Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif dalam Membentuk Keterampilan Sosial Peserta Didik Kelas V-A SDN Cilember 01 Bogor Noviani, Dona; Daningsih; Firmansyah, Wilis
Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2024): (September) Indonesian Journal of Community Engagement
Publisher : PT. Altaf Publishing Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70895/ijce.v1i1.6

Abstract

Penggunaan model pembelajaran pada kegiatan pembelajaran sangat penting, salah satunya untuk membentuk keterampilan sosial pada pesera didik. Model  ini dinggap sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial antar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah pentingnya strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan ketertampilan sosial pada peserta didik, yang dapat memperkuat persiapan mereka dalam menghadapi tantangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian model pembelajaran kooperatif dalam pembentukan keterampilan sosial peserta didik kelas V-A di SDN Cilember 01 Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah peserta didik, wali kelas V-A, dan kepala sekolah. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif di kelas V-A dilaksanakan melalui tiga tahapan, tahap pertama yaitu perencanaan yang meliputi menentukan materi yang akan digunakan, tahap kedua pelaksanaan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, dan tahap ketiga evaluasi. Keterampilan sosial peserta didik meliputi keterampilan bekerjasama dengan orang lain, keterampilan mengontrol diri, dan keterampilan berbagi pikiran dan pengalaman dengan orang lain.
PENGGUNAAN BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK KELAS III SDN PAMUNGGUAN Nurasyifa, Tita; Asri Humaira, Megan; Firmansyah, Wilis
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 4 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i4.20917

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi minat baca peserta didik kelas III SDN Pamungguan yang sudah tergolong cukup baik, namun masih membutuhkan penguatan agar lebih optimal. Salah satu cara yang dianggap potensial untuk meningkatkan minat baca adalah melalui penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik usia peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana buku cerita bergambar dapat berperan dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah simple design research, yaitu pendekatan penelitian dengan desain sederhana yang langsung menguji penggunaan media pembelajaran dalam konteks nyata dan mengamati hasilnya. menggunakan Teknik observasi,wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar mampu menarik perhatian peserta didik, meningkatkan antusiasme mereka dalam membaca, serta mendorong mereka untuk membaca lebih sering dan lebih lama. Dengan meningkatnya ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca, dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar merupakan strategi yang efektif untuk menumbuhkan minat baca pada siswa sekolah dasar, khususnya kelas III di SDN Pamungguan.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Karakter Percaya Diri Siswa di Sekolah Dasar Fauziah, Raden Risma; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi guru untuk menumbuhkan karakter percaya diri siswa.di sekolah dasar. Pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, dan pengembangan karakter percaya diri merupakan aspek krusial yang sejalan dengan transfer pengetahuan akademis. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara terstruktur dengan guru kelas 4 di SDN Cimahpar 05. Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam membimbing siswa untuk membangun rasa percaya diri, dengan menerapkan strategi yang menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memberikan dukungan emosional. Penelitian juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya kepercayaan diri siswa dan pengaruh lingkungan maka dari itu , kolaborasi guru dan orang tua sangat dianjurkan dalam memberikan dukung pengembangan karakter percaya diri siswa.
Peran dan Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Kerja Keras Siswa di Sekolah Dasar Putri, Zahra Prameswari Naila; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20249

Abstract

Pendidikan karakter telah menjadi prioritas dalam sistem pendidikan nasional, khususnya dalam membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai positif termasuk karakter kerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis guru dan implementasi berbagai strategi dalam membentuk karakter kerja keras siswa di tingkat sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan guru berpengalaman 21 tahun di SDN Pasirangsana 01 sebagai subjek utama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur yang dianalisis melalui pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran multidimensional sebagai role model, fasilitator pembelajaran, dan agen perubahan karakter. Strategi yang diterapkan meliputi Project-Based Learning melalui proyek jangka panjang, sistem reward yang fokus pada proses ketekunan, dan pendekatan diferensiasi untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa. Temuan mengungkapkan bahwa 75% siswa telah menunjukkan sikap kerja keras yang memadai, namun masih terdapat kendala berupa perbedaan kemampuan kognitif dan pengaruh faktor eksternal lingkungan keluarga. Guru mengatasi kendala ini melalui monitoring individual, penetapan goal yang realistis, dan kolaborasi intensif dengan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis tentang kompleksitas pembentukan karakter dan kontribusi praktis berupa model strategi yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah dengan karakteristik serupa. Implikasi penelitian menekankan pentingnya konsistensi, kontinuitas, dan pendekatan holistik dalam pendidikan karakter yang melibatkan semua stakeholder pendidikan.
Implementasi Pendidikan Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Analisis Peran Guru dan Kendala dalam Pembentukan Sikap Toleran Siswa Faradila, Zira Putri; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20302

Abstract

Untuk menciptakan generasi yang dapat hidup harmonis dengan masyarakat Indonesia yang multikultural, sangat penting bagi sekolah untuk mengajarkan toleransi. Penelitian ini bermaksud menggambarkan kewajiban guru dalam mengimplementasikan pengajaran toleransi di sekolah dasar dan untuk mengidentifikasi isu-isu yang muncul selama proses pengembangan toleransi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara terstruktur dan observasi lapangan untuk mengumpulkan data dari guru kelas 4 sekolah dasar. Hasil penelitian membuktikan bahwa guru memiliki peran vital sebagai model toleransi melalui penerimaan terhadap keragaman kemampuan siswa, mediator konflik nilai antara rumah dan sekolah, serta fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan mengungkapkan bahwa guru sudah menyadari pentingnya penanaman karakter toleransi sejak dini, namun masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dan pendekatan yang bersifat informal. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi adanya fenomena pengelompokan siswa yang eksklusif, konflik nilai antara sekolah dan keluarga, keterbatasan inovasi dalam metode pembelajaran, serta hambatan sistemik berupa kurikulum yang belum terintegrasi penuh. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi pendidikan toleransi memerlukan kerja sama multi-level antara kelas, sekolah, masyarakat, dan kebijakan untuk mencapai efektivitas optimal. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, peningkatan kolaborasi struktural dengan orang tua, dan dukungan sistemik dari institusi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan karakter toleransi yang berkelanjutan dan efektif di tingkat pendidikan dasar.
Membangun Jembatan Komunikasi: Peran Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Bersahabat dan Komunikatif Putri, Allya Esa; Firmansyah, Wilis
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20309

Abstract

Dalam era pendidikan modern, menjadi sangat sulit bagi guru untuk membuat lingkungan belajar yang ramah dan komunikatif. Guru tidak lagi hanya menyampaikan pelajaran; mereka sekarang juga berperan sebagai penganjur yang membantu siswa berinteraksi satu sama lain dan tumbuh menjadi komunikator yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan komunikasi yang efektif dan pembentukan karakter siswa. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan dilakukan di SDN Tajur 2 Bogor. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara menyeluruh dengan guru kelas 3. Tujuan dari observasi lapangan adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana komunikasi efektif terjadi di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membantu siswa merasa aman secara emosional untuk membantu siswa menjadi lebih bersahabat. Strategi yang efektif termasuk melakukan diskusi kelompok kecil di tempat duduk yang akrab, melakukan kegiatan ice breaking untuk membuat suasana nyaman, melakukan proyek kelompok yang mengajarkan kerja sama dan persahabatan, dan menggunakan bahasa empati dalam komunikasi yang menunjukkan sikap bersahabat. Perbedaan karakter siswa (introvert-ekstrovert), keragaman latar belakang keluarga, dampak teknologi digital terhadap pola komunikasi, dan kurangnya kepercayaan diri adalah tantangan utama yang dihadapi. Indikator keberhasilan termasuk peningkatan partisipasi aktif siswa, penurunan dominasi suara tertentu, interaksi positif dan bersahabat antar siswa, peningkatan kepercayaan diri, penurunan konflik, dan tumbuhnya rasa empati dan dukungan satu sama lain. Sebagai fasilitator komunikasi, peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan menyenangkan. Pembelajaran di lingkungan yang ramah dan komunikatif tidak hanya meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, tetapi juga membantu mereka memahami satu sama lain, bekerja sama, mendukung satu sama lain, dan siap menghadapi tantangan akademik dan sosial-emosional melalui hubungan pertemanan yang positif.
Model Pembelajaran Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Pembelajaran Menyenangkan di SD Nisa, Shofia Hanna; Prasetyo, Teguh; Firmansyah, Wilis
JIPSD Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pengajaran Sekolah Dasar (Agustus 2025)
Publisher : Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) di sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak sepuluh artikel terpilih yang diterbitkan pada periode 2019–2025 dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS secara konsisten meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Penerapan TPS ditemukan pada berbagai mata pelajaran, seperti IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan keterampilan berbicara, dengan dukungan media inovatif berupa alat peraga kontekstual, permainan tradisional, maupun media digital interaktif. Inovasi tersebut memperkuat efektivitas TPS dalam mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi siswa. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu, variasi tingkat literasi awal, serta kesiapan guru tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan ini menegaskan relevansi TPS sebagai strategi pembelajaran kooperatif yang mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI METODE DISKUSI KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD NEGERI PADARAANG Nuraeni, Devi; Kholik, Abdul; Firmansyah, Wilis
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 5 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i5.20888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri Padaraang, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi dan dampak yang ditimbulkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode diskusi kelompok telah berjalan secara bertahap dan mendapat dukungan dari kebijakan sekolah. Namun, masih ditemukan kendala dalam hal fasilitas, waktu, serta keaktifan siswa. Beberapa siswa juga masih bersikap pasif dan kurang percaya diri dalam berdiskusi. Meskipun demikian, metode ini berdampak positif terhadap proses dan hasil belajar, meningkatkan kemampuan berbicara, keberanian dalam mengemukakan pendapat, penguatan kerjasama antar siswa, serta terjalinnya hubungan sosial yang lebih baik di dalam kelas. Oleh karena itu, metode diskusi kelompok dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif di sekolah dasar.
Pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Bahan Ajar Mata Kuliah PTI Menggunakan Algorithma K-Means Clustering Malik, Rio Andika; Firmansyah, Wilis
Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober - Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/janitra.v3i2.174

Abstract

Media pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media dalam pembelajaran sampai pada kesimpulan bahwa proses dan hasil belajar setiap siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran tanpa media dan pembelajaran menggunakan media. Penelitian ini menggunakan ilmu komputasi dan metode numerik dengan pendekatan model formulatif dimana pengolahan algoritma clustering menggunakan pemodelan K-Means memetakan dataset yang paling tepat sehingga dapat membantu menganalisis atau mengukur tingkat kepuasan suatu media pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi akan memberikan petunjuk kepada dosen tentang bagian mana dari media pembelajaran yang baik dan bagian mana yang kurang baik sehingga belum dapat mencapai tujuan pengembangan media pembelajaran yang dalam hal ini. Dengan menggunakan k-means diperoleh hasil evaluasi media pembelajaran studi kasus mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi menjadi 2 cluster. Dapat disimpulkan bahwa clustering hasil cluster dengan pemodelan K-Means mampu untuk menghasilkan akurasi cluster yang presisi.
Analisis Peran dan Hambatan Guru dalam Membangun Karakter Mandiri Siswa Rahmalia, Siti Maulida; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta hambatan yang dihadapi guru dalam membangun karakter kemandirian siswa, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan karakter, termasuk nilai kemandirian, merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang harus ditanamkan sejak dini guna membentuk generasi yang bertanggung jawab dan tangguh. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggabungkan studi kepustakaan dan wawancara langsung dengan Ibu Ipah Syaripah, wali kelas 2 di MI Al Khoeriyah 01, sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, fasilitator, sekaligus teladan dalam membentuk karakter mandiri siswa. Guru membimbing siswa melalui pembiasaan tanggung jawab harian di kelas, memberikan proyek-proyek mandiri, dan menciptakan suasana belajar yang mendorong partisipasi aktif. Namun, dalam pelaksanaannya, guru juga menghadapi sejumlah hambatan, seperti kurangnya motivasi dan rasa percaya diri siswa, perbedaan tingkat kesiapan individu, serta keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, guru berupaya memberikan motivasi, menetapkan target belajar yang realistis, dan menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua agar nilai kemandirian dapat dibentuk secara berkelanjutan.