Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Perasaan, dan Tindakan Moral terhadap Perkembangan Akhlak Siswa di MI Karakter Mutiara Bunda Bali saat Pandemi Covid-19 Hikmah, Rifqikah Durrotul; Zuryani, Nazrina; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 1 No 01 (2021): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT MI Karakter Mutiara Bunda Bali’s students require character education or moral values. During the Covid-19 pandemic, this study attempted to explore and analyze the link of knowing, feeling, and moral action to students moral development utilizing Lickona’s (1991) character education theory in line with Ratna Megawangi’s (2000) notion, namely the nine pillars of character. The sample size is the same as the entire population of 120 respondents. The data analysis used is correlation test, classical assumption test, and multiple linear regression analysis. The results showed that knowing, feeling, and moral actions have a strong relationship with 70.4% of students' moral development. Of the three concepts, moral action has a major influence on the moral development of students. Keywords: Moral Knowing, Moral Feeling, Moral Action, and Morals
Panggung Depan dan Panggung Belakang TikToker Remaja Denpasar sebagai Wujud Identitas di Media Sosial Agustina, Ni Made Dwi; Suka Arjawa, I Gst. Pt. Bagus; Sastri Mahadewi, Ni Made Anggita
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 1 No 02 (2021): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Dramaturgy concept in this study states that TikToker is an actor who plays theatrical stage. The social life of TikToker as an actor who plays a stage plays is divided into front stage and back stage. The front stage TikToker of Denpasar’s teenage, namely the situation when they present content on social media according to their identity. Tiktoker is an identity which made a formal role that shown by content on social media, for example role as a model, astrologer, traveller, also dancer. Then, the backstage of TikToker of Denpasar’s teenage, which is the situation when they are outside the front stage. Furthermore, TikToker after realizing their identity on social media brings a social impact, as a form of activiy that is able to influence others in the perspective Dramaturgy. The social impacts are divided into expected social impacts and unexpected social impacts.
Peran dan Tantangan Aktivis Yayasan Gaya Dewata dalam Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Provinsi Bali Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
Umbara Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.814 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v2i1.15673

Abstract

Abstract This research discusses roles and challenges encountered by the activists of Yayasan Gaya Dewata (Gaya Dewata Foundation) in their efforts to prevent HIV infection and AIDS among gays and transgenders in Bali. This research applies qualitative approach to examine the actions conducted by the activists in three regions of Bali Province: Denpasar City, Badung Regency, and Gianyar Regency. The actions include field and cyber outreach, interactive group discussion, HIV counseling and testing, condom and lubricant distribution to gays and transgenders; and social support for people living with HIV and AIDS (PLHA). This research applies social action and simbolic interactionism theory to analyse several actions by the activists. This research finds that the actions by the activists of demonstrate a rational-instrumental and affective action as well as a symbolic  interactionism action in the context of HIV and AIDS prevention. Keywords: Yayasan Gaya Dewata, gays and transgender, HIV, AIDS, Bali  Abstrak Penelitian ini membahas peran dan tantangan yang dihadapi oleh para aktivis di Yayasan Gaya Dewata dalam upaya mereka mencegah infeksi HIV dan AIDS di kalangan gay dan waria di Bali. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk mengamati kegiatan yang dilakukan para aktivis di tiga wilayah di Provinsi Bali: Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar. Kegiatan para aktivis meliputi; penjangkauan lapangan dan online, diskusi kelompok interaktif, konseling dan tes HIV, pembagian kondom dan pelican bagi para gay dan waria, dan dukungan sosial bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dan interaksionisme simbolik untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan para aktivis. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan yang dilakukan para aktivis menunjukkan sebuah bentuk tindakan sosial rasional-instrumental dan sebuah interaksi simbolik dalam konteks pencegahan HIV dan AIDS.  Kata kunci: Yayasan Gaya Dewata, gay, waria, HIV, AIDS, Bali.
ANALISIS ISI MEDIA BERITA ONLINE TENTANG PENGEMBANGAN WISATA SYARIAH DI PULAU BALI DALAM KAJIAN SOSIOLOGI PEMBANGUNAN Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v7i1.9699

Abstract

Pro dan kontra yang menyelimuti pengembangan wisata syariah di Bali banyak diberitakan melalui media berita online Indonesia. Wisata syariah yang kental dengan nuansa Islami, sulit untuk diterima masyarakat Bali yang memiliki kearifan lokal berbasis Hindu. Tulisan ini mengkaji empat media berita online yang menyajikan berita terkait wisata syariah di Bali, yang selanjutnya dilakukan analisis terhadap isi berita tersebut. Berdasarkan analisis didapatkan hasil bahwa, secara khusus pengembangan wisata syariah di Bali belum dapat dilaksanakan karena perbedaan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki penduduk Bali. Secara umum pengembangan wisata syariah tetap dapat dilaksanakan di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kata kunci : Provinsi Bali, wisata syariah, media berita online
MEMBANGUN KESADARAN DAN PERILAKU HIDUP SEHAT MAHASISWI GUNA MENCEGAH KANKER PAYUDARA Ni Luh Nyoman Kebayantini; I Nengah Punia; Nazrina Zuryani; Wahyu Budi Nugroho; Gede Kamajaya; Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 2 No 2 (2020): ISU PARIWISATA DAN KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL DAN POLITIK
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2020.v02.i02.p04

Abstract

Breast cancer is the second highest prevalence after cervical cancer. In recent years cases of breast tumors that are at risk of becoming cancer are found in women aged 25 years and under. This risk will increase in adolescent girls who have a history of tumors, so there is a 4.37 times more risk of developing breast cancer. Similarly, young women who experience menarche (first menstruation) at the age of <12 years are more likely to develop breast cancer than those who experience menarche aged> 12 years. Busyness undergoing daily routine is also one of the causes of teenagers / young women paying less attention to the health of their breasts. Based on this there have been many campaigns and movements to foster women's awareness of breast cancer such as the BSE movement (Breast Self-Check) and SADANIS (aware of clinical examination). It is unfortunate that this campaign has not been able to touch all circles, especially among students who are very busy with campus life and do not have the awareness to take care of their health. This dedication activity is carried out to increase the awareness of students / young women to maintain breast health. Keywords: breast cancer, health, increase student awareness.
PEREMPUAN PECINTA ALAM SEBAGAI WUJUD EKOFEMINISME Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 1 No 1 (2019): Isu Sosial dan Politik Kontemporer
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2019.v01.i01.p02

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini berupaya menjelaskan peran perempuan pada organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Wanaprastha Dharma, dalam melakukan pelestarian alam. Pada umumnya kegiatan pecinta alam memiliki resiko tinggi dan menuntut kekuatan fisik yang besar, yang identik dimiliki oleh laki-laki. Namun anggota perempuan organisasi Mapala Wanaprastha Dharma mampu melakukan berbagai kegiatan pelestarian alam yang beresiko dengan kekuatan fisik yang memadai. Fenomena tersebut merupakan gambaran konsep ekofeminisme yang menekankan bahwa antara perempuan dan alam memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan, baik oleh kondisi alam itu sendiri maupun oleh stereotipe tentang tubuh perempuan yang dianggap lebih lemah dari laki-laki. Anggota perempuan Mapala Wanaprastha Dharma secara struktural organisasi menempati posisi tinggi, antara lain sebagai ketua umum, sekretaris, maupun ketua pelaksana kegiatan. Melalui penjelasan dalam tulisan ini keterlibatan perempuan dalam pelestarian alam baik yang diimplementasikan secara langsung di lapangan, maupun tidak langsung yakni melalui perencanaan dan program kerja, menunjukan bahwa menjadi hal yang sulit untuk memisahkan perempuan dengan alam. Kata kunci: Mapala Wanaprastha Dharma, perempuan pecinta alam, ekofeminisme ABSTRACT This paper seeks to explain the role of women in the Nature Lovers Student Organization (Mapala) Wanaprastha Dharma, in doing nature conservation. In general the activities of nature lovers have a high risk and demand great physical strength, which is identical to that of men. However, female members of the Mapala Wanaprastha Dharma organization were able to carry out various natural conservation activities which were at risk with adequate physical strength. This phenomenon is an illustration of the concept of eco-feminism which emphasizes that between women and nature has a connection that cannot be separated, both by natural conditions themselves and by stereotypes about the bodies of women who are considered weaker than men. The Mapala Wanaprastha Dharma female member structurally occupies a high position, among others as general chairman, secretary, and chief executive of activities. Through the explanation in this paper, the involvement of women in nature conservation, both directly implemented in the field, and indirectly through planning and work programs, shows that it is difficult to separate women from nature. Keywords: Mapala Wanaprastha Dharma, female nature lover, eco-feminism
Portrait of Labour Racialization In The Global Cruise Tourism Industry Putu Titah Kawitri Resen; Ade Devia Pradipta; Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
Intermestic: Journal of International Studies Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.269 KB) | DOI: 10.24198/intermestic.v6n1.12

Abstract

Abstrak Industri wisata pesiar global menjadi representasi unik dari globalisasi, alasannya karena industri ini mempekerjakan kru dari berbagai negara. Bekerja di kapal menjadi peluang yang menarik bagi tenaga kerja yang mayoritas berasal dari negara berkembang, hanya sebagian kecil yang berasal dari negara maju. Namun demikian, industri ini tidak terlepas dari isu diskriminasi dan eksploitasi terutama terhadap pekerja dari negara berkembang. Artikel ini membahas isu segregasi pekerjaan tenaga kerja global di industri wisata pesiar dengan mengacu pada konsep Rasialisasi Tenaga Kerja Global sebagai kerangka analisis. Tulisan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Tulisan ini menyimpulkan bahwa rasialisasi tenaga kerja oleh perusahaan transnasional dalam industri pesiar direfleksikan melalui kondisi dan posisi pekerja dari negara berkembang yang ditempatkan pada level yang lebih rendah. Dalam sistem eksploitatif, rasialisasi tenaga kerja dengan menempatkan pekerja berdasarkan ras menjadi struktur yang memberikan keuntungan kepada para kapitalis di industri ini. Kata Kunci: industri wisata pesiar, negara berkembang, perusahaan transnasional, rasialisasi, tenaga kerja Abstract The global cruise industry is a unique representation of globalization due to the employment of multinational crews. Working on cruise is an appealing option for employees, most of whom are from developing countries, with only a small portion of workers from developed countries. This industry, however, is inextricably linked to issues of discrimination and exploitation of workers particularly from developing countries. This article intends to discuss the issues of job segregation of global labour in cruise industry by referring to the concept of the racialization of global labour as an analytical framework. This article employed a descriptive qualitative method by acquiring data from literature study. It is concluded that racialization of labour in the cruise industry is reflected in working conditions and positions that place workers from developing nations at the bottom of the labour hierarchy. In an exploitative system, racializing labour by assigning people to jobs based on race creates a framework that favors the industry's capitalists. Keywords: cruise tourism industry, developing countries, labour, racialization, transnational corporations
MENGUAK DORONGAN BERPRESTASI DALAM MEWUJUDKAN DESA LAYAK ANAK, DI DESA BATUAN, KABUPATEN GIANYAR, BALI Ni Made Anggita Sastri Mahadewi
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i2.782

Abstract

Desa Batuan menjadi salah satu desa di Kabupaten Gianyar, Bali yang mendeklarasikan diri sebagai Desa Layak Anak (DLA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dorongan berprestasi yang dimiliki Desa Batuan dalam rangka mewujudkan Desa Layak Anak di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif, dengan Teori Dorongan Berprestasi David MacClelland. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tujuh upaya Desa Batuan guna memenuhi hak-hak anak yakni, 1) Posyandu Plus (+) dari balita KK miskin, sebagai upaya memenuhi hak kesehatan dasar anak; 2) Bimbingan belajar untuk anak-anak kelas VI se-Desa Batuan, kegiatan ini dilakukan guna memenuhi hak pendidikan yang lebih maksimal; Selanjutnya tiga kegiatan yakni 3) Bimbingan belajar tentang lukisan Gaya Batuan; 4) Pelatihan Sekaa Gong anak-anak; 5) Pelatihan kesenian Tabuh Genggong merupakan kegiatan guna memenuhi hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang khusunya kegiatan budaya. 6) Pasraman Budi Pekerti; 7) Anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kegiatan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan anak dalam bidang kesehatan dasar dan kesejahteraannya. Melalui kinerjanya Desa Batuan membuktikan bahwa dorongan berprestasi yang dimiliki bukan hanya untuk mencapai kriteria tertentu, namun labih dari itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak. Kata Kunci: desa layak anak, dorongan berprestasi, kesejahteraan anak.
FENOMENA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN KAWULA MUDA DI JAKARTA SELATAN Ambarita, Priscilia; Punia, I Nengah; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze toxic relationship behavior among young adults in dating relationships in South Jakarta using a qualitative approach. Data will provide a detailed overview of young adult,' experiences with toxic relationships, employing Robert J. Sternberg's triangular theory of love. Results reveal diverse forms of toxic relationships, including verbal, emotional, and physical violence, such as infidelity, open relationships, and possessive behavior. Impact encompasses diminished self-confidence, mental and physical health issues, and financial losses. Anticipation and prevention of toxic relationship behavior are vital. Healthy communication and partner selection are crucial to evade toxic relationships.
Habitus Fotografer Wedding dan Prewedding di Kota Denpasar Saputra, Gede Wahyu; Nugroho, Wahyu Budi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedding and pre-wedding photography fall under the category of documentary photography. In Bali, these photography services are increasingly in demand, especially by the millennial generation in Denpasar City. Along with the increase in demand, the profession of wedding and pre-wedding photography has also increased. This research aims to examine the habitus that drives wedding and pre-wedding documentation photographers in Denpasar City to pursue the sector, and also how the habitus of these photographers later turns out to affect the personal style of the photos produced. This research uses Pierre Bourdieu's habitus concept as the basis for analyzing the problems that occur. The method used in analyzing the phenomenon of habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is descriptive-explanatory with a qualitative approach. From the research conducted, it was found that: 1) The habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is composed of the capitals they have and the realm where they practice. Capitals such as symbolic, cultural, economic, or social are found in different forms in each informant, and 2) Photographers' personal style is formed through their mindset, behavior, and preferences that are influenced by their social environment, culture, and past experiences. These habitual dispositions shape the way photographers act or respond in certain situations. Habitus can also influence the photographic techniques used in framing, composition and photo editing. Keywords: Wedding and pre-wedding photography, Photographer, Habitus, personal style.
Co-Authors -, Mustami’uddin Ade Devia Pradipta Aditya, I Gst. Ngr. A. Krisna Aditya, I Gst. Ngr. Agung Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung Krisna Agustina, Ni Made Dwi Ambarita, Priscilia Ari Wiadnyana, Sang Putu Agus Aridewi, Ida Ayu Kiyani Cahya Aroyani, Aspi Nur Bernita, Ribka Dewi Kartika, Dewa Ayu Ermawati, Gusti Ayu Intan Fadhilah, Erysa Ayu Fadila, Farra Gede Kamajaya Gede Kamajaya, Gede Handika Alfirdaussy, Fanny Dwi Hikmah, Rifqikah Durrotul I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa I Gusti Ngurah Agung Krisna Aditya I Nengah Punia Ikka Wardhani, Ida Ayu Dea Ikma Citra Ranteallo Imron Hadi Tamim, Imron Hadi Indra Yanti, Ni Komang Ayu Jeliha, Krista Jovianto, Fakhri Karno, Ody Putra Karno, Ody Putra Krisna Aditya, I Gst. Ngr Agung Krisnayadi, Made Chandra Kusuma, I Putu Surya Adi Limbong, Angli Rosalia M. Syukur Mandala Keniten, Ida Ayu Putu Citta Maya Aritonang, Nadya Trisha Mia Dian Triska, Ni Luh Gde Mulya Astari, Gusti Ayu Agung Chandra Mutiara Prameswari, Ni Putu Laksmi Naidi, Martha Fransiska Nazrina Zuryani Ni Luh Nyoman Kebayantini Nugraha Hanaya, Putu Satya Nyoman Ayu Sukma Pramestisari Paramita Sari, Ida Ayu Indah Permata, Ida Ayu Kade Dina Capriana Prabasari, Ni Putu Yulinda Pradnyani Pratiwi, Ni Made Fina Pramestiasri, Made Melly Anindita Pratiwi, Ni Putu Sri Purnami Azhari, Dewa Ayu Putu Titah Kawitri Resen Rahim, Athaur Rukningsih, Ni Putu Sri Veni Safingin, Agus Sagala, Citra Ayu Samuel, Joan Christoper Sanul, Selviana SAPUTRA, BAGUS DWI Saputra, Gede Wahyu Savitri, Annastasia Setiawan, Chelsea Rosaline Setiawan, Gde Darma Shahby, Shafira Rahmarisdewi Sinaga, Willyam Steven Sudarmana, Ida Bagus Made Tirta Yamuna, Ni Nyoman Wahyu Budi Nugroho Wahyu, Faisal Wintensari, Dewa Ayu Made Wirata, I Gede Dharma Wiryana, Ni Luh Putu Kirana Wulandari