Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN SIKAP POSITIF LANSIA TERHADAP PENANGGULANGAN GOUT ARTHRITIS : HEALTH EDUCATION IMPROVES POSITIVE ATTITUDE OF THE ELDERLY TOWARDS GOUT ARTHRITIS MANAGEMENT aesthetica islamy; Farida Farida; Amita Audilla; suharyoto suharyoto; Suciati Suciati; Lasman Lasman; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.164

Abstract

Abstrak   Asam urat pada lansia terjadi ketika adanyan gangguan metabolism purin pada tubuh. Maka dari itu pentingnya pendidikan kesehatan diberikan pada lansia agar penderita asam urat tahu, mau, dan mampu mencegah, menangani, dan melakukan pemeliharaan kesehatan terkait penyakit asam urat, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilakukan dengan metode Pre Experimental Design dengan pendekatan One-Group Pre-post Test Design. Populasi penelitian semua lansia di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sejumlah 29 orang, sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel bebas pendidikan kesehatan tentang penyakit gout arthritis, variabel terikat sikap lansia. Data di analisa data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis sebelum pendidikan kesehatan sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 responden (75,9%) mempunyai sikap negatif, sesudah pendidikan kesehatan hampir seluruh responden yaitu sebanyak 22 responden (75,9%) mempunyai sikap positif. Hasil uji Wilcoxon didapatkan P Value = 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap lansia dalam penanganan penyakit gout arthritis di Posyandu Sugeh Waras Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Pendidikan kesehatan akan memberikan pembelajaran yang menghasilkan suartu perubahan diri yang semula belum diketahui menjadi diketahui, serta memberikan dampak yang positif kepada responden, serta proses komunikasi dan proses perubahan perilaku, sikap masyarakat dalam peningkatan sikap yang mendukung terjadinya perubahan perilaku tersebut. Kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan pada lansia sebaiknya rutin dilakukan karena mengingat imunitas dan system tubuh lansia sudah menurun. Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Sikap, Lansia, Gout Arthritis   Abstract  Gout in the elderly occurs when there is a disruption in purine metabolism in the body. Therefore, it is important to provide health education to the elderly so that gout sufferers know, are willing and able to prevent, treat and carry out health care related to gout, so that they can improve their quality of life for the better. The aim of the research was to determine the effect of health education on the attitude of the elderly in treating gouty arthritis at Posyandu Sugeh Waras, Bangunmulyo Village, Pakel District, Tulungagung Regency. The research was carried out using the Pre Experimental Design method with a One-Group Pre-post Test Design approach. The research population was all elderly people at Posyandu Sugeh Waras, Bangunmulyo Village, Pakel District, Tulungagung Regency, totaling 29 people, the sample was taken using a total sampling technique. The independent variable is health education about gouty arthritis, the dependent variable is the attitude of the elderly. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the research showed that the attitude of the elderly in treating gouty arthritis before health education was that the majority of respondents, namely 22 respondents (75.9%) had a negative attitude, after health education, almost all respondents, namely 22 respondents (75.9%) had a positive attitude. The results of the Wilcoxon test obtained P Value = 0.000 < 0.05, meaning that there is an influence of health education on the attitude of the elderly in treating gouty arthritis at Posyandu Sugeh Waras, Bangunmulyo Village, Pakel District, Tulungagung Regency in 2022. Health education will provide learning that produces a change in oneself that previously unknown became known, and had a positive impact on respondents, as well as the communication process and behavior change process, community attitudes in increasing attitudes that supported the behavior change. Educational activities regarding health for the elderly should be carried out regularly because the immunity and body systems of the elderly have decreased.. Keywords : Health Education, Attitude, Elderly, Gout
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN TERJADINYA KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS) PADA REMAJA USIA 14-18 TAHUN DI DESA KEBOIRENG KECAMATAN BESUKI KABUPATEN TULUNGAGUNG : THE RELATIONSHIP OF STRESS LEVEL AND THE OCCURENCE OF FLUOR ALBUS IN ADOLESCENTS AGED 14-18 YEARS IN KEBOIRENG VILLAGE, BESUKI DISTRICT, TULUNGAGUNG DISTRICT Eny Masruroh; Poppy Farasari; Aesthetica Islamy; Suciati Suciati; Amita Audilla
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.178

Abstract

Abstrak   Kondisi tubuh yang kelelahan dan stress dapat memicu peningkatan hormon estrogen dan menyebabkan terjadinya keputihan pada wanita. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tingkat stress dengan terjadinya keputihan (Fluor Albus) pada remaja usia 14-18 tahun di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Penelitian dilakukan tanggal 1-15 Maret 2022 dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan instrument kuisioner DASS (Depression Anxiety stress Scale) yang telah dilakukan uji validitas. Populasi penelitian semua remaja usia 14- 18 tahun di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung tahun 2022 sejumlah 114 orang, sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 54 responden. Variabel bebas yang digunakan yakni tingkat stress, variabel terikat yakni keputihan. Pengolahan data dengan editing, coding, scoring dan tabulating, analisa data dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden yaitu 30 responden (55,6%) tidak mengalami stress atau normal dan hampir seluruh responden yaitu 48 responden (88,9%) mengalami keputihan normal. Hasil uji Spearman Rho didapatkan P Value = 0,000 < 0,05, artinya ada hubungan tingkat stress dengan terjadinya keputihan (Fluor Albus) pada remaja usia 14-18 tahun di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Kondisi tubuh yang lelah dan stres dapat memicu peningkatan hormon estrogen yang menyebabkan terjadinya keputihan. Stress akan menurunkan imunitas sehingga membuat bakteri pada vagina berkembang pesat dan menekan pertumbuhan flora normal vagina sehingga menyebabkan keputihan abnormal. Tenaga kesehatan hendaknya memberikan penyuluhan mekanisme koping stress pada remaja untuk mengantisi stresn sehingga dapat mengurangi kejadian keputihan pada remaja Kata kunci : Keputihan, Remaja, Tingkat stres Abstract   A body condition that is tired and stressed can trigger an increase in the hormone estrogen and cause vaginal discharge in women. The aim of the research is to determine the relationship between stress levels and the occurrence of vaginal discharge (Fluor Albus) in adolescents aged 14-18 years in Keboireng Village, Besuki District, Tulungagung Regency in 2022. The research was conducted March 1-15 2022 using correlational analytical methods and a cross-sectional approach. This research uses the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) questionnaire instrument which has been tested for validity. The research population was all teenagers aged 14-18 years in Keboireng Village, Besuki District, Tulungagung Regency in 2022, totaling 114 people, the sample was taken using a purposive sampling technique totaling 54 respondents. The independent variable used is stress level, the dependent variable is vaginal discharge. Data processing using editing, coding, scoring and tabulating, data analysis using the Spearman rho test. The research results showed that the majority of respondents, namely 30 respondents (55.6%), did not experience stress or were normal and almost all respondents, namely 48 respondents (88.9%) experienced normal vaginal discharge. The results of the Spearman Rho test obtained P Value = 0.000 < 0.05, meaning that there is a relationship between stress levels and the occurrence of vaginal discharge (Fluor Albus) in adolescents aged 14-18 years in Keboireng Village, Besuki District, Tulungagung Regency in 2022. Tired and stressed body conditions can triggers an increase in the hormone estrogen which causes vaginal discharge. Stress will reduce immunity, causing bacteria in the vagina to grow rapidly and suppress the growth of normal vaginal flora, causing abnormal vaginal discharge. Health workers should provide counseling on stress coping mechanisms for adolescents to anticipate stress so that they can reduce the incidence of vaginal discharge in adolescents. Keywords : Vaginal discharge, Adolescent, Stress leve
Differences in Minimum Inhibitory Concentrations of Probiotics and Prebiotics on Staphylococcus aureus Wiwid Yuliastuti; Anyanita Hanif Hermawati; Aesthetica Islamy
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 12, No 1: January 2024
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v12i1.10433

Abstract

Currently, the use of antibiotics has increased sharply and use in the long term will have a bad impact on health. So the emergence of efforts in the form of making natural antibiotics by utilizing materials that are easily available in the environment. One of them is milk, where milk is a food product produced by farm animals, for example cows. This milk can be used as a probiotic. This probiotic is made by adding a bacterium and the bacterium that is often used is Lactobacillus casei. In addition to milk, the material that can be used is telang flower, which is one of the typical plants of Ternate, Maluku with purple, white, pink, and blue petals. Telang flower is often used as a traditional medicine because it has many benefits and content in it. Therefore, in this study Telang flower was used as a prebiotic tested on Staphylococcus aureus bacteria. The study was carried out in vitro by the method of laboratory experiments. The design used is Post Test control group only. The test is repeated at each concentration 3 times to obtain accurate results. The inhibition zone is measured using a caliper. The result of the inhibition zone formed from 3 repetitions is taken as the average value. The test results of the minimum inhibitory concentration of probiotics against Staphylococcus aureus bacteria showed results if at a concentration of 1.25% can form an inhibitory zone of 9.47 mm. While the minimum inhibitory concentration test on prebiotics against Staphylococcus aureus bacteria showed results at a concentration of 2.5% can form an inhibitory zone of 9.02 mm. This suggests that probitiks and prebiotics can be used as antibacterials, since at the lowest concentrations used they can form an inhibitory zone. So the higher the concentration of probiotics and prebiotics used, the inhibition zone formed will be greater.
Edukasi Kegawatdaruratan Dan Bantuan Hidup Dasar Di Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar Purwacaraka, Manggar; Farida, Farida; Erwansyah, Rio Ady; Anggraini, Ria; Islamy, Aesthetica; Munawaroh, Intan; Hidayat, Shulhan Arief; Prasetio, Ossi Dwi
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.538

Abstract

Latar Belakang: Kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan kesehatan, khususnya Bantuan Hidup Dasar (BHD), sangat penting. Tujuan : Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren Al-Kamal Blitar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Metode: Partisipatory Action Research (PAR), yang melibatkan santri secara aktif dalam pelatihan teoretis dan praktis, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), pembidaian, dan teknik transportasi pasien. Hasil: pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan santri, dengan rata-rata nilai naik dari 69 menjadi 74 setelah edukasi. Program ini meningkatkan kesiapan santri dalam menghadapi kegawatdaruratan serta memperkuat peran pesantren dalam penanggulangan keadaan darurat. Implikasi dari program ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kurikulum kesehatan di pesantren, untuk mempersiapkan seluruh komunitas pesantren dalam menangani situasi darurat. Kesimpulan: program edukasi BHD efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kesadaran santri, serta dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan pesantren dalam menghadapi kegawatdaruratan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN PRE MENSTRUASI SINDROM (PMS) PADA MAHASISWI S1 KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR (Di STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung) : THE RELATIONSHIP OF ANXIETY LEVEL AND THE EVENT OF PRE-MENSTRUATION SYNDROME (PMS) IN FINAL LEVEL NURSING STUDENTS (At STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung) islamy, aesthetica; Nurhidayati, Nurhidayati; Audilla, Amita; Munawaroh, Binti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i2.259

Abstract

Abstrak   Kecemasan sering menjadi masalah pada mahasiswi tingkat akhir karena beban tugas yang dihadapinya. Kecemasan yang berlebihan akan membuat seseorang mahasiswi mengalami masalah dalam menstruasi, salah satunya adalah pre menstrual sindrom (PMS). Tujuan penelitian mengidentifiasi hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian pre menstruasi sindrom (PMS) pada mahasiswi S1 keperawatan tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilaksanakan tanggal 17-22 April 2017. Jenis penelitian observasional, desain analitik dengan pendekatan cross sectional dan instrument penelitian berupa kuesioner. Populasi penelitian seluruh mahasiswi tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung sejumlah 66 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 40 orang. Variabel independent tingkat kecemasan mahasiswi, variabel dependent pre menstruasi sindrom. Data dianalisis dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 22 responden (55%) dan sebagian besar responden tidak mengalami PMS, yaitu sebanyak 30 responden (75%).  Uji statistik Spearman Rho didapatkan P Value = 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima, yang berarti ada hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian pre menstruasi sindrom (PMS) pada mahasiswi S1 keperawatan tingkat akhir di STIKes Hutama Abdi Husada Kabupaten Tulungagung tahun 2017. Kecemasan yang dialami mahasiswa akan mengganggu keseimbangan hormone estrogen dan progesterone menyebabkan terjadinya PMS. Tenaga kesehatan dan instansi pendidikan keperawatan diharapkan lebih banyak lagi menyampaikan informasi tentang hubungan antara kecemasan dengan terjadinya PMS sehingga dapat dilakukan antisipasi kecemasan pada mahasiswa   Abstract   Anxiety is often a problem with late-stage students because of the workload they face. Excessive anxiety will make a female student experience problems in menstruation, one of which is pre menstrual syndrome (PMS). The objectives of the study identified the relationship between anxiety level and pre-menstrual syndrome (PMS) incidence in late-stage nursing undergraduates at STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung District. The study was conducted on 17-22 April 2017. This type of observational research, analytic design with cross sectional approach and research instrument in the form of questionnaire. The research population of all female students at STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung is 66 people. The sample is taken by simple random sampling technique of 40 people. Independent variable of female anxiety level, dependent variable of pre menstrual syndrome. Data were analyzed by Spearman rho test. The result of the research showed that most of respondents did not experience anxiety as many as 22 respondents (55%) and most respondents did not experience STD, that is 30 respondents (75%). Spearman Rho statistic test obtained P Value = 0,000 <0,05 so that H1 is accepted, which means there is relationship of anxiety level with the occurrence of pre menstrual syndrome (PMS) at S1 student of nursing level final at STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung Regency 2017. Anxiety experienced by students will disrupt the balance of estrogen and progesterone hormone where estrogen hormone more than the hormone progesterone that cause PMS. Symptoms of pre menstrual syndrome will be more intense if in a woman continuously experience anxiety
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Penderita Hipertensi Audilla, Amita; Islamy, Aesthetica
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5989

Abstract

Penderita hipertensi diwajibkan untuk patuh minum obat agar tekanan darah mereka bisa turun, namun kepatuhan minum obat pada lansia yang menderita hipertensi masih buruk. Maka diperlukan motivasi seperti dukungan keluarga agar kepatuhan lansia dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Desa Boyolangu. Penelitian ini dilakukan di Desa Boyolangu Kabupaten Tulungagung pada tahun 2024. Desain penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, populasi adalah seluruh keluarga yang mempunyai lansia penderita hipertensi di desa Boyolangu kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 179 responden, dengan purposive sampling didapatkan 64 sampel dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hampir setengah responden memiliki dukungan keluarga yang cukup yaitu sebanyak 26 responden (40,6%) sedangkan yang memiliki dukungan keluarga kurang sebanyak 20 responden (31,3%) dan dukungan keluarga baik sebanyak 18 responden (28,1%). Sebagian besar responden tidak patuh dalam minum obat yaitu sebanyak 43 responden (65,6%) sedangkan yang patuh sebanyak 22 responden (34,3%). Hasil uji statistik Spearman-Rho Test didapatkan nilai Pvalue (Sig. 2 failed) sebesar 0,022, karena Pvalue< α (α = 0,05) maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Desa Boyolangu. Dukungan keluarga merupakan variabel yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia yang menderita hipertensi untuk minum obat.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS BERMAIN GAME DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA USIA REMAJA DI MTS MANBA’UL ULUM REJOTANGAN TULUNGAGUNG lasman lasman; suharyoto suharyoto; aesthetica islamy; surtini surtini
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1177

Abstract

Dunia teknologi pada saat ini berkembang dengan pesat, perkembangan teknologi kehidupan manusia seperti kesehatan, pangan, industri dll. Begitupun perkembangan teknologi dalam bidang elektronik di dunia saat ini semakin pesat, salah satunya adalah game. Saat ini Game merupakan aplikasi yang banyak digunakan dan dinikmati para pengguna media elektronik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game dengan gangguan pola tidur pada usia remaja di MTS Manba’ul Ulum Rejotangan Tulungagung. Desain penelitian menggunakan Cross sectional. Prosedur pengumpulan data menggunakan kuisioner. Jumlah populasi 78 responden.Teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Uji Statistik menggunakan Spearman rho α = 0,05. Dari penelitian ini didapatkan hasil responden yang memiliki intensitas bermain game tinggi sejumlah 19 responden atau 54.3% dan responden yang ada atau mengalami gangguan pola tidur sebanyak 25 responden atau 71.4 %. Kesimpulan diperoleh nilai p = 0,003 dengan α = 0,05 dimana p<α sehingga Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara intensitas bermain game dengan gangguan pola tidur pada usia remaja di MTS Manba’ul Ulum Rejotangan Tulungagung. Dengan demikan orang tua dan guru perlu menimbang berbagai dampak yang mungkin muncul terhadap siswa bila terlalu lama bermain dengan game tersebut. Khusunya orang tua harus mengawasi aktifitas anak dalam bermain, salah satunya dengan cara mengontrol tentang alat permainan mereka. Hal positif apa yang bisa di ambil, serta hal negatif apa yang perlu dijauhi anak.
Comparison of the inhibitory effects of butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) extract and fermented milk probiotics on the growth of Salmonella sp. Islamy, Aesthetica; Hermawati, Andyanita; Yuliastuti, Wiwid
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.795

Abstract

The increasing resistance of pathogenic bacteria such as Salmonella sp. to antibiotics has prompted the need for alternative antibacterial agents derived from natural sources. This study aimed to compare the inhibitory effects of prebiotics and probiotics against Salmonella sp. in vitro. The research was a laboratory experimental study using a post-test-only control group design. The prebiotic used was derived from butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) extract, while the probiotic was obtained from cow’s milk fermented with Lactobacillus casei. The test organism was Salmonella sp., obtained from a pure culture. The well diffusion method was used to evaluate antibacterial activity by measuring the diameter of the inhibition zone using a vernier caliper. Five concentrations (0.65%, 1.25%, 2.5%, 5%, and 10%) were tested in triplicate. The data were analyzed using descriptive statistics to calculate the mean inhibition zone diameter. At a concentration of 1.25%, the average inhibition zone of the probiotic was 8.08 mm, while the prebiotic produced a zone of 7.4 mm. Both agents showed larger inhibition zones compared to the negative control. The findings indicate that both prebiotics and probiotics exhibit antibacterial activity against Salmonella sp., with probiotics showing slightly stronger effects. These substances have the potential to be developed as natural antibacterial agents.
Edukasi HIV/AIDS untuk Mengurangi Stigma terhadap ODHIV Dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia Erwansyah, Rio Ady; Islamy, Aesthetica; Farida, Farida; Surtini, Surtini; Suciati, Suciati; Yitno, Yitno
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6795

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS dan mengurangi stigma terhadap ODHIV melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2024, melibatkan 80 peserta dari kalangan mahasiswa serta petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dan KPA Tulungagung. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, media visual, dan diskusi, dengan pengukuran pre-test dan post-test menggunakan kuesioner berbasis ISMI. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 32% menjadi 79% setelah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan mengurangi stigma terhadap ODHIV. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian target Three Zero: nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi.
FAKTOR GAYA HIDUP KELUARGA BERISIKO DIABETES MELITUS DI DESA BELIMBING, KECAMATAN REJOTANGAN, KABUPATEN TULUNGAGUNG (Family Lifestyle Factors as The Risk of Diabetes Mellitus in Blimbing, Rejotangan, Tulungagung) Islamy, Aesthetica; Saputri, Berlian Yuli; Suharyoto, Suharyoto; Herminaju, Ketjuk; Suciati, Suciati; Putri, Niatasya Septa Ericha
Jurnal Penelitian Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v4i2.191

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCD) is the leading cause of death worldwide. Diabetes Mellitus (DM) is one of four non-communicable diseases that can be caused by lifestyle factors. There are 4 family lifestyles that are a risk of causing diabetes mellitus, namely physical activity (exercise habits), diet (habits to consume sugary drinks), smoking habits, and the frequency of monitoring blood sugar levels. This study aims to describe the lifestyle of families at risk of diabetes mellitus in Blimbing Village, Rejotangan District in 2022. The research design used is descriptive quantitative. The population and sample of this study were families who lived in the same house with people has diabetes mellitus as many as 20 samples, provided that they met the inclusion and exclusion criteria. The variable used in this study is a single variable, namely the lifestyle of the family at risk of diabetes mellitus. Furthermore, data collection was carried out using a questionnaire, after which the data was processed by editing, coding, data entry, tabulation, and analyzed by percentage. The results of the research from 20 total respondents can be seen that most of the respondents have a bad lifestyle as many as 13 people (65%), respondents have very bad lifestyle as many as 4 people (20%), and respondents with a good lifestyle as many as 2 people (10%). The conclusion from the results of the study shows that special attention is needed to control the risk of diabetes mellitus seen from the aspect of family lifestyle, most of which have a bad lifestyle in order to start a good lifestyle.