Riyanto
Politeknik Pelayaran Banten

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penanaman mangrove sebagai upaya pencegahan abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan laut Desa Karang Serang Rahmat Santoso; Moejiono; Riyanto; Soleh Uddin; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Dapid Rikardo; Indah Purnaningratri; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.241

Abstract

Desa pesisir Karang Serang memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar namun rentan terhadap ancaman abrasi dan degradasi lingkungan akibat akumulasi sampah serta perubahan iklim global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta melakukan aksi nyata rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman bibit pohon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi teori, diskusi interaktif antara akademisi dan masyarakat, serta praktik lapangan penanaman mangrove secara berkelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah tertanamnya bibit mangrove di area pesisir Desa Karang Serang yang berfungsi sebagai pemecah ombak alami dan penyaring polutan. Kesimpulan dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan praktis masyarakat dalam menjaga kelestarian laut yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem dan ekonomi lokal di masa depan.   Karang Serang coastal village possesses significant marine resources but is vulnerable to abrasion and environmental degradation caused by waste accumulation and global climate change. This community service activity aims to provide education on the importance of mangrove ecosystems and take concrete action in rehabilitating coastal areas through seedling planting. The methods employed include theoretical socialization, interactive discussions between academics and the community, and field practice of collective mangrove planting. The results of this activity include the successful planting of mangrove seedlings in the coastal area of Karang Serang Village, serving as natural wave breakers and pollutant filters. The conclusion of this program indicates an increase in community awareness and practical skills in maintaining marine sustainability, which is expected to yield positive impacts on the ecosystem and local economy in the future.
Sosialisasi kesehatan lingkungan masyarakat Desa Sukadiri Febria Surjaman; Moejiono; Riyanto; Dwi Endah Kurniasari; Antaris Fahrisani; Mokhammad Zulkarnain; Pramudyasari Nur Bintari; Vidiana Anggeranika
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.243

Abstract

Kondisi kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Desa Sukadiri memerlukan perhatian serius terkait aspek sanitasi, pengelolaan sampah, dan akses air bersih yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai praktik pencegahan penyakit melalui pengelolaan lingkungan yang baik, sekaligus memeriahkan peringatan HUT RI ke-78. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian layanan kesehatan gratis berupa konsultasi dan pengobatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan keilmuan masyarakat Desa Sukadiri terkait kesehatan preventif, yang tercermin dari partisipasi aktif 25 warga dalam sesi diskusi dan pemeriksaan medis. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat lokal efektif dalam mendorong kemandirian warga dalam mengelola kesehatan lingkungan mereka secara berkelanjutan demi menurunkan risiko penyakit terkait lingkungan.   Environmental health conditions in the coastal area of Sukadiri Village require serious attention regarding sanitation, waste management, and access to clean water, which directly impact the residents' quality of life. This community service activity aims to increase public awareness and understanding of disease prevention practices through proper environmental management, while also commemorating the 78th Anniversary of Indonesian Independence. The implementation methods included a preliminary survey, educational socialization through interactive lectures, group discussions, and the provision of free health services such as consultations and treatments. The results indicated an improvement in the scientific knowledge of the Sukadiri Village community regarding preventive health, reflected by the active participation of 25 residents in discussion sessions and medical check-ups. The conclusion of this program emphasizes that collaboration between academics and local communities is effective in encouraging resident independence in managing their environmental health sustainably to reduce the risk of environment-related diseases.
Edukasi penghijauan lingkungan pesisir laut guna menjaga lingkungan yang asri di Desa Karang Serang Siwi Woro Herningsih; Moejiono; Riyanto; Soleh Uddin; Abdul Rochman; Budi Purnomo; Nursyamsu; Alvian Demaz Peramutya; Henni Sutryani; Dwi Endah Kurniasari; Yohanna Nurika
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.244

Abstract

Kondisi ekosistem pesisir di Desa Karang Serang saat ini menghadapi tantangan degradasi lingkungan yang signifikan akibat polusi, pembangunan infrastruktur, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesadaran masyarakat lokal mengenai pentingnya penghijauan wilayah pesisir. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi tiga tahapan utama: penyuluhan materi keilmuan, sesi diskusi interaktif, serta praktik lapangan berupa penanaman pohon dan bersih-bersih pantai secara gotong royong. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif warga mengenai manfaat ekologis dan ekonomi dari vegetasi pantai, serta terlaksananya penanaman bibit pohon pelindung dan buah di area strategis. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci dalam keberhasilan restorasi lingkungan yang berkelanjutan demi mewujudkan kawasan pesisir yang asri, sehat, dan ramah lingkungan.   The coastal ecosystem in Karang Serang Village currently faces significant environmental degradation due to pollution, infrastructure development, and a lack of green open spaces. This community service activity aims to restore ecosystem balance and increase local community awareness of the importance of coastal greening. The implementation methods used include three main stages: scientific material counseling, interactive discussion sessions, and field practice involving collective tree planting and beach cleanup. The results indicate an improvement in the community's collective understanding of the ecological and economic benefits of coastal vegetation, alongside the successful planting of shade and fruit tree seedlings in strategic areas. The conclusion of this program emphasizes that active community participation is key to successful sustainable environmental restoration to achieve a beautiful, healthy, and eco-friendly coastal area.
Penataan lingkungan dan sosialisasi kampung cinta lingkungan laut Desa Karang Serang Kusharyanto; Moejiono; Riyanto; Rahmat Santoso; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Sandy Wahyu Purnomo; Jaja Miharja; Ageng Permadi; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.245

Abstract

Masalah utama di wilayah pesisir Desa Karang Serang adalah akumulasi sampah dan limbah yang merusak ekosistem serta mengganggu kesehatan masyarakat akibat belum efektifnya sistem pengelolaan sampah lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penataan lingkungan yang bersih dan sehat melalui sosialisasi serta aksi nyata kerja bakti bersama masyarakat desa. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup tiga tahapan utama: penyuluhan teori keilmuan, diskusi interaktif untuk menjaring aspirasi warga, serta praktik lapangan berupa pembersihan pantai dan pemasangan fasilitas tempat sampah organik serta non-organik. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya transformasi fisik lingkungan pesisir yang semula kumuh menjadi lebih asri, serta adanya peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan dermaga dan area klinik kesehatan. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa penataan lingkungan yang terintegrasi dengan edukasi mampu menciptakan investasi jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun potensi ekonomi eduwisata di masa depan.   The primary issue in the coastal area of Karang Serang Village is the accumulation of waste and litter that degrades the ecosystem and affects public health due to the lack of an effective local waste management system. This community service activity aims to organize a clean and healthy environment through socialization and concrete collective cleanup actions with the villagers. The implementation methods used include three main stages: scientific theory counseling, interactive discussions to gather resident feedback, and field practice involving beach cleanup and the installation of organic and non-organic waste bin facilities. The results indicated a physical transformation of the coastal area from a neglected site into a more beautiful environment, alongside increased community awareness as evidenced by active resident participation in maintaining the cleanliness of the pier and the health clinic area. The conclusion of this program emphasizes that integrated environmental management and education can create long-term investments for community life, in terms of both health and potential economic edutourism in the future.
Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang Semuel Palembangan; Soleh Uddin; Riyanto; Abdul Rochman; Dapid Rikardo; Hendi Prasetyo; Henni Sutryani; Susiarni Magdalena; Mokhammad Zulkarnain; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.   This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.