Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Islam pada Perancangan Islamic Education Park di Kota Makassar Musa, Reski Vendi; Latif, Sahabuddin; paddiyatu, Nurhikmah; Dollah, Aris Sakkar; Idrus, Irnawaty; A Amin, Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14322

Abstract

Taman belajar atau taman pendidikan adalah suatu konsep yang menggabungkan pendidikan informal, rekreasi dan kreativitas dalam suatu wadah yang terbuka. Konsep ini memungkinkan masyarakat untuk belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan serta mengembangkan kreativitas. Aktivitas yang dilakukan di taman belajar dapat melipuiti berbagai hal seperti, membaca buku, mengaji, diskusi dan berbagai kegiatan interaktif lainnya yang bermanfaat. Taman belajar memberikan peluang bagi Masyarakat untuk bersantai, mengeksplorasi minat mereka, dan belajar sambal bermain. Taman belajar juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi social, Orang dapat berinteraksi dengan sesame pengunjung, berbagi pengetahuan, dan belajar dari pengalaman oranglain. Secara keseluruhan, konsep taman belajar menghubungkan Pendidikan, rekreasi dan kreativitas dalam lingkungan non formal dan santai. Pada rancangan tapak Islamic education Park berada di jalan urip sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Pada rancangan tapak tersebut terdapat beberapa bagian yaitu bangunan utama, parkiran, food court, taman baca, taman olahraga, ruang terbuka hijau, Gedung serbaguna dan food court. Semua bangunan ini secara keseluruhan berfungsi untuk menfasilitasi kegiatan dan kenyaman pengunjung.
Pendekatan Arsitektur Hijau pada Perancangan Rumah Singgah dan Pusat Pelatihan Keterampilan Anak Jalanan di Makassar Nursafaat, Fadel; Syarif, Muhammad; Syaharuddin, A. Syahriyunita; Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16038

Abstract

Penelitian ini membahas tentang prinsip prinsip arsitektur hijau pada perancangan rumah singgah dan pusat keterampilan anak jalanan di kota Makassar. Pendekatan arsitektur hijau bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip prinsip keberlanjutan yang mencakup efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, konservasi air, kenyamanan dan kesehatan pada bangunan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis studi literatur dan studi kasus pada bangunan hijau. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan konsep arsitektur hijau pada perancangan rumah singgah dan pusat pelatihan keterampilan anak jalanan di Makassar diterapkan pada Aspek Fisik dan non Fisik. Penerapan pada Aspek Fisik yaitu seperti efesiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, konservasi air, kenyamanan dan kesehatan bangunan, pemanfaatan sumber cahaya alami, pemanfaatan sumber penghawaan alamiu. Sedangkan penerapan pada Aspek non Fisik yaitu seperti pemberian pelatihan kepada anak jalanan untuk mendaur ulang sampah dan urban farming. Penelitihan ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi perencana, pemerhati hijau, dan untuk pengembangan fasilitas sosial yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Perancangan Hotel Resort dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kawasan Pantai Wade, Kabupaten Lembata Dapubeang, Awaludin; Amin, Siti Fuadillah A.; Idrus, Irnawaty; Rohana, Rohana; Amal, Citra Amalia; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17534

Abstract

Skripsi ini membahas perancangan hotel resor di pantai Wade, dusun Wade, desa Balurebong, Kec. Lebatukan Kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik adalah pendekatan desain yang memadukan unsur alam dan budaya lokal ke dalam desain arsitektur bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Melalui pendekatan ini, hotel resor Pantai Wade bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional tamu dengan mengoptimalkan interaksi mereka dengan alam iklim tropis yang khas di Nusa Tenggara Timur, khususnya di pantai Wade Kab. Lembata yang juga memiliki view indah perbukitan dan pantai pasir putih yang masih asri. Konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti alang-alang, bambu, kayu, dan batu alam, yang juga menjadi material bangunan adat masyarakat setempat, teknik konstruksi yang tidak merusak yang tidak berdampak negatif pada ekosistem lokal, dan memberikan bentuk bangunan yang langsung terinspirasi dari alam dalam hal ini bentuk ikan paus yang trinspirasi dari salah satu tradisi masyarakat di Lembata yaitu berburu paus dan trinspirasi pula dari logo Kab. Lembata itu sendiri. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menciptakan hotel resor yang tidak hanya memberikan kenyamanan dan relaksasi tetapi juga berdampak positif terhadap kehidupan akuatik di kawasan Pantai Wade.
Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren di Gowa Fikri, Muhammad; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18543

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki karakter iklim tropis lembap yang ditandai oleh suhu tinggi, kelembapan yang konsisten, dan intensitas radiasi matahari yang signifikan sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut pendekatan desain bangunan yang mampu merespons iklim secara adaptif untuk menciptakan kenyamanan termal, khususnya pada lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam perancangan pondok pesantren dengan mengacu pada indikator bioklimatik menurut Ken Yeang (1994) dan Norbert Lechner (2007). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis iklim mikro tapak, dan interpretasi desain berbasis prinsip bioklimatik. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan integrasi vegetasi, sebagaimana dikemukakan oleh Yeang dan Lechner, berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan pasif dan efisiensi energi. Penerapan konsep ini pada rancangan pondok pesantren tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menghargai alam. Desain ini diharapkan menjadi prototipe arsitektur pesantren tropis yang adaptif, hemat energi, dan humanis.
Perancangan Ecoport Bira di Kabupaten Bulukumba Rifaldi, Rifaldi; Mustafa, Mursyid; Nur, Khilda Wildana; Abdullah, Ashari; Rohana, Rohana; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7299

Abstract

Pelabuhan Bira merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Bulukumba yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan penumpang dan barang. Kondisi Pelabuhan Bira saat ini, tidak lengkapi dengan fasilitas yang memadai dikarenakan beberapa komponen fasilitas telah mengalami kerusakan. Minimnya fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Bira tidak mengoptimalkan kenyamanan, keselamatan dan keamanan pengguna pelabuhan. Penumpang terkadang mengalami kesulitan dalam alur dan sirkulasi pada pelabuhan saat ini. Kurangnya tanaman hijau pada kawasan pelabuhan serta tidak terawatnya lingkungan laut pada area pinggir dermaga menyebabkan sirkulasi udara terganggu dikarenakan pertukaran oksigen dengan CO₂ pada area pelabuhan sangat tidak sehat. Tujuan perancangan Pelabuhan Bira adalah mewujudkan pelabuhan yang berstandar nasional, sesuai dengan fungsi pelabuhan dan menerapkan konsep ecoport sebagai pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi masalah lingkungan pada Pelabuhan Bira. Metode pendekatan yang diterapkan yaitu konsep ecoport yang disusun berdasarkan “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” Dirjen Perhubungan Laut. Hasil perancangan ini konsep tapak dengan luas 3,4 ha, tersedia fasilitas terminal penumpang yang dilengkapi ruang tunggu kapasitas 400 orang, hotel kapsul, cafe, restauran, area check-in, dan ruang manajemen bangunan, lapangan penumpukan dengan luas 1672 m², ruang terbuka hijau, masjid, jalur gangway, dan menara pemantau. Penelitian ini menyimpulkan Pelabuhan Bira menjadi pelabuhan berstandar nasional yang sesuai dengan fungsinya, dan menerapak 3 “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” pada perancangan pelabuhan ini.
Perancangan Makassar Art Center dengan Konsep Arsitektur Metafora Nurkhafifah, Nurkhafifah; Syarif, Muhammad; Rasmawarni, Rasmawarni; Paddiyatu, Nurhikmah; Dollah, Aris Sakkar; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7316

Abstract

Art Center merupakan suatu tempat atau wadah untuk kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang biasanya menyediakan fasilitas-fasilitas seni seperti ruang teater, ruang galeri, tempat pertunjukan musik, area bengkel, fasilitas pendidikan, peralatan teknis dan sebagainya. Permasalahan utama kegiatan yang berkaitan dengan seni di adalah kurangnya wadah atau fasilitas yang dapat menampung kegiatan seni atau karya seni yang ada di Kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangunan Makassar Art Center yang dimaksudkan untuk memberikan wadah untuk pelestarian dan pengembangan seni serta dapat mejadi sarana edukasi dan rekreasi kepada pengunjung tentang kesenian dan kebudayaan khas Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan Makassar Art Center ini menggunakan pendekatan arsitektur. Metafora dalam arsitektur merupakan gaya arsitektur yang mengambil bentuk dari sebuah kiasan atau perumpamaan dari sesuatu yang kemudian akan diwujudkan dalam sebuah bentuk bangunan atau karya arsitektur. Hasil perancangan Makassar Art Center ini meliputi konsep tapak seluas 5,05 Ha, yang terdiri dari ruang primer seluas 1340 m², ruang sekunder 951 m², dan ruang penunjang 5490 m², kemudian dilanjutkan dengan gambar perancangan mulai dari denah sebanyak 2 lantai, denah situasi, blok plan, site plan, denah, tampak, potongan, rencana-rencana, detail arsitektur, serta gambar 3D, dan video animasi yang di buat sesuai dengan konsep arsitektur metafora. Kesimpulan dari penelitian maka diperoleh konsep dan desain bangunan berbentuk songkok bone yang dipadukan dengan kipas tarian khas Sulawesi Selatan sehingga pengunjung dapat merasakan kesan budaya yang khas dari kebudayaan daerah Makassar yang beraneka ragam
The Relationship between Environmental Policy, Community Awareness, and Social Support to Participation in Forest Conservation Programs in West Kalimantan Judijanto, Loso; Paddiyatu, Nurhikmah; Novaria, Rachmawati; Suparwata, Dewa Oka
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i01.572

Abstract

This study investigates the intricate relationships between environmental policy awareness, community awareness, social support, and community participation in forest conservation programs in West Kalimantan. Utilizing a sample of 150 participants, a quantitative analysis employing Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) was conducted. The measurement model analysis confirmed the reliability and validity of the survey instrument, and subsequent structural model analysis revealed significant positive relationships between environmental policy awareness, community awareness, social support, and community participation. The findings emphasize the importance of well-crafted environmental policies, informed communities, and robust social support networks in fostering sustainable engagement in forest conservation. These insights carry practical implications for policymakers, environmental organizations, and community leaders, providing a foundation for targeted interventions to enhance conservation initiatives in West Kalimantan.
Mengintegrasikan Warisan Budaya dalam Arsitektur Modern: Tinjauan Literatur Tentang Menyeimbangkan Keberlanjutan dan Identitas Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Latif, Sahabuddin
Jurnal Linears Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v7i2.16019

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi warisan budaya ke dalam praktik arsitektur modern, menekankan perannya dalam melestarikan identitas lokal, mempromosikan keberlanjutan, dan mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen desain tradisional dan material lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan teknik arsitektur kontemporer untuk menciptakan struktur yang mencerminkan narasi budaya sekaligus memenuhi kebutuhan modern. Strategi utama meliputi penggunaan kembali bangunan warisan secara adaptif dan penerapan teknologi canggih, seperti Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan pemindaian 3D, untuk memastikan pelestarian dan adaptasi yang tepat. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan elemen budaya tidak hanya memperkaya lanskap perkotaan modern tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal dan prinsip-prinsip desain hemat energi. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan budaya dalam menghadapi urbanisasi dan globalisasi yang cepat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi arsitektur modern untuk meningkatkan relevansi fungsional dan budaya dari lingkungan binaan dengan mengintegrasikan warisan budaya. Penelitian di masa depan harus berfokus pada perluasan penerapan prinsip-prinsip ini, terutama dalam konteks tantangan lingkungan dan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang, untuk lebih memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini dalam desain arsitektur.ABSTRACT:This research explores the integration of cultural heritage into modern architectural practice, emphasizing its role in preserving local identity, promoting sustainability, and encouraging community engagement. The research investigates how traditional design elements and local materials can be harmoniously combined with contemporary architectural techniques to create structures that reflect cultural narratives while meeting modern needs. Key strategies include adaptive reuse of heritage buildings and the application of advanced technologies, such as Building Information Modeling (BIM) and 3D scanning, to ensure proper preservation and adaptation. Findings show that the incorporation of cultural elements not only enriches the modern urban landscape but also supports sustainable development by utilizing local materials and energy-efficient design principles. This study highlights the importance of maintaining cultural continuity in the face of rapid urbanization and globalization. In conclusion, this study demonstrates the potential of modern architecture to enhance the functional and cultural relevance of the built environment by integrating cultural heritage. Future research should focus on expanding the application of these principles, especially in the context of environmental challenges and evolving urban needs, to further strengthen the link between past and present in architectural design.
Pengaruh Keberadaan Perguruan Tinggi terhadap Perkembangan Hunian Sewa di Kawasan Pendidikan Tinggi Kota Makassar Abduh, Jayanti Mandasari Andi Munawarah; Amri, Andi Rafiqa Aliyah Ramadhani; Paddiyatu, Nurhikmah
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.16813

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan institusi pendidikan tinggi khususnya kampus memiliki dampak signifikan terhadap lingkungannya. Peningkatan jumlah pendatang di kawasan perguran tinggi menyebabkan ketersediaan lahannya semakin menipis setiap tahunnya. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan dengan memperluas berbagai kebutuhan bagi mahasiswa, seperti pembangunan hunian sewa. Di kota-kota besar seperti Kota Makassar, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya mempengaruhi aspek akademis, tetapi juga transformasi sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis perkembangan lahan pada lingkungan hunian sewa di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea tahun 2003-2023; 2) menganalisis aksesibilitas lingkungan hunian sewa di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea; dan 3) menganalisis dampak sosial-ekonomi dari keberadaan perguruan tinggi di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea. Penelitian diolah dengan analisis spasial, deskriptif kuantitatif, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea mengalami peningkatan perkembangan lahan menjadi hunian sewa dari tahun 2003–2023. Sebagian besar dari keseluruhan bangunan indekos di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea menunjukkan aksesibilitas ke jalan utama sangat baik serta berada pada klasifikasi sangat mudah dijangkau oleh perguruan tinggi. Kualitas lingkungan permukiman di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tamalanrea tergolong buruk, sedang, dan baik. Keberadaan perguruan tinggi memiliki pengaruh positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. ABSTRACT: The development of higher education institutions, especially campuses, has a significant impact on their environment. The increase in the number of migrants in the higher education area causes the availability of land to be depleted every year. Most people take advantage by expanding various needs for college students, such as the construction of rental housing. In big cities like Makassar City, the existence of higher education not only affects academic aspects, but also socio-economic transformation. This study aims to 1) analyze land development in rental housing environment in Panakkukang Sub-district and Tamalanrea Sub-district in 2003-2023; 2) analyze the accessibility of rental housing environment in Panakkukang Sub-district and Tamalanrea Sub-district; and 3) analyze the socio-economic impact of the existence of universities in Panakkukang Sub-district and Tamalanrea Sub-district. The research was processed with spatial analysis, quantitative descriptive, and simple linear regression. The results showed that Panakkukang and Tamalanrea sub-districts experienced an increase in land development into rental housing from 2003 - 2023. Most of the boarding house buildings in Panakkukang Sub-district and Tamalanrea Sub-district show accessibility to the main road is very good and is in the classification of very easy to reach by universities. The environmental quality of settlements in Panakkukang and Tamalanrea sub-districts is classified as poor, moderate and good. The presence of universities has a positive influence on the economic condition of the community.