Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Kualitas Hidup Penderita PPOK di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7924

Abstract

ABSTRACT COPD is one of the leading causes of death in addition to coronary heart disease, cerebrovascular disease and acute respiratory infections and is the third leading cause of death worldwide. The pathological impact caused is an increase in functional residual capacity, a decrease in arterial blood supply to the systemic circulation in the form of a decrease in oxygen saturation, shortness of breath, limited exercise capacity, decreased ability to perform daily activities, loss of productivity and decreased quality of life. The purpose of this study is to analyze the effect of pranayama yoga breathing exercises to the quality of life on the patients with COPD. This study uses the One Group Pre-Test-Posttest Design method. The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling so that the number of respondents is 20 people. Yoga Pranayama is given 12 times with a duration of 15 minutes every day for 2 weeks.The results showed that the quality of life before being given pranayama yoga intervention was mostly low about 11 respondents (55%) and after the intervention, 10 respondents (50%) had moderate quality of life. The p-value is 0.000 (<0.05), which means that there is a significant effect of giving pranayama yoga on the quality of life on the patients with COPD. Pranayama yoga breathing exercises can increase the positive influence in the mind to trigger a sense of relaxation, thereby influencing the sympathetic and parasympathetic nervous systems to send a sense of relaxation throughout the body through the endocrine glands, reducing symptoms of shortness of breath so that respondents can perform their daily activities better. This leads to an increase the quality of life on the patients with COPD. Keywords: Yoga Pranayama, Quality of Life, COPD  ABSTRAK PPOK merupakan salah satu penyebab kematian selain penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler dan infeksi akut saluran pernafasan dan menjadi penyebab ke-3 kematian diseluruh dunia. Dampak patologis yang ditimbulkan berupa peningkatan kapasitas residu fungsional, penurunan penyaluran darah arteri ke sirkulasi sistemik berupa penurunan saturasi oksigen, sesak napas, keterbatasan kapasitas latihan, menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, hilangnya produktivitas dan menurunnya kualitas hidup.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian latihan pernafasan yoga pranayama terhadap kualitas hidup pada pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan metode One Group Pre-Test-Posttest Design. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 20 orang. Yoga Pranayama diberikan sebanyak 12 kali dengan durasi 15 menit setiap hari selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup sebelum diberikan intervensi yoga pranayama mayoritas kualitas hidup rendah sebanyak 11 responden (55%) dan setelah intervensi sebanyak 10 responden (50%) memiliki kualitas hidup sedang. Nilai p-value sebesar 0,000 ( < 0,05) yang berarti ada pengaruh significant pemberian yoga pranayama terhadap kualitas hidup pada pasien PPOK. Latihan pernafasan yoga pranayama dapat meningkatkan pengaruh positif dalam pikiran untuk memicu rasa rileks, sehingga mempengaruhi sistem saraf simpatik dan parasimpatik untuk mengirimkan rasa rileks ke seluruh tubuh melalui kelenjar endokrin, menurunkan gejala sesak sehingga responden bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih baik. Hal tersebut menyebabkan peningkatan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Yoga Pranayama, Kualitas Hidup, PPOK
The Correlation of Self Management Behavior with Quality of Life in Patients with Primary Hypertension Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.508 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.839

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease that is a major concern because of the high morbidity and mortality rates. Uncontrolled hypertension will cause various complications will interfere quality of life the patient with hypertension. Quality of life in hypertensive patients is influenced by the severity and severity of complications experienced by the patient. Self management behavior as a disease management to support patients with chronic diseases, behavior modification is very useful to reduce or delay the adverse effects of hypertension. The purpose of this study was to determine the correlation between self-management behavior and quality of life in patients with primary hypertension at UPTD Puskesmas Manggis I Karangasem. This research is a descriptive quantitative correlational research with a cross sectional approach. The sample of this study was 79 respondents who were selected through simple random sampling technique, data analysis used Spearman Rank test. The results showed that 31 respondents (39.2%) had good self-management behavior and 34 respondents (43.1%) had good quality of life. The results of the Rank Spearman test, p value = 0.000 (≤0.05) showed a significant correlation between self-management behavior and quality of life in patients with primary hypertensive. The correlation coefficient value (r) 0.835 means a very strong correlation between self-management behavior and quality of life. Nurses are expected to be able to provide education about self-management behavior that they can improve the quality of life patients with hypertension.
Optimalisasi Peran Siswa SMK Kesehatan dalam Pencegahan Kaki Diabetes melalui Pendidikan Latihan Kaki Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Putu Ayu Parwati; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1222

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menjadi salah satu penyakit tidak menular yang jumlahnya akan terus meningkat dimasa depan bahkan pada tahun 2025 WHO memperkirakan angka kejadian DM meningkat menjadi 300 juta orang. Penderita diabetes sering mengalami komplikasi salah satunya kaki diabetes akibat adanya neuropati, maka penderita diabetes mellitus maka sangat memerlukan upaya pencegahan primer melalui perawatan kaki dan senam kaki diabetes. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait pencegahan luka pada pasien Diabetes dan melatih siswa agar mampu mendemostrasikan senam kaki ini kepada para pendertia Diabetes Mellitus. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan siswa tentang pencegahan kaki Diabetes sebelum diberikan pendidikan kesehatan setelah itu melakukan penyuluhan dan praktik perawatan tentang senam kaki pada siswa. Evaluasi yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan posttest dan meminta untuk mempraktekkan secara langsung langkah-langkah dalam senam kaki. Terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan tentang senam kaki dan siswa dapat mengikuti langkah-langkah senam kaki sesuai dengan yang sudah diajarkan.Terdapat perbedaan hasil pre-test dan post-test siswa siswi yang mengikuti ekstrakulikuler PMR di SMK Bali Dewata.
Peningkatan pengetahuan petugas ahli teknologi laboratorium medis (atlm) terkait manajemen pengelolaan spesimen urine melalui webinar: Increasing knowledge of medical laboratory technology officers related to management of urine specimens through webinars Putu Ayu Parwati; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Niken Ayu Merna Eka Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.189 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i1.5

Abstract

Pengelolaan specimen urine merupakan salah satu hal yang harus dilakukan di laboratorium klinik. Tahap pengelolaan specimen urine dilakukan dari tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik. Untuk mencapai mutu hasil laboratorium yang memiliki ketepatan dan ketelitian tinggi maka seluruh metode dan prosedur operasional laboratorium harus terpadu. Akan tetapi, masih sering dijumpai ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan laboratorium dengan keadaan klinis pasien. Hal ini dapat diakibatkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Kesalahan tahap pra-analitik memberikan kontribusi paling besar pada kesalahan laboratorium. Salah satu kesalahan pada tahap pra-analitik yang sering terjadi adalah penundaan pemeriksaan sampel yang dapat menyebabkan kualitas sampel atau bahan pemeriksaan berubah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dengan memberikan informasi kepada petugas ATLM terkait manajemen pengelolaan spesimen urine. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah dan diskusi online melalui zoom meeting serta pengumpulan data pengetahuan dilakukan menggunakan google form. Sasaran kegiatan yaitu petugas ATLM sebanyak 100 orang. Uji analisis menunjukkan hasil p-value sebesar 0.000 yang berarti terdapat perbedaan hasil pre-test dan post-test petugas ATLM yang menandakan terdapat peningkatan pengetahuan peserta terkait manajemen pengelolaan specimen urine setelah mengikuti webinar. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengaplikasikan manajemen pengelolaan spesimen urine dalam proses pelayanan di laboratorium klinik.
Upaya pengendalian angka kejadian stunting melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian gizi seimbang: Efforts to control the event of stunting through increasing maternal knowledge about balanced nutrition Niken Ayu Merna Eka Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Putu Ayu Parwati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.076 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i1.6

Abstract

Target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu balita tentang pemberian gizi seimbang untuk menekan angka kejadian stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode cerama secara individual menggunakan media leaflet. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yang ditunjukkan dengan nilai (pre test) sebagian besar responden adalah termasuk kategori kurang yaitu 18 responden (72%), untuk hasil tingkat pengetahuan setelah intervensi (posttest) didapatkan hasil sebagian besar tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 19 responden (76%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan nilai pengetahuan pada ibu balita setelah diberikan edukasi tentang pemberian gizi seimbang. Disarankan untuk melakukan pengabdian masyarakat lanjutan yang dapat mengukur tingkat keterampilan ibu dengan memberikan demostrasi langsung tentang pengolahan makanan yang baik sehingga tercapai gizi yang seimbang pada anak.
Pemutusan Rantai Infeksi Covid-19 pada Anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu Albanna Denpasar Niken Ayu Merna Eka Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Putu Ayu Parwati; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan status darurat bencana nasional terkait dengan kejadian pandemik virus COVID-19. Data WHO tanggal 21 September 2021 di Indonesia telah melaporkan 4,2 juta kasus terkonfirmasi, 141.000 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara itu, di Bali 107.233 warga terkonfirmasi. Kasus COVID-19 pada anak per Juni 2021 mencapai 250.000 (12,6%) jiwa, dengan tingkat kematian mencapai angka 676 (1,2%). Berdasarkan angka tersebut 50% kematian anak dibawah usia 5 tahun. Upaya mengatasi penyebaran virus, pemerintah membuat kebijakan patuh protokol kesehatan yaitu menghimbau penerapan 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi. Anak merupakan kelompok usia yang rentan tertular virus COVID-19, oleh karena itu anak-anak perlu mendapatkan informasi yang memadai dan mudah dipahami agar dapat turut serta melaksanakan beragam upaya pencegahan COVID-19 yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Metode pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan pendidikan kesehatan audiovisual tentang protocol kesehatan 5 M secara during melalui aplikasi zoom. Metode yang digunakan yaitu ceramah dengan media PPT dan video 5 M. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan teng 5 M. Hal itu ditunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa baik sebelum pendidikan kesehatan sejumlah 111 siswa (72%) meningkat menjadi 135 siswa (88%). Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan audiovisual terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang penerapan 5 M.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua tentang Deteksi Tumbuh Kembang Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Ni Komang Ayu Resiyanthi; Niken Ayu Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Putu Ayu Parwati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran perkembangan anak sejak dini sangat penting untuk dilakukan agar gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dihindari. Beradsarkan data, Provinsi Bali memiliki proporsi terbesar dengan alasan utama orang tua tidak pernah ditimbang berat badan dalam 12 bulan pada anakumur 0-59 bulan terakhir adalah karena sibuk/repot yaitu sebesar 29,4 %, data proporsi alas an utama tidak pernah diukur panjang atau tinggi badan dalam 12 bulan terakhir pada anak umur 0-59 bulan di Provinsi Bali adalah karena tidak ada tempat pengukuran (56.5%). Instrumen pengukuan dengan KPSP diharapkan dapat menjadi solusi sehingga orangtua dapat melakukan pengukuran secara mandiri Metode pengabdian ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaksanaan Posyandu di banjar Margabingung dan melakukan sosialisasi secara langsung kepada orangtua terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang KPSP. Hal itu ditunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan orangtua baik setelah diberikan pendidikan kesehatan, dari 20 responeden terdapat 19 orang (95%) dalam kategori pengetahuan yang baik dan 1 orang (5%) dala kategori cukup. Terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan KPSP terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan orangtua tentang deteksi tumbuh kembang balita.
Peningkatan Peran Orangtua Dalam Deteksi Dini Gangguan Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Usia 12-36 Bulan Satya Laksmi, I Gusti Ayu Putu; Eka Sari, Niken Ayu Merna; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.483

Abstract

Gangguan keterlambatan bicara dan berbahasa anak merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Dalam perkembangan berbicara anak usia dini, orang tua adalah pondasi pertama dalam membentuk kosakata berbicara anak, serta memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang anak. Peran orangtua dalam mendeteksi secara dini perkembangan bicara anak sangat penting untuk menghindari terjadinya gangguan perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peran orangtua dalam mendeteksi gangguan keterlambatan bicara pada anak. Metode kegiatan dilakukan dengan mengajarkan orangtua cara mendeteksi gangguan keterlambatan bicara pada anak menggunakan instrumen CLAMS (Clinical Linguistic & Auditory Milestone Scale), serta melakukan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini dikuti oleh orangtua yang memiliki anak usia 12-36 bulan, yang berada di Banjar Kaje Kauh Tulikup. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dari pre dan post mengalami perubahan yang signifikan setelah diberikan edukasi dan diajarkan cara menggunakan instrumen CLAMS, dimana dari hasil pre-test awalnya didominasi oleh tingkat pengetahuan yang kurang (83,3%) kemudian post-test didominasi menjadi tingkat pengetahuan yang baik 96,7%). Hasil penilaian deteksi gangguan bicara dengan menggunakan instrumen CLAMS, bahwa sebagian besar dalam kategori normal (96,7%). Disarankan kepada orangtua, lebih meluangkan waktu bersama anak untuk memantau perkembangan kemampuan berbicara, lebih tanggap dalam mendeteksi perkembangan bicara anak, bisa melakukan penilaian mandiri serta melakukan stimulasi kepada anak di rumah. Kata kunci : Anak, speech delay, peran orangtua
Upaya Pengendalian Angka Kejadian Stunting Melalui Pendekatan Terapi Komplementer Pada Bayi Dan Balita Eka Sari, Niken Ayu Merna; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i2.549

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan Nasional yang sampai saat ini belum dapat ditangani. Indonesia termasuk dalam salah satu negara besar di dunia dengan masalah stunting dengan angka kejadian 24,1%. Target yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2025 yaitu menurunkan angka stunting hingga 40%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengoptimalkan pemberian gizi pada balita. Asupan nutrisi sangat dipengaruhi oleh nafsu makan pada bayi dan balita, saat ini metode komplementer menjadi salah satu metode popular yang dapat dilakukan yaitu salah satunya pijat bayi. Pijat merupakan metode yang mudah dipelajari, murah, sederhana untuk dilakukan dan dapat dilakukan di rumah secara mandiri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pijat dan nantinya dapat meningkatkan keterampilan orang tua dalam melakukan terapi pijat pada bayi dan balita. Metode kegiatan pemberian informasi melalui metode ceramah dan demonstrasi tentang pijat pada bayi dan balita, serta melakukan pre-test dan post-test. Kegiatan pengabdian ini dikuti oleh orangtua yang memiliki bayi dan balita di Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara sejumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari pre dan post mengalami perubahan yang signifikan setelah diberikan edukasi dan demonstrasi, dimana dari hasil pre-test awalnya didominasi oleh tingkat pengetahuan yang cukup sejumlah 24 responden (80%) kemudian post-test didominasi menjadi tingkat pengetahuan yang baik yaitu sejumlah 27 responden (90%). Hasil analisis didapatkan nilai p value 0,001. Disarankan kepada orang tua untuk dapat mengaplikasikan pijat pada bayi dan balita di rumah secara rutin guna meningkatkan nafsu makan pada bayi dan balita. Nafsu makan yang baik akan menunjang asupan nutrisi yang adekuat sehingga bayi dan balita akan terhindar dari permasalahan gizi yaitu stunting.   Kata kunci : Stunting, pijat bayi dan balita
Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Pejaten: The Effect of Classical Music Therapy on Lowering Blood Pressure in Elderly Patients with Hypertension in Pejaten Village Atmika, I Putu Budi; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Mahardika, I Made
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i3.50

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan silent killer yang dapat dipicu karena gangguan fisiologis maupun psikologis, pengobatan hipertensi menggunakan terapi farmakologis dan dapat disertai dengan terapi non farmakologi, salah satunya pemberian terapi musik klasik yang dapat memicu pelepasan hormone endorphin sehingga membantu penurunan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Pejaten. Metode: Desain penelitian adalah Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 lansia. Data Tekanan Darah dikumpulkan dengan menggunakan spignomanometer. Hasil: Rata-rata tekanan darah sebelum intervensi pada Kelompok perlakuan adalah 149,50/93,50 mmHg dan pada kelompok kontrol adalah 151,50/93,50 mmHg. Rata-rata tekanan darah setelah intervensi pada kelompok perlakuan  adalah 133,50/83 mmHg dan kelompok kontrol adalah 150/92,50 mmHg. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05) maka dapat dinyatakan ada pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Efek relaksasi pada musik klasik menjadikan terapi ini sebagai pilihan terapi nonfarmakologi sehingga terapi dapat dilakukan rutin dalam keseharian lansia terutama yang mengalami hipertensi.