Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD)

Analisis Keamanan Sistem Informasi Pusaka Magelang Menggunakan Open Web Application Security Project (OWASP) Dan Information Systems Security Assessment Framework (ISSAF) NUGROHO, SAEROZI ALFAN; Rochmadi, Tri
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 1 (2024): Edisi Bulan Mei Tahun 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.1.4555

Abstract

Satu dasawarsa terakhir indonesia telah memiliki pengguna internet sebanyak 174 juta, peningkatan sebesar 17% internet usage dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan juga dipengaruhi oleh tumbuhnya 25 juta komunitas online selama bulan januari 2020. Lonjakan pengguna internet ini menunjukkan kesiapan indonesia dalam mengadopsi praktik E-government. Diskominfo magelang yang merupakan sebuah layanan pemerintahan daerah telah membuat kemajuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi yang dihasilkan adalah sebuah web sistem informasi bernama “Pusaka Magelang”. Dalam  memperkuat keamanan situs web pusaka magelang, maka diperlukan proses security assesment. Proses ini memerlukan sebuah framework OWASP dan ISSAF. Dengan menggunakan metode eksperimen, hasil pengujian menggunakan OWASP berhasil mengidentifikasi sebanyak 27 kerentanan dengan rincian 5 severity high, 5 severity medium 11 severity low dan 7 informational. Dari kerentanan yang ditemukan kemudian ditindak lanjuti dengan menilai tingkat risiko menggunakan OWASP Risk Rating diperoleh hasil skor likelihood sebesar 5,678 dan impact sebesar 5,9. Terakhir proses pengujian menggunakan kerangka ISSAF berhasil menemukan celah sensitive data exposure berupa info.php() yang bisa diakses secara publik sedangkan pengujian menggunakan teknik SQL Injection gagal dilakukan karena tidak berhasil mendapatkan database target. Kata kunci: Internet Usage, Vulnerability Assessment, E-government, Vulnerability Assesment, OWASP,  ISSAF. ----------------------------------------- In the last decade Indonesia has had 174 million internet users, a 17% increase in internet usage in one year. The increase was also influenced by the growth of 25 million online communities during January 2020. This surge in internet users shows Indonesia's readiness to adopt E-government practices. Diskominfo Magelang, which is a local government service, has made progress in utilizing information and communication technology. The resulting technology is a web information system called “Pusaka Magelang”. In strengthening the security of the Pusaka Magelang website, a security assessment process is required. This process requires an OWASP and ISSAF framework. Using the experimental method, the test results using OWASP successfully identified 27 vulnerabilities with details of 5 high severity, 5 medium severity 11 low severity and 7 informational. From the vulnerabilities found, it was then followed up by assessing the level of risk using the OWASP Risk Rating, resulting in a likelihood score of 5.678 and an impact of 5.9. Finally, the testing process using the ISSAF framework succeeded in finding sensitive data exposure in the form of info.php() which can be accessed publicly while testing using SQL Injection techniques failed because it did not succeed in getting the target database. Keywords: Internet Usage, Vulnerability Assessment, E-government, Vulnerability Assesment, OWASP,  ISSAF
Tinjauan Pustaka Sistematis: Tantangan Dan Faktor-Faktor Pengembangan Kesiapan Forensik Digital Rochmadi, Tri; Fadlil, Abdul; Riadi, Imam
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.2.4861

Abstract

Teknologi informasi telah mengubah hampir segala lini kehidupan dari konvensional ke digitalisasi. Digitalisasi yang begitu cepat, menimbulkan permasalahan pada serangan siber yang belum diimbangi oleh penanganan insiden siber. Kesiapan forensik digital menjadi hal penting bagi organisasi agar proses penanganan insiden lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor dan tantangan terkait topik kesiapan digital forensik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini memberikan informasi jurnal yang paling banyak mempublikasikan topik kesiapan forensik digital, obyek penelitian, metode yang digunakan, standarisasi yang diintegrasikan, faktor-faktor dan tantangan dalam pengembangan kesiapan forensik digital. Penelitian ini bisa menjadi rujukan peneliti akademisi ataupun praktisi pada bidang forensik digital ataupun pengembang aplikasi. Kata kunci: tinjauan pustaka sistematis, kesiapan forensik digital, ISO/IEC 27043, COBIT.  ------------------------------------ Abstract Information technology has changed almost all lines of life from conventional to digitalization. Rapid digitalization has led to problems with cyber-attacks that the handling of cyber incidents has not matched. Digital forensic readiness is important for organizations to make the incident-handling process more effective and efficient. The purpose of this research is to identify factors and challenges related to the topic of digital forensic readiness. The method used in this research is a systematic literature review. The results obtained in this study provide information on the journals that publish the most digital forensic readiness topics, research objects, methods used, standardization integrated, factors, and challenges in developing digital forensic readiness. This research can be a reference for academic researchers or practitioners in digital forensics or application developers. Keywords: systematic literatur review, digital forensic readiness, ISO/IEC 27043, COBIT.