Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Hiri Tahun 2020 Sri Rahayu Utami; Nani Supriyatni; Andiani Andiani
BIOSAINSTEK Vol 3 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i1.603

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan dan iritasi hingga menyebabkan kulit terasa gatal (NIH, 2019). Penyakit ini ditandai dengan hadirnya kemerahan, pembengkakan, hingga pengerasan permukaan kulit. Peradangan dermatitis biasanya disebabkan oleh adanya kontak langsung zat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Dermatitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Hiri Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita Dermatitis diwilayah kerja puskesmas Kecamatan Pulau Hiri tahun 2020 dengan jumlah 281 kunjungan. Sampel dalam penenelitian ini sebanyak 106 responden, yang di peroleh dengan mengunakan metode observasional dengan pendekatan case control study. Hasil analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan pengetahuan responden dengan kejadian penyakit Dermatitis (0,000), tidak ada hubungan antara suhu dengan terjaidnya penyakit Dermatitis (0,697), ada hubungan antara kelembapan dengan kejadian penyakit dermatitis (0,001), ada hubungan antara personil hygene dengan kejadian penyakit dermatitis di wilayah kerja puskesmas pulau hiri (0,000). Di harapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan variabel yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih besar dengan selalu memperhatikan kesalahan- kesalahan agar dapat menginformasikan yang belum terjawab pada penelitian sebelumnya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) pada Orang Dengan HIV/AIDS di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Tahun 2020 Nani Supriyatni; Andiani Andiani; Agustin Rahayu; Tutik Lestari
BIOSAINSTEK Vol 3 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i1.604

Abstract

Program penanggulangan AIDS di Indonesia mempunyai 4 pilar, yaitu pencegahan (prevention); Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP); mitigasi dampak berupa dukungan psikososio-ekonomi; serta penciptaan lingkungan yang kondusif (creating enabling environment) (Kemenkes, 2015). Komitmen kuat semua unsur di masyarakat bahwa epidemi HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama pemerintah, non-pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menekan penyebaran HIV/AIDS. Tujuan : Memberikan dukungan secara psikologis pada teman-teman populasi Kunci dan ODHA melalui Kelompok Dukungan Sebaya/Lembaga Kesejahteraan Sosial Maku Dudara. Metode: dilaksanakan dengan Observasi dan wawancara langsung dengan KDS/LKS Makududara dengan Tahapan yaitu Persiapan, Pengkajian, Perencanaan Alternatif Program, Pemformalisasi Rencana Aksi, Pelaksanaan, Evaluasi. Hasil : Setiap pengurus KDS /LKS Maku Dudara memiliki kemampuan sebagai fasilitator dalam memberikan motivasi kepada sesama teman-teman ODHA bahwa mereka membutuhkan dukungan secara psikologis terhadap kondisi kesehatan saat ini (dengan status HIV). Tahap Pelaksanaan Kegiatan Keikutsertaan teman-teman ODHA terlibat di dalam pengurus KDS/LKS Maku Dudara diharapkan mampu menjalankan program kegiatan yang dapat memberi dukungan kepada teman-teman sesama ODHA. Kerjasama antara pengurus KDS/LKS Maku Dudara bersama teman-teman ODHA dengan fasilitas pelayanan kesehatan selama ini berjalan dengan baik. yaitu : Pendampingan dan Penjangkauan Populasi Kunci dan ODHA, Memfasilitasi Akses Layanan Kesehatan, Bincang Bincang Sehat (BBS), Bakti Sosial, Kunjungan Rumah ODHA, Hari AIDS Sedunia (HAS).
Faktor Komorbid terhadap Covid-19 di Puskesmas Kota Tahun 2020 Merlin LD Ndera; Nani Supriyatni; Agustin Rahayu
BIOSAINSTEK Vol 3 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i2.723

Abstract

Penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh penderita penyakit kronis akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk Covid-19 yang disebabkan oleh infeksi virus Corona (Yurianto,2020). Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko-morbid) memiliki risiko untuk terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini. Riwayat penyakit kronis yang dimaksud antara lain adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit paru kronis. Khusus untuk mereka dengan diabetes, merupakan komorbiditas kedua tersering ditemukan, sekitar 8% kasus, setelah hipertensi, dan dengan angka kematian tiga kali lipat dibandingkan penderita secara umum (7.3% berbanding 2.3%), (PB PERKENI,2020) Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Komorbid terhadap Covid-19 di wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate Tahun 2020 Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik, dengan desain cross sectional study. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate dengan populasi adalah semua pasien penderita covid-19 yang berjumlah 108 responden Di wilayah kerja puskesmas Kota Ternate Tahun 2020 Hasil : hasil analisis menunjukkan bahwa Ada pengaruh dimana pasien komorbid lebih bersiko akan terkena covid 19. Yaitu pasien covid-19 dengan hipertensi (p = 0,002), diabetes mellitus (p = 0,000), dan asma (p= 0,001). Sedangkan tidak ada pengaruh pasien Covid 19 dengan disertaai pneumonia (p = 0,671). Hasil analisis multivariate bahwa pengaruh diabetes mellitus terhadap covid-19 dengan nilai signifikan p 0.037 merupakan faktor komorbid yang sangat berpengaruh 3.385 kali lipat pada penderita Covid-19. Penderita Covid-19 dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatannya dengan selalu menjaga sisitim imun tubuh dan melakukan protocol kesehatan
Penyuluhan Pengetahuan Gizi Remaja Pada Siswa SMU Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021 Andiani Andiani; Tutik Lestari; Agustin Rahayu; Diah Merdekawati Surasno; Nani Supriyatni; Monsia A. Hi. Djafar; Musiana Musiana
BIOSAINSTEK Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i1.955

Abstract

Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan asupan gizi yang belum baik, yaitu ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Masalah gizi yang dapat terjadi pada remaja adalah gizi kurang (under weight ), obesitas (over weight ) dan anemia. Tujuan : Meningkatkan Pengetahuan Gizi Remaja pada Siswa SMU Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021 Metode: Desain Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Tempat di SMA Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021, jumlah responden penyuluhan sebanyak 49 Responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil Penyuluhan mengenai Pengetahuan Gizi Remaja pada siswa SMU, setelah dilakukan penyuluhan tingkat Pengetahuan Gizi Remaja ada peningkatan pada responden peserta penyuluhan tertinggi yaitu dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 34 siswa (69,4%), sisanya sebanyak 15 siswa (4%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Peningkatan pengetahuan gizi remaja pada peserta penyuluhan yaitu tertinggi pada pertanyaan tentang jenis-jenis sayuran hijau (98%), Yang temasuk makanan pokok (95,9%), masalah gizi pada remaja putri (95,9%), Sumber karbohidrat yang dikonsumsi remaja (93,9%), Yang termasuk dalam lauk hewani (93,9%), Tujuan penyususnan menu seimbang bagi remaja (91,8%). Ada peningkatan pengetahuan siswa dan siswi SMU Katolik Bintang Laut mengenai pengetahuan gizi remaja sehingga diharapkan kegiatan edukasi pada siswa dan siswi (remaja) dan kerjasama antar lembaga perlu ditingkatkan untuk mencegah permasalahan yang sering dikalangan remaja yaitu kurang gizi, obesitas, pola makan yang salah dan anemia.
The Relationship Between Specific and Sensitive Nutrition Interventions and the Incidence of Stunting in Toddlers Andiani Andiani; Tutik Lestari; Nani Supriyatni; Tati Sumiati
BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2306

Abstract

Stunting, or below-standard height, is a nutritional problem commonly found in developing countries. Stunting negatively impacts growth, development, and productivity. It can increase the risk of infectious diseases, chronic diseases, and death, which will subsequently reduce work productivity in adulthood. Children who cannot catch up on growth later on can cause bigger problems, and in the future, Indonesia may experience a lost generation. Method: This study uses a descriptive-analytical method with a cross-sectional research design. The population consisted of all mothers with toddlers aged 0-59 months in 2021, totaling 520 toddlers, while the sample included 99 mothers of toddlers. Data collection on toddlers was conducted by measuring body length/height with a microtoise BB to determine stunting status and using a questionnaire. The research results were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Specific nutrition interventions, when viewed from the PMT variable (0.035), IMD counseling and exclusive breastfeeding (0.001), vitamin A capsule administration (0.022), and immunization (0.036), are related to the incidence of stunting in toddlers. Meanwhile, sensitive nutrition interventions, when viewed from the information variable (0.030) about stunting, are related to the incidence of stunting in toddlers. Conclusion: Preventing stunting requires appropriate handling through both specific and sensitive nutritional interventions together. The research results indicate that there are 5 variables related to the occurrence of stunting in toddlers, including PMT, IMD counseling and exclusive breastfeeding, administration of vitamin A capsules, immunization, and provision of information about stunting.
Environmental Health Inspection of Public Facility Locations in the Working Area of Puskesmas Gandasuli Nurintani Nurintani; Murti Fauzi; Tutik Lestari; Suharto Suharto; Andiani Andiani; Nani Supriyatni; Tati Sumiati; Julfa Ida Iriyani; Nurnia Sanusi; Aulia Patisausiwa
BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2351

Abstract

To ensure that the school environment remains healthy and students have healthy lifestyles, school environment inspections are necessary. According to the law, every child in Indonesia is entitled to a healthy, safe, and comfortable school environment. The goal of school health is to ensure that students' life skills can be enhanced in a healthy environment, where they can learn comfortably and grow optimally to become high-quality individuals. This community service aims to identify environmental sanitation risks in public facilities, particularly schools. The method used was direct observation of the school's condition using the previously prepared IKL form, followed by interviews with relevant parties to reinforce the findings. The results still found several schools with conditions that do not meet health standards. It is hoped that with the implementation of school environmental health inspections, the school authorities will improve in providing adequate school facilities to realize a healthy school. It is hoped that with the implementation of school environmental health inspections, the school authorities will improve in providing adequate school facilities to realize a healthy school.
Overview of basic sanitation in the Mafututu village community, Tidore Island Nani Supriyatni; Bartol Felndity; Verawati Liambana; Jenifer Pricilia Nona; Juhiarty S. Pita; Karmila Fataruba
BIOSAINSTEK Vol 7 No 2 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i2.2453

Abstract

Sanitation is an important factor in public health. Basic sanitation facilities involve three very important components, namely the provision of clean water, household waste disposal, and the provision of healthy latrines. The main issues in environmental health in Indonesian society generally still focus on decent housing, the provision of clean water, family latrines, waste disposal, and household waste management. The objective of this study is to provide an overview of the availability of basic sanitation as an effort in environmental health in Mafututu Village, Tidore District. This research is observational in nature. The study was conducted in Mafututu Village, Tidore District, in February 2025, with a sample of 178 respondents, using stratified random sampling techniques. The data collection methods included in-depth interviews and observations. The data processing was conducted descriptively. The research results indicate that the main water source used by households for drinking purposes is rainwater, accounting for 47.8%. The physical quality of drinking water is murky, with 42.1%. The most commonly used method for fecal waste disposal is septic tanks, at 91.0%. The waste disposal method used by households for organic waste is open trash bins, at 8.8%. The main method of handling household waste, which is often disposed of improperly, is 25.8%, while 25.3% is disposed of in the river. The method used by household members to prevent the transmission of diseases caused by mosquito bites includes using burning/spraying/electric mosquito repellent and the frequency of draining bathtubs.
Risk Factor PreHypertention and Hypertention at New Student at Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Tati Sumiati; Andiani Andiani; Tutik Lestari; Nani Supriyatni; Norma B. Toduho; La Arudin
BIOSAINSTEK Vol 7 No 2 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i2.2471

Abstract

Hypertension is a silent killer and is one of the challenges in the twenty-first century in improving public health. The increase in cases of hypertension in adolescents increases cases in adults, premature death and the most common case is essential hypertension which is asymptomatic and detected only during examination. New students in the transition of life demand changes including lifestyle that has the potential for health problems including hypertension. This study aims to determine the prevalence and risk factors for prehypertension and hypertension in new students at the Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. The research method uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study were new students of the Muhammadiyah University of North Maluku in the 2024/2025 academic year. A sample of 207 students. The sampling technique used accidental sampling. Data collection was carried out on August 26, 2024. Data analysis used chi-square to analyze the relationship between independent and dependent variables. The results of the analysis showed that 6.3% of respondents had hypertension and 35.3% had prehypertension. The most students (73.9%) had a Body Mass Index in the thin category, abdominal circumference at risk of 17.4%. The results of the analysis showed that there was a relationship between gender and prehypertension and hypertension. Men are 2.7 times at risk of experiencing prehypertension and hypertension compared to female students. BMI and Abdominal circumference were not related. The results of this study show that there are cases of hypertension in new students of UMMU and gender as a risk factor for hypertension, while Body Mass Index and abdominal circumference need further analysis related to the group of students who have a lot of thin Body Mass Index.
Kolaborasi Cegah Stunting dengan Mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Jambula Nani Supriyatni; Andiani Andiani; Agustin Rahayu; Suryani Mansyur; Diah Merdekawati Surasno; Tutik Lestari; Musiana Musiana; Monisa A. Hi Djafar
BIOSAINSTEK Vol 3 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i2.2591

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang dihadapi Indonesia saat ini. Data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Prevalensi stunting menurut data Riskesdas 2018, terdapat 11,5% balita yang sangat pendek dan 19,3% balita pendek. Hal ini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Tujuan : memberikan edukasi gizi kepada kelompok sasaran yaitu ibu yang memiliki balita untuk meningkatkan pengetahuan gizinya sehingga dapat memperhatikan asupan gizi mulai masa kehamilan hingga anak bertumbuh secara optimal pada usia 2 tahun (1000 HPK). Metode: Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan pada kelompok sasaran dengan melibatkan berbagai organisasi yang ada di masyarakat baik organisasi profesi yaitu PD IAKMI Maluku Utara dan juga organisasi daerah yaitu PW Nasyiatul Aisyiyah Maluku Utara. Jumlah peserta penyuluhan terbatas yaitu sebanyak 25 orang karena adanya kondisi pandemi covid-19. Untuk mengukur keberhasilan penyuluhan, maka diadakan pre test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyuluhan. Selain penyuluhan juga diadakan pembagian masker dan goody bag bertema stunting. Hasil: terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 20 orang yang meningkat pengetahuannya, nilai rata2 post test (6,28) lebih dari nilai rata- rata pre test yaitu 4,88. Kesimpulan dan Saran: Ada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab stunting dan pencegahannya melalui persiapan 1000 HPK sehingga diharapkan kegiatan edukasi pada masyarakat dan kerjasama antar lembaga perlu ditingkatkan untuk menurunkan prevalensi stunting pada balita menjadi 14,9% sesuai stranas 2025.
Implementation of the Progressive Healthy Nutrition Action Program Among the Muhammadiyah Generation (GenMu) at Muhammadiyah Junior High School 1 in Ternate Suryani Mansyur; Diah Merdekawati Surasno; Agustin Rahayu; Andiani Andiani; Tati Sumiati; Nani Supriyatni; Yusnita Yusnita; Monisa A Hi Djafar; Ramli Ramli; Suryadi M. Ali; Mayasari Soamole
BIOSAINSTEK Vol 8 No 1 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i1.2696

Abstract

Data from Basic Health Research 2018 shows that approximately 32% of teenager girls in Indonesia experience anemia, primarily caused by iron deficiency. Furthermore, the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) reported that breakfast habits among school aged children remain low and adequate physical activity has not yet become a routine practice in school environments. These conditions has an impact on decreased concentration in learning, academic achievement, and physical fitness, and in the long term can increase the risk of stunting in the next generation. Therefore, early intervention is urgently required. In response to this issue, the Indonesian government, through the Ministry of Health, initiated the Progressive Healthy Nutrition Action Program. This program integrates balanced nutrition education, the promotion of healthy breakfast habits, consumption of iron supplementation, and regular physical activity in schools. The purpose of community service is to improve female students’ knowledge of balanced nutrition and healthy lifestyles. The implementation activities included group exercise sessions, healthy breakfast activities, balanced nutrition counseling, and measurement of mid-upper arm circumference (MUAC). The method used was pre-posttest evaluation and analyzed using paired t-test analysis. The results demonstrated a positive impact on participants’ knowledge levels. The average knowledge score increased from 4.23 to 7.03 after the intervention, with a mean difference of 2.797. In addition, the average MUAC of participants was 22.194 cm, indicating chronic energy deficiency status. These findings suggest that the educational intervention effectively improved students’ understanding of balanced nutrition and can be considered effective as a form of educational intervention in the school environment.