Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Guru kelas dalam Mencegah dan Mengatasi Perilaku Perundungan Kelas Tinggi di SDN Teluk Pinang 03 Nadia, Robiyatun; Aliyyah, Rusi Rusmiati; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 4 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i4.13061

Abstract

Permasalahan yang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan saat ini adalah perilaku perundungan yang terjadi di sekolah. Adanya kasus perundungan tersebut mencoreng citra pendidikan yang selama ini menjadi tempat pembelajaran dan melahirkan siswa yang berkualitas, maka diperlukannya peran guru dalam mencegah dan mengatasi perilaku perundungan yang terjadi di sekolah dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam mencegah dan mengatasi perilaku perundungan yang sering terjadi di kelas tinggi SDN Teluk Pinang 03. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan alat bantuan software Nvivo 12 pro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk perundungan yang terjadi di kelas tinggi, yaitu perundungan verbal, sosial, dan fisik. Oleh karena itu guru kelas tinggi berupaya dalam mencegah terjadinya perundungan menanamkan pendidikan karakter, melakukan pengawasan, melakukan pembinaan, melakukan intervensi, dan melakukan program. Sedangkan cara guru dalam mengatasi perundungan yaitu dengan berupaya mengetahui latar belakang permasalahan, memberikan layanan konseling, dan memberikan hukuman.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Animaker pada Pendidikan Pancasila Pembahasan Keberagamaan Indonesia Kelas III di Sekolah Islam Ibnu Hajar Natunnada, Sakinah; Aliyyah, Rusi Rusmiati; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14137

Abstract

Media yang baik harus efektif dan efisien, yang berarti bahwa media dapat mentransfer informasi dengan cepat sehingga pemahaman siswa meningkat dan efisien. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kurang variatif dan masih belum sesuai dengan materi yang disampaikan. Dengan menggunakan aplikasi Animaker untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari dan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk berupa video animasi. Untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D), peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap utama: (A)nalisys, (D)esain, (D)evelopment, (I)mplementation, dan (E)valuation. Analisis masalah dasar dalam proses pembelajaran dilakukan pada tahap awal, atau analisis kebutuhan. Selanjutnya, tahap desain, di mana media pembelajaran video animasi dirancang menggunakan storyboards, dan tahap pengembangan, di mana media dibuat dan divalidasi oleh ahli materi dan media. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari segi materi, valid layak digunakan dengan revisi dan memperoleh nilai rata-rata 84,6 persen; dari segi media, valid layak digunakan dengan revisi dan memperoleh nilai rata-rata 83,8 persen. Selanjutnya, uji coba terbatas (implementasi) dilakukan, di mana 12 peserta didik memberikan respons yang sangat baik terhadap media pembelajaran video animasi yang dibuat oleh animaker dengan memperoleh hasil respon siswa 80, 1%, dan  yang akan terjadi penilaian pada respon peserta didik diperoleh nilai rata-homogen 87, 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis animaker untuk mengajarkan pembahasan keberagamaan pancasila di Indonesia valid, layak, dan mudah digunakan.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Berbasis Animaker Pada Pendidikan Pancasila Pembahasan Keberagamaan Indonesia Kelas III di Sekolah Islam Ibnu Hajar Nada, Sakinah Natun; Aliyyah, Rusi Rusmiati; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14282

Abstract

Media yang baik harus efektif dan efisien, yang berarti bahwa media dapat mentransfer informasi dengan cepat sehingga pemahaman siswa meningkat dan efisien. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kurang variatif dan masih belum sesuai dengan materi yang disampaikan. Dengan menggunakan aplikasi Animaker untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yang mereka pelajari dan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk berupa video animasi. Untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D), peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap utama: (A)nalisys, (D)esain, (D)evelopment, (I)mplementation, dan (E)valuation. Analisis masalah dasar dalam proses pembelajaran dilakukan pada tahap awal, atau analisis kebutuhan. Selanjutnya, tahap desain, di mana media pembelajaran video animasi dirancang menggunakan storyboards, dan tahap pengembangan, di mana media dibuat dan divalidasi oleh ahli materi dan media. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari segi materi, valid layak digunakan dengan revisi dan memperoleh nilai rata-rata 84,6 persen; dari segi media, valid layak digunakan dengan revisi dan memperoleh nilai rata-rata 83,8 persen. Selanjutnya, uji coba terbatas (implementasi) dilakukan, di mana 12 peserta didik memberikan respons yang sangat baik terhadap media pembelajaran video animasi yang dibuat oleh animaker dengan memperoleh hasil respon siswa 80, 1%, dan  yang akan terjadi penilaian pada respon peserta didik diperoleh nilai rata-homogen 87, 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis animaker untuk mengajarkan pembahasan keberagamaan pancasila di Indonesia valid, layak, dan mudah digunakan.
Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Budaya Religius di SDIT ALIF Sendika, Annisa Sae; Firmansyah, Wilis; Adri, Helmia Tasti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.14862

Abstract

Pendidikan karakter mencakup berbagai usaha yang bertujuan untuk menumbuhkan sifat peduli, berpendirian, dan bertanggung jawab pada anak-anak dan remaja oleh berbagai elemen sekolah yang bekerja sama dengan orang tua dan anggota masyarakat. Mencari tahu bagaimana implementasi pendidikan karakter peserta didik melalui budaya religius agar datap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik disekolah maupun dirumah adalah tujuan utama dari penelitian ini yang difokuskan di SDIT ALIF. Bagaimana strategi sekolah dalam implementasi pendidikan karakter melalui budaya religius di SDIT ALIF, Bagaimana peran guru dan orang tua dalam implementasi pendidikan karakter melalui budaya religius di SDIT ALIF dan Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pendidikan karakter melalui budaya religius di SDIT ALIF. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam melakukan penelitian ini. Wawancara, studi dokumentasi, dan observasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Seumber informan yang diwawancara antara lain kepala sekolah, guru kelas dan orang tua peserta didik. Temuan dari penelitian ini yaitu SDIT ALIF telah menerapkan pendidikan karakter peserta didik melalui budaya religius dengan melakukan penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program dalam aktivitas sehari-hari disekolah. Para elemen disekolah berusaha untuk menerapkan karakter religius dengan disiplin seperti mengucapkan salam kepada guru lalu mencium tangan, shalat berjamaah di waktu dzuhur, infaq atau sedekah di hari Jumat, dan muraja'ah juz 30. Kepala sekolah hendaknya mengawasi program pendidikan karakter di sekolahnya untuk menjadikan lebih baik, agar sesua dengan visi dari SDIT ALIF. Diharapkan kepada orang tua untuk menyadari pentingnya menanamkan dan membiasakan menerapkan pendidikan karakter religius pada anak, dan agar guru kelas serta guru pendamping terus meningkatkan kompetensinya dalam melakukan hal tersebut, misalnya dengan lebih kreatif dalam memberikan hukuman kepada siswa. Orang tua perlu memahami bahwa pendidikan karakter keagamaan lebih dari sekedar tugas sekolah; sebaliknya, orang tua memainkan peran penting sebagai tripusat pendidikan, memastikan bahwa siswa mendapatkan transmisi pendidikan karakter religius yang paling efektif.
Hubungan Toxic Parent dengan Self Confidence di SDN Gunung Sari 03 Kecamatan Citeureup Rahmani, Afifah Khoiri; Kurniasari, Daningsih; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15387

Abstract

Orang tua selalu ingin anak mereka dirawat dengan cara yang terbaik. Pola asuh orangtua juga mempengaruhi perkembangan sosial dan psikologis anak. Jika orang tuanya bijaksana dan baik hati, mereka akan senang dan gembira, tetapi jika mereka berperilaku buruk, orangtua akan dirugikan dan anak tidak akan tumbuh dengan baik. Untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang, anggota keluarga, guru, dan orang lain harus bekerja sama secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana hubungan Toxic Parent dengan Self Confidence pada siswa SDN Gunung Sari 03 kecamatan Citeureup. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 163 siswa di SDN Gunung Sari 03 kecamatan Citeureup. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner toxic parent dan self confidence. Dengan menggunakan product moment, analisis data dilakukan. Hasilnya menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,5117 (r=-0,5117) dengan taraf signifikan 0,000 (p=0,001), yang menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara variabel toxic parent dengan self confidence.  Oleh karena itu, semakin tinggi toxic parent nya, maka semakin rendah self confidence nya, dan sebaliknya.
Pengaruh Media Anagram Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri Sirnagalih 02 Tannia, Wilda; Humaira, Megan Asri; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15403

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca siswa yang disebabkan kurangnya media yang di guanakan dalam pembelajaran nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Anagram Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri Sirnagalih 02. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 di SDN Sirnagalih, untuk pengambilan sempel menggunakan Teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh media anagram terhadap keterampilan membaca permulaan siswa. Hal tersebut dapat di buktikan dengan post-test presentase keterampilan membaca permulaan pada kelas eksperimen 42,11%.  Sedangkan pada kelas control 26,32%.  hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis terlihat bahwa nilai signifikasi kurang dari 0,05 dengan hasil uji hipotesis 0,001 Ha diterima dan h0 ditolak. Maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan keterampilan membaca permulaan menggukan media anagram
PEMBERANTASAN BUTA AKSARA BERBASIS TUTORIAL TERPADU BAGI MASYARAKAT Amril, La Ode; Firmansyah, Wilis; Hartati, Yumi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.094 KB) | DOI: 10.30997/qh.v3i2.1003

Abstract

Desa Pasir Angin Kec. Megamendung Kab. Bogor merupakan salah satu desa yang menjadi sasaran pemberantasan buta aksara untuk meningkatkan Angka Melek Huruf (AMH) Kab. Bogor. Beberapa hal yang menjadi penyebab tingginya angka buta huruf di desa Pasir Angin yaitu karena layanan pendidikan yang sulit dijangkau, biaya yang mahal, serta tingkat kesadaran dan motivasi belajar warga yang masih rendah. Program peberantasan buta aksara berbasis tutorial terpadu menjadi salah satu solusi alternatif untuk menangani warga buta aksara di Desa Pasir Angin. Model pelaksanaan pemberantasan buta aksara berbasis tutorial terpadu merupakan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan keterpaduan antara pendidikan keaksaraan fungsional dan pendampingan oleh keluarga. Artinya setelah warga belajar mengikuti pembelajaran bersama tutor maka ketika warga belajar pulang ke rumah maka keluarga ikut berkontribusi melakukan pendampingan belajar. Program pemberantasan buta aksara di Desa Pasir Angin dilaksanakan selama 12 juli – 19 Agustus 2017 di empat lokasi berbeda yakni Kp. Pasir Angin, Kp. Cikatapis, Kp. Cikatapis Wetan, dan Kp. Setu dengan jumlah peserta sebanyak 91 warga. Hasil yang diperoleh yakni pada kemampuan membaca sebanyak 20 warga berada pada kategori baik, 31 warga kategori sedang, dan 40 warga kategori kurang. Sementara itu dari aspek kemampuan menulis sebanyak 16 warga pada kategori baik, 26 warga kategori sedang, dan 47 warga kategori kurang. Sedangkan untuk kemampuan berhitung sebanyak  23 warga pada kategori baik, 35 warga kategori sedang, dan 33 warga kategori kurang.Kata kunci: buta aksara, tutorial terpadu, desa Pasir Angin. BLENDING MUTUAL BOTTOMS BASED ON TUTORIAL INTEGRATED FOR COMMUNITY ABSTRACTPasir Angin village is one of the villages targeted to eradicate illiteracy to improve Literacy Rate (AMH) Kab. Bogor. Some of the causes of high illiteracy rates in the village of Pasir Angin are due to inaccessible education services, high cost, and low level of awareness and motivation for the citizens. The integrated tutorial-based illiteracy eradication program is one of the alternative solutions for dealing with illiterate people in Pasir Angin Village. The implementation model of integrated illiteracy eradication based on integrated tutorial is the implementation of learning based on the integration between functional literacy education and family assistance. This means that after the residents learn to follow the learning along with the tutor then when the residents learn to go home the family contribute to participate mentoring. The illiteracy eradication program in Desa Pasir Angin was conducted for 12 July - 19 August 2017 at four different locations is Kp. Pasir Angin, Kp. Cikatapis, Kp. Cikatapis Wetan, and Kp. Setu with the number of participants as 91 residents. The results obtained are on the ability to read as many as 20 residents are in good category, 31 middle class citizens, and 40 people less category. Meanwhile, from the aspect of writing ability as many as 16 people in the good category, 26 middle class citizens, and 47 people less category. As for the ability to count as many as 23 residents in either category, 35 middle class citizens, and 33 people less category. 
Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 3 Eriska; Firmansyah, Wilis; Muhdiyati, Iyon
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.224

Abstract

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dan guru yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SDN Puspanegara 05. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kurt Lewin. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kurt Lewin dengan melibatkan 38 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3. Pada tahap siklus I, persentase ketuntasan siswa pada tes akhir mencapai 63%. Namun, pada tahap siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan persentase ketuntasan siswa mencapai 87%. Selain itu, terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I sebesar 34, dan dari pra siklus ke siklus II sebesar 48. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas 3 SDN Puspanegara 05. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan merangsang komunikasi dua arah antara guru dan siswa.
Pelatihan Kewirausahaan melalui Pembuatan Olahan Singkong untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Firmansyah, Wilis
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.723 KB) | DOI: 10.30997/ejpm.v1i1.2595

Abstract

Program kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarabelakangi karena adanya peluang usaha olahan singkong yang belum dimanfaatkan dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai nilai tambah produk olahan singkong yang membuat masyarakat hanya menjual singkong secara langsung tanpa mengalami proses olahan terlebih dahulu. Sehingga harga jualnya sangat rendah dan tidak bisa memberikan pendapatan lebih.  Sesuai dengan tema pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan kewirausahaan melalui olahan singkong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Desa Pabuaran, maka diharapkan ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kewirausahaan dan meningkatnya pengetahuan tentang nilai tambah singkong. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah dimulai dengan observasi dan sosialisasi ke masyarakat Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, dilanjutkan dengan pelaksanaan seminar kewirausahaan dan pelatihan pembuatan olahan singkong yaitu keripik singkong dan bolu singkong. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Seminar kewirausahaan dan pelatihan olahan singkong ini berdampak positif terhadap perubahan masyarakat, perubahan ini dapat dilihat dari antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dan adanya motivasi untuk memulai usaha olahan singkong.
Penyuluhan Google Forms Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Kepada Guru Alfianti, shelvia Dwi; Firmansyah, Wilis
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v3i1.5072

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus covid 19 dalam proses pembelajaran, hal ini membuat peserta didik tidak dapat menyerap materi pembelajaran secara opimal, munculnya wabah virus ini membuat guru harus melek teknologi dan memanfaatkan teknologi secara maksimal sebagai sistem pendukung pembelajaran daring. sistem pendukung yang dapat digunakan oleh guru salah satunya adalah menggunakan google form. Metode yang dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap identifikasi, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu penggunaan google forms dapat memberikan alternatif bagi guru untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Keuntungan menggunakan google forms adalah efektif, efisien, interaktif serta meminimalkan penggunaan kertas. Sementara itu kendala dalam menggunakanya adalah ketika koneksi internet tidak berjalan dengan baik atau terputus.