Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Pengaruh Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang Salsabilla, Khoirunisa; Abidin, Zainal; Utamidewi, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19673

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) on the work readiness of students in the Faculty of Social and Political Sciences at Universitas Singaperbangsa Karawang. A quantitative method was used by distributing questionnaires to 92 respondents who had participated in the MSIB program. The coefficient of determination test showed that the MSIB program contributed 37.3% to students’ work readiness. Partial tests indicated that the variables Work Skills (t = 3.650, sig. 0.001) and Attitude Formation (t = 2.706, sig. 0.008) had a significant influence, while Internship Duration (t = 1.423, sig. 0.158), Human Resource Development (t = 0.638, sig. 0.526), and Learning Outcomes Reinforcement (t = 0.265, sig. 0.791) did not show a significant effect. These results indicate that work skills such as task completion, teamwork, and operational tool usage and professional attitudes like discipline, responsibility, and initiative are key factors affecting students' work readiness. On the other hand, the insignificance of the other three variables suggests the need for evaluation of program implementation, particularly in the quality of training, mentoring, and integration of academic theory with practical application. These findings affirm that the success of the MSIB program is not solely determined by student participation, but by how such experiences shape professional competencies and attitudes aligned with workplace demands.
IDENTITAS DIRI SUPORTER PEREMPUAN SEPAK BOLA TIMNAS INDONESIA (Studi Fenomenologi Mengenai Fanatisme Mahasiswi Fisip Unsika Suporter Sepak Bola Timnas Indonesia) Adriansyah, Aditya Tri; Utamidewi, Wahyu; Nurkinan, Nurkinan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19440

Abstract

This study aims to understand the construction of self-identity of female supporters of the Indonesian National Team, especially among female students of FISIP Unsika. Using Alfred Schutz's phenomenological approach, this study examines the motives, meanings, communication experiences, and interactions of female supporters while watching live matches of the Indonesian National Team at the stadium. The results of the study indicate that the self-identity of female supporters is formed through direct experience, social interaction, and the process of constructing meaning that is closely related to their collective and individual experiences as part of the national football supporter community.
Dinamika Pola Komunikasi Wanita Karir Dalam Mengasuh Anak Nurwindria, Riska Amalia; Nursanti, Siti; Utamidewi, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13151

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui bagaimana dinamika pola komunikasi wanita karir dalam mengasuh anak. Dinamika tersebut akan membahas mengenai jenis pengasuhan yang diterapkan oleh wanita karir, hambatan yang dirasakan ketika menjadi wanita karir dan juga strategi yang diterapkan oleh wanita karir dalam menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Wanita karir yang berprofesi sebagai dosen dan memiliki jabatan tertentu di lingkup akademisi tentunya memiliki tantangan yang unik dalam menjalankan peran gandanya sebagi ibu dan istri. Data yang didapatkan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan, menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan oleh informan berbeda-beda. Pola komunikasi yang diterapkan wanita karir dalam mengasuh anak yaitu pola komunikasi pengasuhan permisif, pola komunikasi pengasuhan demokratis, dan pola komunikasi pengasuhan otoriter. Wanita karir cenderung akan mengalami hambatan dari segi waktu yang berkurang bersama anak dan keluarga. Adanya dinamika dalam pola komunikasi wanita karir ketika mengasuh anak tentunya memiliki strategi yang diterapkan agar terjalin hubungan yang baik dengan anak. Strategi yang diterapkan oleh wanita karir yaitu menerapkan keterbukaan dengan anak, memiliki rasa empati, dukungan, dan juga memiliki rasa kepercayaan kepada anak. Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi wanita karir yang memiliki peran ganda sebagai ibu mengenai komunikasi pengasuhan anak khususnya pada anak usia 0-7 tahun. Keterbatasan pada penelitian ini ialah hanya mengidentifikasi working moms dengan pekerjaan dosen. Kata Kunci: Wanita Karir, Komunikasi Orang Tua dan Anak, Pola Asuh Orang Tua, Dosen
Makna Simbol Yang Ada Dalam Pertunjukan Wayang Golek Grup “Giri Pandawa” Risma, Risma; Poerana, Ana Fitriana; Utamidewi, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.18831

Abstract

Abstrak Pertunjukan Wayang Golek merupakan pertunjukan yang melibatkan seorang dalang dalam menghidupkan boneka-boneka kayu melalui gerakan tangan dan suara yang disertai dengan dialog dan nyanyian. Tujuan utama Pertujukan wayang golek ini yang masih ada sampai saat ini yaitu melestarikan kebudayaan yang mulai hilang atau tergantikan, dengan adanya grup Giri Pandawa ini sebagai salah satu menjaga tradisi secara turun temurun, yang dimana bentuk komunikasi yang diakukan oeh komunitas grup Giri Pandawa dalam menjaga kelestarian kebudayaan tradisional agar terus berkembang. Dalam penelitian ini menjealaskan bahwa komunikasi yang terjadi dalam sebuah komunitas pertunjukan wayang golek grup Giri Pandawa baik pada saat aktivitas pertunjukan wayang golek ataupun diluar pertunjukan wayang golek, melalui aktivitas komunikasi yang terjadi dalam berkelompok ataupun dalam menjaga solidaritas setiap kelompok. Keyword : Etnografi, Interaksi simbolik, Model Speaking
Konstruksi Makna Cantik Bagi Mahasiswi yang Memiliki Tubuh Plus-Size di Universitas Singaperbangsa Karawang Citra, Melia; Utamidewi, Wahyu; Nayiroh, Luluatu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19441

Abstract

This research is motivated by understanding how plus-size female students interpret the word beautiful amidst the dynamics of beauty standards that are constantly changing and constructed by the surrounding community, so that they often lose power over the definition of beauty itself. This study aims to (1) reveal the meaning of beauty that they adhere to, (2) map how they interpret themselves, and (3) their communication experiences amidst the stigma and stereotypes of plus-size bodies. Using a qualitative approach with a phenomenological method, the researcher conducted in-depth interview, participant observation, and documentation to comprehensively explore the informants' narratives and life experiences. The results of the study show that plus-size female students interpret beauty not only from a physical aspect, but also through self-confidence, health, uniqueness, and inner beauty. Some informants admitted to lacking self-confidence and feeling unhealthy, while others emphasized that beauty lies in self-comfort and appreciation for the body as it is. Objectification of people closest to them and media representation are dominant factors, while the views of the wider community have a more minor influence. In addition, the communication experiences of the informants are formed through the dynamics of intrapersonal communication, interpersonal communication, communication in small groups, and communication in public spaces that also influence the construction of the meaning of the body and beauty. This finding confirms that the meaning of beauty for plus-size female students is multidimensional, a complex process of externalization, objectivation, and internalization.