Aditiya Puspanegara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KOMPETENSI PERAWAT MANAJER DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM KUNINGAN MEDICAL CENTER TAHUN 2022 Aditiya Puspanegara; Nurazizah Nurazizah; Nur Wulan; Merissa Laora Heryanto
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.574

Abstract

Motivasi perawat dipengaruhi secara internal dan eksternal salah satunya melalui kompetensi perawat manajer. kompetensi perawat manajer baik (65,8%), dan memiliki motivasi kerja tinggi (55,3%). Jenis penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 38 perawat, sampel sebanyak 38 responden, menggunakan teknik total sampling. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan rank spearman. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil rank spearman diperoleh nilai ρvalue 0,000 < 0,05 dan nilai R = 0,690. Terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi perawat manajer dengan motivasi kerja perawat pelaksana di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Kuningan Medical Center Tahun 2022. Perlunya mempertahankan dan meningkatkan motivasi dalam bekerja sehingga dapat memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang optimal.
PENGARUH PENDELEGASIAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSU KUNINGAN Moch. Didik Nugraha; Aditiya Puspanegara; Nur Prihatinni; Nur Wulan
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.598

Abstract

Pendelegasian kepala ruangan diartikan sebagai unsur penting untuk menentukan kelancaran suatu pelayanan di Rumah Sakit. Kepuasan kerja berkaitan dengan sikap perawat dalam menilai kemampuan yang tercapai. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tentang pengaruh pendelegasian kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Kuningan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasinya sebanyak 38 orang perawat pelaksana. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Teknik total sampling dengan besar sampel 38 instrumen yang digunakan adalah kuisoner dengan cara pengisian kuisoner secara mandiri. pengumpulan data menggunakan pengukuran dan kuisoner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji rank spearman dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa pendelegasian kepala ruangan dengan kategori baik sebanyak 25 (65,8%) dan kepuasan kerja dengan kategori kepuasan tinggi sebanyak 19 (50,0%). Hasil analisis bivariat dengan korelasi rank spearman didapatkan nilai p = 0.002 (p˂0,05) juga didapatkan hasil korelasi dengan nilai 0.484 yang memiliki kekuatan sedang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendelegasian kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Kuningan. Saran: Jika terdapat permasalahan yang dialami oleh perawat maka sebaiknya langsung dikomunikasikan dengan baik, baik dengan dengan kepala ruangan atau dengan pihak yang berkaitan, sehingga kepuasan kerja perawat pelaksana dapat dirasakan dan dapat tercapai dengan mempertahankan lingkungan kerja yang harmonis.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR S1 KEPERAWATAN STIKES KUNINGAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI Reza Fajriawan; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.572

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi kesulitan dalam penyusunan skripsi dan mengalami stres. Tujuan dari penelitian mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Kuningan dalam menyusun skripsi tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional. Populasi dan sampel penelitian ini semua mahasiswa tingkat akhir prodi S1 Keperawatan STIKes Kuningan dengan teknik total sampling yang berjumlah 167 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian maka tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,498. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,007. Tidak terdapat hubungan antara lingkungan tempat belajar dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,738. Berdasarkan hasil Analisis dapat disimpulkan bahwa hanya motivasi yang mempunyai hubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Diharapkan agar mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi karena selain dapat membantu menyelesaikan dapat pula mengurangi tingkat stres yang dideritanya.
SENAM HIPERTENSI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI Mutia Agustiani Moonti; Nining Rusmianingsih; Aditiya Puspanegara; Merissa Laora Heryanto; Moch Didik Nugraha
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i01.529

Abstract

Penyakit hipertensi yang dialami oleh masyarakat tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga memerlukan banyak upaya yang perlu dilakukan, diantaranya adalah perubahan gaya hidup, pengembangan pendidikan dan pengetahuan tentang penyakit hipertensi serta memaksimalkan berbagai cara untuk mengontrol tekanan darah supaya tidak terjadi komplikasi. Salah satu usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan terjadinya lonjakan penyakit hipertensi yaitu bisa dilakukan dengan cara olahraga seperti senam anti hipertensi. Melakukan kegiatan senam sangat berguna bagi penatalaksanaan hipertensi sehingga permeabilitas membrane meningkat pada otot yang berkontraksi, akibatnya saat senam dilakukan secara teratur maka dapat memperbaiki pengaturan tekanan darah. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan dapat menurunkan kejadian hipertensi serta peningkatan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan intervensi langsung dalam penanggulangan hipertensi yang berjalan dengan lancar dan kondusif. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menghitung pre dan post senam hipertensi. Hasil uji paired sampel t-test didapatkan þ= 0,000 < α=0,05 sehingga H0 ditolak H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum senam hipertensi lansia 151.86 mmHg, diastolik 95,04 mmHg dan rata-rata tekanan darah sistolik sesudah senam hipertensi lansia 91,20  mmHg, diastolik 91,18  mmHg. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini yaitu senam hipertensi lansia berpengaruh terhadap tekanan darah lansia hipertensi.
TERAPI KOGNITIF TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI Mutia Agustiani Moonti; Moch. Didik Nugraha; Merissa Laora Heryanto; Ronny Firmansyah Suhada; Aditiya Puspanegara
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i02.663

Abstract

Faktor psikologis sangat berpengaruh terhadap proses penanganan masalah hipertensi, terkadang seseorang mengalami kecemasan karena berbagai penyakit yang di derita tidak kunjung sembuh bahkan semakin memburuk, hal ini membuat harapan untuk sembuh menjadi sangat tipis, menjadikan penderita merasa cemas. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yakni memberikan dampak baik terhadap penurunan penyakit hipertensi dalam terapi psikologis yang diberikan langsung terhadap penderita. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menghitung pre dan post tekanan darah dengan hasil uji paired t-test nilai p didapatkan p-value 0,000 < α=0,05 yang berarti ada pengaruh. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi adalah 14,40 (kecemasan berat) dan sesudah diberikan intervensi 10,05 (kecemasan sedang). Kesimpulan pengabdian masyarakat adalah dapat diaplikasikan oleh penderita sebagai alternatif relaksasi dengan terapi kognitif selama 2 hari dengan waktu 15-20 menit perhari untuk menurunkan tingkat kecemasan yang terjadi pada penderita hipertensi.
SENAM HIPERTENSI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI Mutia Agustiani Moonti; Nining Rusmianingsih; Aditiya Puspanegara; Merissa Laora Heryanto; Moch Didik Nugraha
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i01.529

Abstract

Penyakit hipertensi yang dialami oleh masyarakat tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga memerlukan banyak upaya yang perlu dilakukan, diantaranya adalah perubahan gaya hidup, pengembangan pendidikan dan pengetahuan tentang penyakit hipertensi serta memaksimalkan berbagai cara untuk mengontrol tekanan darah supaya tidak terjadi komplikasi. Salah satu usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan terjadinya lonjakan penyakit hipertensi yaitu bisa dilakukan dengan cara olahraga seperti senam anti hipertensi. Melakukan kegiatan senam sangat berguna bagi penatalaksanaan hipertensi sehingga permeabilitas membrane meningkat pada otot yang berkontraksi, akibatnya saat senam dilakukan secara teratur maka dapat memperbaiki pengaturan tekanan darah. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan dapat menurunkan kejadian hipertensi serta peningkatan pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dan intervensi langsung dalam penanggulangan hipertensi yang berjalan dengan lancar dan kondusif. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menghitung pre dan post senam hipertensi. Hasil uji paired sampel t-test didapatkan þ= 0,000 < α=0,05 sehingga H0 ditolak H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum senam hipertensi lansia 151.86 mmHg, diastolik 95,04 mmHg dan rata-rata tekanan darah sistolik sesudah senam hipertensi lansia 91,20  mmHg, diastolik 91,18  mmHg. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini yaitu senam hipertensi lansia berpengaruh terhadap tekanan darah lansia hipertensi.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019 Lita Carvilanov; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.108

Abstract

Perilaku pemimpin akan tercermin dari gaya kepemimpinannya yang muncul pada saat memimpin bawahannya. Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. Rendahnya manajemen mutu pelayanan menjadi permasalahan terhadap mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Jenis penelitian ini adalah dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat inap di RSUD 45 Kuningan yang berjumlah 113 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh 88 perawat. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan chi square dengan standar penelitian (0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa gambaran gaya kepemimpinan Kepala Ruang di ruang rawat inap yaitu sebanyak 79 responden (89,8%), dan memiliki mutu pelayanan keperawatan tinggi yaitu sebanyak 47 responden (53,4%). Hasil analisis Chi Square menunjukkan Tidak ada Hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan (p value = 0,385). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Tahun 2019. Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter, agar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN STRES KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON Idah Faridah; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.110

Abstract

Profesi kesehatan pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit yang paling rentan mengalami burnout adalah perawat. Faktor individu dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya Burnout. Faktor individu salah satunya adalah self efficacy sedang faktor lingkungan disebabkan stres kerja Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Self Efficacy dan stress kerja dengan Burnout pada perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan rancangan cross sectional yang menggunakan 70 orang sampel perawat dan yang termasuk ke kriteria inklusi sebanyak 58 orang sampel dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory, Self Efficacy dan stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki self efficacy sedang, 70,7% responden mengalami stres kerja ringan, 81% responden mengalami burnout sedang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Spearman Rank diperoleh dengan p = 0,278 dan p=0,120 (p > 0,05), hal ini menunjukkan tidak ada hubungan yang kuat antara self-efficacy dan stres kerja dengan burnout. Dari hasil penelitian ini diharapkan para perawat mampu menghindari dan memanajemen stress agar tidak terjadi Burnout serta tetap menunjukkan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas. Implikasi utuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan faktor individu, faktor lingkungan, faktor organisasi yang dapat mempengaruhi burnout. Rumah sakit dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan self efficacy perawat melalui pelatihan kompetensi, menurunkan stres kerja dan burnout melalui kegiatan refreshing, dan rotasi kerja.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KUNINGAN MEDICAL CENTER Nina Karlina; Aditiya Puspanegara; Moch Didik Nugraha
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.134

Abstract

Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif dei tercapainya tujuan dari organisasi. Gaya kepemimpinan suatu seni dan proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lan agar mereka memiliki motivasi untuk mencpai tujuan yang hendak di capai dalam situasi tertentu. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit kuningan medical center. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Medical Center sebanyak 57 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan koefisien korelasi rank spearman. Analisis univariat menunjukan bahwa sebagian besar perawat berpendapat tiga tipe gaya kepemimpinan kepala ruangan model demokratis sebanyak 51 responden (89,5%) dan memiliki motivasi sedang sebanyak 20 responden (39,2%). Analisis bivariat dengan nilai kolerasi rank spearman sebesar ρ = 0,284, yang berarti tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja. Hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis, motivasi kerja tinggi, manajemen rumah sakit baik. Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan memenuhi faktor-faktor pendukung motivasi kerja perawat untuk mempertahankan ataupun meningkatkan motivasi kerja perawat serta kepala ruangan mampu meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis yang sesuai dengan prosedur pelayanan sehingga mampu mendorong perawat melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan baik.
EFEKTIFITAS KONSELING VCT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIV DI PUSKESMAS KECIPIR KABUPATEN BREBES 2019 Ratna Panji Astuti; Aditiya Puspanegara; Moch Didik Nugraha
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.135

Abstract

Konseling VCT merupakan komponen penting pada layanan Tes HIV, konseling dilaksanakan bagi klien baik sebelum tes, sesudah tes dan selama perawatan HIV. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui efektifitas konseling VCT dalam meningkatkan pengetahuan Pasien HIV di Puskesmas Kecipir Kabupaten Brebes yang diharapkan dengan pengetahuan yang benar, kedepan berdampak terjadi perubahan perilaku pasien HIV terhadap pencegahan dan penularan HIV ke arah yang lebih baik. Desain penelitian ini adalah Menggunakan Quasi-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design yaitu rancangan pada satu kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu dengan memberi beri tes awal (pretes) dan melakukan post tes. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan analisa Univariat menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hiv di puskesmas kecipir skor pengetahuan sebelum diberikan perlakuan intervensi memiliki range 19, standar deviasi 6,918, variance 47,857 dan skor pengetahuan sesudah diberikan perlakuan intervensi memiliki range 10, mean 25,83, standar deviasi 3,374, variance 11,385. Analisis Shapiro-Wilk dapat diketahui data penelitian yang meliputi skor pengetahuan sebelum dan setelah konseling dinyatakan tidak normal (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil uji normalitas maka uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon dikarenakan syarat uji paired sample t test tidak terpenuhi (data harus normal) dengan didapatkan P value 0,000 pada uji komparasi Wilcoxon yang berarti H0 ditolak, kesimpulanya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan konseling (0,000 < 0,005).