Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Parental Strategies in Managing L1 Interference in Early Second Language Acquisition: An Intrinsic Case Study Jaelani, Alan; Rafli, Zainal; Murtadho, Fathiaty
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i2.13704

Abstract

Drawing upon naturalistic data since the intake of English at the age of two, this longitudinal intrinsic case study examines the developmental trajectories of bilingual subject realization in an Early Second Language Acquisition (ESLA). Early bilingual exposure is widely recognized for its cognitive and linguistic benefits, yet challenges such as first language (L1) interference remain underexplored. This study focuses on a single child’s unique language learning journey which offers an in-depth exploration of how specific parental strategies, including exclusive use of English at home, curated media exposure, and interactive language use, contribute to the child reaching a CEFR B2 level by age seven. Despite the supportive language environment, this study identifies consistent patterns of L1 interference in areas such as syntax, word order, and morphology. Using qualitative analyses of spontaneous speech data, this study identifies recurring error patterns and their implications for bilingual language development. The findings emphasize the dual role of parental influence in fostering second language (L2) proficiency while also revealing structural challenges that necessitate personalized corrective strategies. This research offers practical insights for parents and educators in emphasizing the need for targeted interventions to mitigate L1 interference and optimize bilingual acquisition outcomes.
Contextualizing the Multimodal Assessment Framework for Junior High School EFL Learners Jaelani, Alan; Lustyantie, Ninuk; Murtadho, Fathiaty
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.6623

Abstract

This study investigates the implementation of the Multimodal Assessment Framework (MAF) proposed by Ross et al. (2020) within a junior high school English as a Foreign Language (EFL) classroom. In response to the growing emphasis on multimodal literacy in 21st-century education, the research explores how assessment practices can be reimagined to align with students' diverse meaning-making capacities across visual, verbal, aural, and spatial modes. Using a qualitative case study design, the study involved classroom observations, semi-structured interviews, and the analysis of student-created multimodal artefacts. A rubric adapted from the MAF focusing on four key dimensions: criticality, cultivating creativity, holism, and valuing multimodality was used to evaluate student performance. Findings reveal that the framework enhanced student engagement and creativity, encouraged purposeful use of multimodal resources, and supported inclusive assessment practices. Challenges such as limited teacher familiarity, curriculum constraints, and unequal access to technology emerged. The study reveals the potential of multimodal assessment to foster equitable and meaningful learning in secondary EFL contexts. The results contribute to the growing body of literature on multimodal assessment and offer practical implications for pedagogy and policy in resource-constrained, multilingual educational environments.
PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU MASYARAKAT KAMPUNG LALADON DESA CIBITUNG: PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU MASYARAKAT KAMPUNG LALADON DESA CIBITUNG Jaelani, Alan; Irsyad, Muhammad; Farhan, Ahmad
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.781 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tri Darma perguruan tinggi yang mutlak harus direalisasikan oleh setiap mahasiswa baik dalam kelompok maupun individu. Mahasiswa di tempatkan ke daerah-daerah untuk bisa hidup bermasyarakat, mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama di kampus dalam rangka mengembangkan potensi masyarakat dari daerah tersebut. Dalam rangka mengembangkan potensi masyarakat dari daerah tersebut, maka mahasiswa di bagi ke tiap-tiap kelompok dari masing-masing Fakultas serta jurusan.. Lokasi yang dituju berada di Kp. Laladon RT 13 RW 04 Desa Cibitung Tengah Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor yang memiliki potensi unggul dalam sektor pertanian. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai pegawai. Masyarakat dapat di kategorikan sebagai wilayah yang sudah sadar akan adanya teknologi. Kesehatan masyarakat terbilang baik karena aktifnya POSYANDU bagi balita serta lansia, pusat kesehatan masyarakat yang melayani dengan baik, serta lingkungan masyarakat yang terbilang bersih. Namun, satu hal yang menjadi perhatian besar adalah penyakit rata-rata penduduk yaitu penduduk menderita penyakit jantung. Penyebaran pendidikan terbilang baik. Karena terdapatnya sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga berjenjang. Namun, hal yang menjadi fokus bagi bidang pendidikan yaitu, masih rendahnya mutu pendidikan. Dimana kualitas siswa dari daerah tersebut masih jauh dari tingkat rata-rata. Asumsi tersebut di dapat dari hasil pengamatan serta studi kasus pada siswa-siswa sekitarnya.
POS PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (P3M) DESA SUKAMAJU Jaelani, Alan; Rahmani, Fajar Maulidi; Irpan, Ade
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembangunan Kabupaten Bogor yang ditujukanuntuk semua bidang, tidak terkecuali bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kelembagaan,dan pemberdayaan lingkungan. Namun demikian, hal tersebut belum mampu dipenuhi olehpemerintah secara optimal. Universitas Ibn Khaldun Bogor ( UIKA ) sebagai salah satulembaga pendidikan yang berada di kawasan Kota Bogor memiliki kewajiban untuk berperansecara aktif dalam proses pembangunan tersebut melalui program KKN Tematik Terintegrasi. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah metode survei, Penelitian inimenggunakan metode kualitatif yang disajikan dalam bentuk narasi. Subjek penelitian iniadalah warga desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh warga kampung Bubulak RT 02 RW 08. Peneliti telahmelaksanakan program bidang Pendidikan, bidang Ekonomi, bidang Teknik, bidangKesehatan, dan bidang Agama
MENINGKATKAN KUALITAS MUTU MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI, BERBAHASA DAN BERAGAMA DEMI MENUNJANG DESA PARIWISATA YANG LEBIH PRODUKTIF Sa’adiyah, Maemunah; Jaelani, Alan; Aziz, Raden Muhammad Jiddan; Maulida, Yola
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.146 KB)

Abstract

Sebagai salah satu bentuk daripada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kuliah Kerja Nyata Tematik Terintegrasi merupakan orientasiprogram yang kegiatannya terfokus pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah wilayah tertentu, adapun Kuliah Kerja Nyata Bertujuan untuk mencapai ekselerasi dan efektivitas program kerja pembangunan yang ditandai dengan semakin baiknya kualitas kehidupan masyarakat dan program program pembangunan. Beberapa tahap yang dilakukan dalam melakukan penelitian dan proses mengabdi ketika berlangsung dengan bermodalkan Data dan Hasil Survey yang telah dilakukan dari tanggal 6 Agustus hingga 6 September di Desa Pabangbon maka dari itu memutuskan mengunggulkan infrastruktur terutama teknologi dalam menunjang desa pariwisata yang tak luput dari Pengajaran Keagamaan dan Berbahasa Internasional. Tidak lupa Program Kerja dalam membantu masyarakat lainnya yang telah dilakukan seperti: Membuat Seminar Pendidikan Kepada Guru dan Wali Murid, Mengajar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Mengajar Diniyah, Tahsin Al-Quran, Pengajian Ratib Al-Hadad, Majelis Talim dan Doa Bersama, Pawai Obor, Tabligh Akbar, Senam Sehat, PHBS (Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sekaligus renovasi MCK (Mandi Cuci Kakus), Penyuluhan dan Simulasi Evakuasi Gempa, Gemar Menabung Sejak Dini, Pelatihan Kewirausahaan (Produk dan Pemasaran), Seminar Pasar Modal Syariah, Kursus Komputer, Penerangan Jalan Umum berbasis Tenaga Surya, Perayaan 17 Agustus Sedesa dan Sekampung, Nobar (Nonton Bareng) Film Perjuangan, Gapura Masjid, Bakti Sosial, Kerja Bakti, Penyuluhan Hukum perkawinan dan Hukum tanah dalam aspek perdata dan pidana. Pada intinya semua Program Kerja dapat terealisasi karena ada dorongan doa dan usaha terutama Masyarakat di dalamnya, semoga apa yang telah di abdikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
How Indonesian Students View Code-Mixing in Daily Conversations Nugraha, Indra; Jaelani, Alan; Sukma, Bayu Permana
Journal of English Teaching and Linguistics Studies (JET Li) Vol 6, No 2 (2024): Journal of English Teaching and Linguistics Studies (JET Li)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/jetli.v6i2.10407

Abstract

Multilingualism in Indonesia refers to local or regional languages as the first or mother tongue, Bahasa Indonesia as the second or official language, and foreign languages in which English is the most spoken foreign language in Indonesia. Such a condition may bring us to code-mixing. Code-mixing is using more than one language or language variety in conversation. To some linguists, code-mixing is perceived as a negative phenomenon for several reasons, such as reducing the sense of necessity to use the 'original' language of the speakers. However, this view might only be found among the older generation. How about the younger generation's perception of the code-mixing phenomenon? This study explores the students' perception of code-mixing in daily conversations. The study used a questionnaire-based research method and involved 83 respondents from majors such as English education, Islamic broadcasting communication, and management aged 18-23. The results show that 73.5% of the respondents consider code-mixing a normal phenomenon in daily conversations. Furthermore, 51.8% of the respondents perceive code-mixing as usual while engaging in conversation, 41% as a positive phenomenon due to bilingual capacity, and only 7.2% perceive code-mixing as a negative one regarding disrespectful reasons to Bahasa Indonesia.
Representasi Nilai Budaya Sastra Pedalangan Wayang Golek: Analisis Wacana Kritis Model Fairclough Jaelani, Alan; Solo, Lenny
Indonesian Journal of Applied Linguistics Review Vol. 5 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Applied Linguistics Review
Publisher : Program Studi Magister Linguistik Terapan UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/ijalr.51.02

Abstract

Revitalization in Article 26 paragraph (3) of Law Number 5 of 2017 supports the preservation and strengthening of local cultural values through traditional arts. This study aims to reveal the representation of cultural values in traditional wayang golek performances using a critical discourse analysis approach based on Norman Fairclough's model. This study employs qualitative research in the form of critical discourse analysis. The analysis focuses on four discourse elements found in the literary aspects of wayang golek puppetry: murwa, nyandra, antawacana, and tembang. Each discourse element is elaborated through Fairclough's three dimensions of analysis: text, discourse practice, and socio-cultural practice. The results show that murwa conveys religious and moral messages, reminding the audience of the importance of their relationship with God and nature. Nyandra illustrates wisdom in facing life and challenges, while antawacana voices criticism of social and political injustices, emphasizing the importance of honesty in governance. Tembang, sung by the sinden, reinforces moral and spiritual messages, encouraging the audience to maintain harmony in life. This study provides insights into the significance of wayang golek performances as a medium for teaching cultural values and moral lessons within Sundanese society.
Ketika Humor Terjaga atau Hilang: Evaluasi Strategi ChatGPT dan Gemini dalam Menerjemakan Humor Bermuatan Budaya Jaelani, Alan; Dewanti, Ratna
Jurnal Sosioteknologi Vol. 24 No. 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2025.24.3.4

Abstract

Preserving humor effects that arise from flouting conversational principles in culturespecific texts presents specific difficulties when translating regional languages deeply rooted in linguistic and cultural variation. This type of humor depends on complex linguistic, cultural, and situational contexts, resulting in difficulty in replicating the same effect in the target language. This study investigates humor translation strategies and translation quality of two advanced AI language models, i.e., ChatGPT 4.0 and Gemini 2.5, in rendering culture-specific humor that deliberately violates Grice’s maxims of cooperation and Leech’s politeness principles. The study focuses on translations from Sundanese into English using 20 humorous texts selected from Cangehgar, a well-known Sundanese humor anthology characterized by deliberate violations of conversational and politeness principles. Chiaro’s four-option humor translation framework is employed to identify the strategies used, while Larson’s scales of clarity, accuracy, and naturalness are applied to evaluate translation quality. A descriptive qualitative approach is adopted, in which the selected humorous texts were purposively sampled based on their clear instances of flouting conversational and politeness principles. The findings indicate that while both models employ distinct translation strategies, their effectiveness in preserving the humor’s original intent varies. ChatGPT establishes stronger capability in maintaining the structure and essence of humor in the punchlines, whereas Gemini’s adaptations tend to dilute the comedic impact. This study contributes to the growing academic discourse on AI’s role in humor translation and its broader implications for cross-cultural communication.