Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Mangurai, Eclesia Mayang; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64241

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan kawasan pesisir yang berada diKKecamatan SingkawangWSelatan,KKota Singkawang,KKalimantanBBarat. Garis Pantai diSwilayah ini memiliki kisaran Panjang pantai ± 3 km yang mengalamidperubahan garisepantai akibatyabrasikdanaakresi, sehingga aktivitas masyarakat seperti pariwisata di wilayah pesisir terganggu. Dengan menggunakan media citra landsat Google Earth pro, laju perubahanigaris pantai.yang terjadiidiopantai Pasir Panjang KecamataniSingkawang Selatan adalah seluas 3149,349 m2 dan ratarata laju perubahan yang terjadi selama 7 tahun adalah seluas 45806,804 m2 . Selanjutnya luasan abrasi dan akresi yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan untuk abrasi seluas 20012,416 m2 dan akresi seluas 13273,992 m2 . Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan garis pantai di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan yaitu dengan membangun hard structure berupa breakwater yang berfungsiemelindungiibagian darattpantai disbelakangkbangunan, yang banyak aktivitas pariwisatanya terhadap abrasi dan akresi akibat arus dan gelombang. KataaKunci: Citraasatelit, ArcGIS, PerubahannGarissPantai, Abrasi,aAkresi
KERENTANAN WILAYAH PESISIR DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Saputra, Wira; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62473

Abstract

Pantai Tanah Hitam merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami kerentanan wilayah pesisir. Beberapa tahun kebelakang Desa Tanah Hitam sering mengalami kerusakan pantai yang sangat parah yaitu mengalami abrasi yang cukup parah. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui parameteriyang memiliki nilai bobotopaling besar dan paling kecil dalamipenilaian nilai indeksiCVI (Coastal Vulnerability Index) di wilayah pesisirudi Desa TanahoHitamoKecamatanoPalohoKabupatenoSambas. Parameter yang digunakanidalamipenelitianiini meliputi parameter tunggang pasangisurut, tinggiigelombang, kemiringan pantai, perubahanigarisipantai, kenaikanimuka airilaut, geomorfologi (tutupanilahan) dan ketinggian permukaan tanah. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir diiDesaiTanahiHitamiKecamataniPalohiKabupateniSambasidengan menggunakan metode CVI menunjukkanabahwaiDesa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas memiliki nilai kerentanan minimum sebesar 25,35 yang termasuk dalam kategori sedang dan nilai kerentanan maksimum yang terjadi dipenghujung tahun sebesar 50,70 termasuk dalam kategori rentan. Hasil dari nilai indeksikerentananipada setiap parameterimenunjukkanibahwa parameter yang memiliki bobotipalingitinggi pada saat kondisi maksimum yang yaitu perubahanigarisipantai, geomorfologi, ketinggianipermukaanatanah, tinggi gelombang, kenaikan muka airilaut dan kemiringan pantai sedangkaniparameter yang memiliki nilai bobot palingirendah yaitu tunggang pasang surut.
Analisis Angkutan Sedimen di Sungai Mempawah Kabupaten Mempawah Pratiwi, Dinda Della; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62977

Abstract

Muara Sungai Mempawah merupakan salah satu jalur akses kapal nelayan yang terletak di Kabupaten Mempawah. Muara Sungai Mempawah mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi kapal nelayan yang menggunakan alur pelayaran tersebut. Dari hasil perhitungan angkutan sedimen dengan menggunakan Metode L.C Van Rijn, Metode Meyer Petter Muller, dan Metode Sesaat, didapatkan total angkutan sedimen dengan Metode L.C Van Rijn di penampang satu sebesar 339.881 ton/tahun, penampang dua sebesar 90.588 ton/tahun, penampang tiga sebesar 520 ton/tahun, penampang empat sebesar 19 ton/tahun. Pada   tiga penampang jenis sedimen didominasi oleh lempung berpasir. Pendangkalan signifikan terjadi pada area kanan Muara Sungai. Akibatnya alur pelayaran hanya dapat dilewati oleh satu kapal sehingga kapal harus mengantri untuk masuk ke Sungai Mempawah pada saat air laut sedang surut. Sedangkan kapal dengan tonase yang besar hanya dapat masuk ke alur pelayaran pada saat air laut sedang pasang. Perlu dilakukan penanganan yang baik terrhadap permasalahan yang terjadi untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada kapal nelayan di alur pelayaran tersebut.
ANALISIS LAJU PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR MUARA SUNGAI KAPUAS DENGAN CITRA PENGINDRAAN JAUH MENGGUNAKAN APLIKASI ARCGIS 10.8 Yosafat, Aditya Ando; Meirany, Jasisca; Supriyadi, Asep
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.73815

Abstract

Kawasan pesisir di Muara Sungai Kapuas merupakan wilayah yang memiliki ekosistem tersendiri dan garis pantai yang saling berhubungan. Ia cenderung dinamis dan posisinya bisa berubah. Bagian pesisir Muara Sungai Kapuas mengalami erosi dan akumulasi sedimen yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan garis pantai muara Sungai Kapuas antara tahun 1990 dan 2020. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, termasuk penggambaran citra satelit, serta pendekatan pemetaan dan komputasi menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Metodologi pengolahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan metode overlay gambar di Google Earth untuk tahun 1990, 2000, 2013, 2015, dan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai berkisar antara 5,78 m hingga 766 m, dengan rata-rata laju tahunan. perubahan 25,53 m. Luas total akresi dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2020 adalah 4.160.478,69 dengan rata-rata tahunan 61.183,69  dan luas abrasi total 963.106,27  dengan rata-rata tahunan sebesar 14.817,02 .
PEMETAAN DAN PERENCANAAN MITIGASI BENCANA BERBASIS GIS DI KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Stepanus, Stepanus; Meirany, Jasisca; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62425

Abstract

Kota Singkawang adalah kota yang berada di pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna. Kota ini memiliki potensi pariwisata terutama pantai dan laut yang terkenal di masyarakat. Berada di wilayah pesisir membuat Kota Singkawang rentan terhadap bencana. Sejalan dengan permasalahan tersebut, upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah mitigasi bencana berbasis Sistem Informasi Geografis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui daerah rawan banjir, cuaca ekstrim, abrasi, dan akresi beserta mitigasi bencana di Kota Singkawang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian mix-methods dengan pengumpulan data sekunder berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukan risiko banjir tertinggi berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 27.733,87 ha dan terendah di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 54.280,87 ha, risiko cuaca ekstrim tertinggi berada di   Kecamatan   Singkawang Timur sebesar 42.734,20 ha dan terendah berada di Kecamatan Singkawang Selatan sebesar 57.978,34 ha,   resiko abrasi berada di Singkawang Utara,   Singkawang Tengah, Singkawang Barat, dan Singkawang Selatan, risiko akresi berada di Singkawang Utara dan Singkawang Selatan. Hasil pemetaan multi risiko bencana menghasilkan tingkat kerawanan tinggi sebesar 62.266,83 ha, kerawanan sedang sebesar 277.172,38 ha, dan kerawanan rendah sebesar 213.953,65 ha. Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan penyediaan, perbaikan, mengevaluasi sarana prasarana dan peningkatan kesadaran masyarakat.
RANCANG BANGUN ALAT FLUME TANK TYPE FLAP UNTUK PEMODELAN GELOMBANG LAUT SKALA LABORATORIUM Mardiansyah, Arfi; Danial, Mochammad Meddy; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63934

Abstract

Fenomena gelombang dapat dilamati seperti gelombang laut di pantai, riak air di kolam, gelombang yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari merupakan gelombang mekanik, Dalam hal ini terdapat alat yang digunakan untuk mengamati perilaku gelombang dipermukaan air disebut Flume Tank. Flume Tank adalah sebuah alat yang dibuat untuk mempermudah dalam mengamati perilaku gelombang. Metode penelitian dalam penelitian flume tank diantaranya adalah perancangan dan pembuatan, pengujian alat, instrumen penelitian dan prosedur penelitianHubungan antara tinggi gelombang dan putaran potensio motor pada panjang Flume pada kedalaman yang sama menunjukkan bahwa bertambahnya nilai kecepatan putaran potensio motor. Hasil rancangan flume tank memiliki dimensi 630 cm ×150 cm × 43 cm. tinggi gelombang. Wavemaker tipe Flap pada Flume Tank mampu menghasilkan gelombang reguler yang tidak lebih dari 13 cm pada panjang Langkah stroke, kecepatan putaran potensio motor bervariasi antara 220 ° - 240 °. Hasil pengujian flume tank dengan level permukaan air 15 - 25 cm menunjukan gelombang maksimal setinggi 3,93 - 4,19 cm. Kata kunci: Flume Tank, Gelombang, Power supply, Stroke.
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT (FSA) Dalimunthe, Arnanda Ridho; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62978

Abstract

Sungai Kapuas kecil mempunyai peranan penting dalam aktivitas distribusi barang dan mobilisasi penduduk Kalimantan Barat. Aktivitas alur di Sungai Kapuas Kecil setiap harinya dipadati dengan keluar masuknya kapal dan kegiatan naiknya turun penumpang serta bongkar muat barang di dermaga. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kapal diantaranya tabrakan, kandas, terbakar dan tenggelam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan Manajemen Risiko Keselamatan Pelayaran Di Alur Pelayaran Sungai Kapuas Dengan menggunakan Metode Formal Safety Assessment (FSA). Hasil Analisa yang didapatkan menunjukkan bahwa kejadian kapal kandas di alur pelayaran memiliki risiko yang paling tinggi dengan nilai 1,4. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan kepada pilot, ruitin melakukan pemeliharaan alur pelayaran dan sarana prasarana kenavigasian.
Studi Tingkat Pelayanan Dermaga Pelabuhan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Aldona, Cindi Tia; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63881

Abstract

The Port of Rasau Jaya is the main access for selecting water transportation modes from Kayong Utaradistrict to Pontianak city. More efficient travel time and distance to shorten trips are the main factors inchoosing this mode of transportation. The problems that occur at this port are the lack of port facilities,the operational management of the ferry port which is not up to standard and less than optimal, and thelarge number of ships that do not have a permission to travel and often overload or carry excess cargo.This research was conducted to determine the level of dock service Port of Rasau Jaya and to optimizethe availability of docks to handle the flow of goods and passengers which tends to increase for the next5 years. The results of the research show that the Port of Rasau Jaya crossing is currently not up tostandard. From the calculation results there are several facilities that must be added, namely the lengthof the pier, the area of the terminal building, the parking area, and several other supporting facilities.This research provides a plan to develop several supporting facilities according to the needs that arevery necessary to meet the needs in the coming year and maximize the comfort of passengers at the Portof Rasan Jaya. A development plan requires high commitment from the Central Government andRegional Governments as well as related departments, so that maximum performance and servicesystems can be achieved because they are supported by adequate port support facilities.
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Mangurai, Eclesia Mayang; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62602

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan kawasan pesisir yang berada di Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Garis Pantai di wilayah ini memiliki kisaran Panjang pantai ± 3 km yang mengalami perubahan garis pantai akibat abrasi dan akresi, sehingga aktivitas masyarakat seperti pariwisata di wilayah pesisir terganggu. Dengan menggunakan media citra landsat Google Earth pro, laju perubahan garis pantai yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan adalah seluas 3149,349 m2 dan rata-rata laju perubahan yang terjadi selama 7 tahun adalah seluas 45806,804 m2. Selanjutnya luasan abrasi dan akresi yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan untuk abrasi seluas 20012,416 m2 dan akresi seluas 13273,992 m2. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan garis pantai di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan yaitu dengan membangun hard structure berupa breakwater yang berfungsi melindungi bagian darat pantai di belakang bangunan, yang banyak aktivitas pariwisatanya terhadap abrasi dan akresi akibat arus dan gelombang.Kata kunci: Citra satelit, ArcGIS, Perubahan Garis Pantai, Abrasi, Akresi
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Indriani, Dheka; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62648

Abstract

Pantai di Desa TanahiHitam merupakanisalah satu kawasan pantai yang dinamis. Kondisi wilayah kawasan pesisir Desa Tanah Hitam ini mengalami abrasi yang yang cukup besar. Tujuani.darii.penelitiani.inii.yaitui.untuki.mengetahui perubahanigarisipantaiidiisepanjang wilayahipesisiripantai Desa Tanah Hitam yang terjadi pada rentang tahun 2014-2021 dengan metode penggambaran citra satelit. Metodeiyangidigunakanidalamipenelitian iniiialah metodeioverlay citraiGoogle Earth 2014, 2017, dan 2021. Hasil dariipenelitian ini menunjukan lajuiperubahanigarisipantaiidengan kisaranijarakiperubahan sebesar 5,30 sampai 92,60 meteridanirata-ratailajuuperubahannya sebesari25,88 meter. Penyebab utama terjadinya perubahanigarisipantai di lokasi penelitian yaitu Gelombang Tinggi yang dibangkitkan oleh cuaca ektrim yang mengakibatkan terjadinya Potensi Banjir Pesisir (ROB). Total luasan daerah abrasi dan akresi dari tahun 2014 sampai 2021 yaitu abrasi sebesar 12.958 m2 dengan rata-rata pertahunnya sebesar 2.160 m2 dan akresi 58.199 m2 dengan rata-rata pertahunnya sebesar 7.275 m2.Kata Kunci: abrasi, akresi, arcGIS, perubahan garis pantai desa tanah hitam.