Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Dzikir Nailu Al-Khairat dalam Membentuk Akhlak Mahmudah pada Siswa di MAS Al-Amanah Al-Gontory Tangerang Selatan Efanda, Ahmad Dandi; Syarif, Fajar; Al-Ghifary, Muh. Ubaidillah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan dzikir Nailu Al-Khairat pada siswa kelas XI MAS Al-Amanah Al-Gontory serta menelaah perannya dalam pembentukan akhlak mahmudah di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara bersama dewan guru dan siswa, serta data sekunder dari dokumen sekolah, buku, jurnal, dan sumber daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kegiatan dzikir Nailu Al-Khairat dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, dan (c) evaluasi. Adapun nilai akhlak mahmudah yang terbentuk melalui kegiatan ini mencakup empat aspek pokok, yakni: (a) mentauhidkan Allah SWT, (b) keikhlasan, (c) husnudzon, dan (d) tawakal. Dengan demikian, dzikir Nailu Al-Khairat bukan hanya menjadi aktivitas ibadah rutin, tetapi juga sarana efektif dalam menanamkan karakter mulia bagi siswa di MAS Al-Amanah Al-Gontory Tangerang Selatan.
KHIDMAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN URGENSINYA BAGI PARA SANTRI Setiono, Joko; Rena, Syahidah; Syarif, Fajar
Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Tafsir dan Hadits Vol 8 No 1 (2022): Darul Hikmah: Jurnal Penelitian Hadits dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.772 KB) | DOI: 10.61086/jstiudh.v8i1.27

Abstract

Khidmah is a series of acts of service or a loyal attitude to help someone or something with sincerity and totality carried out by chosen people in order to seek the blessings of knowledge and life that have lasted since the time of prophethood. However, the term khidmah in the modern era is often just a jargon to increase popularity or spread imagery to attract public attention and sympathy. This paper aims to describe the process and explore the wisdom of the khidmah tradition which is mentioned implicitly in various verses in the Qur'an so that it becomes clearer so that it is able to provide a complete description and correct understanding. This type of research is descriptive qualitative, with library research data collection through related and relevant literature with the title of this research. The results of this study indicate that khidmah has become a culture carried out by chosen humans as a manifestation of a student's loyalty to his teacher, one's obedience to others, one's gratitude for the blessings he has received, a form of leader service to his community, even being evidence of the creature's obedience to creatures which is not the same kind that is done with full dedication and totality. The culture of khidmah has become a tradition that is inseparable from the values ​​of goodness that help maintain the existence of Islamic values ​​during the time of the Prophet Muhammad and the times after. Khidmah, for santri (the islamic students) has become part of the process of independence and a means of seeking blessings, while for the pesantren (islamic boarding school) it has become an effective medium in the education process and character building for the santri so that their existence continues to be maintained by various methods that adapt to their times
STRATEGI GURU TAHFIZ DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MURAJA’AH HAFALAN AL-QUR’AN (Studi Kasus kelas XII SMA Qur’an Al-Ihsan Boarding School Jakarta Selatan) Amriah Fauziah; Ahmad Dimyati Badruzzaman; Fajar Syarif
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2024): Cipulus Edu
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Berhasil atau tidaknya dalam mencapai tujuan pembelajaran tidak lain adalah adanya peran guru yang harus senantiasa maksimal dalam membimbing para siswa. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara mendalam mengenai berbagai strategi dan upaya guru tahfiz di SMA Qur’an Al-Ihsan dalam memberikan motivasi muraja’ah hafalan Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (Case Studi) dengan fokus mendeskripsikan ‘Strategi dan upaya guru tahfiz dalam meningkatkan Motivasi muraja’ah hafalan. Sumber data primer yaitu wawancara guru tahfiz, para santri, kepala sekolah dan litbang yayasan. Sedangkan sumber data sekunder yaitu jurnal, artikel dan buku-buku yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Dalam proses pelaksanaan pembelajaran tahfiz di SMA Qur’an Al-Ihsan, strategi pembelajaran yang digunakan guru tahfiz untuk meningkatkan pencapaian mutqin hafalan kelas XII adalah dengan menggunakan strategi dhabit, dan memberikan reward terhadap siswa kelas XII yang mencapai target mutqin hafalan, selain untuk membantu memaksimalkan strategi yang diterapkan guru Tahfiz SMA Qur’an Al-Ihsan didalam menumbuhkan semangat siswa kelas XII dalam muraja’ah hafalan dengan cara: Pertama, memberikan motivasi terhadap siswa disetiap hari sebelum kegiatan pembelajaran Tahfiz dihalaqahnya masing-masing; Kedua, mengevaluasi pencapaian hafalan di depan siswa. Evaluasi ini dilaksankan guna mengetahui pencapaian masing-masing siswa setiap harinya; Ketiga, membersamai mereka saat menyetorkan hafalan, sehingga hasil daripada berbagai strategi yang diterapkan siswa yang mampu mencapai target mutqin hafalan sebanyak 12 Juz hanya mencapai 40 %, tentu saja ini masih banyak siswa kelas XII yang belum mampu memutqin hafalan sebagaimana yang telah di tetapkan sekolah dengan berbagai hambatan yang ada didalam siswa/i itu sendiri.
Implementation of Multicultural Education Values in Senior High School Rohmah, Hidayatur; Rena, Syahidah; Pahrurraji, Pahrurraji; Syarif, Fajar
At-tadzkir: Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Progressive Islamic Education
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/attadzkir.v2i2.29

Abstract

This research aims to describe and analyze the implementation of multicultural education values at Kharisma Bangsa Global Education High School in South Tangerang City and know the obstacles and challenges of implementing multicultural bathing there.  This research uses a qualitative approach with this type of case study research. Data sources are obtained from primary data sources (Principals, PAI Teachers, Academic Staff, and Kharisma Bangsa Learners) and secondary data sources from several books and others that support primary data. Data collection techniques are used through observation, interviews, and documentation. Then from some of the data that has been obtained the author performs data analysis techniques.  The results of this study show that 1). The implementation of multicultural education values at Kharisma Bangsa Global Education High School in South Tangerang City is the value of democracy, humanism, and tolerance, and the learning of multicultural Agama Islam (PAI) Education. These values are implemented through a whole school approach, dan 2). Obstacles and challenges in the implementation of multicultural educational values at Kharisma Bangsa High School are the adaptation of early learners into school, digital multicultural literacy, and awareness of understanding of multicultural education.
A Pedagogical Study of Akhlak in Habib Uthman bin Yahya’s Adab al-Insan Syarif, Fajar
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2025): Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/tarbawi.v21i1.5762

Abstract

This study on the akhlak education construct of Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ aims to analyse Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ's thoughts on akhlak education for the Arab community in Betawi. This study explores the life journey, works, and thoughts of Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ as recorded in archives or books, journals, and newspapers related to Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ in the context of his life history, including teaching akhlak education to the Arab community in Betawi. This research found that Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ taught akhlak education to the Arab community to preserve the Hadrami community and reject akhlak values that conflicted with Hadrami customs and traditions. This qualitative research uses data sources such as books, journals, documents, and various other literature related to Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ's akhlak education philosophy. The research employs hermeneutics in analysing data by interpreting texts or transforming ignorance into knowledge. This study on Habib 'Uthmân bin Yaḥyâ's akhlak education concludes that akhlak education is an active process. Students must possess cognitive abilities and affective and psychomotor skills, with akhlak attitudes and character ingrained within them.
Efektivitas Penggunaan “Tablet” Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas XII SMA Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic School Purwakarta Pasady, Sunarya; Renaldi, Haris; Hidayati, Hidayati; Syarif, Fajar; Pahrurraji, Pahrurraji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4835

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan Tablet terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa Kelas XII SMA AQL Islamic School Purwakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui model etnografi untuk mendeskripsikan penggunaan tablet dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adapun sumber penelitian ini berupa sumber data primer yang didapatkan melalui observasi secara langsung di SMA AQL Islamic School Purwakarta, mendokumentasikan aktivitas yang terjadi di sekolah serta melakukan wawancara kepada sebagian siswa kelas XII, guru PAI dan Budi Pekerti, guru kesiswaan, wali kelas dan kepala sekolah. Sementara data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, tesis, data dan artikel yang diperoleh dari internet. Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi Penggunaan Tablet di SMA AQL Islamic School Purwakarta kepada siswa kelas XII efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kedua: Penggunaan Tablet dalam pembelajaran siswa kelas XII SMA AQL Islamic School  Purwakarta berpengaruh kepada peningkatan motivasi belajar siswa, ditandai sebagai berikut: a) penggunaan media Tablet efisien dan efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,  b) media Tablet dapat meningkatkan kecerdasan siswa, c) penggunaan media Tablet meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
INTEGRATING LEARNING MODELS IN BUILDING CRITICAL THINKING SKILLS IN STUDENTS IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LESSONS AT STATE ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL 1, SOUTH TANGERANG CITY Syarif, Fajar; Komarudin, Komarudin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i02.9137

Abstract

The purpose of this study is to explore the application of discovery learning and problem-based learning on students' critical thinking skills in Islamic Religious Education at State Islamic Junior High School 1, South Tangerang City. To achieve this objective, the author used a qualitative research method by analyzing data from interviews, observations, and document analysis related to the implementation of discovery learning and problem-based learning on critical thinking skills in Islamic Education at State Islamic Junior High School 1, South Tangerang City. The results of the study on the implementation of discovery learning and problem-based learning in Islamic Religious Education subjects show that there is an effect of applying discovery learning and problem-based learning methods on students' critical thinking skills. The supporting and inhibiting factors for the implementation of discovery learning and problem-based learning are teacher factors, student factors, and educational environment factors
Karakter Muslim Entrepreneur dalam Kit>A>B Al-Kasb Karya Muhammad Bin Al-H> {Asan Al-Syaibani dan Implementasinya pada Pendidikan Islam Di Era Society 5.0 Ade Darmawan; Fajar Syarif; Pahrurroji
Jurnal Dirosah Islamiyah Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Dirosah Islamiyah 
Publisher : Pascasarjana IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/jdi.v7i1.6762

Abstract

Islamic education in the era of Society 5.0 is a process that fosters a learning environment capable of dynamically evolving with the global community's needs, thereby shaping comprehensive human resources. Muhammad bin Hasan Al-Syaibani, in this context, is one of the figures who espouses an integrated concept of education, combining Islamic education with entrepreneurial character education. The aim of this research is to explore the concept of entrepreneurial character by Muhammad al-Syaibani and its application in Islamic education based on entrepreneurship. This research utilizes a qualitative methodology with a library research approach. Based on the conducted research, the following conclusions can be drawn: firstly, the Muslim entrepreneur character elucidated by Muhammad bin Hasan al-Syaibani includes (1) reliance on God (tawakkal), (2) moderation in wealth accumulation (al-tawassut), (3) commitment, (4) simplicity, (5) continuous learning and innovation, (6) social sensitivity, (7) communicativeness, and (8) good financial management. Secondly, the process of implementing entrepreneurship-based Islamic education in the Society 5.0 era involves translating Muslim entrepreneur character into a curriculum document, which includes: (1) integrating learning materials, (2) shaping classroom culture, and (3) employing appropriate evaluation instruments.  
KRITIK TRADISI ILMIAH BARAT: MENYOROT FUNGSIONALITAS METODE ILMIAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA SEUTUHNYA Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 1 No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v1i1.20489

Abstract

This research discusses the development of Western Science, which utters a negative impact in the shaping of society and men as human. The prime factor is the understanding of "Free Value" which is known as the Science of Free Value Morality. The result of the development of this science can not be controlled, which impact to crisis of morality, this research proves that reform and development of scientific traditions must begun from cleaning up epistemology and science must be known culturally.
TELAAH INTERDISIPLINER KONSEP KECERDASAN INTELEKTUAL Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 3 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i1.20524

Abstract

Berdasarkan fakta sejarah, kecerdasan akal manusia mulai mendapatkan perhatian yang serius pada tahun 1905, melalui tes kecerdasan (IQ) yang pertama kali dilakukan oleh Alfred Binet (Seorang pakar psikologi dari Peran c i s) yang diperuntukkan bagi anak yang berumur 2 sampai 15 tahun. Sedangkan tes yang diperuntukkan bagi orang dewasa disusun oleh Wechsler pada tahun 1939 dengan nama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Terlebih dengan temuan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence) yang sudah diteliti oleh Howard Gardner. Namun ironisnya potensi-potensi tersebut belum dimaksimalkan betul oleh para pelajar Indonesia, sehingga mengakibatkan kecerdasan mereka masih sering dipertanyakan. Padahal mulai 14 abad yang lalu al-Qur'an mengingatkan bahwa setiap orang sebetulnya berpotensi untuk menjadi pribadi yang sempurna, yakni sebagai pribadi yang mencegah dari keburukan, pribadi yang berilmu, mempunyai saripati akal, mempunyai pandangan tajam dan mempunyai daya tahan. Tentu kesempurnaan itu akan dirasakan apabila pribadi seseorang mampu memaksimalkan betul potensi akal yang menjadi esensi tunggal yang bertugas untuk berfikir, merenung, menganalisis, menalar, memahami, mengerti, mengingat dan menyebut kekuatan besar (Tuhan) dibalik kekuatan yang diberikan kepadanya (akal).