Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan pencegahan stunting. Namun, banyak KWT masih menghadapi kelemahan dalam tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, dan perencanaan investasi sehingga membatasi kontribusinya terhadap pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas KWT Sari Bumi Lestari dalam tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, dan pengembangan investasi kelompok guna meningkatkan keberlanjutan kelembagaan serta mendukung agenda Healthy Green Village di Desa Tuwed, Jembrana, Bali. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui lima tahapan, yaitu wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, penyuluhan terstruktur, pendampingan intensif, dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Materi penyuluhan mencakup tiga aspek utama, yaitu penguatan tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan dasar, serta perencanaan investasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan skor rata-rata meningkat dari 2,28 menjadi 4,56, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola organisasi merupakan titik strategis untuk mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan pengembangan investasi sehingga KWT dapat berfungsi sebagai entitas kolektif yang akuntabel, berkelanjutan, dan berdaya ekonomi serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan pencegahan stunting.