Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Flowrate dan Beban Generator Terhadap Efisiensi Turbin C60-8.883/535 di PLTU PT. XYZ Unit 3 Kapasitas 1x60 MW Megawati, Eka; Pirri, Marsela Gantri; Warsa, I Ketut
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.6423

Abstract

Komponen utama di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah turbin uap. Turbin uap berperan penting dalam performa pada suatu pembangkit. Nilai efisiensi turbin uap dapat dimaksimalkan dengan cara menaikkan flowrate dan beban generator. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh flowrate dan beban generator terhadap efisiensi turbin uap dan mengetahui nilai optimal efisiensi turbin C60-8.883/535. Metode yang digunakan yaitu dengan perhitungan kualitas uap, entalpi, fraksi massa, daya turbin isentropik, daya turbin aktual dan efisiensi turbin. Perhitungan menggunaka trial and error dengan variasi pada nilai flowrate dan beban generator. Hasil dari perhitungan nilai efisiensi tertinggi sebesar 87,53 % yang diperoleh dari nilai flowrate 123,53t/h dan beban generator 33,09 MW. Berdasarkan perhitungan efisiensi turbin uap, maka dapat disimpulkan dengan menaikkan flowrate dan beban generator akan menaikkan nilai efisiensi pada turbin uap, dan nilai optimal turbin uap sebesar 87,53 %.
Karakterisasi Biodiesel Dari Minyak Jelantah Hasil Penambahan Katalis SiO2/Al2O3 Monde, Junety; Kumalasari, Prapti Ira; Megawati, Eka; Vegatama, Meita Rezki; Ramadhanie, Muhammad Hilal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel merupakan energi alternatif yang banyak dikembangkankarena cukup menjanjikan dan ramah lingkungan. Minyak jelantah dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian ini menggunakan metode tranesterifikasi untuk medapatkan metil ester kemuadian dilajutkan dengan proses penambahan katalis SiO2/Al2O3. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi katalis SiO2/Al2O3 yakni 1,9 %wt, 2,0 %wt dan 2,1 %wt terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi katalis, maka akan mempengaruhi nilai dari FFA, massa jenis dan angka penyabunan, dengan nilai FFA terendah adalah 0,073%, pada konsentrasi katalis 2,1 %wt, nilai massa jenis terendah adalah 0,873 gr/ml pada konsentrasi katalis 1,9 %wt, dan nilai angka penyabunan tertinggi adalah 16,60 mgKOH/gr pada konsentrasi katalis 2,1 %wt.
Optimasi Kinerja Steam Turbine Generator 4 Pada Power Plant 2 Utilities dengan Menaikkan Inlet Steam Flow (Studi Kasus PT. X) I Ketut Warsa; Sahrul Rhomadan; Megawati, Eka
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v9i1.42520

Abstract

Electrical energy has an important role for home needs such as washing machines and irons, as well as for the industrial sector such as power plants and other infrastructure. To create electrical energy, a system is needed which is known as a power plant.. At PT. X electrical energy is produced from the Power Plant which contains supporting equipment, one of which is the Steam Turbine Generator. A Steam Turbine generator is a machine that produces electrical energy from the use of hot steam converted into mechanical energy which is connected by the turbine shaft to the generator. In the refinery operation process, it is very important to know the optimal performance of the Steam Turbine Generator. The research aims to obtain the optimization value of Steam Flow Steam Turbine Generator 4 at Power Plant 2 and to analyze the resulting performance optimization comparison. Optimizing the performance of Steam Turbine Generator 4 Power Plant 2 was carried out by increasing the Steam Flow by 5 Ton/day from 23.80 Ton/day to 63.80 Ton/day. Optimal performance on Steam Turbine Generator 4 Power Plant 2 is obtained at a Steam Flow of 63.80 Tons/day with an electrical power of 12.6 MW which will produce an efficiency value of 80.76%.
Pengaruh Suhu Terhadap Karakteristik Arang Hasil Pirolisis Kulit Kolang-Kaling (Arenga pinnata) Yuniarti, Yuniarti; Megawati, Eka; Dewi, Ana; Ariyani, Debora; Vegatama, Meita Rezki; Sahara, Ain
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.410

Abstract

Tumbuhan Aren masuk dalam sepuluh besar komoditas perkebunan di Kalimantan Timur. Limbah kulit buah kolang-kaling selama ini belum banyak dimanfaatkan, kecuali untuk pupuk. Limbah kulit buah Aren memiliki tekstur tidak seragam, tetapi bagian dalam bertekstur keras, sehingga sehingga bisa dimanfaatkan untuk membuat arang. Arang dibuat dengan proses pirolisis dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku briket sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bioarang sebagai bahan baku pembuatan briket dengan nilai kalor yang paling tinggi melalui proses pirolisis. Pembuatan bioarang dimulai dengan proses pengeringan bahan baku kemudian dilanjutkan dengan pemanasan sampel dalam reaktor pirolisis selama 1 jam. Proses berlangsung dengan variable tetapnya adalah berat sampel sebesar 500 g dan waktu pemanasan selama 1 jam, dan variable berubahnya adalah suhu pembakaran. Pirolisis dilakukan pada suhu 200°C, 250°C , 300°C , 350°C, dan 400°C. Massa arang yang didapatkan adalah 487,23 g, 438,37 g, 402,03 g, 318,1 g dan 278,84 g. Nilai kalor yang dihasilkan adalah 4158,7 kal/g, 4432,5 kal/g, 4620,2 kal/g dan 4840,7 kal/g. Kadar abunya masing-masing adalah 12,01%, 14,64%, 14,99%, 15,25% 21,98%. Volatile Matter yang didapatkan 76,50%, 69,67%, 61,68%, 56,71%, 47,15%. Sedangkan fixed carbon bioarang adalah 0,80%, 8,93%, 9 78%, 11,30%, 16,31%. Bioarang hasil pirolisis dilihat karakteristiknya dengan pengujian proksimat. Bioarang dengan nilai kalor tertinggi didapat pada suhu 400°C yaitu 4840,7 kal/g.
Edukasi Kesehatan, Kebersihan dan Perawatan Klinis di Sekolah: Membentuk Karakter Peduli Sehat dan Lingkungan Sekolah Sejak Dini di SD Negeri 032 Balikpapan Utara bersama Dosen STT Migas, HMTPM dan ITK (Unit Layanan Kesehatan) Megawati, Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2302

Abstract

This community service program aims to address the low level of health and hygiene awareness among elementary school students at SD Negeri 032 North Balikpapan. Partners' challenges include a lack of basic knowledge about personal health, limited understanding of environmental hygiene, and minimal introduction to simple clinical care practices from an early age. This activity is designed to provide health education, instill clean living habits, and introduce basic clinical care practices appropriate for elementary school-aged children. The program is implemented through interactive education methods, health demonstrations, proper handwashing training, environmental sanitation socialization, and an introduction to simple clinical care. The entire series of activities is carried out collaboratively by lecturers from STT Migas, the ITK Health Service Unit, and HMTPM students. The results of the activities show an increase in student awareness of the importance of health, changes in more positive hygiene behaviors, and an increased understanding of health practices that can be implemented in the school environment. Overall, this program proves that integrated health and hygiene education is effective in developing healthy lifestyle behaviors from an early age and supports the creation of a healthier and more comfortable school environment.ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kesadaran kesehatan dan kebersihan pada siswa sekolah dasar di SD Negeri 032 Balikpapan Utara. Permasalahan mitra meliputi kurangnya pengetahuan dasar mengenai kesehatan diri, pemahaman terbatas tentang kebersihan lingkungan, serta minimnya pengenalan praktik perawatan klinis sederhana sejak usia dini. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan, menanamkan kebiasaan hidup bersih, serta memperkenalkan praktik perawatan klinis dasar yang sesuai bagi anak usia sekolah dasar. Pelaksanaan program dilakukan melalui metode edukasi interaktif, demonstrasi kesehatan, pelatihan cuci tangan yang benar, sosialisasi sanitasi lingkungan, serta pengenalan perawatan klinis sederhana. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen STT Migas, Unit Layanan Kesehatan ITK, dan mahasiswa HMTPM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan, perubahan perilaku kebersihan yang lebih positif, serta meningkatnya pemahaman mengenai praktik kesehatan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dan kebersihan yang terintegrasi efektif dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak dini serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat dan nyaman.
PENGARUH 6, 8 DAN 10 KALI PEMAKAIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP RENDEMEN HASIL REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BASA HOMOGEN NaOH Amirul Mukminin; Debora Ariyani; Eka Megawati; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 2 (2023): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i2.1709

Abstract

Research has been carried out on the effect of using used cooking oil 6, 8 and 10 times usage on the % yield of methyl ester formation (biodiesel) using a homogeneous base catalyst of 0.6% mass NaOH. All used cooking oil samples were reacted with methanol with a reactant ratio of 1:5 % by mass. The transesterification reaction of each sample was carried out at 60°C for 40 minutes. The yield of used cooking oil samples for 6 times of use was 96.6%, while 8 and 10 times of use showed values ​​that were not much different, 96.4 and 96% by mass, respectively. Gas Chromatography (GC) and Mass Spectrocopy (MS) detected 14 peaks of the compound and that the 3 highest peaks indicated that the sample contained a methyl ester. Each peak of line 4 is methyl palmitate (C17H34O2) with an area of ​​36.66%, peak of line 6 is methyl oleate (C19H36O2), area of ​​55.7% and retention time of 17.92 minutes; the peak of line 7 is methyl nonadecanoate (C20H40O2) with an area of ​​4.41% and a retention time of 18.093 minutes.
Pengaruh Variasi Perekat Organik Terhadap Karakterisasi Limbah Biomassa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Vegatama, Meita Rezki; Megawati, Eka; Monde, Junety
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7963

Abstract

Penggunaan energi di Indonesia meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk. Konsumsi energi listrik terus naik pada periode 2017–2021 sehingga diperlukan bahan bakar alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi perekat terhadap karakterisasi limbah biomassa tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua jenis perekat organik, yaitu tapioka dan molase, pada konsentrasi yang sama. Parameter yang diuji meliputi sifat proksimat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh jenis perekat. Perekat tapioka menghasilkan nilai yang lebih baik pada setiap parameter dibandingkan molase. Nilai kalor briket dengan perekat tapioka (S1) sebesar 6729,19 kal/g, sedangkan dengan perekat molase (S2) sebesar 5382,63 kal/g. Implikasinya, limbah tempurung kelapa dengan perekat tapioka berpotensi digunakan sebagai bahan bakar padat alternatif dan dapat mendukung pengurangan penggunaan batubara melalui pemanfaatan limbah biomassa lokal. Energy use in Indonesia is increasing in line with economic growth and population growth. Electricity consumption continued to rise during 2017–2021, so alternative solid fuels are needed to help meet this demand. This study aims to determine the effect of adhesive variation on the characteristics of coconut shell biomass waste as an alternative fuel. An experimental method was used with two types of organic binders, tapioca and molasses, at the same concentration. The tested parameters included proximate properties and calorific value. The results show that the type of adhesive affects the quality of the briquettes. The tapioca adhesive gives better values for all parameters compared to molasses. The calorific value of the briquette with tapioca adhesive (S1) is 6729.19 cal/g, while that with molasses adhesive (S2) is 5382.63 cal/g. These results indicate that coconut shell waste with tapioca adhesive has good potential as an alternative solid fuel and can support the reduction of coal use through local biomass utilization.
Penerapan Kontroler PID pada Sistem Kendali Level Cairan dengan Metode Ziegler-Nichols Berbasis Arduino Adhiksana, Arief; Prihadi Murdiyat; Abdul Rahman; Anisa Cahyani Fitri; Bayu Prayoga; Andi Jumardi; Eka Megawati; Yuniarti
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.166

Abstract

Air merupakan elemen esensial dalam sektor industri dan rumah tangga. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dalam suatu industri, diperlukan sistem otomasi yang tepat dan andal. Salah satu sistem instrumen yang dapat diterapkan adalah sistem pengatur ketinggian air pada tangki. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat simulasi pengendalian ketinggian air dalam tangki menggunakan sensor ultrasonik berbasis Arduino Uno R3 serta menerapkan tipenya. Kontrol proporsional (P), integral proporsional (PI), dan turunan integral proporsional (PID) serta pemahaman mengenai respons terhadap jenis kontrol ini. Langkah-langkah penelitian mencakup proses pembuatan dan pengujian alat. Penyetelan parameter kontrol dilakukan dengan menggunakan metode Ziegler Nichols-1. Pengujian alat dilakukan pada posisi tetap 10 cm dengan bukaan katup 100% aliran tangki, serta variasi parameter Kp (266 dan 285) pada pengontrol tipe P, Kp (18.1 dan 19.1) dan Ki (1.9) pada kontroler tipe PI, serta Kp (24.8), Ki (2.4), dan Kd (0.6 dan 1.2) pada kontroler tipe PID. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi optimal untuk kontroler tipe P adalah Kp = 285, untuk kontroler tipe PI adalah Kp = 19.1 dan Ki = 1.9, dan untuk kontroler tipe PID adalah Kp = 24.8, Ki = 2.4, dan Kd = 1.2. Respon dari hasil pengujian ini dapat mencapai kondisi ideal, yaitu respon teredam kritis.
PELATIHAN PRAKTIS: PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBASIS BAHAN SEDERHANA DI SD NEGERI 032 BALIKPAPAN UTARA Eka Megawati; Meita Rezki Vegatama; Debora Ariyani; I Ketut Warsa; Junety Monde; Yuniarti; Amirul Mukminin; Adnan Mufti Naufal; Elya Rahmadany; Gabriel Pamasi; Nixie Naiya Althea; Muhammat Rahmat Ilham; Muhammad Aditya Arisma; Cantika; Rahmadani
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6259

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya kebersihan tangan melalui pelatihan praktis pembuatan hand sanitizer alami berbasis bahan sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 032 Balikpapan Utara oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pengolahan Migas sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh peserta, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak ±91 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar kebersihan tangan serta mempraktikkan pembuatan hand sanitizer alami secara mandiri dengan bimbingan tim pelaksana. Produk hand sanitizer yang dihasilkan memiliki karakteristik yang layak untuk penggunaan harian dan aman digunakan. Selain memberikan manfaat edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial mahasiswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan dan sains aplikatif bagi siswa sekolah dasar.
PEMBUATAN BIODISEL DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) Ariyani, Debora; Megawati, Eka; Mukminin, Amirul; Frilly, Frilly; Alfin, Akhmad
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 1, No 1 (2019): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v1i1.9

Abstract

Pemanfaat sampah limbah bawang merah (Allium Cepa L) berupa kulit luar bawang dan bonggolnya sebagai salah satu bahan baku alternatif pembuatan biodisel.Dari ketiga sampel minyak hasil ekstraksi limbah kulit bawang merah dengan sampel 10gr, 20gr dan 30gr,proses ekstraksi 3 sampel tersebut diekstraksi dengan pelarut Methanol dan n-Heksana hingga mencapai 1 siklus disetiap sampelnya dan disetiap pelarutnya. Setelah itu lakukan proses distilasi sebanyak 20 ml untuk memisahkan hasil minyak dengan pelarut.Nilai %Yield berturut-turut yaitu 24%, 14% dan 13,3% dengan menggunakan pelarut Metanol dan 16%, 8%, 19% dengan menggunakan pelarut n-Heksana.pH yang dihasilkan dari ketiga sampel yaitu 6. FFA yang dihasilkan pada sampel 1,2 dan 3 berturut-turut yaitu, 3%, 2,1% dan 1,7% dengan menggunakan pelarut Metanol. Dengan menggunakan pelarut n-Heksana Sampel 1 menghasilkan kadar FFA sebesar 1,4% dan sampel 2 menghasilkan kadar FFA sebesar 0,8% serta pada sampel 3 menghasilkan %FFA sebesar 0,6%.