Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Modest Wear dengan Unsur Tabir Pelaminan Melayu Siak Audyra Nasya; Mega Kencana; Desi Trisnawati; Fendi Nofrian
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n63jsj49

Abstract

This work, titled "Modest Wear with Elements of the Siak Malay Wedding Dais Canopy," draws inspiration from the decorative canopy panels—characterized by tongue-like shapes—found on the ceilings of Siak Malay wedding daises. These forms have been adapted into modest wear designs across three categories: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. The creation process incorporates Songket Siak—a traditional woven fabric—featuring the bunga tanjung (tanjung flower) motif, a signature design from Riau. The color palette reflects the traditional Siak Malay wedding dais—red, yellow, and green—while details such as tekat embroidery featuring the pucuk pakis (fern shoot) motif—another Riau signature—are applied to the garments. Materials utilized include bridal satin, Kawasaki silk, pleated satin, and Songket Siak. The creative process involved observation, interviews, and reference gathering related to the concept, alongside a literature review concerning modest fashion and Siak Malay wedding daises. The designs incorporate 2025 trend forecasts for contemporary modest fashion, emphasizing simple, minimalist, and loose-fitting silhouettes. The resulting collection comprises three tiers: ready-to-wear (Suji Seloka), ready-to-wear deluxe (Suji Danendra), and haute couture (Suji Singgasana). These garments were showcased at the "Malenggang #4" event—themed "Fashion Fusion"—held at the Hoeridjah Adam Performance Hall gallery at the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Padangpanjang on June 2, 2026.
Penerapan Tenun Ulos Pada Busana Gothic Romantic Naila Latifa; Desi Trisnawati; Fendi Nofrian; Novina Yeni Fatrina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1398

Abstract

Karya tugas akhir yang berjudul “Perancangan Busana Gothic Romantic Dengan Penerapan Tenun Ulos” merupakan penciptaan karya busana yang mengusung gaya gothic romantic. Konsep penciptaan ini memadukan estetika gothic yang gelap, misterius, dan dramatis dengan keanggunan era Victorian serta romantisme, di mana Tenun Ulos Ragihotang dipilih sebagai elemen utama karena memiliki nilai filosofis mengenai ikatan kasih sayang yang erat dalam budaya masyarakat Batak. Metode penciptaan dimulai dengan tahapan eksplorasi melalui wawancara dan studi pustaka, dilanjutkan dengan perancangan yang mencakup pembuatan moodboard, sketsa alternatif, hingga pengembangan desain terpilih yang mengacu pada tren mode terkini dengan tetap mempertahankan identitas tradisional. Proses teknis meliputi pembuatan pola 1:4 (pecah pola), diikuti dengan pemotongan bahan, penyatuan sisi busana (penjahitan), serta teknik menghias busana seperti korsase, lekapan, dan aplikasi payet untuk menciptakan detail yang artistik, bervolume, dan mewah. Hasil karya yang diwujudkan terdiri dari tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear dengan judul "Dark Reverie", ready to wear deluxe dengan judul "Midnight Blossom", dan haute couture dengan judul "Eternal Noir". Penciptaan busana ini bertujuan sebagai media pelestarian budaya, peningkatan apresiasi terhadap kain tradisional, serta upaya memperkenalkan warisan budaya ke ranah modern.
Perancangan Kebaya Kartini Dalam Gaya Kontemporer Della Hentanthy; Fadri Rahmat; Desi Trisnawati; Desra Imelda
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1423

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk mengubah kebaya Kartini yang punya ciri khas kerah V menjadi lebih modern dan modis agar cocok dipakai untuk acara santai atau nonformal tanpa membuang ciri khas aslinya. Proses pembuatan karya ini dilakukan lewat beberapa tahapan. Pertama adalah tahap eksplorasi, yaitu mencari ide untuk mengembangkan pola baju yang tidak sama antara kiri dan kanan (asimetris), memilih kombinasi kain batik Mega mendung, serta berbagai hiasan seperti bunga dari kain (korsase), payet, dan teknik menempel bahan (lekapan). Kedua adalah tahap perancangan, yaitu membuat gambar sketsa baju yang matang. Ketiga adalah tahap perwujudan, yaitu proses menjahit dan memasang semua hiasan tersebut dengan tangan hingga menjadi baju. Dari proses ini, dihasilkan tiga jenis tingkatan baju, yaitu Ready to Wear baju siap pakai yang simpel dan praktis untuk sehari-hari, Ready to Wear Deluxe baju siap pakai yang lebih mewah dan eksklusif untuk acara formal, serta Haute Couture baju adibusana yang sangat mewah dan dibuat khusus dengan detail yang rumit. Terakhir, semua hasil baju ini dipamerkan dalam tahap penyajian karya melalui acara fashion show agar keindahan dan keunikan dari kebaya Kartini modern ini bisa dilihat langsung oleh masyarakat luas.
Perancangan Busana Muslimah Dengan Kombinasi Ulos Batak Mandailing Alza Rona Diami; Desra Imelda; Mirda Aryadi; Desi Trisnawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1430

Abstract

Laporan karya yang berjudul” Perancangan Busana Muslimah Dengan Kombinasi Ulos Batak Mandailing” bertujuan untuk mewujudkan busana musliamah dengan kombinasi ulos batak mandailing. Busana muslimah merupakan busana muslim adalah jenis pakaian yang disesuaikan dengan aturan dan syariat Islam, yang berfungsi utama untuk menutup aurat. Pakaian ini tidak hanya menaati hukum agama, tetapi juga dirancang agar sopan, longgar (tidak membentuk lekuk tubuh), dan mencerminkan identitas seorang Muslim. Ulos Batak Mandailing adalah kain tenun tradisional khas dari wilayah Mandailing (Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara) yang melambangkan kehangatan, kasih sayang, serta kehormatan. Lebih dari sekadar pakaian, ulos ini berfungsi sebagai doa dan identitas budaya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak Mandailing. Metode penciptan karya ini meliputi eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Pada penciptaan karya busana ini memberikan visual sederhana sesuai dengan gaya yang digunaka pada busana yang diciptakan.selain itu juga memberikan pembaruan pada busana yang telah ada pengkarya menggunakan bahan, satin donatelo, Ulos Batak Mandailing, beby dool, dengan menggunakan warna merah maroon dengan teknik hias sulam payet dan menggunakan teknik ruffle dan flounce pada busana. Penciptaan busana ini di wujudkan dalam tiga busana yaitu ready to wear, ready to deluxe dan haute couture.
Penciptaan Busana Streetwear Dengan Teknik Fabric Manipulation Dinni Ainy Marlinis; Mirda Aryadi; Nofi Rahmanita; Desi Trisnawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1458

Abstract

Penciptaan karya berjudul “Penciptaan Busana Streetwear dengan Teknik Fabric Manipulation” dilatarbelakangi oleh perkembangan fashion yang menjadikan busana sebagai media ekspresi identitas dan kreativitas. Karya ini bertujuan untuk merancang dan mewujudkan koleksi busana streetwear melalui penerapan teknik fabric manipulation sebagai elemen utama pembentuk tekstur dan karakter visual busana. Ada empat jenis teknik fabric manipulation yang digunakan yaitu, pintuck, gathering, patchwork, dan eyelet. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Proses eksplorasi dilakukan melalui observasi, studi pustaka, serta analisis tren dan referensi desain yang relevan. Hasil penciptaan berupa koleksi busana streetwear dengan siluet oversize, layering, serta pengolahan tekstur melalui teknik fabric manipulation. Penggunaan warna abu-abu tua, merah, merah tua, dan putih memberikan kesan kuat, berani, dan harmonis. Pada karya ini menggunakan bahan denim, katun Madinah, tenun Silungkang, tenun Lurik Gerimis, dan scuba. Teknik fabric manipulation yang diterapkan berhasil menciptakan tampilan visual yang lebih dinamis serta memperkuat karakter streetwear pada karya yang dihasilkan. Hasil penciptaan karya ini berupa tiga tingkatan busana, yaitu Ready to wear, Ready to wear deluxe, dan Haute couture. Sebagai bentuk capaian akhir karya ini dipagelarkan pada event fashion show Malenggang #4 dengan tema “fashion fusion”, yang diselenggarakan di Gedung galeri Hoeridjah Adam tanggal 02 Juni 2026.
Futuristic Urban Style With Reversible Clothing Fadillah Dzil Arsy; Fadri Rahmat; Dini Yanuarmi; Desi Trisnawati
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w4bmbt03

Abstract

The work entitled “Futuristic Urban Style with Reversible Technique” is a process of designing and realizing clothing that integrates contemporary urban concepts with futuristic aesthetics through an innovative and functionality-oriented design approach. The creation of this work is motivated by the development of a dynamic, expressive urban lifestyle, and is influenced by streetwear culture and global Trends that are moving towards adaptive and sustainable forms of fashion. The concept design was carried out through stages of visual exploration, literature study, Trend analysis, moodboard preparation, alternative sketch creation, and the design selection process which is realized into three levels of clothing   Ready to wear,     Ready to wear deluxe, and Haute couture so that the work show has the theme “backblack”. The three levels represent different design developments based on the level of technical complexity, material exploration, and construction complexity. The artist uses materials such as leather, denim, and textiles with futuristic characters, combined with fabric manipulation quilting techniques and manual abstract paintings as the main visual elements. This work aims to construct a futuristic urban fashion identity that not only prioritizes artistic and experimental values, but also responds to the needs of urban society for practical, flexible, and highly durable clothing. This creation is expected to contribute to the development of contemporary fashion design in Indonesia, especially in the development of reversible techniques and exploration of sustainability-based design. In addition, this work functions as a form of artistic practice that reflects the relationship between future aesthetics, textile technology, and the dynamics of urban culture in the realm of modern fashion.  
BUSANA KONTEMPORER BERGAYA PREPPY DENGAN PENERAPAN TEKNIK BONING Azizah Al Hidayati; Fadri Rahmat; Desi Trisnawati; Desra Imelda
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12170

Abstract

Contemporary fashion represents a dynamic, liberated, and adaptive manifestation of modern clothing that evolves with time. It can be integrated into pre-existing styles to deliver a novel aesthetic, one of which is the preppy style—a dressing aesthetic inspired by elite preparatory school uniforms in the United States. This study re-explores contemporary preppy fashion, transforming its conventionally rigid nature into a more experimental and unique form through the application of the boning technique. The creation process is grounded in direct observation and a literature review, which encompass the visual analysis of relevant fashion brands implementing similar deconstructions, alongside a comprehensive review of academic journals concerning contemporary art evolution, preppy style characteristics, and boning technique applications. Based on this theoretical framework, silhouette exploration is executed utilizing the boning technique as the primary method to construct clean, rigid garment structures. To counterbalance this rigidity, garment details are enhanced through fabric manipulation techniques, including pleats, sequin embroidery, and fabric flower appliqués. The collection employs lurik woven textile as the primary wastra, combined with satin jacquard, cotton poplin, Madina cotton, and organza. This work is manifested into three apparel tiers: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. Designed specifically for high-presentation occasions such as fashion shows or galas, this collection is expected to contribute novel insights to aesthetic development and form exploration within contemporary fashion.