Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMETAAN EKSISTING EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH SELATAN LOMBOK TENGAH PASCA PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK TENGAH Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Nuryaddin, Ari; Putra, Aryan Perdana; Khosiah, Khosiah; Mas'ad, Mas'ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30791

Abstract

Abstrak: Pembangunan fasilitas infrastruktur, terutama proyek pariwisata seperti Sirkuit Mandalika, mampu menginduksi perubahan yang signifikan pada lingkungan alam setempat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki peran penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada luas mangrove, komposisi spesies, dan kondisi keseluruhan dari ekosistem mangrove setelah pembangunan sirkuit. Pendekatan penelitian mencakup analisis Indeks Perbedaan Vegetasi Normal (NDVI) dengan menggunakan data dari satelit Sentinel-2 serta survei lapangan untuk mengumpulkan data empiris. Evaluasi lebih lanjut melibatkan penerapan metode klasifikasi untuk memetakan dan mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi. Penekanan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi identifikasi NDVI dari data Sentinel-2, dengan harapan hasilnya dapat mendukung pemantauan vegetasi, praktik konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil pengolahan citra Sentinel-2 menunjukkan ekosistem mangrove pada daaerah penelitian semakin berkurang setiap tahunnya. Mangrove cover 2019 = 540004.504 m persegi dibandingkan dengan mangrove cover 2022 = 301232.015 m persegi. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang besar terhadap ekosistem mangrove, dan dapat memberikan landasan bagi upaya pelestarian dan manajemen yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian ekosistem mangrove dalam konteks pembangunan regional. Abstract:  The development of infrastructure, particularly tourism projects like the Mandalika Circuit, can bring about significant changes to the local natural environment, including the crucial mangrove ecosystem. This research aims to analyze alterations in mangrove extent, species composition, and overall health of the mangrove ecosystem post-construction of the circuit. The research methodology involves the analysis of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using data from the Sentinel-2 satellite and field surveys to obtain empirical data. Further analysis includes the application of classification techniques to map and identify various vegetation conditions. The primary goal of this study is to enhance the accuracy of NDVI identification from Sentinel-2 data, with the expectation that the results will support vegetation monitoring, conservation practices, and natural resource management. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the impact of significant infrastructure development on the mangrove ecosystem and serve as a basis for sustainable conservation and management efforts in the region. The implications of these findings are also expected to guide the formulation of policies that consider sustainability and preservation aspects of the mangrove ecosystem within the regional development context. 
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI SEBAGAI PENUNJANG PROGRAM PARIWISATA HALAL LOMBOK-NTB Syafril, Syafril; mas'ad, Mas'ad; Nuraini, Nuraini
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.8303

Abstract

Abstrak: Pendidikan sebagai pintu bagi setiap orang yang berkeinginan berubah ke arah yang lebih baik. Peradaban manusia mengalami perubahan tatkala proses pendidikan terselenggaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya penguatan pendidikan karakter toleransi pada masyarakat Pesisir Pantai Kuta untuk menunjang program pariwisata halal di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian ini yakni kuantitatif survey para pihak dengan model proportional random sampling. Para pihak yang ditunjuk adalah tokoh adat, agama, perwakilan pemuda, dan  parawisatawan sebagai responden. Lokasi survey  di Pantai Kuta Lombok Tengah sebagai lokasi yang ditunjuk sebagai tujuan wisata halal. Hasil penelitian menggunakan angket  likert scale 5 pilihan, diperoleh data bahwa respon tokoh lokal terhadap sikap toleran masyarakat lokal berada pada skor 68. Skor tersebut lebih dekat dengan skor 64 (katagori toleran). Namun cukup jauh dari skor 80 (diinginkan). Hal itu, menjadi perhatian agar pemerintah terus menerus melakukan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat setempat. Dan disadari bahwa pendidikan sebagai cara yang efektif untuk membangun sikap toleransi masyarakat. Jika sikap toleransi sudah terbangun dengan baik, maka program pariwisata halal akan berjalan dengan baik dan sukses. Abstract:  Education is a door for everyone who wants to change for the better. Human civilization changes when the educational process is well organized. This study aims to describe the importance of strengthening tolerance character education in the coastal community of Kuta Beach to support the halal tourism program in Central Lombok, West Nusa Tenggara. This type of research is a quantitative survey of the parties with a proportional random sampling model. The parties appointed were traditional, religious leaders, youth representatives, and tourist respondents. The survey location is on Kuta Beach, Central Lombok as a designated location as a halal tourism destination. The results of the study obtained data that the response of local leaders to the tolerant attitude of the local community was a score of 68. This score was closer to a score of 64 (tolerant category). However, it is quite far from a score of 80 (desirable). It is a concern that the government continues to make efforts to increase the understanding of the local community to realize the importance of tolerance so that the halal tourism program that has been implemented is successful and smooth.
VALUASI MANFAAT TIDAK LANGSUNG MANGROVE DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Mas'ad, Mas'ad; Ibrahim, Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.7596

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah negara dengan biodiversity melimpah yang memiliki berbagai macam ekosistem, keanekaragaman hayati dan beragam habitat alami yang unik dan khas. Salah satu ekosistem sebagai penyangga kehidupan masyarakat di daerah pesisir dan pantai yang dimiliki adalah ekosistem mangrove. Ekosistem ini memiliki berbagai fungsi dan peran ekonomi dan ekologi. Mangrove menggambarkan suatu kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi pembangunan di Indonesia.  Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan valuasi manfaat  tidak langsung mangrove di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pendekatan yang dilakukan dalam menentukan nilai ekonomi produk dan jasa mangrove adalah analisis finansial dan analisis ekonomi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai manfaat tidak langsung mangrove ± 42.597.267 /ha/th yang berupa manfaat konservasi air tawar, menghalangi intrusi air laut ke darat, mencegah abrasi/erosi pantai dan perlindungan dari topan dan badai, mencegah pencemaran air tambak, penyedia hara/pakan alami bagi tambak, perluasan  lahan ke arah laut, perlindungan laut dan teluk dari pendangkalan, penyimpan karbon, regulasi mikroiklim dan makroiklim, serta keanekaragaman hayati dan spesies langka Abstract:  Indonesia is a country with abundant biodiversity that has various kinds of ecosystems, biodiversity, and a variety of unique and unique natural habitats. One of the ecosystems that support people's lives in coastal and coastal areas that are owned in the mangrove ecosystem. This ecosystem has various economic and ecological functions and roles. Mangroves represent a wealth of biodiversity which is very important for development in Indonesia. The purpose of this study was to evaluate the indirect benefits of mangroves in Jerowaru District, East Lombok Regency. The approach taken in determining the economic value of mangrove products and services is financial analysis and economic analysis. Based on the results of the analysis, it shows that the indirect benefit value of mangroves is ± 42.597,267 /ha/year in the form of freshwater conservation benefits, preventing seawater intrusion into the land, preventing coastal abrasion/erosion, and protection from typhoons and storms, preventing pond water pollution, providing natural nutrients/feed for ponds, expansion of land towards the sea, protection of seas and bays from siltation, carbon storage, microclimate, and macroclimate regulation, as well as biodiversity and endangered species.
Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Aktivitas Pembelajaran Geografi di Kelas XII IPS di MA Birrul Walidain NWDI Rensing Rahmat, Muhammad Fajrur; Ali, Ibrahim; Mas'ad, Mas'ad
Educatio Vol 20 No 2 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i2.29874

Abstract

Language is an essential tool for communication used by humans as social being to interact with one another. It plays a crucial role in education, from elementary to high school, where language is integral to the learning process. In Indonesia, the presence of numerous regional languages across different regions has led to the coexistence of Bahasa Indonesia as the national language and as the medium of instruction in education. This coexistence creates a unique dynamic in both social interactions and learning processes. This study focuses on the impact of regional language use, particularly Sasak, on geography learning activities at MA Birrul Walidain NWDI Rensing, East Lombok, West Nusa Tenggara. Based on initial observations, it was found that most students are more proficient in using their regional language than Bahasa Indonesia, which results in a lack of student engagement during lessons, particularly in geography
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBASIS TIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA MENDAUR ULANG SAMPAH Mas'ad, Mas'ad
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.5672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa dalam melakukan daur ulang sampah menjadi produk bernilai guna dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis TIK pada materi Interaksi Manusia dengan Lingkungan. Penerapan model PjBL ini agar tercipta proses belajar yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21 (4C): berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK Kemmis % McTaggart (1988) yang terdiri dari empat tahapn, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection). Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan subyek sebanyak 26 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kota Bima. Data diperoleh dari hasil pemgamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi, dan menilai kreativitas siwa berdasdarkan keaslian ide, berpikir yang fleksibel, keterampilan mengolah bahan dan nilai estetika produk. Pada pelaksanaan terlihat bahwa kreativtas siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata kreativitas siswa 68%, masuk kategori cukup kreatif, sementara pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 90% kategori sangat kreatif. Beberapa perubahan baik ditunjukkan siswa pada sikap aktif, kerjasama, dan rasa percaya diri mengkomunikasikan ide dan dapat mengoperasikan aplikasi Canva, video digital untuk menunjang proses daur ulang. Beberapa kendala yang terlihat: penggunaan teknologi masih terbatas, waktu pengolahan proyek kurang maksimal, dan sisw terlihat kurang percaya diri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan model PjBL berbasis TIK dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam mendaur ulang sampah. Selain itu siswa mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, dan menumbuhkan nilai peduli lingkungan berbasis kearifan lokal. Tindak lanjut yang dilakukan adalah guru berusaha untuk memperkuat literasi digital siswa melalui latihan penggunaan TIK secara intens, melakukan asesmen secara berkelanjutan dan memperluas kegiatan proyek dengan mengintegrasikan kondisi nyata lingkungan sekolah dan sekitarnya