Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

REGISTER BAHASA PENJUAL IKAN DI PASAR GUNUNG JAYA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Jumriah, Jumriah; Saadillah, Andi; Nursholehah, Siti
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6054

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan register bahasa dari penjual ikan yang mayoritas bersuku Jawa, namun ketika mereka berinteraksi dengan pembeli dari suku lain mereka terkadang menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang sama dengan yang pembeli gunakan. Misalnya ketika pembeli bersuku Bugis dan menggunakan bahasa Bugis maka penjual memakai bahasa yang sama apabila bahasa yang digunakan oleh pembeli juga dikuasai oleh penjual ikan. Namun bahasa yang paling sering digunakan dalam interaksi jual beli adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan register bahasa penjual ikan di pasar Gunung Jayabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian yakni penelitian kualitatif dengan sumber data berupa tuturan penjual ikan di pasar Gunung Jaya yang terletak di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik simak, rekam, catat, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 24 tuturan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk dan fungsi register bahasa penjual ikan di Pasar Gunung Jaya, Kabupaten Kolaka Timur yang terdiri dari dua bentuk register yaitu (1) register selingkung terbatas dan (2) register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas terdapat 5 data tuturan dan register selingkung terbuka terdapat 19 data tuturan, dan 4 fungsi register bahasa yaitu (1) 6 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi emotif, (2) 10 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi referensial, (3) 3 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi fatik, dan (4) 5 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi konatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa register bahasa yang digunakan oleh penjual ikan sebagai salah satu profesi yang masyarakatnya terdiri dari berbagai latarbelakang suku seperti Jawa, Bugis, Sunda, Tolaki, dan Buton membuat register bahasa di pasar Gunung Jaya Kabupaten Kolaka Timur menjadi bervariasi dan digunakan sesuai dengan penguasaan bahasa antara penutur dan lawan tutur.Kata kunci: Sosiolinguistik, register bahasa, pasar tradisional, penjual ikan
The Wallet : Sistem Informasi Penjualan Sarang Burung Walet Berbasis Website Januarti, Dhea; Jumriah, Jumriah; Ilyas, Muh; Fadhlurrahman, A Muhammad Fuad; Tangkuman, Hary Emark Keyfit; Mapangara, Surianto B
Indonesian Technology and Education Journal Volume 3 No. 1 Februari 2025
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/itej.v3i1.431

Abstract

Sarang burung walet merupakan komoditas bernilai tinggi dengan potensi ekonomi dan manfaat kesehatan yang signifikan, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan dan sistem penjualannya. Permasalahan utama terletak pada metode transaksi konvensional, pencatatan manual, serta keterbatasan informasi produk bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi penjualan sarang burung walet berbasis website sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas informasi. Metode yang digunakan adalah Waterfall, yang terdiri atas tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi kode, dan pengujian. Analisis kebutuhan meliputi identifikasi fitur utama seperti registrasi, pencarian produk, pemetaan lokasi, sistem pembayaran, dan pengelolaan profil pengguna. Implementasi sistem diuji menggunakan teknik white-box dan black-box untuk memastikan keandalan dan kesesuaian fungsi. Hasil pengujian black-box menunjukkan tingkat keberhasilan 67% dalam skenario uji yang dilakukan. Sistem ini tidak hanya memfasilitasi pelaku usaha dalam pengelolaan penjualan daring, tetapi juga memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mengakses informasi produk dan melakukan transaksi yang aman. Selain itu, sistem memungkinkan pengawasan dan pemantauan distribusi oleh pihak regulator secara real-time. Dengan demikian, pengembangan sistem ini berpotensi memperkuat transformasi digital industri sarang burung walet di Indonesia serta mendukung peningkatan daya saing di pasar global.
Eksistensi Lapak Baca Kolaka Dalam Meningkatkan Literasi Generasi Muda Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045 Ningsih, Anggreani; Ashari, Renita; Baharuddin, Zubair; Azizah, Nur; Herawati, Herawati; Sarmadan, Sarmadan; Arliwan, Disa; Haeniah, Nurul; Jumriah, Jumriah
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.67

Abstract

Pada saat kita berusaha mengukir masa depan yang lebih cerah, krisis literasi muncul sebagai tantangan yang mendalam. Salah satu cerita inspiratif yang kami temui adalah kisah Lapak Baca Jalanan Kolaka di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka adalah komunitas yang berdedikasi untuk meningkatkan minat baca generasi muda di wilayah mereka. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi Lapak Baca Kolaka dalam menyediakan sarana bacaan untuk meningkatkan literasi atau minat baca generasi muda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan analisis naratif dan analisis konten. Dengan menyediakan akses mudah dan fleksibel, berbagai jenis buku, tempat yang nyaman, pameran lukisan dan pentas seni budaya dan sastra, maka apa yang telah mereka lakukan dapat mendorong budaya membaca, membantu meningkatkan literasi dan wawasan generasi muda, sehingga SDM khususnya di wilayah Kolaka dapat meningkat sebagai bagian integral untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MENYAJIKAN DRAMA Jumriah, Jumriah; Susilo, Susilo; Nina Queena HP
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the idea of ​​the importance of preserving local wisdom as an identity and character from various aspects of life, on the other hand the problem of low student self-confidence has become a problem, therefore, to accommodate this thought a learning model based on local wisdom is needed, innovation of implementing a project-based learning model integrated with local wisdom is expected to be able to answer the problem of student confidence and learning outcomes. The research was conducted at SMP Negeri 2 Bontang City (Junior High School 2 bontang city), as a representation of the largest junior high school in South Bontang District, Bontang City. The objectives were to determine: 1) the effect of learning using the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom on learning outcomes, 2) the effect of learning using the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom on self-confidence, 3) the interaction of using the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom and self-confidence on learning outcomes. The experimental research design used was “Pretest-Postest Non Equivalent Control Group Design, using a factorial research design of 2 x 4. Data were taken from 64 respondents of class VIII E and VIII F who were the research samples, through distributing self-confidence questionnaires and testing learning outcomes through pre and post tests. Data were analyzed using descriptive statistical analysis tools and two-way ANOVA inferential. The results of the study showed: 1) there is a significant influence of learning using the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom on learning outcomes (0.000 <0.05), or the F count value is greater than the F table value (88.434> 3.968), 2) there is an influence of learning using the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom on learning motivation (0.002<0.05), or the F count value is greater than the F table value (9.946> 3.968) 3) there is an interaction between the use of the project based learning (PjBL) model integrated with local wisdom and learning motivation on learning outcomes with a significance value (0.000<0.05), or the F count value is greater than the F table value (26.191>3.968)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Suyana, Nana; Hikmah, Nurul; Jumriah, Jumriah; Fahrudin, Ahmad; Fayola, Ayyesha Dara; Saifullah, Saifullah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) terhadap kemampuan literasi siswa sekolah dasar melalui metode studi literatur. Literasi sebagai kompetensi dasar sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar dan pengembangan potensi siswa. Model pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan kontekstual sehingga mampu meningkatkan keterampilan literasi secara menyeluruh, mulai dari literasi membaca, menulis, numerasi, hingga literasi sains. Melalui tinjauan literatur dari berbagai penelitian terkini, ditemukan bahwa penerapan PjBL memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan literasi siswa di berbagai mata pelajaran dan jenjang kelas. Selain itu, PjBL juga meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk integrasi model PjBL secara lebih sistematis dan berkelanjutan dalam kurikulum sekolah dasar agar hasil literasi dapat lebih optimal. Novelty penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensif yang mengkaji berbagai aspek literasi dalam konteks PjBL di sekolah dasar, sekaligus menyoroti gap penelitian sebelumnya yang lebih fokus pada satu jenis literasi saja. Dengan demikian, hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
The Role of Technology in Promoting Collaborative Learning: Case Studies from Multicultural Classrooms Mansori, Mansori; Hadi, Abdul; Turmudzi, Imam; Jumriah, Jumriah; Anggraheni, Dini
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.1131

Abstract

The objective of this research is to examine the potential of technology in facilitating collaborative learning in a multicultural classroom setting at SMP 11 Jakarta. Given the culturally diverse student backgrounds, this research is concerned with the ways in which technology can facilitate enhanced interaction and collaboration among students from different cultural backgrounds. This research employs a qualitative approach utilising a case study methodology to gain comprehensive insights into the experiences and perceptions of students and teachers regarding the utilisation of technology in collaborative learning. The data were gathered via in-depth interviews, classroom observations, and the examination of pertinent documents. The findings demonstrate that technology not only facilitates communication between students but also fosters a more inclusive and collaborative learning environment. However, there are certain challenges associated with the implementation of technology, particularly with regard to students' digital literacy and the disparity in technology infrastructure across different settings.
Analysis of the Use of GPT Chat to Improve Student Performance Jumriah, Jumriah; Susilawati, Eneng Sri; Supriatna, Eka; Smas, Musa Hefer; Arini, Ira
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.725

Abstract

An AI-powered system that enables text-based conversational interactions, the Generative Pre-training Transformer (GPT). GPT has various functions, including language translation, providing recommendations, increasing productivity, and assisting in education. The benefits of using GPT in education include personalized learning, accessibility, interactive learning resources, and assistance with assignments and problem solving. However, there are limitations to using GPT Chat, such as its limited understanding, inability to replace creative work, and its tendency to provide inaccurate answers. Additionally, it cannot differentiate between fact and opinion, and requires a stable internet connection. While Chat GPT can be useful for instant data retrieval, summaries, and other research tasks, it should not be relied upon as a replacement for manual research processes. Continuing ongoing research and development is crucial to maximize the benefits of using Chat GPT while overcoming existing challenges.
Bahasa lisan pada anak usia 4 tahun dengan keterlambatan bicara (speech delay) Halimah, Halimah; Jumriah, Jumriah; Susilo, Susilo
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i3.959

Abstract

This study aims to describe the speech delay of a 4-year-old child with speech delay, identified as A. This study analyzes the child's spoken language processes and the causes of the speech delay. The researcher used a descriptive qualitative method with a single-subject research technique. Data were collected using observation and interview techniques with informants, namely A, A's parents, and teachers at school. Based on the analysis, the following findings were observed: (1) the accuracy of speech in some consonant sounds has changed, specifically the articulation of consonant sounds /m, p, b/ to consonant sounds /h/; (2) the placement of stress, tone, coding, and duration is appropriate, but the stress in speaking sometimes causes the child to lower or raise the intonation of word sounds in certain circumstances; (3) the choice of words is less varied; and (4) the conversation is on target when focused. The factors that contribute to A's speech delay are genetic factors from one of the family members and environmental factors. When A was experiencing language acquisition, there was a lockdown due to Covid-19, which resulted in limited interaction and less stimulation from close individuals and the environment where he lived.
Penerapan Collaborative Governance dalam Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer untuk Mewujudkan Layanan Kesehatan Inklusif dan Berkelanjutan Sundari, Sundari; Sulaiman, Zulkarnain; Bahri, Hanifah; Jumriah, Jumriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20187

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Namun, kompleksitas sistem kesehatan seringkali menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam integrasi pelayanan kesehatan primer guna meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei, wawancara, dan observasi di enam desa di Kabupaten Sidenreng Rappang. Analisis data dilakukan melalui pemetaan pemangku kepentingan dan evaluasi efektivitas program. Adapun hasil dari Penerapan Collaborative Governance melalui kolaborasi multi-stakeholder telah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan serta meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan primer. Pemanfaatan media digital turut berkontribusi dalam penyebaran informasi Kesehatan. Kesimpulan dari Pengabdian ini yaitu Model tata kelola kolaboratif terbukti efektif dalam memperkuat integrasi layanan kesehatan primer, meningkatkan akses, serta kesadaran masyarakat tentang kesehatan preventif. Keberlanjutan program membutuhkan peningkatan kapasitas kelembagaan dan strategi komunikasi yang lebih baik. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pelayanan Kesehatan Primer, Integrasi Layanan, Inklusivitas, Kesehatan Masyarakat  ABSTRACT Primary health care has a strategic role in improving public health, especially for vulnerable groups such as pregnant women, infants, and the elderly. However, the complexity of the health system often faces challenges such as limited resources and coordination between stakeholders. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Governance in the integration of primary health care services to improve access and quality of inclusive and sustainable health services. Research Methods: This study uses a qualitative descriptive approach with survey, interview, and observation methods in six villages in Sidenreng Rappang Regency. Data analysis was carried out through stakeholder mapping and evaluation of program effectiveness. The results of the Implementation of Collaborative Governance through multi-stakeholder collaboration have increased public understanding of health services and increased participation in primary health programs. The use of digital media also contributes to the dissemination of health information. The conclusion of this Community Service is that the collaborative governance model has proven effective in strengthening the integration of primary health care services, increasing access, and public awareness of preventive health. The sustainability of the program requires increased institutional capacity and better communication strategies. Keywords: Collaborative Governance, Primary Healthcare Services, Service Integration, Inclusivity, Public Health
PROGRAM KAMPUNG PANGAN BERSERI DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA BALIKPAPAN Gassing, Abdul; Jumriah, Jumriah; Ferianzo, Nico; Azizah, Fitri Ulul; Jannah, Anisa Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2729-2738

Abstract

Kota Balikpapan, dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan, menghadapi berbagai tantangan keberlanjutan termasuk munculnya kawasan permukiman kumuh. Program Kampung Pangan Berseri, sebuah inisiatif CSR dari Pertamina IT Balikpapan, bertujuan mengatasi masalah ini melalui pendekatan berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis pelaksanaan program di Kelurahan Muara Rapak dan Mekarsari, serta hubungannya dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Hasil menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Program ini juga berdampak positif terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-sektor dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Balikpapan.