Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALYSIS OF TOTAL PHENOLIC ON ETHANOL EXTRACT OF MALAY APPLE SEED (Syzygium malaccense (L.) Merr.& Perry) Rosa Devitria; Mega Elfia; Rio Dwi Andika
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 1 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.323 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.882

Abstract

Jambu Bol (Syzygium Malaccense) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung metabolit sekunder hampir di seluruh bagian tanamannya, seperti daging buahnya, namun pada kali ini, peneliti hanya menjadikan biji jambu bol saja sebagai objek penelitian. Salah satu metabolit sekunder yang terkandung pada  jambu bol ini yakni fenolik.Fenolik ini merupakan senyawa bahan alam yang cukup luas penggunaannya pada saat ini, dan juga fenolik merupakan kelompok senyawa terbesar yang berperan sebagai antioksidan alami pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah di dalam biji jambu bol (Syzygium malaccense) terkandung senyawa fenolik dan juga menentukan kandungan total fenolik dari ekstrak etanol biji jambu bol dengan metode spektrofotometri UV-Visible. Kadar total fenolik  dinyatakan dalam gallic acid equivalent (GAE). Jenis penelitian yang digunakan adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa biji jambu bol (Syzygium malaccense) mengandung senyawa fenolik, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar total fenolik ekstrak etanol biji jambu bol sebesar15,488 mgGAE/g.Kata kunci: Fenolik, Spektrofotometer UV-Vis,Syzygium malaccense
UJI KADAR ABU LARUT AIR DAN KADAR ABU TIDAK LARUT ASAM PADA SIMPLISIA BIJI JAMBU BOL (SYGYZIUM MALACENSE) Roza Devitria; Resti Wulandari; Mega Elfia
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 4 (2023): Vol. 5 No. 4 Edisi 2 Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i4.1862

Abstract

Guava (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry) is an annual fruit plant of the guava family. The guava fruit has a softer and denser flesh texture compared to other guavas. Guava contains a lot of substances that are very good for the health of the body. Among them are fiber, potassium, phosphorus, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, thiamine, riboflavin, ascorbic acid, and niacin. Guava fruit (S. malaccense) has high anti-inflammatory antioxidant activity. Guava leaf extract (Sygygium malaccense) also exhibits antioxidant, anti-inflammatory and anti-diabetic cytotoxic properties. Guava (S. malaccense) bark extract has the effect of lowering sugar levels and cholesterol levels. The root of the guava tree is often used to treat itching, as a diuretic and to relieve edema. The purpose of this research was to determine the water-soluble ash content and acid insoluble ash content in guava seed samples. The method used is random sampling. From the results of the simplicia standard determination, the water-soluble ash content is 0.01% and the acid insoluble ash content is 0.37%, indicating the results are in accordance with the requirements in (SNI 2886: 2015). Conclusion Based on the results obtained from research on the water-soluble ash test and acid insoluble ash test using guava seed simplicia obtained from 10 grams of simplicia each, the results of the determination of water-soluble ash content are 0.01% according to SNI 2886:2015, and the determination of the acid insoluble ash content of 0.37% is not in accordance with SNI 2886:2015Keywords: Water Soluble Ash Test, Acid Insoluble Ash Test, Sygyzium malacense.
The Development of Nanoparticle Formulation Fromhylocereus Polyrhizus (Hylocereuspolyrhizus) Skin Extract as a Moisturizer in Lip Balm Yulia Yesti; Mega Elfia; Budi Setiawan; Harni Sepriyani; Aulia Febriani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.45975

Abstract

Kulit buah naga ( Hylocereus Polyrhizus ) merupakan limbah yang masih jarang dimanfaatkan dan sering di buang padahal banyak manfaat terkandung di kulit buah naga tersebut. Kulit buah naga memiliki kandungan antioksidan yaitu falvanoid, sebagai pelembab pada sediaan  lip balm.  Tujuan penelitian sebagai studi pengembangan formulasi sediaan nanopartikel . Lip balm mengandung zat pelembab bibir dan vitamin pada bibir oleh karena itu dibuat sediaan lip balm dalam bentuk nanopartikel bertujuan untuk pengembangan formulasi tersebut agar dapat diperoleh sediaan lip balm yang lebih optimal untuk kesehatan bibir Jenis penelitian ini eksperimantal, Penelitian ini ditujukan studi pengembangan formulasi sediaan Nanopartikel dari ekstrak kulit buah naga (hylocereus polyrhizus) sebagai Pelembab Pada Sediaan lip balm untuk mengetahui uji PSA, uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji titik lebur, uji iritasi dan uji kelembapan. Waktu Penelitian april sampai juni, penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Ford De kock dan Laboratorium Universitas Andalas Padang. Analisis data yang digunakan dengan pengujian statiska menggunakan uji Wilcoxon. Pengujian terhadap nanopartikel ekstrak kulit buah naga  menggunakan PSA, Hasil penelitian diperoleh ukuran nanopartikel ekstrak kulit buah naga yaitu 30-98nm. Pengujian terhadap sediaan lip balm nanopartikel ekstrak kulit buah naga semua sediaan lip balm homogen, Memiliki ph 5, titik lebur 51°C, uji iritasi dilakukan selama tiga hari dengan mcenggunakan tikus sebagai sebagai hewan coba tidak ada terjadi iritasi pada tikus, dan uji kelembaban juga menggunakan tikus memberikan efek melembabkan setelah diolesi sedian lip balm dengan F0 tanpa ekstrak kulit buah naga diperoleh kelembaban dengan kadar air 32,73%, kadar minyak 27,63%. sediaan F1pakai ekstrak nanopartikel kulit buah naga diperoleh kelembaban dengan kadar air 43,96%, kadar minyak 26,1% sediaan lip balm. Nanopartikel Ekstrak kulit buah naga berpotensi sebagai pelembab pada pembuatan sediaan lip balm Disarankan kepada penelitian selanjutnya untuk mengganti pengikat pada pembuatan nanopartikel dengan maltodekstrin, agar didapatkan hasil dri spray dryer yang diinginkan. Perlu dilakukan penelitian sediaan lip balm nanopartikel ekstrak kulit buah naga dengan memvariasikan formulanya.
UJI KADAR ABU LARUT AIR DAN KADAR ABU TIDAK LARUT ASAM PADA SIMPLISIA BIJI JAMBU BOL (Sygyzium malaccense) Rosa Devitria; Resti Wulandari; Mega Elfia
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guava (Syzygium malaccense) is an annual fruit plant of the guava family. The guava fruit has a softer and denser flesh texture compared to other guavas. Guava contains a lot of substances that are very good for the health of the body. Among them are fiber, potassium, phosphorus, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, thiamine, riboflavin, ascorbic acid, and niacin. Guava fruit (S. malaccense) has high anti-inflammatory antioxidant activity. Guava leaf extract (Sygygium malaccense) also exhibits antioxidant, anti-inflammatory and anti-diabetic cytotoxic properties. Guava (S. malaccense) bark extract has the effect of lowering sugar levels and cholesterol levels. The root of the guava tree is often used to treat itching, as a diuretic and to relieve edema. The purpose of this research was to determine the water-soluble ash content and acid insoluble ash content in guava seed samples. The method used is random sampling. From the results of the simplicia standard determination, the water-soluble ash content is 0.01% and the acid insoluble ash content is 0.37%, indicating the results are in accordance with the requirements in (SNI 2886: 2015). Conclusion Based on the results obtained from research on the water-soluble ash test and acid insoluble ash test using guava seed simplicia obtained from 10 grams of simplicia each, the results of the determination of water-soluble ash content are 0.01% according to SNI 2886:2015, and the determination of the acid insoluble ash content of 0.37% is not in accordance with SNI 2886:2015
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH PARE (Momordica Charantia) PADA MENCIT (Mus Musculus) Devitria, Rosa; Elfia, Mega; Yesti, Yulia; Rafa, Huda Nur
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 2 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2139

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is defined as a disease or chronic metabolic disorder with multiple etiologies characterized by high blood sugar levels accompanied by disturbances in carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin insufficiency. The use of traditional medicine in Indonesia is currently in great demand by the public, one type of plant that is widely used as traditional medicine is bitter melon (Momordica charantia). The ingredients of bitter melon which are useful for lowering blood glucose are charantin, insulin polypeptide-P, and lectins. This study aims to determine the antidiabetic activity of the ethanol extract of bitter melon seeds (Momordica charantia) against male mice (Mus musculus) charged with 50% glucose solution. Tests for antidiabetic activity in mice were carried out in 5 treatment groups, namely the negative control group (1% w/v Na-CMC), the positive control group (0.01% Glibenclamide suspension), the first test group (50 mg/kg BW of bitter melon seed extract). , Test Group II (150 mg/kgBB ethanol extract of bitter melon seeds), and Test Group III (250 mg/kgBB ethanol extract of bitter melon seeds). The results of the study were analyzed using the One-Way ANOVA statistical test. The results showed that the ethanol extract of bitter gourd seeds was able to inhibit glucose absorption where the greatest total inhibition occurred at a dose of 250 mg/kg, namely 118 mg/dL, then at a dose of 150 mg/kg, namely 88 mg/dL, and finally at a dose of 50 mg/kg, which is 116 mg/dL.Keywords: Bitter melon fruit seeds (Momordica charantia), antidiabetic, male mice (Mus musculus)
KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN PADA OPTIK DI SUMATERA BARAT Wesnita, Alvia; Elfia, Mega; Amril, Alwa Pascaselnofra
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 4 (2022): Vol 4 No. 4 Edisi 1 Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.298 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i4.1186

Abstract

Satisfaction is the level of feeling after comparing perceived performance with expectations (Philip Kotler, 1997, 36). So a company must pay attention to the things that are considered important by customers so that their expectations are met. Quality of service is centered on efforts to fulfill customer needs, such as accuracy in inspection, conformity of product specifications and processing time provided according to order as well as friendly service from each personnel. The results of the study A total of 15 respondents (50%) are very satisfied and 15 respondents (50%) are satisfied with the effectiveness of the service and as many as 15 respondents (50%) are very satisfied and 15 respondents (50%) are satisfied with the efficiency of optical services in West Sumatra. Based on the results of this study, there are several suggestions that need to be submitted, namely: (1) Researchers must understand and be able to explain and be able to apply the implementation of service effectiveness and efficiency to customer satisfaction (2) Optical in order to implement the implementation of service effectiveness and efficiency on satisfaction customers, and an optical refraction check should be carried out by an Optimist Refractionist and (3) the public so that they can choose and make glasses with maximum service and results so that satisfaction is achieved.
PENGARUH LAMA SONIKASI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRSAK GUNUNG (Annona montana Macf.) Kurniawan, Tri Danang; Hikmawati, Hikmawati; Elfia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 2 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2472

Abstract

Daun sirsak gunung (Annona montana Macfad.) masih jarang diketahui oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Daun sirsak gunung memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama sonikasi terhadap kadar total flavonoid pada ekstrak daun sirsak gunung. Metode penenlitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan sonikasi dengan frekuensi 20 kHz -10 mHz dan pelarut etanol 70% dengan lama waktu ekstraksi 10, 20 dan 30 menit. Kemudian dilakukan uji Shinoda dan penentuan kadar flavonoid total. Hasil penelitian ini diperoleh sampel positif mengandung flavonoid, ditunjukkan dengan warna merah lembayung dan penetapan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun sirsak gunung pada menit ke- 10 sebesar 6,383 ± 2,109 mgQE/g ekstrak, pada menit ke- 20 sebesar 7,601 ± 0,720 mgQE/g ekstrak dan pada menit ke-30 sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan pada hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa kadar flavonoid total yang tertinggi diperoleh pada menit ke-30 yakni sebesar 8,257 ± 0,184 mgQE/g ekstrak. Kata kunci: Daun sirsak gunung, ekstraksi , flavonoid, sonikasi
Analisis Kadar Total Fenolik Sediaan Teh Herbal Dari Kulit Buah Naga Super Merah (Selenicereus costaricensis) Dan Daun MINT (Mentha piperita L.) Yesti, Yulia; Fadhilah, Nailatul; Putra, Billy Harnaldo; Elfia, Mega; Devitria, Rosa; Gusriyani, Sri; Saputra, Harry Ade
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v3i2.1526

Abstract

Teh herbal atau herbal tea merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai penyegar. Teh herbal dapat dikonsumsi sebagai minuman sehat yang praktis untuk menjaga kesehatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam dan daun mint (Mentha piperita L.) yang diperoleh dari Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Potensi kulit buah naga super merah sebagai obat masih belum termanfaatkan dengan optimal. Salah satu cara untuk mendapatkan khasiatnya, yaitu kulit buah naga super merah (Selenicereus costaricensis) atau super red ini dikonsumsikan dengan daun mint (Mentha piperita L.) dalam bentuk kering yang kemudian diseduh dan diminum. Minuman ini biasanya disebut dengan teh herbal. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar total fenolik terbaik dari 5 variasi komposisi pada sediaan herbal kulit buah naga super merah dan daun mint. Variasi komposisi kulit buah naga super merah dengan daun mint adalah 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5. Uji kadar total fenolik dilakukan menggunakan metoda spektrofotometri UV-Vis. Kadar total fenolik dari 5 variasi komposisi sediaan teh hebal kulit buah naga super merah dan daun mint dengan kadar total fenolik tertinggi pada formulasi 5:5 dengan nilai total kadar fenolik yaitu 0,255 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin sedikit kulit buah naga super merah dan semakin banyak daun mint maka semakin tinggi kadar total fenolik. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metoda freeze drying untuk pengeringan agar tidak merusak senyawa yang terdapat dalam sampel.
The Identification of Mercury in The Urine of Night Cream Users in Midwifery Program Abdurrab University Sepriyani, Harni; Sidoretno, Wahyu Margi; Elfia, Mega
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 1, No 2 (2021): Indo J Pharm Res 2021 1(2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v1i2.2831

Abstract

White and bright skin is everyone's dream. Many women who do facial skin care in order to obtain healthy facial skin and attractive appearance. Facial skin care that is mostly done is the use of facial whitening creams. Face whitening cream is believed to be able to remove or lighten black spots on facial skin. Whitening cream that is often used is a night cream. Some of the night creams sold have not received permission from National Agency of Drug and Food Control of Indonesia. Usually these creams contain heavy metals, such as mercury. Mercury is toxic which when exposed and absorbed by the body can cause loss of enzyme ability in the body to cancer. The purpose of this study was to determine the presence or absence of mercury in the night cream and urine of night cream users at Abdurrab University Midwifery Study Program students. The method of this research is a qualitative examination on samples of night cream and urine used KI reagent. The results showed that the night cream sampled gave a positive test result and the urine of night cream users gave a negative test result. The conclusion of this study is that the night cream sampled contained mercury and the urine of night cream users did not contain mercury.
Gambaran Kadar Kolesterol Total Pada Lansia Di Puskesmas Rumbai Fatma; Eli Yusrita; Rosa Devitria; Mega Elfia; Mentari Dwi Anggraini
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i2.2025

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman dan modernisasi yang terus terjadi menyebabkan perubahan pola dan gaya hidup masyarakat terutama di daerah perkotaan. Kadar kolesterol total yang tinggi akan membentuk asterosklerosis yang dapat menyebabkan hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan pembuluh darah tungkai. Sedangkan penyumbatan pada pembuluh darah tungkai dapat menyebabkan penyakit pembuluh darah tepi. Keadaan ini sering terjadi pada kaki yang dapat menimbulkan rasa nyeri, kram. Beberapa penyebab kolesterol berlebih yaitu obesitas, kurang bergerak, umur dan jenis kelamin, merokok, sejarah keluarga pada dan pola makan sehari-hari. Kadar kolesterol banyak diderita oleh para lansia itu dikarenakan faktor usia yang semakin lama badan akan semakin malas untuk di gerakkan, sehingga kolesterol di dalam tubuh menumpuk kedalam hati, oleh sebab itu dibutuhkan gerakan yang seimbang antar pola makanan dan olahraga agar para lansia terhindar dari kolesetrol berlebih. . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana gambaran kadar kolesterol total lansia di puskesmas rumbai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode POCT (Point Of Care Testing). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. .Hasil pemeriksaan secara langsung menggunakan alat Easy Touch GCU dapat diketahui dari 30 responden, terdapat sebanyak 6 orang (20%) memiliki kadar kolesterol normal, 12 orang (40%) memiliki kadar kolesterol sedang, dan 12 orang (40%) memiliki kadar kolesterol total tinggi. Nilai rerata dari data hasil keseluruhan kadar kolestrol total pada lansia di Puskesmas Rumbai adalah 231.23 mg/dl.