Claim Missing Document
Check
Articles

“Tenangkan Tantrum Kendalikan Layar” : Strategi Pembatasan Penggunaan Media Anak Usia Prasekolah pada Orang Tua Angela Wibowo; Sri Redatin Retno Pudjiati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan “Tenangkan Tantrum, Kendalikan Layar” terhadap penerapan restrictive mediation pada orang tua dengan anak usia pra-sekolah (3–6 tahun). Masalah utama yang diangkat adalah meningkatnya penggunaan screen time dan kemunculan temper tantrum ketika anak dibatasi dari layar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen within-subject dengan pendekatan kuantitatif, diikuti oleh 18 orang tua yang menjalani dua sesi pelatihan berbasis experiential learning dan berlokasi di Depok, Jawa Barat. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel utama. Variabel independennya adalah program training “Tenangkan Tantrum, Kendalikan Layar” yang dirancang menggunakan pendekatan experiential learning dan ditujukan kepada orang tua dengan anak usia 3–6 tahun. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur Media Parenting (MEPA) yang telah diadaptasi, dan diolah dengan Wilcoxon Signed Ranked Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penerapan restrictive mediation setelah pelatihan. Orang tua menunjukkan peningkatan pemahaman dalam menghadapi tantrum dan keterampilan menetapkan aturan penggunaan gadget. Pelatihan ini terbukti efektif dalam membantu orang tua menerapkan strategi pengasuhan yang lebih tegas dan adaptif dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
ADAPTATION OF THE FAMILY HARDINESS INDEX (FHI) INSTRUMENT FOR INDONESIAN ADOLESCENTS: Alat Ukur Family Hardiness Index (FHI) untuk Remaja Indonesia Luisa Erica; Sri Redatin Retno Pudjiati
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.120

Abstract

Family resilience in adolescence measures the ability to cope with challenges and disruptions within the family and engage in positive adaptation in their role as children. To address the limitations of the availability of family resilience measurement tools in the Indonesian language, this study aims to adapt and test the reliability and validity among adolescents. One widely used measurement tool for assessing family resilience internationally is the Family Hardiness Index (FHI), developed as part of The Resilience, Adaptation, and Well-Being Project. The testing was conducted on 276 participants aged 12–17 years (M = 14.5; SD = 1.7), with a gender distribution of 124 males (45%) and 152 females (65%). Psychometric property testing revealed that this adapted instrument met reliability criteria with a Cronbach's alpha value of 0.75 and fulfilled construct validity criteria using confirmatory factor analysis. Through these findings, it is hoped that research related to family resilience for Indonesian adolescents will continue to advance, particularly among families facing various challenges and disruptions. Additionally, multiple suggestions and implications arising from this adaptation are discussed in the concluding section of this article.
Bersama Lebih Kuat: Actor–Partner Interdependence Model pada Resiliensi Keluarga dan Kualitas Hidup Orang Tua dan Saudara Anak dengan Epilepsi Luisa Erica; Sri Redatin Retno Pudjiati
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 19 No. 2 (2026): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 19.2
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2026.19.2.68

Abstract

Tumbuh bersama anak dengan epilepsi memberikan tantangan emosional, finansial, struktural, dan manajemen waktu dalam keluarga yang berdampak pada kualitas hidup (quality of life [QoL]) orang tua dan saudara anak dengan epilepsi (SAE). Untuk membuktikan keterkaitan antara orang tua dan SAE, penelitian ini melihat hubungan interdependensi antara resiliensi keluarga dan QoL orang tua dan SAE menggunakan Actor–Partner Interdependence Model (APIM) dengan structural equation modeling (SEM). Model ini berfokus pada teori sistem keluarga (family systems theory) yang menyatakan bahwa setiap anggota keluarga memiliki hubungan interdependen dan saling memengaruhi. Dengan model ini, penelitian melihat hubungan diadik yang terbentuk antara orang tua dan SAE dan tidak hanya berfokus pada satu individu. Penelitian dilakukan terhadap 197 pasangan diadik menggunakan metode pengambilan sampel purposif dari komunitas epilepsi di Indonesia. Partisipan diadik memiliki rata-rata usia 42,84 tahun untuk orang tua dan 14,54 tahun untuk SAE. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan interdependen yang signifikan antara resiliensi keluarga dan QoL orang tua dan SAE (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi keluarga orang tua memengaruhi QoL SAE dan sebaliknya. Oleh karena itu, intervensi terkait resiliensi keluarga untuk meningkatkan QoL orang tua dan SAE dapat dilakukan pada tingkat keluarga secara menyeluruh.