Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

In Vivo Antidiabetic Potential Test of Suruhan’s (Peperomia pellucida) Purified Extract Using Alloxan-Induced Wistar Rats Sa'ad, Muhammad; Kusuma, Eka Wisnu; Susanti, Ira; Handayani, Dewi Uthamy
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7607

Abstract

Natural-based antidiabetic drugs need to be developed as an alternative to synthetic antidiabetic drugs to minimize side effects. Suruhan extract (Peperomia pellucida) is one of the natural ingredients that has antidiabetic activity. In vitro studies show that ethanol extract, hexane extract and purified ethanol extract have antidiabetic effectiveness. This study was conducted to test the antidiabetic activity of purified suruhan extract on alloxan-induced Wistar rats to confirm antidiabetic activity in vivo. A total of 8 test groups, each consisting of 3 rats induced by alloxan 125mg/KgBW and non-fasting blood glucose was checked at 0; 30; 60; 90; 120; and 150 minutes using a glucometer, then the percentage of decrease in blood glucose levels was calculated. Positive control using glibenclamide 0.45mg/KgBW, negative control using CMC-Na 0.5%. The treatment groups consisted of: Extract 20mg/KgBW (E20); Extract 40mg/KgBW (E40); Extract 80mg/KgBW (E80); Purified Extract 20mg/KgBW (P20); Purified Extract 40mg/KgBW (P40); and Purified Extract 80mg/KgBW (P80). Results showed the percentage decrease in blood glucose levels of E20; E40; E80; P20; P40; and P80 respectively: 39.93%; 42.29%; 46.93%; 38.34%; 55.34%; and 66.40%. The percentage decrease in blood glucose levels of the positive control group was 53.71%. The Purified Extract treatment groups of 40mg/KgBW and 80mg/KgBW showed the percentage decrease in blood glucose levels equivalent to and better than the positive control of glibenclamide 0.45mg/KgBW (p<0.05%). The purified extract was shown to have antidiabetic effects in vivo and is promising for use as an alternative antidiabetic drug.
FORMULASI SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK Andriani, Disa; Ovikariani, Ovikariani; Kusuma, Eka Wisnu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 3 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i3.318

Abstract

Daun Belimbing wuluh mempunyai aktivitas antipiretik karena mengandung flavonoid, terpenoid, steroid. Pemilihan sediaan patch pada penelitian kali ini karena sediaan patch dapat mengontrol penghantaran obat, menghindari first pass metabolisme dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antipiretik daun belimbing wuluh dalam sediaan patch trandermal  yang dibuat dalam 2 konsentrasi yaitu 0,5% dan 1%. Ekstraksi daun belimbing wuluh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat 2 formula sediaan patch transdermal. Uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji pH, uji ketebalan, uji daya tahan lipatan dan uji daya serap kelembapan. Uji aktivitas antipiretik dilakukan dengan hewan uji mencit yang diinduksi dengan ragi brewer. Data yang diperoleh diolah dengan statistik Analysis of Variance. Hasil Uji menunjukkan Patch Transdermal ekstrak daun belimbing wuluh memenuhi kontrol kualitasnya. Hasil uji antipiretik Patch transdermal ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 0,5% dan formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 1% memiliki efek antipiretik yang hampir sama, tetapi pada formula 2 memberikan efek daya antipiretik yang lebih tinggi dibanding dengan formula 1.
UJI AKTIVITAS LILIN AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ESENSIAL KEMANGI (Ocimum Basillicum) DAN KENANGA (Cananga Odorata) SEBAGAI RELAKSASI TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN Chotimah, Intan Kusnul; Pratimasari, Diah; Kusuma, Eka Wisnu
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 8, No 2 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v8i2.239

Abstract

Pemakaian bahan alam untuk aromaterapi cenderung meningkat, diantaranya adalah minyak esensial kemangi dan kenanga yang memiliki potensi meningkatkan efek terapi komplementer sebagai relaksasi. Kandungan kimia utama dalam tanaman kemangi dapat menekan stres melalui efek fisik dan psikisnya sehingga menimbulkan perasaan tenang dan nyaman dari geraniol (21,23%) dan sitral(43,45%) serta kenanga dengan kandungan senyawa linalool (12,79%) dapat merangsang saraf pusat untuk menurunkan tingkat stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kombinasi minyak esensial kemangi dan kenanga dalam sediaan lilin aromaterapi, serta evaluasi sifat fisik lilin. Metode destilasi uap air digunakan untuk mengambil minyak esensial daun kemangi dan bunga kenanga. Kombinasi minyak esensial kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi kemangi:kenanga, F1 1:2, F2 1,5:1,5, F3 2:1 dan formula kontrol negatif tanpa konsentrasi. Lilin diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, titik leleh, waktu bakar, dan hedonik. Pengujian relaksasi dilakukan dengan menggunakan metode TST (Tail Suspension Test) untuk diukur immobility time masing-masing kelompok data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari keempat formula menunjukkan F2 memiliki sifat fisik yang paling baik sesuai standar dan pada uji One-way Anova terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata antara formula, dan disimpulkan ada efektivitas lilin yang paling cepat yang dapat merelaksasi mencit.
Gel Kombinasi Ekstrak Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Penyembuhan Luka Sayatan Abidah, Anisa Nur; Kusuma, Eka Wisnu; Suyono , Alip Desi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.5628

Abstract

Daun meniran dan daun kenikir adalah tanaman herbal yang bermanfaat dalam menyembuhkan luka sayat. Manfaat tersebut didukung senyawa yang terkandung didalam daun meniran dan daun kenikir yaitu saponin, flavonoid, alkaloid, tannin, steroid, terpenoid. Penelitian bertujuan untuk melihat kecepatan proses penyembuhan luka sayatan dengan menggunakan gel kombinasi ekstrak daun meniran dan daun kenikir. Hewan percobaan yang digunakan berupa tikus putih jantan, berjumlah 25 ekor dengan masing-masing kelompok perlakuan berjumlah 5 ekor yaitu kelompok kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis), dan kelompok perlakuan variasi kombinasi ekstrak daun meniran : daun kenikir (10%:15%,15% :10%,20%:5%). Pengamatan dilakukan selama 14 hari, kemudian data yang didapatkan diolah dengan One Way Anova dan post hock test tukey. Hasil yang didapatkan dalam penelitian menunjukkan formula yang mampu memberikan kesembuhan luka paling cepat adalah formula 1 dengan variasi konsentrasi ekstrak daun meniran : daun kenikir 10%:15%, yaitu pada hari ke 4.
UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL HERBA SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH: Activity Test of Celery Herb (Apium graveolens) Ethanolic Extract Gel on Incised Wound Healing in White Rats Mudzakkiroh, Alfiyah Syamsiyatun; Andriani, Disa; Kusuma, Eka Wisnu
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/h6kkt006

Abstract

Luka sayat merupakan luka terbuka yang umum terjadi akibat benda tajam. Penanganan yang lambat dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperpanjang waktu penyembuhan. Penggunaan bahan alam seperti seledri (Apium graveolens) menjadi alternatif yang diminati karena kandungan flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat sediaan gel ekstrak etanol herba seledri pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Gel dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak seledri yaitu 1% (F1), 3% (F2), dan 5% (F3). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Aktivitas penyembuhan luka diuji berdasarkan pengukuran panjang luka secara harian hingga sembuh, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi parameter uji fisik dan dinyatakan stabil secara organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Formula 3 memberikan waktu penyembuhan tercepat dengan tidak berbeda signifikan dibanding kontrol positif.