Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Chronic energy malnutrition in mothers associated with stunting Alfi Fairuz Asna; Muh. Nur Hasan Syah
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 11 ISSUE 2, 2023
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2023.11(2).77-84

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem that has a long-term impact. It has an impact on children's cognitive and physical development, serious infections, and makes a significant contribution to mortality and morbidity. According to WHO, the stunting rate in Indonesia is still high (30.8%). Maternal nutritional status contributes to fetal growth restriction which increases the risk of low birth weight and increases the risk of stunting. Objectives: This study aims to determine the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and stunting in children aged 6-23 months in Karawang Regency. Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design. The number of samples was 207 children aged 6-23 months in Srikamulyan village, Karawang regency. Data were collected using a structured questionnaire to determine the identity of the child, the identity of the mother, the nutritional status of the child, the history of the nutritional status of the mother during pregnancy, and sociodemographic data. Anthropometric measurements of the mother's height using a microtoise and the child's body length using a length board. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. Results: The results showed that as many as 23.67% of children aged 6-23 months experienced stunting in Srikamulyan Village. Mothers who experience Chronic Energy Malnutrition during pregnancy as much as 8.2%. Data analysis showed that mothers with Chronic Energy Malnutrition during pregnancy were associated with stunting in children aged 6-23 months (p<0.05).Conclusions: Chronic Energy Malnutrition during pregnancy is associated with the incidence of stunting in children aged 6-23 months. Prevention efforts from adolescent girls are an important key in improving the nutritional status of women of childbearing age and pregnant women in order to prevent stunting
Prevalence and Determinants of the Double Burden of Malnutrition at Household Level: A Systematic Review Sufyan, Dian Luthfiana; Soe, Le Thandar; Hasan Syah, Muhammad Nur; Wahyuningsih, Utami; Marjan, Avliya Quratul; Noor, Sutamara Lasurdi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i4.47245

Abstract

  The persistent problem of undernutrition and the emerging prevalence of overnutrition hints at a new term for the double burden of malnutrition among children globally. This study aims to provide a review of the published studies concerning the prevalence of double burden of malnutrition at the household level and the associated factors. Articles were identified from the electronic databases of PubMed, Nature, SAGE, Scopus, and SpringerLink, using the same search terms for all. A total of fourteen articles were eligible and sixteen sets of prevalence values were obtained. Most articles were published in 2018 – 2020. Fourteen articles used secondary data from the Demographic and Health Survey. Most articles studied under five children and mothers 15-49 years. Mother’s nutritional status was identified using BMI, while for children height for age z-score was commonly used. The reported prevalence of double burden at the household level varied from 1.0 to 28.0% by country. Frequently assessed factors observed that older children and older mothers were likely to develop a household double burden of malnutrition. A negative association was found when households possessed access to mass media. Overall, the media should have been channels for health promotion. Intervention concerning the nutrition of mothers and children at the household level is required to be intensified through nutrition-specific and nutrition-sensitive programs.
Pengaruh Edukasi Melalui Twitter Thread Terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Remaja di SMP Harjamukti Depok Krisdiani, Ade Fatma; Sufyan, Dian Luthfiana; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Syah, Muhammad Nur Hasan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah pemberian edukasi Twitter thread. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan tipe one group pretest-posttest design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 52 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu siswa-siswi aktif kelas 7 dan 8 di SMP Harjamukti, bisa membaca dan menulis, memiliki akses pada laptop, komputer atau ponsel (smartphone), memiliki akun Twitter dan bersedia menjadi responden penelitian. Responden diberikan edukasi tentang gizi seimbang melalui thread Twitter sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan diulang selama enam minggu. Data mengenai karakteristik individu dan pengetahuan gizi didapatkan melalui kuesioner. Pengumpulan kuesioner dilakukan pada sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara perubahan pengetahuan gizi seimbang dengan perubahan status gizi responden (p = 0,547; r = 0,085). Pada penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengambil variabel lanjutan dari pengetahuan berupa sikap dan perilaku tentang gizi seimbang dengan jangka waktu penelitian yang lebih lama.
Edukasi Gizi Melalui Media Buku Saku terhadap Pengetahuan Ibu di Kelurahan Krukut, Kota Depok Safitri, Mira Nur; Nugroho, Azzahra Bonita; Putri, Nabila Alifia; Syah, Muh Nur Hasan
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v1i1.44

Abstract

Anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok usia yang cukup rentan terhadap permasalahan gizi. Anak yang menderita permasalahan gizi akan mempengaruhi kualitas kehidupannya pada masa yang akan datang. Ibu merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam hal pencegahan stunting. Pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor utama yang sangat mempengaruhi status gizi balita di mana pendidikan dan pengetahuan ibu sangat berpengaruh terhadap cara ibu dalam mengolah, memilih, dan menyajikan makanan yang menentukan terpenuhi atau tidaknya gizi seimbang pada anak. Salah satu upaya pencegahan terjadinya masalah gizi adalah pemberian edukasi mengenai gizi. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu salah satunya adalah pemberian edukasi melalui buku saku. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media buku saku terhadap pengetahuan ibu di Kelurahan Krukut, Kota Depok. Analisis yang digunakan untuk mengolah data adalah uji wilcoxon signed rank test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi gizi melalui media buku saku terhadap pengetahuan ibu di Kelurahan Krukut, Kota Depok yang didukung dengan p-value < 0,05.
Edukasi Gizi Door to Door dalam Meningkatkan Pengetahuan Wanita Usia Subur di Kota Depok Tahun 2022 khairunnisa, Salma; Puteri, Resty Widian; Ramadhani, Lucy Nuryudha; Syah, Muh Nur Hasan
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v1i1.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dalam meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dengan rentang usia 14-49 tahun di RW 06, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa edukasi gizi secara door to door dengan media edukasi leaflet. Hasil yang diperoleh terdapat pengaruh edukasi gizi secara door to door dengan menunjukkan hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai sig < ???? (0,05) yang berarti Ho ditolak atau H1 diterima. Edukasi gizi yang diberikan berupa pengetahuan mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS), Perilaku Hidup Sehat Bersih (PHBS), dan anemia secara door to door dengan media leaflet memberikan peningkatan pengetahuan gizi Wanita Usia Subur (WUS) di RW 06, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat setelah diberikan edukasi.
Hubungan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kebugaran (VO2 MAX) Atlet Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Judo Simanungkalit, Sintha Fransiske; Sofianita, Nur Intania; Syah, Muhammad Nur Hasan; Listiyawati, Margareta Dias; Sairah, Nurul Amrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.8568

Abstract

Athletes with good physical fitness will have optimal performance quality. Fitness is a crucial factor in building an athlete's performance in achieving the expected competencies. One strategy for maintaining physical fitness levels is to consume foods with balanced nutrients, especially energy and macronutrients (Carbohydrates, Protein and Fat). In this study, the relationship between energy and macronutrient intake and the fitness of Pencak Silat, Sepak Takraw and Judo athletes at DKI Jakarta Province will be examined. This research uses a quantitative observational analytical method with a cross-sectional design and is analyzed descriptively analytically to determine the desired relationship. The data normality test used the Kolmogorov-Smirnov test, resulting in normally distributed data (p>0.05). The total population in this study was 75 people, 45 men and 30 women. The results of the analysis of Recall and VO2Max data which describe each variable show that there is a significant relationship between energy and macronutrient intake and athlete fitness. Marked with a P value = 0.00 (p value < 0.05). By understanding this relationship, it is hoped that it can help design a diet program that is more effective and suits the athlete's needs based on the type of sport they are involved in, so that the athlete can achieve optimal physical fitness.
Status Gizi dan Lama Rawat Inap Pasien Covid-19 di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Bayu Saputra; Muhammad Nur Hasan Syah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk345

Abstract

Several factors worsening the prognosis of the new coronavirus SARS-CoV-2 have been identified, such as obesity or diabetes. However, although nutritional status may change during the Covid-19 social distancing period, little is known about the effect of nutritional status among patients hospitalized with Covid-19. This study aims to assess whether nutritional status is related to length of stay in patients with Covid-19 in the hospital. The study was conducted on 188 patients who were hospitalized for Covid-19, using a cross-sectional design. The research sample was selected using a purposive sampling technique. The independent variable in this study was the patient's nutritional status as measured using the Body Mass Index (BMI) and length of stay as the dependent variable. All data comes from the patient's electronic medical record. The statistical test results showed a p value = 0.084, so it can be said that there is no relationship between nutritional status and the length of stay of Covid-19 patients in the hospital. Nonetheless, it is important to pay attention to providing good nutritional care according to patient needs, especially in the case of older adults with chronic or acute comorbidities.Keywords: nutritional status; Covid-19; inpatient ABSTRAK Beberapa faktor yang memperburuk prognosis virus corona baru SARS-CoV-2 telah diidentifikasi, seperti obesitas atau diabetes. Namun, meskipun status gizi dapat berubah pada masa pembatasan social Covid-19, sedikit yang diketahui tentang pengaruh status gizi di antara pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah status gizi berhubungan dengan lama rawat inap pada pasien dengan Covid-19 di rumah sakit. Penelitian dilakukan pada 188 pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah status gizi pasien yang diukur menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan lama rawat inap sebagai variabel terikat. Seluruh data berasal dari rekam medis elektronik pasien. Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,084, maka dapat dikatakan  bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pasien Covid-19 di rumah sakit. Meskipun demikian, pemberian asuhan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan pasien perlu diperhatikan, terutama dalam kasus orang dewasa yang lebih tua dengan komorbiditas kronis atau akut.Kata kunci: status gizi; Covid-19; rawat inap
Optimalisasi Performa Atlet Sepak Bola Melalui Pendampingan dan Intervensi Gizi Terstruktur: Optimizing Football Athlete Performance Through Structured Nutritional Guidance and Intervention Syah, Muhammad Nur Hasan Syah; Widhi, Anisa Sekar; Khofsah, Asy; Roosita, Katrin Roosita
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i1.439

Abstract

Peningkatan performa atlet tidak hanya bergantung pada latihan fisik, tetapi juga pada kecukupan asupan gizi yang seimbang dan sesuai. Program ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan performa atlet sepak bola melalui asesmen, edukasi, intervensi, dan monitoring status gizi. Sasaran kegiatan adalah atlet dari klub sepak bola Pakuan City FC. Metode yang digunakan mencakup pre-tes dan post-tes pengetahuan gizi, pengukuran status gizi, pemberian intervensi berupa menu diet seimbang, dan pemantauan berkala. Rata-rata Indeks Massa Tubuh (IMT) atlet menunjukkan sedikit peningkatan dari 21.04 kg/m² (Sesi 1) menjadi 21.34 kg/m² (Sesi 2) dan 21.57 kg/m² (Sesi 3), persentase lemak tubuh juga mengalami kenaikan ringan dari 12.25% (Sesi 1) ke 12.36% (Sesi 2) dan 12.64% (Sesi 3), sementara lemak viseral berfluktuasi dari 5.93 (Sesi 1) menjadi 5.79 (Sesi 2) lalu kembali ke 5.93 (Sesi 3), dengan semua parameter ini secara konsisten tetap berada dalam kategori normal selama tiga sesi evaluasi pendampingan gizi. Peningkatan performa fisik juga dapat dilihat dari hasil distance per minute yang mengalami kenaikan dari sesi 1 hingga sesi 3, yaitu dari 98 menjadi 108 meter per menit. Hasil menunjukkan adanya perbaikan pada beberapa indikator status gizi dan peningkatan pengetahuan gizi atlet. Program ini membuktikan bahwa pendampingan gizi secara komprehensif dapat meningkatkan performa atlet secara signifikan
Pengaruh Penambahan Bubuk Kokoa Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Snack Bar Biji Hanjeli Purnama, Muhammad Rizki; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Amar, Muhammad Ikhsan; Syah, Muhammad Nur Hasan
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v5i1.8179

Abstract

Prevalensi penyakit kardiovaskuler akibat hiperlipidemia meningkat setiap tahun. Hal ini dapat ditangani dengan mengonsumsi makanan tinggi polifenol dan serat pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek penambahan bubuk kokoa terhadap nilai proksimat, total polifenol, kadar serat pangan dan sifat organoleptik snack bar biji hanjeli. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga variasi penambahan bubuk kokoa; 5%, 7,5% dan 10%. Uji Kruskal-Wallis dan uji ANOVA digunakan untuk menganalisis data sifat organoleptik dan kimia. Penambahan bubuk kokoa berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan tekstur snack bar (p 0,05). Penambahan Bubuk kokoa memberikan perbedaan nyata (p 0,05) pada total polifenol snack bar. Snack bar dengan penambahan bubuk kokoa 7,5% merupakan formula terpilih dan memiliki komposisi kimia; energi (470 kkal), air (10,74%), abu (1,55%), protein (9,38%), lemak (23,88%), karbohidrat (54,44%), serat pangan (14,56%) dan total polifenol (125mg/100g GAE).
Hubungan Karakteristik Sosial dan Perilaku Ibu terhadap Keputusan Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-24 Bulan di Puskesmas Merdeka, Kota Bogor: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Ibu dalam Pemberian Susu Formula pada Bayi Usia 0-24 Bulan di Puskesmas Merdeka, Kota Bogor Salsabilla, Alya; Anwar, Khoirul; Syah, Muh. Nur Hasan
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.58-64

Abstract

Background: Infants aged 0-24 months are known to experience a period of rapid growth and development with increasing vulnerability to deficiency and overnutrition. The low prevalence of exclusive breastfeeding among this age group is inversely proportional to the increasing trend of formula feeding motivated by several factors. Objectives: This study aimed to analyze the social factors affecting the decision of mothers to provide formula milk to infants aged 0-24 months. Methods: A quantitatively descriptive method with a cross-sectional design was used, while the respondents were mothers having infants aged 0-24 months and were active in visiting the health center. The respondents totaled 66 people who were further divided into groups including mothers who provided formula milk and those who did not. The sample selection was achieved with the purposive sampling method, while data were collected by distributing questionnaires on several factors which had responses ranging from never to frequently. Results: The results showed that there were differences in the variable role of health workers between formula and non-formula milk groups with a significance value of 0.014 (<0.05). Moreover, there was a significant relationship between family support (P=0.002; R=0.373) and the role of health workers (P=0.001; R=0.387) in the decision to provide formula feeding. Conclusions: There was no significant difference in the nutritional status of infants who were provided formula milk and those who were not. On the other hand, a significant relationship was found between family support and the role of health workers in formula feeding of infants 0-24 months. Other variables such as maternal knowledge of breast milk, early initiation of breastfeeding, and promotion of formula milk had no significant association with formula feeding.