelio Velri Ngelo, Siti Mumtahanah Novita Fenetiruma Nurul Fajeriana Ode, Muh. Arif Ohorella, Hayat Marwan Ponisri, Ponisri Purnawati, Renny R. Riskawati Rahmatullah Bin Arsyad Ramadhanti Marsaoly Renny Purnawati Reyna Dwi Indira rima siburian Ris Hadi Purwanto Riskawati Riskawati Rosalina, Febrianti Rusdi, Achmad Sagisolo, Moses Alfando Said Samsaman Sangadji, Zulkarnaen Sangadji, Zulkarnain Sarawa Sarawa Sarawa, Sarawa Sarnely Uge Siti Nurjannah Sukmawati, Sukmawati Syahira Syahira Syarif Ohorella Syarif Ohorella Syifa Afia, Tsalisa Tahang, Heriyanti Tahang, Heriyanti Uge, Sarnely Yeblo, Yunita Yuliana Arsyad Zulkarnaen Sangadji Zulkarnain Sangadji Zulkarnain Sangadji