Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKLUSIF DALAM MENDUKUNG SEKOLAH RAMAH ANAK DI SD NEGERI PADARAANG Elih Seliawati; Abdul Kholik; Wilis Firmansyah
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.20662

Abstract

Strategi utama Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Pembelajaran inklusif memastikan semua siswa belajar bersama tanpa diskriminasi, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan pembelajaran inklusif dalam mendukung sekolah ramah anak di SD Negeri Padaraang. Fokus penelitian mencakup strategi pembelajaran, peran guru, dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusif meliputi pembelajaran berdiferensiasi, kooperatif, dan pendekatan individu. Guru menciptakan interaksi positif dan mengatur posisi duduk siswa berkebutuhan khusus. Kepala sekolah mendukung kebijakan dan kerja sama dengan SLB (Sekolah Luar Biasa) terdekat. Tantangan yang dihadapi mencakup kurangnya fasilitas Pendidikan dan saranan yang mudah diakses untuk siswa kebutuhan khusus, pelatihan guru, dan keterbatasan GPK (Guru Pendamping Khusus). Hal ini mempengaruhi optimalisasi pembelajaran dan pengembangan potensi siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penyediaan GPK (Guru Pendamping Khusus).
Model Pembelajaran Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Pembelajaran Menyenangkan di SD Shofia Hanna Nisa; Teguh Prasetyo; Wilis Firmansyah
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (August 2025)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak sepuluh artikel terpilih yang diterbitkan pada periode 2019–2025 dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS secara konsisten meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Penerapan TPS ditemukan pada berbagai mata pelajaran, seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan keterampilan berbicara, dengan dukungan media inovatif berupa alat peraga kontekstual, permainan tradisional, maupun media digital interaktif. Inovasi tersebut memperkuat efektivitas TPS dalam mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi siswa. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu, variasi tingkat literasi awal, serta kesiapan guru tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan ini menegaskan relevansi TPS sebagai strategi pembelajaran kooperatif yang mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Karakter Percaya Diri Siswa di Sekolah Dasar Raden Risma Fauziah; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi guru untuk menumbuhkan karakter percaya diri siswa.di sekolah dasar. Pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, dan pengembangan karakter percaya diri merupakan aspek krusial yang sejalan dengan transfer pengetahuan akademis. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara terstruktur dengan guru kelas 4 di SDN Cimahpar 05. Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam membimbing siswa untuk membangun rasa percaya diri, dengan menerapkan strategi yang menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memberikan dukungan emosional. Penelitian juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya kepercayaan diri siswa dan pengaruh lingkungan maka dari itu , kolaborasi guru dan orang tua sangat dianjurkan dalam memberikan dukung pengembangan karakter percaya diri siswa.
Peran dan Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Kerja Keras Siswa di Sekolah Dasar Zahra Prameswari Naila Putri; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20249

Abstract

Pendidikan karakter telah menjadi prioritas dalam sistem pendidikan nasional, khususnya dalam membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai positif termasuk karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis guru dan implementasi berbagai strategi dalam membentuk karakter kerja keras siswa di tingkat sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru berpengalaman 21 tahun di SDN Pasirangsana 01 sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur yang dianalisis melalui pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran multidimensional sebagai role model, fasilitator pembelajaran, dan agen perubahan karakter. Strategi yang diterapkan meliputi Project-Based Learning melalui proyek jangka panjang, sistem reward yang fokus pada proses ketekunan, dan pendekatan diferensiasi untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa. Temuan mengungkapkan bahwa 75% siswa telah menunjukkan sikap kerja keras yang memadai, namun masih terdapat kendala berupa perbedaan kemampuan kognitif dan pengaruh faktor eksternal lingkungan keluarga. Guru mengatasi kendala ini melalui monitoring individual, penetapan goal yang realistis, dan kolaborasi intensif dengan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis tentang kompleksitas pembentukan karakter dan kontribusi praktis berupa model strategi yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah dengan karakteristik serupa. Implikasi penelitian menekankan pentingnya konsistensi, kontinuitas, dan pendekatan holistik dalam pendidikan karakter yang melibatkan semua stakeholder pendidikan.
Implementasi Pendidikan Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Analisis Peran Guru dan Kendala dalam Pembentukan Sikap Toleran Siswa Zira Putri Faradila; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20302

Abstract

Untuk menciptakan generasi yang dapat hidup harmonis dengan masyarakat Indonesia yang multikultural, sangat penting bagi sekolah untuk mengajarkan toleransi. Penelitian ini bermaksud menggambarkan kewajiban guru dalam mengimplementasikan pengajaran toleransi di sekolah dasar dan untuk mengidentifikasi isu-isu yang muncul selama proses pengembangan toleransi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur dan observasi lapangan untuk mengumpulkan data dari guru kelas 4 sekolah dasar. Hasil penelitian membuktikan bahwa guru memiliki peran vital sebagai model toleransi melalui penerimaan terhadap keragaman kemampuan siswa, mediator konflik nilai antara rumah dan sekolah, serta fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan mengungkapkan bahwa guru sudah menyadari pentingnya penanaman karakter toleransi sejak dini, namun masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dan pendekatan yang bersifat informal. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi adanya fenomena pengelompokan siswa yang eksklusif, konflik nilai antara sekolah dan keluarga, keterbatasan inovasi dalam metode pembelajaran, serta hambatan sistemik berupa kurikulum yang belum terintegrasi penuh. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi pendidikan toleransi memerlukan kerja sama multi-level antara kelas, sekolah, masyarakat, dan kebijakan untuk mencapai efektivitas optimal. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, peningkatan kolaborasi struktural dengan orang tua, dan dukungan sistemik dari institusi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan karakter toleransi yang berkelanjutan dan efektif di tingkat pendidikan dasar.
Analisis Peran dan Hambatan Guru dalam Membangun Karakter Mandiri Siswa Siti Maulida Rahmalia; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta hambatan yang dihadapi guru dalam membangun karakter kemandirian siswa, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan karakter, termasuk nilai kemandirian, merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang harus ditanamkan sejak dini guna membentuk generasi yang bertanggung jawab dan tangguh. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan studi kepustakaan dan wawancara langsung dengan Ibu Ipah Syaripah, wali kelas 2 di MI Al Khoeriyah 01, sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, fasilitator, sekaligus teladan dalam membentuk karakter mandiri siswa. Guru membimbing siswa melalui pembiasaan tanggung jawab harian di kelas, memberikan proyek-proyek mandiri, dan menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi aktif. Namun, dalam pelaksanaannya, guru juga menghadapi sejumlah hambatan, seperti kurangnya motivasi dan rasa percaya diri siswa, perbedaan tingkat kesiapan individu, serta keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, guru berupaya memberikan motivasi, menetapkan target belajar yang realistis, dan menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua agar nilai kemandirian dapat dibentuk secara berkelanjutan.
Membangun Jembatan Komunikasi: Peran Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Bersahabat dan Komunikatif Allya Esa Putri; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20309

Abstract

Dalam era pendidikan modern, menjadi sangat sulit bagi guru untuk membuat lingkungan belajar yang ramah dan komunikatif. Guru tidak lagi hanya menyampaikan pelajaran; mereka sekarang juga berperan sebagai penganjur yang membantu siswa berinteraksi satu sama lain dan tumbuh menjadi komunikator yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan komunikasi yang efektif dan pembentukan karakter siswa. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan dilakukan di SDN Tajur 2 Bogor. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara menyeluruh dengan guru kelas 3. Tujuan dari observasi lapangan adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana komunikasi efektif terjadi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membantu siswa merasa aman secara emosional untuk membantu siswa menjadi lebih bersahabat. Strategi yang efektif termasuk melakukan diskusi kelompok kecil di tempat duduk yang akrab, melakukan kegiatan ice breaking untuk membuat suasana nyaman, melakukan proyek kelompok yang mengajarkan kerja sama dan persahabatan, dan menggunakan bahasa empati dalam komunikasi yang menunjukkan sikap bersahabat. Perbedaan karakter siswa (introvert-ekstrovert), keragaman latar belakang keluarga, dampak teknologi digital terhadap pola komunikasi, dan kurangnya kepercayaan diri adalah tantangan utama yang dihadapi. Indikator keberhasilan termasuk peningkatan partisipasi aktif siswa, penurunan dominasi suara tertentu, interaksi positif dan bersahabat antar siswa, peningkatan kepercayaan diri, penurunan konflik, dan tumbuhnya rasa empati dan dukungan satu sama lain. Sebagai fasilitator komunikasi, peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan menyenangkan. Pembelajaran di lingkungan yang ramah dan komunikatif tidak hanya meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, tetapi juga membantu mereka memahami satu sama lain, bekerja sama, mendukung satu sama lain, dan siap menghadapi tantangan akademik dan sosial-emosional melalui hubungan pertemanan yang positif.
Implementasi Nilai Gotong Royong dalam Pembelajaran IPS sebagai Upaya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Rahma Khoerunnisa; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20367

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak usia dini, salah satunya melalui penanaman nilai gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dan hambatan yang dihadapi dalam membentuk karakter gotong royong siswa sekolah dasar, khususnya melalui pembelajaran IPS. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan wawancara melalui g-form (secara daring) terhadap guru kelas 1 di SDN Bojong Kerta, yaitu Widyawati Erlianingsih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam menanamkan nilai gotong royong melalui kegiatan belajar kelompok, piket kelas, serta metode diskusi dan proyek kelompok dalam pembelajaran IPS. Guru juga menjadi teladan dalam membangun budaya gotong royong bersama guru lain dan pihak sekolah. Namun, terdapat hambatan seperti rendahnya inisiatif siswa dan keterbatasan pemahaman siswa kelas 1 tentang pembagian peran. Dukungan sekolah dan program pembiasaan seperti Jumsih serta fasilitas visual seperti poster turut memperkuat pembentukan karakter ini. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi nilai gotong royong sangat bergantung pada peran aktif guru, dukungan sekolah, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa.
Upaya Menanamkan Nilai Nasionalisme lewat Pembelajaran IPS: Hambatan dan Upaya Penyelesaiannya di Sekolah Dasar Akviani Fauziah Hasanah; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai nasionalisme dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang muncul dalam prosesnya. Nasionalisme merupakan wujud rasa cinta terhadap tanah air yang perlu ditanamkan dari kecil, terutama pada siswa sekolah dasar yang berada pada fase perkembangan kognitif dan moral yang memungkinkan mereka lebih mudah menyerap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas V di SDN Cikereteg 3. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk menggali strategi, hambatan, dan solusi dalam implementasi pembelajaran IPS untuk menanamkan nilai nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui pemahaman sejarah, budaya, dan rasa cinta tanah air. Faktor kuncinya adalah bagaimana orang tua mengatur dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi. Jika tidak ada pengawasan yang tepat, anak-anak mungkin akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk konten hiburan yang tidak bermanfaat. Namun, jika orang tua memberikan bimbingan yang baik, gadget dapat digunakan dengan cara yang lebih bermanfaat dan produktif. Oleh karena itu, pengaruh gadget terhadap kemampuan membaca tidak hanya bergantung pada gadget itu sendiri, tetapi lebih pada bagaimana orang tua
REKONSTRUKSI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS PESAN MULTIMODAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD ISLAM PLUS DAARUL JANNAH Inayah, Yeti; Fachri Helmanto; Wilis Firmansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61413

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih berorientasi pada penyampaian materi dan belum mengintegrasikan bentuk serta intensi pesan dalam satu kesatuan media yang bermakna. Padahal, pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan penyampaian pesan yang jelas, sistematis, dan terintegrasi agar peserta didik mampu memahami materi secara utuh. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi media pembelajaran digital berbasis pesan multimodal melalui pengembangan video animasi berbasis alur cerita pada materi poster di kelas III SD Islam Plus Daarul Jannah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat guru dan dua peserta didik serta analisis produk media pembelajaran digital. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi bentuk pesan, hubungan pesan dengan produk digital, intensi pesan, dan dasar rekonstruksi media pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk pesan terdiri atas pesan pernyataan dan pesan jawaban; (2) kedua bentuk pesan tersebut ditemukan pada video animasi, PowerPoint (PPT), dan video Autoklik, dengan pesan jawaban sebagai bentuk yang paling dominan; (3) intensi pesan berorientasi pada membantu peserta didik memahami materi melalui penyampaian informasi yang sistematis dan pemberian respons; serta (4) rekonstruksi menghasilkan video animasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan teks, animasi, audio, bentuk pesan, dan intensi pesan dalam alur cerita. Rekonstruksi tersebut menghasilkan media pembelajaran digital yang mampu menyampaikan materi secara lebih jelas, sistematis, dan bermakna sehingga mendukung pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.