Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Pembibitan Mangrove Di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Tahrin, Maria; Sabdaningsih, Aninditia; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.38092

Abstract

Mangunharjo merupakan salah satu Kecamatan Tugu yang berlokasi di Semarang Jawa Tengah. Wilayah Mangunharjo pernah mengalami rob akibat alih guna lahan mangrove menjadi tambak. Hal ini mendorong warga sekitar untuk menanam mangrove kembali serta melakukan pembibitan yang dapat dijual kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan teknik pembibitan mangrove, tingkat kelayakan finansial usaha pembibitan mangrove dan mengetahui strategi pengembangan usaha pembibitan mangrove di Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Jawa Tengah. Metode dari pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh yaitu teknik pembibitan dilakukan secara tradisional. Usaha pembibitan di Mangunharjo berdasarkan hasil analisis R/C ratio  dianggap layak dengan nilai lebih dari 1 yaitu 1,077  dan melalui pendekatan Break Even Point (BEP) mendapatkan hasil untuk BEP biaya produksi jika penjualan  mencapai 1.257 bibit dan penjualan bibit dikatakan impas jika memperoleh pendapatan sebesar Rp1.508.823,53. Berdasarkan analisis (SWOT), strengths (kekuatan),weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (ancaman) usaha pembibitan ini berada pada kuadran III. Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha pembibitan sangat besar, namun masih menghadapi kendala secara internal. Maka diperlukan peningkatkan promosi, sistem pengadministrasian yang baik, dan partisipasi dari masyarakat.
Hubungan Bahan Organik, Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Makrozoobentos pada Sedimen Mangrove di Desa Tambakbulusan, Demak Damopolii, Sharfina Amalia; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31706

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berfungsi sebagai penyedia makanan, tempat berkembang biak maupun memijah, serta sebagai daerah asuhan bagi biota-biota yang hidup di dalamnya. Bahan organik dan nutrien merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan mangrove maupun biota yang berasosiasi di dalamnya.  Bahan organik dan nutrien pada ekosistem mangrove dapat berasal dari limbah-limbah domestik, limbah perikanan seperti tambak, maupun berasal dari mangrove itu sendiri. Tinggi rendahnya kandungan bahan organik dan nutrien pada sedimen dapat mempengaruhi kelimpahan hewan bentos yang hidup di bawah tegakan mangrove, karena kehidupan hewan bentos sangat berpengaruh terhadap faktor biotik maupun abiotik habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik yang di lokasi penelitian dan mengetahui hubungan antara bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari  di kawasan hutan mangrove Desa Tambakbulusan, Demak. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling di 3 stasiun dengan total 9 titik sampling. Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 2 jenis mangrove di ketiga stasiun penelitian diantaranya adalah Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kategori kerapatan jarang dan sedang. Nilai rata – rata kandungan bahan organik pada ketiga stasiun yaitu sebesar 6,7 mg, 6,9 mg dan 7,5 mg. Nilai rata – rata kandungan nitrat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 3,39, 1,95 serta 4,71 mg. Nilai rata – rata kandungan fosfat pada ketiga stasiun yaitu sebesar 0,27 pada stasiun 1 dan 2, serta 0,61 mg pada stasiun 3. Nilai rata – rata kelimpahan makrozoobentos pada stasiun 1 yaitu sebesar 58 ind/m2, pada stasiun 2 sebesar 64 ind/m2 dan didominasi oleh spesies Cassidula nucleus, serta pada stasiun 3 sebesar 40 ind/m2 didominasi oleh spesies Cerithidea quoyii. Terdapat hubungan antara kandungan bahan organik dan nutrien terhadap kelimpahan makrozoobentos, dengan nilai r2 sebesar 0,914 yang berarti 91,4% kelimpahan makrozoobentos dipengaruhi oleh bahan organik dan nutrien, serta korelasi antar variabel termasuk ke dalam korelasi yang sangat kuat dengan nilai r sebesar 0,956.
Analysis of coastal management strategies in responding to shoreline changes in Karimunjawa and Kemujan Islands of Central Java, Indonesia Suryanti, Suryanti; Muskananfola, Max Rudolf; Febrianto, Sigit; A'in, Churun
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.123.7509

Abstract

The Karimunjawa National Park area has various coastal resources and ecosystems, such as mangrove forests, seagrass, and coral reefs, which provide a habitat for several vital organisms. The presence of natural and human factors in coastal areas causes environmental degradation. Changes in environmental conditions, increasing population, and land requirements in Karimunjawa National Park can have negative impacts if not appropriately managed. Therefore, coastal management strategies are needed to maintain sustainability and prevent the extinction of coastal resources. The research locations are Karimunjawa Island and Kemujan Island. This research aimed to develop a coastal management strategy based on changes in the shoreline of Karimunjawa Island and Kemujan Island. The SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis model was used to identify coastal management strategies through the most effective priority scale. The research results showed that in 2008-2023, the average erosion on Karimunjawa Island was -11.41 m or -0.75 m/year, and accretion was 13.30 m or 0.87 m/year, while the average erosion on the island rainfall was -13.74 m or -0.90 m/year and accretion is 13.30 m or 1.07 m/year. Management strategies that can be implemented are (1) forming a board or committee; (2) conducting outreach and education activities; (3) identifying critical areas; (4) developing protection and utilization programs; (5) conducting research; (6) monitoring; (7) formulating policies.
Identifikasi dan Analisis Filogenetik Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Tapak Kota Semarang dengan Pendekatan DNA Barcoding Friliana Rindyaneputri, Adella; Ayuningrum, Diah; Febrianto, Sigit; Rudolf Muskananfola, Max
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.63541

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki berbagai peranan ekologis, salah satunya adalah sebagai habitat organisme gastropoda. Gastropoda ekosistem mangrove berperan sebagai bioindikator dan dekomposer. Identifikasi spesies gastropoda secara molekuler di kawasan mangrove penting dilakukan untuk mengetahui spesies-spesies gastropoda yang ditemukan secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies gastropoda dan tingkat kekerabatannya di Kawasan Mangrove Desa Tapak Kecamatan Tugu Kota Semarang yang dilaksanakan pada bulan September - November 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kuantitatif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Penanda genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah gen Cytochrome Oxydase I (COI) dengan penyejajaran sekuens DNA menggunakan metode MUSCLE. Analisis filogenetik berbasis algoritma neighbor joining (NJ) 1000 bootstrap pada software MEGA X. Hasil identifikasi molekuler diperoleh bahwa sampel GT1 memiliki kemiripan sebesar 96,12% (Percent Identity) dengan Pirenella alata dan sampel GT2 sebesar 99,69% (Percent Identity) dengan Telescopium telescopium. Hasil analisis filogenetik menunjukkan kladogram kedua spesies ini terdapat pada klade yang berbeda. Klade I terdiri dari sampel GT1 beserta 4 spesies pembanding lainnya dalam 1 genus, yaitu Pirenella alata, Cerithidea microptera, Pirenella nanhaiensis, dan Pirenella incisa. Klade II terdiri dari sampel GT2 beserta 4 spesies pembanding lainnya yaitu Telescopium telescopium, Varicinassa variciferus, Laevilitorina caliginosa, dan Monoplex krebsii.  Mangrove ecosystem has many ecological roles, one is as gastropods habitat. Mangrove ecosystems gastropods act as bioindicators and decomposers. Gastropods mangroves areas molecular identification is important to accurately the types of gastropod species. This research aims to identify gastropods species and the relationship levels in the Mangrove Area of Tapak Village, Tugu District, Semarang conducted from September − November 2023. This research using descriptive-quantitative method. Research sampling using purposive sampling method. The genetic marker used in this research is the Cytochrome Oxydase I (COI) gene with DNA sequence alignment MUSCLE method. Phylogenetic analysis based on the neighbor joining (NJ) 1000 bootstrap algorithm in MEGA X. The results of molecular identification showed that GT1 sample had a similarity of 96.12% (Percent Identity) to Pirenella alata and GT2 sample was 99.69% (Percent Identity) similar to Telescopium telescopium. The results of the phylogenetic of two species analysis show that the cladograms are in different clades. Clade I consist of sample GT1 along with 4 other comparison species in 1 genus, namely Pirenella alata, Cerithidea microptera, Pirenella nanhaiensis, and Pirenella incisa. Clade II consists of sample GT2 along with 4 other comparison species, namely Telescopium telescopium, Varicinassa variciferus, Laevilitorina caliginosa, and Monoplex krebsii.
ESTIMASI SERAPAN KARBON PADA HUTAN MANGROVE DESA BEDONO, DEMAK, JAWA TENGAH Azzahra, Fella Suffa; Suryanti, Suryanti; Febrianto, Sigit
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.15

Abstract

Kadar karbondioksida (CO2) di alam semakin bertambah seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Hutan mangrove dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar dan waktu yang lama, sehingga mampu menjadi strategi dalam mitigasi perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan karbon yang ada pada tegakan, sedimen, dan serasah daun mangrove serta tingkat penyerapan CO2. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2019 di kawasan ekosistem hutan mangrove Desa Bedono, Sayung, Demak. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling di 4 stasiun dengan total titik sampling 12. Analisis karbon menggunakan persamaan allometrik untuk menghitung simpanan  karbon pada tegakan, sedimen dan serasah daun menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 2 jenis mangrove pada lokasi penelitian yaitu Avicennia marina, dan Rhizopora mucronata. Nilai kerapatan jenis masing-masing spesies yaitu 4875 indv/ha, dan 200 indv/ha. Persentese penutupan rata-rata sebesar 76,94%. Kandungan karbon yang ada pada tegakan, sedimen, dan serasah daun mangrove masing-masing yaitu mangrove sebesar 190,257 ton carbon/ha, 480,608 ton carbon/ha, dan 0,00165 ton carbon/ha /hari.
Distribusi Spasial dan Komposisi Sampah Laut pada Ekosistem Mangrove Kepulauan Karimunjawa Assidqy, Muammar Ridho; Febrianto, Sigit; Ain, Churun
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.72787

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, baik dari aspek ekologis, ekonomis, maupun sosial. Meningkatnya aktivitas antropogenik seperti permukiman, pariwisata, dan perikanan menyebabkan akumulasi sampah laut yang mengancam keberlanjutan ekosistem mangrove. Kepulauan Karimunjawa sebagai kawasan konservasi mengalami tekanan akibat polusi sampah laut yang terperangkap di sistem perakaran mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan komposisi sampah laut, menghitung kepadatan, serta memetakan distribusi spasialnya pada ekosistem mangrove. Penelitian dilakukan pada dua lokasi dengan karakteristik yang berbeda, menggunakan metode line transect berdasarkan zonasi pertumbuhan mangrove (seaward, middle, dan landward). Pengolahan data mencakup uji independent samples t-test, regresi polinomial, serta analisis spasial menggunakan citra satelit Sentinel-2A. Hasil Penelitian menunjukkan sampah plastik merupakan jenis dominan (65,86%), diikuti oleh styrofoam (20%) dan karet (9,81%). Lokasi mangrove dekat permukiman memiliki kepadatan sampah yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kawasan wisata (p < 0,05). Sampah laut terkonsentrasi pada zona seaward (92,88%) dan menunjukkan hubungan kuat dengan jarak pengambilan sampel dari pantai (R² = 0,83). Vegetasi mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri atas Rhizophora sp., Sonneratia sp., Ceriops sp., dan Lumnitzera sp. yang memiliki karakteristik perakaran berbeda dan berperan dalam proses penjebakan sampah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penyusunan strategi mitigasi berbasis spasial untuk perlindungan ekosistem mangrove dari tekanan limbah padat.
Pemanfaatan DNA Barcoding untuk Identifikasi Spesies Bivalvia di Ekosistem Mangrove Desa Tapak, Kota Semarang Yustina, Nurul; Rudolf Muskananfola, Max; Ayuningrum, Diah; Febrianto, Sigit
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.63696

Abstract

Ekosistem mangrove berada pada wilayah intertidal yang memiliki interaksi dinamis antara perairan laut, payau, sungai dan terestrial. Fungsi ekologis ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai dari erosi, feeding ground, nursery ground, dan spawning ground bagi biota perairan. Biota yang beragam termasuk moluska kelas bivalvia banyak ditemui di daerah mangrove. Identifikasi spesies bivalvia secara molekuler di kawasan mangrove penting dilakukan untuk mengetahui spesies-spesies bivalvia yang ditemukan secara akurat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies bivalvia di lokasi penelitian dan mengetahui hubungan filogenetik spesies yang telah ditemukan melalui analisis pohon filogenetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan September – Desember 2023. Penanda genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah gen Cytochrome Oxydase I (COI) dengan penyejajaran sekuens DNA menggunakan metode maximum likelihood. Analisis filogenetik berbasis algoritma neighbor joining (NJ) 1000 bootstrap pada software MEGA XI. Hasil data sequencing kemudian dianalisis menggunakan BLAST dan menunjukkan sampel BM1 memiliki kemiripan sebanyak 99% dengan spesies Donax incarnatus sedangkan 99,85% pasa sampel BM2 dengan dengan spesies Perna viridis. Hasil analisis filogenetik menunjukkan kladogram kedua spesies ini terdapat pada klade yang berbeda. Klade I terdiri dari sampel BM1 beserta 4 spesies pembanding lainnya yaitu Donax incarnatus, Donax obesulus, Donax deltoides, dan Donax faba. Klade II terdiri dari sampel BM2 beserta 4 spesies pembanding lainnya yaitu Perna viridis, Perna canaliculus, Perna perna, dan Perna Picta.
Beban Pencemaran, Kapasitas Asimilasi dan Status Pencemaran Estuari Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah Haeruddin, Haeruddin; Purnomo, Pujiono Wahyu; Febrianto, Sigit
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.3.723-735

Abstract

West Banjir Kanal river is part of Garang Catchment Area which used as souce for drinking water communities of West Semarang District, Central Java. The high intensities used of area around Garang Catchment Area for agriculture, settlement and industry caused water polluted. This research conducted to evaluate wastewater pollution load, assimilative capacity and pollution state of west Banjir Kanal estuary. The research done by survey method with collected of water samples from 3 sampling point with 3 replication respectively. The result showed that pollution loading are 8,450E-6 - 3,236E-7 ton/year TSS, 5,622E-4 – 6,728E-6 ton/year nitrate and 0 – 3,049E-6 ton/year phosphat, which are exceeded assimilative capacity of estuary for TSS, nitrate and phosphate, that are caused water pollution. Water Quality Index is 51,94 and showed that West Banjir Kanal Estuary is very high polluted with TSS, nitrate and phosphate.
ESTIMASI STOK KARBON DI PADANG LAMUN PULAU NYAMUK DAN PULAU KEMUJAN, BALAI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JEPARA Febrianto, Sigit; Afiati, Norma; Aji, Fajar Bayu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.31505

Abstract

Blue carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan di ekosistem pesisir dalam bentuk biomassa. Padang lamun memiliki fungsi utama sebagai penyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase karbon organik biomassa dan di sedimen lamun, serta total stok karbon di sebagian BTN Karimunjawa. Kerapatan dan tutupan lamun diakses melalui transek kuadran dan analisis kandungan karbon organik dilakukan dengan metode Loss on Ignition (LoI). Kandungan karbon organik rata-rata tertinggi di ketiga stasiun berada di Pulau Nyamuk (Stasiun 1) dengan persentase dari biomassa-bawah sebesar 33,13%, biomassa atas-sedimen 29,19% dan pada sedimen masing-masing sebesar 2,75% dan 2,82%. Berat karbon biomassa bawah lebih besar daripada biomassa atas kecuali pada genus Halophila. Berat karbon sedimen memiliki persentase kontribusi tertinggi terhadap total stok karbon di padang lamun yaitu 97,92-98,49%. Stok karbon tertinggi juga berada di Pulau Nyamuk (Stasiun 1) yaitu sebesar 13248,29 ton C/ha. Pantai Pokemon Pulau Kemujan (Stasiun 2) dengan luas padang lamun 7,68 ha menambat total stok karbon paling tinggi, yakni 83003,14 ton C.
POTENSI SIMPANAN KARBON PADANG LAMUN DI PANTAI POKEMON, KARIMUNJAWA Ramadona, Desti Nurul; Febrianto, Sigit; Suryanti; Latifah, Nurul; Churun Ain
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i2.33770

Abstract

Peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terutama karbondioksida (CO2) menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu diperlukan mitigasi emisi CO2 dengan memanfaatkan potensi lamun sebagai penyimpan karbon dalam bentuk biomassa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan lamun jaringan atas dan jaringan bawah dalam menyimpan karbon di perairan Pantai Pokemon pada Agustus 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan deskriptif eksploratif. Sampel diambil dari 3 stasiun pengamatan dengan line dan kuadrant transect menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran parameter kualitas perairan dilakukan secara insitu. Analisis simpanan karbon lamun diukur menggunakan metode pengabuan atau loss on ignition (LOI). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis dengan jenis T. hemprichii yang mendominasi. Total kerapatan sebesar 295,62 ind/m2 dan total penutupan yaitu 21,29%. Biomassa secara keseluruhan sebesar 74,42 gbk/m2 dengan biomassa jaringan atas sebesar 35,80 gbk/m2 dan jaringan bawah sebesar 38,62 gbk/m2. Simpanan karbon sebesar 0,23 ton C/ha dengan jaringan atas sebesar 0,10 ton C/ha dan jaringan bawah 0,13 ton C/ha. Total stok karbon mencapai 1,13 ton C dalam luasan padang lamun sebesar 4,903 ha dengan stok karbon jaringan atas bernilai 0,51 ton C dan jaringan bawah sebesar 0,62 ton C. Secara umum lamun jaringan bawah di Pantai Pokemon lebih besar menyimpan karbon.