Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMA Negeri 1 Bangli Saraswati, Intan; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Sudarsana, I Dewa Agung Ketut
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.12259

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are the age that requires good nutrition, and one of them is iron intake. Iron intake is very important to prevent anemia. The Adherence of young women to consuming Blood Supplement Tablets is an indicator of preventing anemia in adolescents which can be influenced by internal and external factors. External factors include peer support. The purpose of this study was to determine the relationship between peer support with adherence to consuming BST (Blood Supplement Tablet) in students of SMAN 1 BANGLI. This research used a cross-sectional approach. It was 232 respondents, Sampling technique used is stratified random sampling. The results of this study showed that the majority of respondents had peer support in the good category, there were 166 respondents (71.6%), and 175 respondents (75.4%) adhered to consuming BST. Based on the results of the Chi-Square statistical test, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained, which means that there is a relationship between peer support and adherence in consuming BST in the students of SMAN 1 Bangli. The OR value obtained was 20.29, which means that respondents with unfavorable peer support were 20.29 times more likely to be disobedient in consuming BST than female students who received good peer support. Activities outside the home tend to be more actively carried out by adolescents with peers, so peers have a great influence on adolescent behavior. Keywords: Peer Support, Adherence, Blood Supplement Tablets  ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan nutrisi yang baik, salah satunya asupan zat besi. Asupan zat besi sangat penting untuk mencegah terjadinya anemia. Kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu indikator dalam mencegah anemia pada remaja yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal diantaranya adalah dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 232 orang, yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan teman sebaya dalam kategori baik yaitu sebanyak 166 responden (71,6%) dan terdapat 175 responden (75,4%) patuh mengonsumsi TTD. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA Negeri 1 Bangli. Nilai OR yang diperoleh sebesar 20,29 artinya responden dengan dukungan teman sebaya yang kurang baik berpeluang 20,29 kali lebih besar untuk tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah  dibandingkan dengan siswi yang mendapatkan dukungan teman sebaya yang baik. Aktivitas di luar rumah cenderung lebih aktif dilakukan oleh remaja dengan teman sebaya, sehingga teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Kata Kunci: Dukungan Teman Sebaya, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah
The Effect of Foot Massage with Lavender Essential Oil on The Sleep Quality of The Elderly in Banjar Gelumpang, Sukawati Village Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Ari Santi, Ni Kadek; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 2 No 2 (2021): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.385 KB) | DOI: 10.11594/banrj.02.02.03

Abstract

Aging process in the elderly will cause health problems such as immobilization, incontinence, depression, malnutrition, decreased immune system, and sleep quality disorders. The puspose of this study was to determine the effect of foot massage with lavender essential oil on the sleep quality of the elderly. This research design used a pre-experimental with one group pre-test post-test design without a control group. The number of samples used was 20 respondents selected by purposive sampling and data collection using the pitsburgh sleep quality index questionnaire with the test result analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test. The result showed that in pretest all respondents experienced poor sleep quality, and posttest data obtained that 13 respondents (65%) experienced good sleep quality. The results of data analysis using the Wilcoxon Sign rank test showed that the p-value = 0,000 <a (0,05) which means that there is an effect of foot massage with lavender essential oil on the sleep quality of the elderly in Banjar Gelumpang Sukawati village. Emphasis on certain points and the aroma of lavender will make the elderly feel relaxed so that the quality of sleep improved. It is suggests that the elderly and families to perform foot massage.
Pengaruh Edukasi Melalui Audiovisual Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Saat Mentruasi pada Remaja Putri Darmayanti, Ni Putu; Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gede Juanamasta
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lack of knowledge among adolescent girls regarding Personal hygiene during menstruation remains a significant reproductive health problem that contributes to an increased risk of urinary tract infections, skin irritation, and reproductive tract disorders. Limited use of engaging educational methods and suboptimal utilization of modern learning media make health information difficult to understand and remember. This study aimed to analyze the effect of audiovisual-based education on increasing knowledge of Personal hygiene during menstruation among adolescent girls. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test with control group approach. The research sample consisted of 62 female students divided into an intervention group of 31 students and a control group of 31 students. The intervention group received health education using an audiovisual video for 30 minutes, while the control group did not receive any intervention. Data were collected using a structured questionnaire to measure knowledge levels before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Sign Rank Test to examine within-group differences and the Mann–Whitney U Test to compare differences between groups, with a significance level of ? = 0.05. The results showed a significant increase in knowledge in the intervention group after receiving audiovisual education, as indicated by a shift in knowledge categories from fair and poor to predominantly good, accompanied by a p-value < 0.05. In contrast, the control group did not show significant changes. These findings indicate that audiovisual-based education is effective in improving adolescent girls’ knowledge of Personal hygiene during menstruation. Therefore, the use of audiovisual media is recommended as a reproductive health education strategy in school settings to strengthen sustainable clean and healthy behavior.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Manajemen Diri Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Negara: Relationship Of Self Efficacy With Self Management Of Hypertension Patients In General Hospital Negara Meliyani, Ni Komang Aprilia; Saraswati, Ni Luh Gede Intan; Lestari, Ni Kadek Yuni
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.186

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dapat dikontrol atau dikendalikan dengan Manajemen diri dan memodifikasi gaya hidup. Berdasarkan Kemenkes RI hanya 32,3% pasien hipertensi rutin minum obat, salah satu hal penting dalam mewujudkan perawatan diri yang baik yaitu dengan membangun keyakinan penderita terhadap kemampuannya dalam mempengaruhi hasil yang ingin dicapai atau yang disebut efikasi diri.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pasien hipertensi di RSU Negara. Metode: Metode penelitian adalah penelitian korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 65 pasien hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner General Self-Efficacy dan Hypertension Self Management Behaviour Quitionnare pasien hipertensi. Analisis data dengan menggunakan uji Rank Spearma. Hasil: Sebagian besar efikasi diri pada pasien hipertensi dengan kategori baik (58,5%) dan manajemen diri dengan kategori cukup (44,6%). Hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pasien hipertensi di RSU Negara, dengan nilai p=0,000 dan kekuatan korelasi nilai =0,544 dan arah korelasi positif. Pasien yang memiliki efikasi diri yang tinggi pada keyakinan mereka sendiri akan mengalami peningkatan signifikan dalam melakukan perawatan diri. Kesimpulan: Efikasi diri sangat diperlukan untuk menunjang keyakinan para pasien hipertensi agar mampu melakukan atau menerapkan manajemen diri dalam keseharian mereka untuk mencegah penyakit hipertensi tidak menjadi semakin parah.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja di SMA X Denpasar: The Relationship Between Social Media Use and Sexual Behavior Among High School Students at SMA X Denpasar Kadek Risma Devina Pramesti; Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10111

Abstract

Remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko yang dipengaruhi meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan paparan konten seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada remaja di SMA X Denpasar. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 190 responden yang diperoleh melalui teknik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan ? = 0,05. Penggunaan media sosial pada remaja berada pada berbagai kategori intensitas. Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan p-value = <0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada remaja. Terdapat hubungan bermakna antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual, di mana semakin tinggi intensitas penggunaannya, semakin besar kecenderungan perilaku seksual pada remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki hubungan terhadap perilaku seksual remaja melalui paparan konten, interaksi daring, proses belajar sosial, dan kurangnya kontrol diri dan impulsivitas pada remaja. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi, pengawasan orang tua, serta literasi digital untuk membantu remaja memahami risiko, membatasi paparan konten negatif, dan menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja terhadap Seks Pranikah di SMA Negeri 1 Susut: Overview of Teenagers' Knowledge of Premarital Sex at Susut State High School 1 Ni Wayan Fitri Asih Lestari; M. Adreng Pamungkas; I Nyoman Asdiwinata; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10228

Abstract

Seks pranikah pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta masalah psikososial. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Susut sebanyak 639 siswa, dengan sampel 246 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seks pranikah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 209 orang (85%), pengetahuan cukup sebanyak 33 orang (13,4%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 orang (1,6%). Mayoritas remaja di SMA Negeri 1 Susut memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seks pranikah. Namun, penguatan edukasi kesehatan reproduksi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengetahuan agar dapat diterapkan dalam perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.
Upaya Pencegahan Karies Melalui Kegiatan Edukasi: Senyum Sehat Bebas Karies Pada Anak Usia Dini Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gst Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Putu Ayu Parwati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4297

Abstract

Kesehatan gigi tidak dapat diabaikan terutama pada anak usia dini di TK, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi karies pada anak usia 2–5 tahun masih tinggi di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa terkait cara menggosok gigi yang benar. Pada pengabdian masyarakat ini dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan menggunakan phantom gigi, penyuluhan diikuti oleh 55 anak PAUD Kumaraloka berusia 4-6 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik demonstrasi sikat gigi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan gosok gigi yang benar. Demonstasi menjadi cara yang efektif bagi anak usia dini dalam meningkatkan keterampilan karena siswa juga ikut terlibat aktif secara langsung dalam memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Diharapkan program ini tetap berjalan dengan tetap melibatkan pendidik dan juga orang tua.
PENGARUH MEDIA EDUKASI MELALUI KOMIK BERBASIS DIGITAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RISIKO PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA Dwiyanti, Ni Kadek; Wati, Ni Made Nopita; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.344

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja masih menjadi masalah kesehatan serius. Upaya edukasi memerlukan media yang menarik dan mudah dipahami, mengingat remaja lebih tertarik pada tampilan visual yang memicu rasa ingin tahu dan membantu mereka mengingat pesan edukatif dengan lebih baik. Komik digital menjadi salah satu alternatif yang dinilai efektif untuk menyampaikan informasi dengan cara yang interaktif. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan Pendekatan Pretest-Postest Control Group Design. Sampel terdiri dari 30 remaja yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing 15 orang. Kelompok intervensi diberikan edukasi melalui komik digital, sedangkan kelompok kontrol menerima leaflet. Pengetahuan data diukur menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney Test. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan komik digital (p=0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (p=0,083). Mayoritas remaja pada kelompok intervensi mencapai kategori pengetahuan baik setelah intervensi, yang menunjukkan bahwa komik berbasis digital lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Media komik berbasis digital terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan narkoba. Media ini dapat dijadikan alternatif menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh kelompok usia remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA Nungky Arisanti; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Desak Made Ari Dwi Jayanti
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja rentan terhadap gangguan mental dan penurunan kualitas hidup akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan stress dan kecemasan yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup remaja di SMA Negeri X Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 212 siswa dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah SIPMS, SDQ, dan WHOQOL-BREF, dengan analisis MANOVA untuk menilai secara simultan pengaruh penggunaan media sosial terhadap kedua variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media sosial rata-rata 37,94 kategori sedang, kesehatan mental rata-rata 23,07 kategori abnormal, dan kualitas hidup rata-rata 93,46 kategori sedang. p= 0,876 >0,05 yang menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup secara simultan. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat penggunaan media sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Mayoritas siswa menggunakan media sosial secara adaptif sehingga tidak memicu gangguan kesejahteraan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain diluar penggunaan media sosial lebih berperan dalam memengaruhi kondisi mental dan kualitas hidup remaja.
The Effect of Diabetes Self-Management Education on Self-Empowerment of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in the Susut I Public Health Center Pawitra, I Ketut Arya; Pramesti, Theresia Anita; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.06.02.01

Abstract

  Introduction: The increasing cases of diabetes mellitus (DM) every year indicate suboptimal disease management by DM patients. One contributing factor is the lack of confidence among patients in conducting self-health care (self-empowerment). Education through DSME is believed to improve the self-empowerment of DM patients. Objective: This study aims to determine the effect of DSME on the self-empowerment of type 2 DM patients in the Susut I Community Health Center working area. Methods: This study employs a pre-experimental design with a one-group pre-posttest approach, where respondents received DSME intervention four times. The population consisted of 93 individuals, and a sample of 22 respondents was selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the Diabetes Empowerment Scale (DES) questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of 0.05%. Results: The pretest results showed that the majority of respondents had moderate self-empowerment, accounting for 16 individuals (72.73%), while six individuals (27.27%) had low self-empowerment. The posttest results indicated that the majority of respondents had moderate self-empowerment, accounting for 17 individuals (77.27%), while five individuals (22.73%) achieved good self-empowerment. Data analysis revealed a p-value of 0.001 (p < α; α = 0.05), indicating a significant effect of DSME implementation on type 2 diabetes mellitus patients in the Susut I Community Health Center working area. Conclusion: Providing appropriate education can enhance the confidence of diabetes patients in making informed decisions tailored to their needs, expand their knowledge to foster new mindsets, and increase their willingness and readiness to prevent complications, plan meals, engage in regular physical activity, and take medication consistently. This can guide diabetes patients toward a state of well-being with good empowerment.