Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Metode Wafa dalam Mengembangkan Pembelajaran Al Qur’an yang Bermutu di SD IT Insan Permata Bojonegoro Saidah, Anis; Yunita, Ita; Asrohah, Hanun; Zainiyati, Husniyatus Salamah
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Wafa dalam mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an yang bermutu di SD IT Insan Permata Bojonegoro. Metode Wafa diterapkan untuk meningkatkan pemahaman, penghafalan, dan penerapan ajaran Al-Qur’an melalui pendekatan sistematis yang melibatkan tujuh elemen inti, yaitu Pemetaan, Penyempurnaan, Standarisasi, Pendampingan, Pengawasan, Munaqosyah, dan Pengukuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan, dimana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Wafa di SD IT Insan Permata Bojonegoro telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Pembelajaran di sekolah ini telah mengacu pada standar yang ditetapkan oleh metode Wafa, dengan kualitas guru yang sesuai, rasio pengajar dan siswa yang ideal, serta struktur pembelajaran yang terorganisir dengan baik. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya pengawasan akademik yang intensif, ketidakteraturan kenaikan level bacaan siswa, dan tingginya pergantian guru yang mempengaruhi kesinambungan pembelajaran. Secara keseluruhan, metode Wafa terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran Al-Qur’an. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelatihan guru, dan optimalisasi penggunaan perangkat evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyarankan agar metode Wafa diterapkan secara lebih konsisten untuk mencapai hasil pembelajaran Al-Qur’an yang lebih bermutu dan berkelanjutan di sekolah-sekolah berbasis Islam.
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Perspektif Tafsir Maudhu’i Saidah, Anis; Yunita, Ita; Tolchah, Moch
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5132

Abstract

Pendidikan karakter anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan berkualitas. Dalam Islam, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak, baik dalam aspek agama, moral, maupun intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab orang tua dalam membentuk karakter anak berdasarkan perspektif tafsir Maudhu’i. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis tafsir Maudhu’i (tafsir tematik), yang mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an terkait dengan tema tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur'an dan tafsir-tafsir klasik serta kontemporer, seperti Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Ibnu Katsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak dapat dibagi menjadi tiga aspek utama: pertama, mendidik anak sesuai dengan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri mereka, kedua, pendidikan akhlak yang berbasis pada keteladanan orang tua, dan ketiga, pendidikan intelektual yang mengajarkan berpikir kritis dan memahami ajaran agama. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam era digital, di mana paparan informasi dan media sosial dapat mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan bijaksana dalam mendampingi anak-anak mereka agar tetap berada pada nilai-nilai Islami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan penguatan peran orang tua dalam mendidik anak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia digital.
Kajian Hadis Tentang Pendidikan Akhlak Anak: Solusi atas Krisis Moral Generasi Muda Yunita, Ita; Zahroh, Jamilatus; Rahmawati, Kiki Anita; Suyudi, Suyudi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 02 (2025): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/yapwrj18

Abstract

AbstrakKrisis moral yang melanda generasi muda menjadi permasalahan serius dalam masyarakat modern. Perkembangan teknologi dan globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan perilaku yang ditandai dengan menurunnya nilai-nilai etika dan akhlak.  Dalam islam, pendidikan akhlak memiliki posisi yang sangat penting, sebagaimana tercermin dalam ajaran Rasulullah Saw. hadis Nabi mengandung prinsip-prinsip fundamental dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini, yang relevan  untuk menjawab tantangan dan krisis moral saat ini. Penelitian ini mengkaji hadis Nabi tentang pendidikan akhlak anak sebagai solusi atas krisis moral generasi muda. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah hadis-hadis Nabi yang berkaitan dengan pendidikan akhlak anak, khususnya dalam lingkungan keluarga, menelaah metode yang diajarkan Rasulullah dalam membentuk karakter anak, seryta mengeksplorasi implementasinya dalam konteks pendidikan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lainnya. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitis, yakni mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan hadis-hadis terkait. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan akhlak yang paling utama bagi anak berasal dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk akhlak anak melalui pembiasaan berbuat baik dan menanamkan nilai-nilai luhur yang nantinya akan menjadi bagian dari kepribadian anak. Selain itu, pendidikan akhlak dalam Islam menekankan pentingnya keteladanan, pendidikan sejak dini, serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru dan masyarakat, dalam membangun karakter anak yang berakhlak mulia.Kata Kunci: Generasi Muda, Hadis Nabi, Krisis Moral, Pendidikan Akhlak. AbstractThe moral crisis affecting the younger generation has become a serious issue in modern society. The advancement of technology and globalization has significantly influenced behavioral changes, marked by a decline in ethical and moral values. In Islam, moral education holds a highly important position, as reflected in the teachings of the Prophet Muhammad (PBUH). The Prophet's hadiths contain fundamental principles for shaping a child's character from an early age, which remain relevant in addressing today's moral challenges and crises.  This research examines the Prophet's hadiths on moral education for children as a solution to the youth's moral crisis. The primary objectives of this study are to analyze the Prophet's hadiths related to moral education for children, particularly within the family environment, explore the methods taught by the Prophet (PBUH) in shaping a child's character, and investigate their implementation in the context of modern education.  The method used in this research is qualitative with a literature review approach (library research), gathering data from various sources such as books, journals, articles, and other scholarly works. The analysis employs a descriptive-analytical approach, involving the identification, classification, and interpretation of relevant hadiths.  The findings reveal that the most crucial moral education for children originates from the family environment. Parents play a vital role in shaping a child's morals by instilling good habits and noble values that will later become part of the child's personality. Additionally, moral education in Islam emphasizes the importance of role modeling, early childhood education, and the involvement of various parties, including teachers and society, in building a child's character with noble morals.Kata Kunci: Hadith, Moral Crisis, Moral Education, Youth. 
Teaching at the Right Level Approach for Autistic Children in Islamic Religious Education in Inclusive Classrooms Yunita, Ita; Ilma, Labibah Sayaka; Saidah, Anis; Asrohah, Hanun; Zainiyati, Husniyatus Salamah
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/24674

Abstract

The purpose of this study is to analyze the extent to which the TaRL approach can be adapted in PAI learning practices that are responsive to the unique needs of children on the autism spectrum. This study uses a qualitative method with a field research design. Data were collected through direct observation of learning activities in inclusive classes, in-depth interviews with PAI teachers, special assistant teachers (GPK), and parents of autistic students, and analysis of learning documents. The results show that the TaRL approach, which emphasizes learning based on students' actual ability levels, can be implemented effectively through differentiated instructional strategies, the use of visual media based on religious values, and collaborative support between teachers, parents, and the school environment.
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Konteks Pendidikan Islam Suryadi, Toto; Yunita, Ita
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6606

Abstract

The limited research on the application of School-Based Management (SBM) within the context of Islamic education at the regional level forms the basis of this study, despite SBM’s strategic role in enhancing the quality and autonomy of madrasahs. This study aims to examine the implementation, supporting and inhibiting factors, and the forms of SBM models that emerge within the cultural and Islamic value framework at Madrasah Tsanawiyah. A qualitative method with a multisite case study approach was employed, involving three madrasahs (one public and two private) purposively selected. Data collection techniques included in-depth interviews, participatory observation, and document analysis of the Madrasah Work and Budget Plans (RKAM), followed by thematic analysis. The findings indicate that SBM is implemented adaptively through three main pillars: transformational leadership by the madrasah head, synergy between the school committee and foundation, and the internalization of Islamic values such as musyawarah (deliberation) and amanah (trustworthiness) in decision-making and management practices. Key challenges include limited human resource competencies, fluctuating community participation, and policy misalignment between the Ministry of Religious Affairs and private foundations. The study concludes that the success of SBM in Islamic schools is highly dependent on the integration of its principles into the institutional culture of the madrasah. The implications suggest the need to develop a context-sensitive SBM theory and design training programs tailored to the unique characteristics of madrasahs through collaborative efforts between the Ministry of Religious Affairs and private foundations.