Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Pencegahan Karies Melalui Kegiatan Edukasi: Senyum Sehat Bebas Karies Pada Anak Usia Dini Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gst Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Putu Ayu Parwati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4297

Abstract

Kesehatan gigi tidak dapat diabaikan terutama pada anak usia dini di TK, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi karies pada anak usia 2–5 tahun masih tinggi di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa terkait cara menggosok gigi yang benar. Pada pengabdian masyarakat ini dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan menggunakan phantom gigi, penyuluhan diikuti oleh 55 anak PAUD Kumaraloka berusia 4-6 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik demonstrasi sikat gigi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan gosok gigi yang benar. Demonstasi menjadi cara yang efektif bagi anak usia dini dalam meningkatkan keterampilan karena siswa juga ikut terlibat aktif secara langsung dalam memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Diharapkan program ini tetap berjalan dengan tetap melibatkan pendidik dan juga orang tua.
PENGARUH MEDIA EDUKASI MELALUI KOMIK BERBASIS DIGITAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA Dwiyanti, Ni Kadek; Wati, Ni Made Nopita; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.344

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja masih menjadi masalah kesehatan serius. Upaya edukasi memerlukan media yang menarik dan mudah dipahami, mengingat remaja lebih tertarik pada tampilan visual yang memicu rasa ingin tahu dan membantu mereka mengingat pesan edukatif dengan lebih baik. Komik digital menjadi salah satu alternatif yang dinilai efektif untuk menyampaikan informasi dengan cara yang interaktif. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan Pendekatan Pretest-Postest Control Group Design. Sampel terdiri dari 30 remaja yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 15 orang. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui komik digital, sedangkan kelompok kontrol menerima leaflet. Pengetahuan data diukur menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney Test. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan komik digital (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (p=0,083). Mayoritas remaja pada kelompok intervensi mencapai kategori pengetahuan baik setelah intervensi, yang menunjukkan bahwa komik berbasis digital lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Media komik berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan narkoba. Media ini dapat dijadikan alternatif menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh kelompok usia remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA Nungky Arisanti; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Desak Made Ari Dwi Jayanti
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja rentan terhadap gangguan mental dan penurunan kualitas hidup akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan stress dan kecemasan yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup remaja di SMA Negeri X Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 212 siswa dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah SIPMS, SDQ, dan WHOQOL-BREF, dengan analisis MANOVA untuk menilai secara simultan pengaruh penggunaan media sosial terhadap kedua variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media sosial rata-rata 37,94 kategori sedang, kesehatan mental rata-rata 23,07 kategori abnormal, dan kualitas hidup rata-rata 93,46 kategori sedang. p= 0,876 >0,05 yang menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup secara simultan. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat penggunaan media sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Mayoritas siswa menggunakan media sosial secara adaptif sehingga tidak memicu gangguan kesejahteraan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain diluar penggunaan media sosial lebih berperan dalam memengaruhi kondisi mental dan kualitas hidup remaja.
The Effect of Diabetes Self-Management Education on Self-Empowerment of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in the Susut I Public Health Center Pawitra, I Ketut Arya; Pramesti, Theresia Anita; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.06.02.01

Abstract

  Introduction: The increasing cases of diabetes mellitus (DM) every year indicate suboptimal disease management by DM patients. One contributing factor is the lack of confidence among patients in conducting self-health care (self-empowerment). Education through DSME is believed to improve the self-empowerment of DM patients. Objective: This study aims to determine the effect of DSME on the self-empowerment of type 2 DM patients in the Susut I Community Health Center working area. Methods: This study employs a pre-experimental design with a one-group pre-posttest approach, where respondents received DSME intervention four times. The population consisted of 93 individuals, and a sample of 22 respondents was selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the Diabetes Empowerment Scale (DES) questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of 0.05%. Results: The pretest results showed that the majority of respondents had moderate self-empowerment, accounting for 16 individuals (72.73%), while six individuals (27.27%) had low self-empowerment. The posttest results indicated that the majority of respondents had moderate self-empowerment, accounting for 17 individuals (77.27%), while five individuals (22.73%) achieved good self-empowerment. Data analysis revealed a p-value of 0.001 (p < α; α = 0.05), indicating a significant effect of DSME implementation on type 2 diabetes mellitus patients in the Susut I Community Health Center working area. Conclusion: Providing appropriate education can enhance the confidence of diabetes patients in making informed decisions tailored to their needs, expand their knowledge to foster new mindsets, and increase their willingness and readiness to prevent complications, plan meals, engage in regular physical activity, and take medication consistently. This can guide diabetes patients toward a state of well-being with good empowerment.
Hubungan Burnout Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Ni Putu Raka Wirati; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.468

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang senantiasa berada 24 jam bersama pasien. Hal ini  dapat menguras stamina dan emosi, serta menimbulkan tekanan yang mengakibatkan perawat mengalami kejenuhan kerja atau burnout. Burnout berdampak pada kehilangan minat terhadap pekerjaan dan motivasi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kualitas kerja dan kualitas hidup menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout perawat dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RSUD Wangaya Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah sebanyak 165 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kuat sebanyak 95 orang (57,6%), sebagian besar perawat mengalami burnout sedang sebanyak 85 orang (51,5%) dan ada hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat pelaksana (p=0,000). Nilai kekuatan korelasi 0,406 (kekuatan sedang) dan arah korelasi negatif yang artinya apabila tingkat burnout rendah maka motivasi kerja kuat. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit memperhatikan tingkat burnout yang dirasakan oleh perawat untuk mencegah terjadinya penurunan motivasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMA Negeri 1 Bangli Intan Saraswati; Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12259

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are the age that requires good nutrition, and one of them is iron intake. Iron intake is very important to prevent anemia. The Adherence of young women to consuming Blood Supplement Tablets is an indicator of preventing anemia in adolescents which can be influenced by internal and external factors. External factors include peer support. The purpose of this study was to determine the relationship between peer support with adherence to consuming BST (Blood Supplement Tablet) in students of SMAN 1 BANGLI. This research used a cross-sectional approach. It was 232 respondents, Sampling technique used is stratified random sampling. The results of this study showed that the majority of respondents had peer support in the good category, there were 166 respondents (71.6%), and 175 respondents (75.4%) adhered to consuming BST. Based on the results of the Chi-Square statistical test, a p-value of 0.000 (0.05) was obtained, which means that there is a relationship between peer support and adherence in consuming BST in the students of SMAN 1 Bangli. The OR value obtained was 20.29, which means that respondents with unfavorable peer support were 20.29 times more likely to be disobedient in consuming BST than female students who received good peer support. Activities outside the home tend to be more actively carried out by adolescents with peers, so peers have a great influence on adolescent behavior. Keywords: Peer Support, Adherence, Blood Supplement Tablets  ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan nutrisi yang baik, salah satunya asupan zat besi. Asupan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia. Kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu indikator dalam mencegah anemia pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 232 orang, yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan teman sebaya dalam kategori baik yaitu sebanyak 166 responden (71,6%) dan terdapat 175 responden (75,4%) patuh mengonsumsi TTD. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 ( 0,05), yang berarti ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Nilai OR yang diperoleh sebesar 20,29 artinya responden dengan dukungan teman sebaya yang kurang baik berpeluang 20,29 kali lebih besar untuk tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah  dibandingkan dengan siswi yang mendapatkan dukungan teman sebaya yang baik. Aktivitas di luar rumah cenderung lebih aktif dilakukan oleh remaja dengan teman sebaya, sehingga teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Kata Kunci: Dukungan Teman Sebaya, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah
Gambaran Aktifitas Fisik Pada Penderita Hipertensi Lestari, Ni Kadek Yuni; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 3 No 2 (2019): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v3i2.117

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan saat ini, prevalensi dan insiden meningkat setiap tahunnya. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat diubah pada penderita hipertensi. Aktivitas yang dilakukan secara tepat dan teratur serta frekuensi dan lamanya waktu yang digunakan dengan baik dan benar dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penderita hipertensi, menurut hasil studi pendahuluan tidak melakukan olah raga rutin namun hanya melakukan pekerjaan rumah tangga biasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan crosssectional, sampel berjumlah 75 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar penderita hipertensi memiliki aktivitas dengan kategori baik yaitu sebanyak 51 orang (68%). Penelitian berkesimpulan bahwa penderita hipertensi memiliki aktivitas yang baik dengan jumlah responden terbanyak adalah perempuan dengan sebaran pendidikan terbanyak adalah sekolah dasar. Diharapkan perawat dapat memberikan motivasi dan edukasi yang tepat bagi penderita hipertensi untuk melakukan aktivitas fisik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i2.251

Abstract

ABSTRAKPengetahuan dan pemahaman diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Metode: Desain penelitian ini ialah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliable dan analisis data penelitian menggunakan uji rank Spearman. Hasil: sebanyak 52 responden (63,4%) mempunyai tingkat pengetahuan kategori cukup dan 47 responden (57,3%) mempunyai perilaku pencegahan kategori baik. Dari hasil uji statistik rank Spearman diperoleh p = 0,024 (< 0,05) yang berarti ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan Padangtegal, Mekarsari, wilayah kerja Puskesmas Ubud 1. Diskusi: Perilaku sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman serta pengetahuan masyarakat sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dari berbagai aspek. Kesimpulan: Unit pelayanan kesehatan diharapkan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan di era new normal.Kata Kunci: pengetahuan, penularan Covid-19, perilaku pencegahan Correlation Between Level of Public Knowledge About Covid-19 and Preventive Behavior Towards Transmission of Covid-19ABSTRACTAll levels of society need knowledge and understanding to prevent the transmission of COVID-19. Objective: This research aims to identify the correlation between the level of knowledge about COVID-19 and the preventive behaviour towards the transmission of COVID-19. Methods: The research employed a correlational quantitative design with a cross-sectional approach. It used a sample of 82 people. The research used an instrument in the form of a valid and reliable questionnaire, and the research data were analyzed using the Spearman rank test. Results: 52 respondents (63.4%) had sufficient knowledge, and 47 respondents (57.3%) had good preventive behaviour. The Spearman rank statistical test results indicated p = 0.024 (<0.05), meaning that there was a correlation between the level of public knowledge about COVID-19 and the preventive behaviour towards the transmission of COVID-19 at Padangtegal Mekarsari under the working area of the Ubud Public Health Center 1. Discussion: Behaviour is primarily determined by the level of public understanding and knowledge, so it is necessary to enhance knowledge from various aspects. Conclusion: Health service units are expected to continue educating the public about implementing health protocols in the new normal era.Keywords: Knowledge, Transmission of COVID-19, Preventive Behavior
Pengaruh Edukasi Melalui Audiovisual Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Saat Mentruasi pada Remaja Putri Darmayanti, Ni Putu; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Juanamasta, I Gede
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1658

Abstract

Lack of knowledge among adolescent girls regarding Personal hygiene during menstruation remains a significant reproductive health problem that contributes to an increased risk of urinary tract infections, skin irritation, and reproductive tract disorders. Limited use of engaging educational methods and suboptimal utilization of modern learning media make health information difficult to understand and remember. This study aimed to analyze the effect of audiovisual-based education on increasing knowledge of Personal hygiene during menstruation among adolescent girls. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test with control group approach. The research sample consisted of 62 female students divided into an intervention group of 31 students and a control group of 31 students. The intervention group received health education using an audiovisual video for 30 minutes, while the control group did not receive any intervention. Data were collected using a structured questionnaire to measure knowledge levels before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Sign Rank Test to examine within-group differences and the Mann–Whitney U Test to compare differences between groups, with a significance level of ? = 0.05. The results showed a significant increase in knowledge in the intervention group after receiving audiovisual education, as indicated by a shift in knowledge categories from fair and poor to predominantly good, accompanied by a p-value < 0.05. In contrast, the control group did not show significant changes. These findings indicate that audiovisual-based education is effective in improving adolescent girls’ knowledge of Personal hygiene during menstruation. Therefore, the use of audiovisual media is recommended as a reproductive health education strategy in school settings to strengthen sustainable clean and healthy behavior.
HUBUNGAN FREKUENSI MENGKONSUMSI MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Ni Made Susanti Dwi Utami; Ni Ketut Citrawati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1025

Abstract

Dismenore merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsumsi makanan siap saji yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan zat aditif diduga berperan dalam meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Abiansemal. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 237 siswi kelas X–XII yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 582 siswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kuesioner dismenore, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden sering mengkonsumsi fast food (84,8%) dan mengalami dismenore (70,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya keterkaitan bermakna antara frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore. Hal ini menggambarkan bahwa semakin sering remaja putri mengkonsumsi fast food maka semakin tinggi risiko mengalami dismenore.