Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Elektra

Prediksi Getaran Pompa Rekondisi API 610 OH-4 Model 3900L dengan Solidworks Fatkur Rachmanu
Jurnal Elektra Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Elektra
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekondisi adalah untuk memperbaiki alat yang telah mengalami keausan dan penurunan kinerja setelah dipakai dalam waktu tertentu agar kembali pada keadaan awal atau inisialnya. Getaran pada pompa akan terjadi jika komponen mengalami keausan dan pompa mengalami getaran yang tinggi cenderung mengkhawatirkan. Setelah direkondisi/diperbaiki maka menghasilkan getaran pompa yang wajar dan masuk dalam standar ISO Vibration 10816-3 dan dalam batas aman. Pada kajian bantalan pompa dan motor listrik dengan menggunakan hasil overall vibration ditemukan fenomena kerusakan bantalan diketahui setelah overhaul pompa. Bantalan yang mengalami kerusakan akan menghasilkan overall velocity yang tinggi. Kerusakan dapat dilihat pada kerusakan bantalan masing-masing elemen, getaran juga dapat diakibatkan oleh impeler dan wearing, inner pump volute yang sudah aus karena kavitasi pompa. Karakteristik pompa menurun karena kerusakan yang terjadi dan tingginya nilai overall vibration. Pada pompa dapat terjadi mechanical looseness, walaupun nilainya masih diambang batas. Dengan demikian getaran dapat dipergunakan sebagai alat pendeteksi adanya awal kerusakan pada komponen berputar khususnya pompa dan motor listrik. Prediksi mode getaran menggunakan Solidworks simulation untuk getaran pendekatan frekuensi terjadi pada mode 1, dimana frekuensi 23,261 Hz dengan amplitudo resonansi terbesar 0,6677 mm pada sisi luar impeler serta amplitudo resonansi terkecil sebesar 0,001364 mm.
STUDI SISTEM MONITORING GETARAN PADA MODUL MESIN BERPUTAR SATU DISC MENGGUNAKAN LABVIEW DAN FEM Fatkur Rachmanu
Jurnal Elektra Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Elektra
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin berputar banyak diaplikasikan di industri. Dalam pemakaiannya akan mengalami keausan dan penurunan kemampuan berupa gangguan atau kerusakan seperti bearing rusak dan unbalance dapat terjadi pada mesin tersebut tanpa terlihat secara visual. Oleh karena itu, monitoring getaran penting dilakukan untuk memantau kondisi mesin tanpa mengganggu jalannya operasi mesin tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sistem monitoring getaran pada modul mesin berputar 1 disc dan 2 tumpuan digerakkan oleh motor listrik berbasis LabVIEW dan membandingkan nilai akselerasi/karakteristik getaran hasil pengukuran pada modul mesin berputar dalam kondisi unbalance load dan bearing rusak dengan kondisi normal, serta memprediksi getaran natural pada modul tersebut. Sistem monitoring getaran ini menggunakan sensor accelerometer ADXL345 sebagai pengukur data akselerasi berupa getaran yang dihasilkan oleh mesin berputar dan arduino uno sebagai penerima data. Pengukuran dilakukan secara langsung, dengan cara menempelkan sensor pada sisi vertikal bearing housing. Data hasil pengukuran selanjutnya akan divisualisasikan menggunakan software LabVIEW dalam bentuk grafik dengan metode FFT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kondisi normal grafik yang terbentuk cenderung stabil dan menghasilkan akselerasi dominan relatif rendah bila dibandingkan dengan kondisi anomali yaitu 402,479 mm/s2 – 732,834 mm/s2. Pada kondisi unbalance, nilai akselerasi dominan relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi lainnya yaitu 514,855 mm/s2 – 1138,910 mm/s2, sedangkan pada kondisi bearing rusak nilai akselerasi dominannya sebesar 409,955 mm/s2 – 827,573 mm/s2. Modul mesin berputar mempunyi nilai frekuensi natural dan beberapa mode/modus deformasinya.
STUDI KINERJA TERMODINAMIKA TURBIN GAS MODEL SATURN-20 MENGGUNAKAN EXCEL Fatkur Rachmanu
Jurnal Elektra Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Elektra
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti kita ketahui bahwa siklus turbin gas ideal dan aktual sederhana menggunakan siklus Brayton terdiri dari kompresor aksial, ruang bakar, turbin aksial dan dihubungkan dengan poros untuk menggerakkan generator listrik. Pada penelitian ini microsoft excel digunakan dengan pendekatan terhadap kinerja mesin turbin gas model Saturn-20 dan temperatur masuk turbin tingkat tinggi (turbine inlet temperatur/TIT) sebesar 1161 K, dan tekanan masuk turbin tekanan tinggi (turbine inlet pressure/TIP) sebesar 7,49-7,59 Bar Atm. Terpenuhinya siklus Brayton aktual, bahwa teori tidak sama dengan aktual karena adanya kerugian pada sambungan pipa, belokan pada hot part, ruang bakar, dan non adiabatis serta data masukan diolah menggunakan excel yang mempunyai keterbatasan perhitungan, temperatur dan iklim yang cepat berubah.
STUDI SIMULASI OVERSPEED TRIP (OST) PADA TURBIN UAP SHINKO 1000 KW BERBASIS FEM Fatkur Rachmanu
Jurnal Elektra Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Elektra
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many of steam turbines designs in over speed can occur. Therefore we need a device to control speed of shaft (Overspeed Trip). Speed of rotor is always maintained so as not to more rotation to hinder uncontrolled. The graph increases between the speed and time of decreasing the rotational speed. In this case, over speed trips were studied using mechanical systems. In Shinko RG64 steam turbine testing with Conversion factor, 900kW max net power turbine. Turbine rated speed 10000 rpm, trip speed multiplier 10%, trip speed 11600 rpm according to API 612: 116% rated. Acceleration turbine, initial Alpha 40.29 rpm / second. OST works following the equation of the centrifugal force where when the trip speed is exceeded the lever will move out. In the results of this simulation, the trip condition is a rotation of 11600 Rpm, for 2.11 seconds and an acceleration of 19.84 Rpm / sec. The result of displacement is 41 mm. Simulation calculations may differ from actual because conditions are affected by other components such as oil quality and condition, mechanism response between components.