Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Management Behavior Pada Penderita Hipertensi Primer Lestari, Ni Kadek Yuni; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.293

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini karena dapat memicu terjadinya gagal jantung kongestif serta penyakit cerebrovaskuler. Kejadian mortalitas dan morbiditas hipertensi dapat diturunkan dengan cara mengontrol tekanan darah dan merupakan indikator utama self management behaviour (SMB.) Faktor-faktor yang mempengaruhi self management behaviour meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pengetahuan, self efficacy serta dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi self management behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Ubud 1. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berumur 56-65 tahun sebanyak 48 orang (55%), mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 orang (58,6%), mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 43 orang (49,44%), mayoritas responden bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 24 orang (27,6%), rata-rata lama menderita hipertensi adalah 7 tahun. Hasil identifikasi tingkat pengetahuan pada penderita hipertensi didapatkan responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 68 orang (78,2%), responden yang memiliki self efficacy cukup sebanyak 51 orang (58,6%), sebanyak 56 orang (64,4%) memiliki dukungan keluarga kategori baik, sebanyak 72 orang (82,8%) memiliki self management behavior dalam kategori baik. Hasil analisis menggunakan rhank spearman hubungan tingkat pengetahuan dengan SMB didapatkan p value sebesar 0,026 (<0,05) berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan self management behavior. Hubungan dukungan keluarga dengan SMB didapatkan p value sebesar 0,009 (<0,05), berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan SMB pada pasien hipertensi. Hubungan self efficacy dengan self management behavior p value sebesar 0,208 (>0,05), hasil ini menunjukkan tidak ada hubungan antara self efficacy dengan SMB pada penderita hipertensi. Self management behaviour yang dilakukan secara efektif bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan pasien dalam menjalani hidup, menurunkan biaya perawatan, meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian pasien, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Perlu upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan self management behavior pada penderita hipertensi dengan memberikan edukasi serta pemantauan secara berkala melalui program yang ada di Puskesmas Ubud 1. Kata kunci: Self Management Behaviour, Hipertensi
Overview of Oxygen Saturation in COVID-19 Patients in the Isolation Ward of Negara General Hospital Luh Putu Santini; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.699

Abstract

Introduction. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a contagious respiratory system infection caused by a new type of Coronavirus. COVID-19 infection can cause mild, moderate, or severe symptoms in the form of fever, tachypnea, severe respiratory distress, and hypoxemia. Oxygen saturation is an indicator of oxygenation status. Hypoxemia is an important prognostic indicator of hospital length of stay and death. Objectives. To determine the description of oxygen saturation in COVID-19 patients during treatment in the Ruang Isolasi RSU Negara. Methods. Descriptive study with a retrospective approach, to examine the medical records of COVID-19 patients with moderate and severe symptoms. Results. The number of COVID-19 patients treated in Ruang Isolasi RSU Negara during the 2020-2022 study was 384 patients. Most of them had moderate symptoms (70.05%). SpO2 values <93% were found more frequently in men (51.11%) and in the age group 41-60 years (49.63%). Comorbid DM was more commonly found at SpO2 values <93% (23.02%) and pneumonia was more common at SpO2 values <93% (97.21%). Conclusions. Patients with SpO2 values <93% were more likely to be male patients, age group 41-60 years, with comorbid DM and pneumonia. Women's immune systems are superior to men's due to hormonal protection. Hypertension and diabetes mellitus are low-grade inflammation (systemic inflammatory processes) and cause more severe organ damage. An increase in pro-inflammatory cytokines in serum is associated with inflammation in the lungs, causing pneumonia.
Upaya Pencegahan Stunting Dari Hulu Dengan Mewujudkan Remaja Sehat Sari, Niken Ayu Merna Eka; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.637

Abstract

Stunting merupakan permasalahan Nasional yang sampai saat ini belum dapat terpecahkan. Target penurunan stunting yang ditetapkan Pemerintah di Tahun 2024 ini adalah mencapai 14%, namun pencapaian tersebut masih jauh dari angka kejadian stunting yang saat ini mencapai angka 21,6%. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu pencegahan stunting dari hulu yaitu pencegahan dengan mewujudkan remaja yg sehat dimana remaja ini adalah calon orang tua yang nantinya akan menghasilkan keturunan. Dengan mewujudkan calon orang tua yang sehat maka akan menghasilkan keturunan yang sehat pula. Kegiatan ini dilaksanakan di Banjar Mekar Sari Desa Dauh Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara Kabupaten Denpasar. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 remaja. Kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan edukasi tentang stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pemberian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan dibantu dengan media power point dan leafleat. Setelah pemberian edukasi dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk mengoptimalkan pemahaman audiens tentang materi yang telah disampaikan. Sebelum dan setelah diberikan edukasi dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan remaja melalui pengisian kuesioner pengetahuan. Hasil yang didapatkan yaitu sebelum diberikan edukasi didapatkan sejumlah 6 (17,1%) remaja memiliki pengeahuan baik sedangkan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan pengetahuan remaja baik menjadi 32 (91,4%) orang.  Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa pemberian edukasi mampu meningkatkan pengetahuan remaja, oleh karena itu diharapkan pemberian edukasi dapat dilakukan secara kontinue untuk terus dapat mengingatkan remaja tentang pentingnya menjaga gaya hidup guna menciptakan remaja sehat dan menghasilkan keturunan yang bebas stunting. Kata kunci : Edukasi, Remaja, Stunting
The Effect of Tui Na Massage on Sleep Quality of 4-5 Years Old Toddlers in an Efforts to Prevent Stunting in Banjar Kawan, Bangli Bella Krisna Pramitha; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Ni Putu Wiwik Oktaviani; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 5 No 2 (2024): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.05.02.04

Abstract

Introduction: One factor that can contribute to stunting is poor sleep quality in children. This is due to the disruption of the growth hormone process, which can lead to shorter stature. The aim of this research was to determine the effect of Tui Na massage on the sleep quality of toddlers aged 4 to 5 years.Method: This research employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test structure. It involved 34 respondents, selected using a purposive sampling technique. Tui Na massage was the intervention applied. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality.Results: Before the Tui Na massage, the majority of toddlers had sleep quality categorized as poor, with 16 respondents (47.1%). After six consecutive days of Tui Na massage, the toddlers' sleep quality im-proved, with 24 respondents (70.6%) showing better sleep quality. Da-ta analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of -4.969 with a p-value of 0.000, indicating a statisti-cally significant effect of Tui Na massage on the sleep quality of toddlers in efforts to prevent stunting in Banjar Kawan, Bangli.Discussion: Good quality sleep in toddlers is essential for support-ing optimal growth and development, which can help reduce the risk of stunting.
Overview of Oxygen Saturation in COVID-19 Patients in the Isolation Ward of Negara General Hospital Luh Putu Santini; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.699

Abstract

Introduction. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a contagious respiratory system infection caused by a new type of Coronavirus. COVID-19 infection can cause mild, moderate, or severe symptoms in the form of fever, tachypnea, severe respiratory distress, and hypoxemia. Oxygen saturation is an indicator of oxygenation status. Hypoxemia is an important prognostic indicator of hospital length of stay and death. Objectives. To determine the description of oxygen saturation in COVID-19 patients during treatment in the Ruang Isolasi RSU Negara. Methods. Descriptive study with a retrospective approach, to examine the medical records of COVID-19 patients with moderate and severe symptoms. Results. The number of COVID-19 patients treated in Ruang Isolasi RSU Negara during the 2020-2022 study was 384 patients. Most of them had moderate symptoms (70.05%). SpO2 values <93% were found more frequently in men (51.11%) and in the age group 41-60 years (49.63%). Comorbid DM was more commonly found at SpO2 values <93% (23.02%) and pneumonia was more common at SpO2 values <93% (97.21%). Conclusions. Patients with SpO2 values <93% were more likely to be male patients, age group 41-60 years, with comorbid DM and pneumonia. Women's immune systems are superior to men's due to hormonal protection. Hypertension and diabetes mellitus are low-grade inflammation (systemic inflammatory processes) and cause more severe organ damage. An increase in pro-inflammatory cytokines in serum is associated with inflammation in the lungs, causing pneumonia.
Motivasi Belajar Mahasiswa Keperawatan Kritis Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Square (TPS): Student Motivation to Learn Critical Nursing Using Think-Pair-Square (TPS) Type of Cooperative Learning Asdiwinata, I Nyoman; Yundari, AA Istri Dalem Hana; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 (2021): Edisi Khusus Bali Medika Jurnal Vol 8 No 1 Maret 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i1.176

Abstract

Background: The learning activities carried out by students so far only rely more on lecture subjects. This is felt to be less challenging and enthusiastic in carrying out the learning process. This is evident from the decline in student interest in attending every lecture that is carried out. Of course, motivation in learning will be greatly influenced by many factors, internal or external. The application of certain learning models is expected to be able to help students achieve learning targets. It is expected that the thinik-pair-square type of cooperative learning model can increase student learning motivation. Purpose: The purpose of this study was to explore the effectiveness of the think-pair-square (TPS) cooperative learning model on critical nursing learning motivation. Methods: This study used a research design with one group pretest-posttest technique. data collection using purposive sampling. The questionnaire was tested using the Rasch Model to see its reliability and validity and the logit result was 0.89. Results: The results of this study indicate that the majority of respondents are women as much as 85%. Based on the results of different tests using the Wilcoxon Signed Rank Test in the treatment group, the significance value was less than 0.05 which proved that there were differences in motivation before and after being given treatment. Conclusion: Changes in the motivation value of students after being given a different type of think-pair-square learning indicate that this method was successful for students in conducting critical nursing learning.
Pemberdayaan Remaja Dalam Membangun Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah Melalui Edukasi Dan Screening Kesehatan Di SMK Bali Dewata Satya Laksmi, I Gusti Ayu Putu; Eka Sari, Niken Ayu Merna; Resiyanthi , Ni Komang Ayu; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.676

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek krusial dalam proses tumbuh kembang mereka, yang sangat dipengaruhi oleh tekanan akademik, sosial, serta pencarian jati diri. Hampir 50% gangguan kesehatan mental mulai muncul sebelum usia 14 tahun, dengan depresi dan kecemasan menjadi kondisi yang paling umum dialami oleh remaja. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Kesehatan Bali Dewata pada bulan Februari 2025 dengan tujuan memberikan edukasi seputar kesehatan mental serta mengenalkan metode skrining kesehatan mental kepada remaja. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media presentasi PowerPoint serta demonstrasi mengenai cara melakukan skrining kesehatan mental. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai gambaran umum, faktor risiko, dan langkah-langkah pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja, yang terlihat dari peningkatan hasil post test. Sebelum edukasi diberikan, sebanyak 34,38% siswa memiliki pengetahuan yang baik, 50% berada pada kategori cukup, dan 15,62% tergolong kurang. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 84,38% siswa menunjukkan pengetahuan yang baik dan 15,62% berada pada kategori cukup. Selain itu, siswa juga memperoleh pemahaman dan pengalaman praktis mengenai skrining kesehatan mental.   Kata kunci : Kesehatan jiwa, edukasi, skrining, remaja
PENGARUH LATIHAN DEEP DIAFRAGMA BREATHING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN ACUTE DECOMPENSATED HEART FAILURE (ADHF) Wijaya, Gusti Agung; Yundari, AA Istri Dalem Hana; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i2.1486

Abstract

Acute Decompesated Heart Failure menimbulkan gejala klinik berupa dyspnea mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terganggu dapat dilihat melalui penurunan saturasi oksigen.Upaya dapat dilakukan dengan memberikan Deep Diaphragmatic Breathing yang memiliki kelebihan cara mengoptimalkan ventilasi paru dan memperdalam pertukaran gas di alveolus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan deep diafragma breathing terhadap saturasi oksigen pasien ADHF. Jenis penelitian pre eksperimental dengan rancangan One group Pra test-posttest Design. Sampel penelitian adalah pasien acute decompensated heart failure sebanyak 36 orang yang dipilih dengan teknik sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pulse oxsimetry, analisis data menggunakan uji Paired t Test. Hasil saturasi oksigen pre test rata-rata sebesar 92,03 dan post test sebesar 96,69. Hasil uji paired t test didapatkan nilai t hitung = 23,426 > t tabel df 35 = 2,021 dan p value = 0,000< 0,05 menunjukkan ada pengaruh latihan deep diafragma breathing terhadap saturasi oksigen pasien acute decompensated heart failure. Latihan deep diafragma breathing menyebabkan perbaikan kinerja alveoli meningkat dan difusi oksigen menjadi efektif serta meningkatkan kadar O2 dalam paru dan saturasi oksigen meningkat.
The Effect of Foot Massage with Lavender Essential Oil on The Sleep Quality of The Elderly in Banjar Gelumpang, Sukawati Village Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Ari Santi, Ni Kadek; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 2 No 2 (2021): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.385 KB) | DOI: 10.11594/banrj.02.02.03

Abstract

Aging process in the elderly will cause health problems such as immobilization, incontinence, depression, malnutrition, decreased immune system, and sleep quality disorders. The puspose of this study was to determine the effect of foot massage with lavender essential oil on the sleep quality of the elderly. This research design used a pre-experimental with one group pre-test post-test design without a control group. The number of samples used was 20 respondents selected by purposive sampling and data collection using the pitsburgh sleep quality index questionnaire with the test result analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test. The result showed that in pretest all respondents experienced poor sleep quality, and posttest data obtained that 13 respondents (65%) experienced good sleep quality. The results of data analysis using the Wilcoxon Sign rank test showed that the p-value = 0,000 <a (0,05) which means that there is an effect of foot massage with lavender essential oil on the sleep quality of the elderly in Banjar Gelumpang Sukawati village. Emphasis on certain points and the aroma of lavender will make the elderly feel relaxed so that the quality of sleep improved. It is suggests that the elderly and families to perform foot massage.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Manajemen Diri Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Negara: Relationship Of Self Efficacy With Self Management Of Hypertension Patients In General Hospital Negara Meliyani, Ni Komang Aprilia; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Lestari, Ni Kadek Yuni
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.186

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dapat dikontrol atau dikendalikan dengan Manajemen diri dan memodifikasi gaya hidup. Berdasarkan Kemenkes RI hanya 32,3% pasien hipertensi rutin minum obat, salah satu hal penting dalam mewujudkan perawatan diri yang baik yaitu dengan membangun keyakinan penderita terhadap kemampuannya dalam mempengaruhi hasil yang ingin dicapai atau yang disebut efikasi diri.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pasien hipertensi di RSU Negara. Metode: Metode penelitian adalah penelitian korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 65 pasien hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner General Self-Efficacy dan Hypertension Self Management Behaviour Quitionnare pasien hipertensi. Analisis data dengan menggunakan uji Rank Spearma. Hasil: Sebagian besar efikasi diri pada pasien hipertensi dengan kategori baik (58,5%) dan manajemen diri dengan kategori cukup (44,6%). Hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pasien hipertensi di RSU Negara, dengan nilai p=0,000 dan kekuatan korelasi nilai =0,544 dan arah korelasi positif. Pasien yang memiliki efikasi diri yang tinggi pada keyakinan mereka sendiri akan mengalami peningkatan signifikan dalam melakukan perawatan diri. Kesimpulan: Efikasi diri sangat diperlukan untuk menunjang keyakinan para pasien hipertensi agar mampu melakukan atau menerapkan manajemen diri dalam keseharian mereka untuk mencegah penyakit hipertensi tidak menjadi semakin parah.