Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kandungan Formalin Pada Ikan Asin Air Tawar Di Kabupaten Wajo Inayah, Inayah; Asmarani, Asmarani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.529

Abstract

Tempe Lake which is located in Wajo Regency is the second largest lake in South Sulawesi Province. There are abundant fish produced which can be processed into salted fish products. Salted fish is made by preserving the fish by using salt. In the manufacturing process, people often use formalin-type food additives to make the storability can be longer. This research aims to analyse fomaldehyde content in wet saltwater fish, semi-dried salted fish, and dry saltwater fish in Tanjong Manik Market, Tempe District, Wajo Regency. The data were obtained through observation and laboratory examination using the test kit method. The number of samples in this research were 30 samples of salted fish using a purposive sampling technique. The results show that 90% of 30 samples contained formaldehyde for wet saltwater fish, 70% for semi-dried salted fish, and 90% for dry saltwater fish. Based on the results, it can be concluded that there is formalildehyde content in the freshwater salted fish in the samples examined. It is hoped that the public will know more about the characteristics of salted fish containing formalin. For the salted fish producers, it is hoped not to add food additives and maximize the drying process. The government is hoped to supervise and guide the producers on the use of formalin in food ingredients.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR SISWA REMAJA NEGARA 1 MUARA BUNGO KABUPATEN BUNGO Karlinda, Karlinda; Metriana Erza, Desi; Asmarani, Asmarani
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i2.2178

Abstract

Adolescents face complex health problems, even though they have long been considered a healthy group. From several surveys it is known how big the problems faced by teenagers are, as can be seen from the following data: The 2007 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) shows that 17% of women currently aged 45-49 years were married at the age of 15. The aim of this service is to see the influence of gender, height, weight on blood pressure and blood sugar in adolescents. The population in this study were MAN I Muara Bungo students, and the research sample was MAN I Bungo students who took part in scout extracurricular activities and took part in end-of-year camp activities. The total sample was 50 people consisting of 2 supervisors and 48 MAN I Bungo students. The results showed that there was no relationship between gender and blood sugar, gender and blood pressure, height and blood sugar, body weight and blood sugar, and body weight and blood pressure (p=0.787; p=0.158; p=0.990 ; p=0.179; p=0.470). Another thing shows that there is a relationship between height and blood pressure (p=0.009).
Intervensi Air Minum Aman Pascabencana Banjir melalui Pemasangan Filter Air Bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Jamaluddin, Jamaluddin; Asmarani, Asmarani; Eso, Amiruddin; Iswara , Raja Alfath Widya; Susanty, Sri; Syarief, Muh.; Ayudia , Diva
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyebabkan penurunan kualitas air minum secara drastis akibat kontaminasi lumpur, limbah domestik, dan mikroorganisme patogen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terdampak terhadap air minum aman melalui pemasangan filter air bersih siap minum, disertai edukasi penggunaan dan perawatan sarana secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari sebagai bagian dari intervensi terpadu pemulihan pascabencana banjir. Pemasangan filter air bersih siap minum dilakukan di Pondok Tahfiz Ashabul Kahfi, Landuh, Kota Liang Atas, yang dipilih berdasarkan hasil pemetaan lapangan sebagai titik terdampak terparah dengan fungsi sosial komunal yang luas. Sarana yang terpasang tidak hanya dimanfaatkan oleh santri dan pengelola pondok, tetapi juga oleh ratusan kepala keluarga di lingkungan sekitar. Kegiatan ini disertai edukasi kepada pengelola pondok dan perwakilan masyarakat mengenai cara penggunaan, perawatan rutin, serta prosedur kebersihan dalam pengambilan air minum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi filter air bersih secara efektif meningkatkan ketersediaan air minum layak konsumsi, menurunkan ketergantungan masyarakat pada sumber air yang tercemar, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mempertahankan kualitas air minum secara mandiri dan berkelanjutan.
Edukasi Pencegahan Primer dan Sekunder PJK pada Pasien dan Keluarganya di Poli Jantung RSUD Kota Kendari Jamaluddin, Jamaluddin; Asmarani, Asmarani; Indriyani, Nina; Adry Leonard Tendean; Amalia, Niza; Yuniar, Sari; Alifariki, La Ode
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.269

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit tidak menular. Rendahnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK berkontribusi terhadap tingginya risiko kekambuhan dan komplikasi penyakit. Edukasi kesehatan yang melibatkan pasien dan keluarga diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien PJK dan keluarganya mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK. Kegiatan dilaksanakan di Poli Jantung RSUD Kota Kendari pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 100 peserta yang terdiri dari pasien PJK dan anggota keluarganya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Tim pelaksana merupakan kolaborasi antara dosen Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, mahasiswa, dan pembimbing klinik RSUD Kota Kendari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJK, pentingnya kepatuhan pengobatan, penerapan gaya hidup sehat, serta peran keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Peserta menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif selama kegiatan edukasi berlangsung. Edukasi pencegahan primer dan sekunder PJK yang melibatkan pasien dan keluarga efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan PJK
Peran Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Pada Fase Pemulihan Bencana Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Asmarani, Asmarani; Jamaluddin, Jamaluddin; Eso , Amiruddin; Iswara , Raja Alfath Widya; Susanty, Sri; Syarief, Muh.; Ayudia , Diva
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.282

Abstract

Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada fase pemulihan pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar melalui intervensi terpadu. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi: (1) tahap persiapan berupa koordinasi dengan pemerintah daerah dan identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak; (2) tahap pelaksanaan berupa pelayanan kesehatan lapangan melalui pemeriksaan umum, pengobatan, dan pemberian obat-obatan; pemasangan filter air bersih pada sumber air masyarakat; distribusi bantuan sembako kepada keluarga terdampak; serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui penyuluhan langsung; (3) tahap evaluasi dilakukan dengan menilai jumlah kunjungan, jenis penyakit yang ditemukan, dan tingkat pemanfaatan bantuan; serta (4) tahap monitoring melalui pemantauan keberlanjutan penggunaan filter air dan perubahan perilaku masyarakat. Kegiatan berhasil menjangkau ratusan masyarakat dengan keluhan kesehatan dominan berupa ISPA, hipertensi, dan penyakit kulit. Pemasangan filter air meningkatkan akses air minum aman, sementara distribusi bantuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Intervensi terpadu efektif dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan komunitas pascabencana.