Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU KELUARGA DALAM MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADAAWAS KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.446

Abstract

Di Jawa Barat menurut hasil survey pola penyakit penyebab kematian pada golongan umur 0-1 th yangdirawat di Rumah Sakit di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, ditemukan ISPA merupakan penyebabkematian ke dua dengan persentase 10,79 % setelah aspiksia (Depkes Jawa Barat, 2014). Sedangkan di Kabupaten Garut angka kematian balita,pada tahun 2014 meningkat yaitu 17 kasus, dengan penyebabnya ISPA sebanyak 29,4% (profil kesehatan Garut ,2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku keluarga dalam merawat Balita dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Azwar, 2002). Dalam pengumpulan data menggunakan angket tertutup yaitu angket dengan pertanyaan yang telah disediakan jawabannya dan responden hanya akan diminta memilih jawaban yang sesuai dengan pengetahuan dan pendapat responden (Arikunto, 1998). Dalam penelitian ini penulis ingin mendapatkan gambaran prilaku keluarga dalam merawat balita dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita yang pernah menderita ISPA dalam 3 bulan terakhir yang berada di Desa Gadog yang merupakan Wilayah kerja Puskesmas   Padaawas Kabupaten Garut pada tahun 2014 dengan jumlah 612 keluarga. Sedangkan sampelnya 86 keluarga  yaitu  ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga yang lain yang pernah memiliki balita yang menderita ISPA yang berada di desa Gadog. Hasil penelitian  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek pemenuhan gizi balita sebagian dari responden tidak baik (53,30%). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya kurangnya suplai bahan makanan , tingkat ekonomi masyarakat yang rendah sehingga daya belinya rendah, serta kurangnya pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi dan cara penyajiannya. Sedangkan  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek mencegah balita tertular ISPA diperoleh hasil bahwa sebagian besar dari responden (79,1%) perilakunya tidak baik. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan anggota keluarga mengenai cara pencegahan penularan ISPA, dan  kebanyakan responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah yakni sebanyak 40,70% dari responden berpendidikan setingkat SD. Kata kunci          : Perilaku keluarga, perawatan balita, Ispa