Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TECHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV GUGUS 4 KECAMATAN PANJI Wachadania, Putri; Amroellah, Afif; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2025): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i2.6418

Abstract

This research is based on the lack of variation in the learning process in schools, which has an impact on the low learning outcomes of students in science subjects. The aim of this research is to find out how the CTL model assisted by Wordwall media has an impact on learning outcomes for science subjects in class IV Gugus 4 Panji District. This research is a quasi-experimental research. The research population consisted of 24 students from class 4 of SD Negeri 4 Curah Jeru as the experimental class and 24 students from class 4 of SD Negeri 1 Tenggir as the control class. Samples were collected by means of research data obtained through student learning outcomes tests. The proposed hypothesis was tested using the t-test, with results of Tcount 39.1 and Ttable 2.013. Ho was rejected. Based on this data, it can be concluded that the learning outcomes of students taught using the CTL model assisted by wordwall media are not comparable to the learning outcomes of other students. who were taught without the CTL model assisted by language media.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING DENGAN MODEL LANGSUNG (DIRECT INTRUCTION) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Rahmania, Siti
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1409

Abstract

Berdasarkan simpulan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa antara kelompok yang menggunakan model Mind Mapping dan kelompok yang menggunakan model Direct Instruction. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan perbedaan ini, karena kemampuan berpikir kritis siswa sulit untuk dirangsang secara efektif, dan kedua model ini dipilih untuk melihat mana yang lebih efektif dalam merangsang kemampuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment, yang melibatkan populasi siswa kelas IV di SDI Al-Abror sebanyak 80 siswa, dengan sampel sebanyak 52 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes tertulis berupa 13 soal essay, serta dokumentasi untuk mendapatkan data transkrip nilai siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen (yang menggunakan Mind Mapping) dan kelompok kontrol (yang menggunakan Direct Instruction) dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 0,000 yang lebih kecil dari nilai t-tabel pada α = 0,05, menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak mungkin terjadi akibat kebetulan belaka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Mind Mapping lebih efektif dalam merangsang kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan model Direct Instruction berdasarkan hasil penelitian ini.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR Pratiwi, Vidya; Bramantha, Heldie; Hamidiah, Nur
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 2 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i2.1410

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Sumber Kolak, Kabupaten Situbondo, dan sampel diambil secara Simple Random Sampling (SRS). Sampel terdiri dari siswa kelas V A SD Integral Luqman Al Hakim Situbondo (kelas eksperimen) dan siswa kelas V SDN 3 Sumberkolak (kelas kontrol). Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara model pembelajaran Make a Match dan model Pembelajaran Langsung dalam mata pelajaran Matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonrandomized Control Group Post Test Design. Hasil post-test menunjukkan bahwa model Make a Match menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan model Pembelajaran Langsung. Uji hipotesis menunjukkan t_hitung (2,66) lebih besar dari t_tabel (2,021), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah antara kedua model pembelajaran tersebut.
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Afira, Afira
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 2 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v2i1.6760

Abstract

bullying merupakan perilaku negtif yang sengaja dilakukan untuk meyakiti atau membuat individu merasa kesulitan dan tidak nyaman. Perilaku ini berulang kali terjadi dari waktu ke waktu dan terjadi dalam hubungan dimana tidak ada keseimbangan kekuatan dan kekuasaan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk memberikan wawasan yang mendalam kepada siswa terkait pentingnya Pendidikan karakter dalam mengatasi perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar. Hasil pengabdian dalam kegiatan ini yaitu siswa semakin peka dan memiliki kesadaran pentingnya Pendidikan karakter dalam menghadapi dan mencegah perilaku bullying. Secara keseluruhan dari kegiatan pengabdian ini tentunya memberikan dampak terhadap siswa tentang pemahaman pentingnya Pendidikan karakter dalam mengatasi perilaku bullying
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V SD ISLAM AL-ABROR SITUBONDO Safitri Ulandari, Ayu; Rofek, Aenor; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i3.5170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model discovery learning berbantuan media kreatif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kompetensi IPA kelas V SD Islam Al-Abror Situbondo. Jenis Penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian eksperimen semu dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap karakteristik subjek yang diteliti. Berdasarkan pelaksanaan tindakan penelitian yang dilakukan dalam dua siklus maka peneliti menemukan beberapa penemuan penelitian yaitu: Pada penelitian eksperimen semu tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi efektivitas pembelajaran model pembelajaran discovery learning berbantuan media kreatif dan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al-Abror Situbondo. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan pengaruh model discovery learning berbantuan media kreatif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kompetensi pengetahuan IPA kelas V SD Islam Al-Abror Situbondo. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen semu dimana terdapat dua kelas yang diberikan perlakuan yang berbeda, yaitu kelas yang diberikan perlakuan khusus disebut kelas eksperimen dan yang tidak diberikan perlakuan khusus disebut kelas kontrol. Pada penelitian yang dilakukan ini kelas eksperimen diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif dan kelas kontrol diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional (tanya jawab dan ceramah). Dari kedua tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa lebih baik pada siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning berbantuan media kreatif. Kenyataan ini membuktikn bahwa menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa daripada mengggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian mengajarkan IPA akan lebih baik dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media kreatif dibandingkan dengan menggukan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran discovery learning ialah model pembelajaran yang dapat dicirikan dengan berfokus pada keaktifan siswa dan pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kemampuan beripikir kritis siswa.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD NEGERI 1 ALASMALANG KEC. PANARUKAN KAB. SITUBONDO Meliandani, Ristin; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i3.5204

Abstract

Tujuan dari riset ini merupakan buat mengenali aspek yang pengaruhi kesusahan berlatih IPA pada anak didik kelas V di SD Negeri 1 Alasmalang. Tipe riset yang dipakai dalam riset ini merupakan tata cara kualitatif. Pengumpulan informasi yang dipakai ialah pemantauan, tanya jawab, pemilihan. Analisa yang dipakai terdapat 3 jenjang, ialah: pengurangan informasi, penyajian serta pencabutan kesimpulan. Hasil bisa dikenal kalau aspek dalam mencakup atensi anak didik yang kurang kepada penataran, dorongan berlatih anak didik yang kecil. Sedangkan itu aspek ekstern mencakup minimnya atensi orang berumur kepada aktivitas berlatih anak didik, akibat sahabat main, akibat alat massa, tata cara yang konstan serta alat atau perlengkapan penataran yang kurang menarik.
PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 8 CURAHTATAL Purnomo, Adi; Yulianto, Dodik Eko; Bramantha, Heldie
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 3 No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v3i2.4500

Abstract

(STAD) merupakan salah satu model dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan model kooperatif dalam kelas. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) di harapkan mampu memotivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran serta meningkatkan interaksi dengan teman, guru, serta masyarakat yang ada disekitar. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. .Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 8 Curahtatal pada pokok bahasan panas dan perpindahannya. Pada siklus I hasil belajar siswa secara klasikal sebesar 50% dengan ketuntasannya sebesar 50% (tidak tuntas) dan pada siklus II hasil belajarnya sebesar 70% dengan ketuntasannya sebesar 70% (tuntas) sehingga mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 25% dan ketuntasannya meningkat sebesar 25%
SOSIALISASI PENANAMAN KARAKTER SALING MENGHARGAI MELALUI DUTA ANTI BULLYING UNTUK SISWA DI SEKOLAH DASAR Bramantha, Heldie; Syarifa, Mufarrahatus
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 1 No 1 (2024): Edisi : November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v1i1.5455

Abstract

This activity aims to provide a new understanding of social patterns that have been prevalent in the middle of elementary students. Through the elected and trained “duta anti bullying", it is hoped that they can help friends around them realize that scolding others, until they are angry and cry hysterically, and disturbing others, until they are in fight, is a bullying and will have a negative impact on the victims. After socializing bullying to ambassadors and companion teachers, it appears that the ambassadors began to introduce bullying to their friends. They make bullying as a topic of conversation during break times.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning pada Muatan Pelajaran IPA Kelas 6 terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri 1 Besuki Verawati, Feni; Bramantha, Heldie; Puspitaningtyas, Amalia Risqi
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 3 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Hal ini dikarenakan keterampilan berpikir kritis dapat membantu siswa dalam memahami dan menganalisis informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan yang tepat, berkomunikasi secara efektif, beradaptasi dengan perubahan, serta menjadi pembelajar yang mandiri. Pembelajaran di sekolah yang masih menggunakan model konvensional berupa penugasan dan metode ceramah tidak mampu meningkat kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini didasarkan pada observasi awal yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa melalui pemanfaatan model pembelajaran Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang mengadopsi langkah-langkah dari Kemmis-McTaggart dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa meningkat melalui model ini. Hal ini terlihat dari hasil tes pada siklus I dan siklus II yang meningkat sebesar 41,75%. Hal ini menunjukkan bahwa model Project Besed Learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Pendekatan STEM: Analisis Guru di Kabupaten Situbondo dan Implikasinya Bramantha, Heldie; Suarmika, Putu Eka; Hidayat, Nuris; Dewi, Ratih Kusuma; Fasica, Nani Farah; Puspitaningtyas, Amalia Risqi; Hidayat, Alfien
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i2.6872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan STEM terkait pengetahuan dan penerapan guru beserta implikasinya. Desain penelitian menggunkan eksperimen dan studi deskriptif. Responden pada penelitian ini sebanyak 49 guru yang tersebar di Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan menggunaka uji korelasi yang berbantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan pendekatan STEM (nilai signifikansi 0,00<0,005) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,976 sehingga menunjukkan adanya arah hubungan yang positif dan kuat. Hal ini juga memiliki implikasi terhadap peningkatan pedagogik guru, kurikulum serta model pengajaran yang lebih partisipatif.