Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Motorik Anak Usia Dini Dengan Bercocok Tanam Ulfah Syuhada Nasution; Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.528

Abstract

Abstract: Farming is an outdoor activity that aims to introduce the planting process to children. Farming is an activity that is liked by young children. The output of this activity obtained from this community service is that this activity stimulates the development of the child's body, encourages children to like healthy food, improves children's fine motor development, introduces scientific concepts, namely introducing children to the world of science (botany, biology, chemistry), strengthening family relationships, teaches responsibility, makes children aware of environmental care, develops mathematical skills (for example counting seeds or measuring soil depth, identifying shapes during gardening as an introduction to geometry), teaches patience, supports children's abilities to design and organize (children will understand that each type of plant has its own way. different treatments as well as the duration of growth). Keywords: farming; motoric childhood  Abstrak: Bercocok tanam merupakan aktivitas di luar ruangan yang bertujuan untuk mengenalkan proses menanam kepada anak. Bercocok tanam merupakan aktivitas yang disukai oleh anak-anak usia dini. Luaran kegiatan yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan ini menstimulasi perkembangan tubuh anak, mendorong anak menyukai makanan sehat, meningkatkan perkembangan motorik halus anak, mengenalkan konsep ilmiah yaitu pengantar anak untuk mengenal dunia sains (botani, biologi, kimia), mempererat hubungan keluarga, mengjarkan tanggung jawab, menyadarkan anak memelihara lingkungan, mengembangkan keterampilan matematika(misalnya menghitung biji atau mengukur kedalaman tanah, mengidentifikasi bentuk benda selama berkebun sebagai pengantar geometri), mengajarkan kesabaran, menunjang kemampuan anak untuk merancang dan mengatur (anak akan paham bahwa tiap jenis tanaman memiliki cara perawatan serta durasi pertumbuhan yang berbeda). Kata kunci: motorik anak usia dini; bercocok tanam
Pelatihan Memahami Tenses Siswa Kursus Bintang Mulia Sei Balai Kabupaten Batubara Sri Rezki Maulina Azmi; Akmal Akmal; Muthia Dewi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.586

Abstract

Abstract:This training is one of facilitaties to the students to understand about the english tenses of structure very quickly and accurately. This devotion to the community (society) was done to the students who were studying at the Training Course Bintang Mulia Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara. This study used the qualitative research by explaining very shortly and by doing the exercises or simulation. In this training, the students were also given a chance or a few chances in asnwering the questions in the exercises when the training were doing. The amount of participants were 20 (twenty) persons or students who were actively studying either in the computer or English. Keywords: Tenses, Training, Devotion to society.  Abstrak: Pelatihan ini merupakan sarana bagi para peserta didik atau siswa untuk memahami tenses Bahasa Inggris dengan mudah dan akurat. Pengabdian kepada masyarakat ini diperuntuk bagi siswa yang sedang belajar di LKP Bintang Mulia Sei Balai Kabupaten Batu Bara. Metode yang dipergunakan adalah dengan cara kualitatif dengan memberikan penjelasan singkat dan dengan melakukan simulasi atau latihan. Dalam pelatihan, para siswa juga diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan dalam bentuk latihan ketika proses pelatihan sedang berlangsung. Jumlah peserta adalah 20 siswa yang sedang aktif belajar baik belajar komputer ataupun Bahasa Inggris. Kata Kunci: Tenses, Pelatihan, Pengabdian masyarakat.
Penggunaan Media Pembelajaran IT Sebagai Sarana Belajar Santri Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi; Ulfah Syuhada Nasution
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.790

Abstract

Abstrak: Penggunaan Media Pembelajaran IT Sebagai Sarana Belajar Santri pada MAS PMDU Asahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa khususnya di sekolah pesantren yang dimana diketahui bersama bahwa proses pembelajaran yang berlangsung dipesantren selama ini menggunakan metode ceramah. Padahal fasilitas komputer yang berada di pesantren tersebut sudah mumpuni, sehingga sangat disayangkan apabila fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya para santri mudah merasa bosan dengan metode ceramah yang diberikan selama proses pembelajaran. Dengan adanya penggunaan media pembelajaran IT, diharapkan dapat meningkatkan motivasi santri dalam pembelajaran. Kata kunci: Media Pembelajaran IT; Sarana Belajar  Abstract: The use of IT Learning Media as a Santri Learning Facility at MAS PMDU Asahan aims to improve the quality of student education, especially in Islamic boarding schools where it is known that the learning process that takes place in Islamic boarding schools has been using the lecture method. Even though the computer facilities in the pesantren are already qualified, it is very unfortunate if these facilities are not utilized optimally. As a result, the students easily feel bored with the lecture method given during the learning process. With the use of IT learning media, it is expected to increase students' motivation in learning. Keywords: IT Learning Media; Learning Facilities     
Pelatihan Penulisan Surat Resmi Dengan Konsep Andragogi Pada Aparatur Desa Padang Genting Di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi; Cecep Maulana
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1079

Abstract

Abstrak: Indonesian for the Indonesian nation is the language of unity. Indonesian is also a communication tool for all Indonesian people. Therefore, Indonesian language learning is devoted to improving the ability of students to communicate using Indonesian language properly and correctly verbally or in writing. Letters are one of the written communication media used in interacting. So far, many government and private employees who are at the lower level still do not know the procedures for writing official letters that meet the standard standards. They only make a letter by copy pasting from the previous letter sample. They do not have specific knowledge and guidelines in making official letters. Hal ini terbukti dari hasil analisis kesalahan dalam surat resmi yang dibuat oleh aparatur desa di kecamatan Talawi. The results of the analysis show that there are inconsistencies in the use of letter forms and editorial errors including the use of diction, spelling, and effective sentences. With regard to these problems, training on writing official letters with the concept of andragogy was carried out for village apparatus in the Talawi sub-district. The results of the training show an increase starting from knowledge and practice in making official letters in accordance with the standard rules for writing official letters. In addition, the activities of aims to provide training on how to write official letters, discuss the errors that often appear in letter writing. The method used in this conventional activity is material exposure, discussion, and practice. Kata kunci: training; official letter; andragogy concept; village apparatus  Abstract: Bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bahasa Indonesia juga sebagai alat komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis. Surat merupakan salah satu media komunikasi tertulis yang digunakan dalam berinteraksi. Selama ini, para pegawai pemerintah maupun swasta yang berada di tingkat bawah masih banyak yang belum mengetahui tata cara penulisan surat resmi yang memenuhi standar baku. Mereka hanya membuat surat secara copy paste dari contoh surat sebelumnya. Hal ini terbukti dari hasil analisis kesalahan dalam surat resmi yang dibuat oleh aparatur desa di kecamatan Talawi. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidak konsistenan dalam penggunaan bentuk surat dan kesalahan redaksi surat meliputi penggunaan diksi, ejaan, dan kalimat efektif. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan mulai dari pengetahuan dan praktik dalam membuat surat resmi sesuai dengan aturan standar baku penulisan surat resmi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan tentang cara menulis surat resmi, membahas kesalahan-kesalahan yang sering muncul dalam penulisan surat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini konvensional yaitu paparan materi, diskusi, dan latihan. Keywords: pelatihan;  surat resmi; konsep andragogi; aparatur desa
PELATIHAN PEMBUATAN SURAT UNDANGAN RESMI BERBAGAI KEPERLUAN DI KANTOR LURAH DESA PADANG GENTING DI KECAMATAN TALAWI KABUPATEN BATU BARA Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi; Cecep Maulana
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i1.1376

Abstract

Abstract: The purpose of training on writing the official letter on the Padang Genting village office equipment is to improve the understanding of village apparatus about writing good and correct official letter. Letters are one of the written communication media used in interacting. The number of village staff / staff attending this letter writing training is 18 people. Based on the above table, the spelling value of the participants is very good, meaning that there is an improvement in understanding the Indonesian Spelling. On this day also, the participants of the activity and the implementing team held a reflection and evaluation of the material that has been delivered. Thus, the participants of the activity can prepare the letter of service well and correctly in accordance with the General Spellings Guidelines of Indonesia. Keywords: training; official letter; village apparatus  Abstrak: Pelatihan penulisan surat dinas bagi pegawai kantor kelurahan Padang Genting bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip penyusunan surat dinas yang efektif dan akurat. Surat merupakan salah satu media komunikasi tertulis yang digunakan dalam berinteraksi.. Sebanyak 18 perangkat/staf desa mengikuti pelatihan penulisan undangan resmi. Berdasarkan data yang disajikan pada tabel di atas, skor ejaan para peserta sangat tinggi, menunjukkan peningkatan yang nyata dalam kemampuan mereka untuk mematuhi aturan ejaan bahasa Indonesia. Menjelang akhir acara, baik peserta kegiatan maupun tim pelaksana mengadakan sesi refleksi dan evaluasi berdasarkan materi yang telah disampaikan. Hasilnya, para peserta kini dapat menyusun surat dinas sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kata Kunci: pelatihan;  surat undangan resmi; aparatur desa
OPTIMALISASI MANAJEMEN KEPENGURUSAN MASJID DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH JAMA'AH MASJID Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi; Krisma Yogi Nopiana
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1551

Abstract

Abstract: Mosques are places of worship, education, community development, Islamic da'wah and culture, cadre formation and community unity. To optimize the role and function of the mosque, namely by making the mosque apart from being a place of worship, it is also a place for developing people. In this Abdimas, the author makes the Ma'shum Mosque the object of research. In this Abdimas, the author explains how mosque administrators implement management functions in various da'wah activities. The method used in Abdimas is a method of outreach to the community around the mosque which aims to implement the mosque management function in the implementation of da'wah implemented by the mosque, this is carried out in the context of achieving the goals and also efforts to prosper the mosque. After holding this counseling, it shows that the implementation of the mosque management function in the implementation of da'wah implemented by the Al-Ma'shum mosque is going well because in order to carry out the previous work program the administrators or takmir have prepared and planned the steps that will be carried out, this is carried out in order to achieve the goals and also efforts to prosper the mosque. This is proven by the activities that are always busy with the congregation.     Keywords: Management; Quality of Worship  Abstrak: Masjid merupakan tempat ibadah, pendidikan, pengembangan masyarakat, dakwah dan kebudayaan Islam, pembentukan kader dan persatuan umat. Untuk mengoptimalkan peran dan fungsi masjid yaitu dengan menjadikan masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai tempat pembinaan umat. Dalam Abdimas ini penulis menjadikan Masjid Ma’shum  sebagai objek penelitian. Didalam Abdimas ini penulis memaparkan bagaimana pengurus masjid mengimplementasikan fungsi manajemen dalam berbagai kegiatan dakwah. Metode yang digunakan dalam Abdimas ini adalah metode penyuluhan kepada Masyarakat sekitar masjid yang bertujuan untuk implementasi fungsi manajemen masjid dalam pelaksanaan dakwah yang diterapkan oleh masjid, hal ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dan juga usaha pemakmuran masjid. Setelah diadakan penyuluhan ini, menunjukan bahwa implementasi fungsi manajemen masjid dalam pelaksanaan dakwah yang diterapkan oleh masjid Al-Ma’shum berjalan baik karena dalam rangka melaksanakan program kerja sebelumnya para pengurus atau takmir telah menyusun dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan, hal ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dan juga usaha pemakmuran masjid. Dibuktian dengan kegiatan-kegiatan yang berjalan selalu ramai oleh jamaah. Kata kunci: Manajemen Kepengurusan; Kualitas Ibadah
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE BERCERITA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Sri Rezki Maulina Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 2 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v2i1.325

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to improving the speaking ability of fifth grade students of SD Negeri 010145 Labuhan Ruku in the 2018/2019 school year in particular. This classroom action research was carried out in two cycles, in the fifth grade students of Public Elementary School 010145 Labuhan Ruku 2018/2019 academic year, which amounted to 16 people as the research subjects. Data collection methods used in this study are: 1) tests, 2) observations, and 3) documentation. Descriptive statistical data analysis techniques are used to analyze quantitative data, namely mean values, while the qualitative data analysis is used as a groove model. The results of the study indicate that the use of storytelling methods can enhance learning activities and speaking skills.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA PADA STMIK ROYAL KISARAN Sri Rezki Maulina Azmi; Muthia Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 2 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v2i2.354

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk : 1). Meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan, dan 2). Mengidentifikasi bagaimana langkah - langkah yang efektif dilakukan oleh peneliti/dosen dalam menggunakan media gambar agar hasil belajar bahasa Indonesia mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran  pada aspek keterampilan berbicara khususnya melaporkan berbagai peristiwa secara lisan dapat ditingkatkan. Dengan belajar berbicara, diharapkan mahasiswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan dalam menyatakan ide atau gagasan yang dimiliki, tetapi mahasiswa diharapkan mampu mempertanggung jawabkan gagasannya. Mahasiswa juga harus dapat menyusun, mengungkapkan bahasa secara benar dan baik, sehingga gagasan yang diungkapkan menjadi suatu bermakna.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada mahasiswa kelas SI 2 B STMIK Royal Kisaran  yang berjumlah 30 orang sebagai subjek penelitian.Pengumpulan datanya menggunakan teknik tes unjuk kerja yang telah dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk pengumpulan data utama, dan teknik observasi untuk pengumpulan data pelengkap.Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif komparatif untuk data utama yaitu dengan cara membandingkan nilai tes hasil belajar mahasiswa. Dari penganalisisan data diperoleh hasil bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa berbicara khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA MATA KULIAH PKN BERBASIS PROJECT CITIZEN DI STMIK ROYAL KISARAN Sri Rezki Maulina Azmi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v3i1.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan anti-korupsi pada pendidikan kewarganegaraan melalui kegiatan berbasis proyek warga negara. Ini adalah penyelidikan deskriptif yang dilakukan di STMIK Royal Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasilnya adalah pelaksanaan pendidikan antikorupsi dilakukan melalui kajian masalah-masalah terkait korupsi sehingga menghasilkan panel presentasi yang terdiri dari 4 bagian yaitu masalah, kebijakan alternatif, usulan bagian solusi, dan rencana tindakan. Melalui kegiatan ini, itu dimaksudkan bahwa siswa akan memperoleh beberapa sikap yang diinginkan seperti kejujuran, perhatian, swadaya, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kerendahan hati, keberanian dan keadilan. Faktor-faktor yang mendukung pengembangan karakter siswa melalui pendidikan anti korupsi dibagi menjadi dua kategori, yaitu internal dan eksternal. Pengembangan silabus, indikator, tujuan, skenario, sumber belajar, media, model, metode, strategi pembelajaran, dan alat evaluasi perlu diperbaiki karena ada banyak kekurangan untuk dapat memperkuat karakter bangsa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS DAN KEMANDIRIAN MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING Muthia Dewi; Sri Rezki Maulina Azmi; Dailami Dailami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2021): June 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i2.585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan  kemampuan berpikir analitis dan kemandirian mahasiswa menggunakan metode Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi 4 tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas SI -2F  STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan berpikir analitis dan kemandirian menggunakan metode project based learning. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan kurang berhasil. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 4 dikategorikan berhasil