Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN JUS PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL Oktasari, Indriyani; Alkhusari, Alkhusari; Jaya, Indra Frana
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1504

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Jus pepaya (Carica papaya) berpotensi menurunkan tekanan darah melalui kandungan kalium, vitamin, flavonoid, dan enzim papain yang berperan dalam vasodilatasi serta perbaikan fungsi endotel. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (pretest–posttest without control group). Sampel berjumlah 27 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian jus pepaya 200 ml sekali sehari selama 5 hari. Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Hasil: Uji Shapiro–Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p>0,05). Analisis Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 161,81 menjadi 149,77 mmHg dan diastolik dari 88,66 menjadi 81,15 mmHg (p = 0,000). Saran: Disarankan agar pihak panti sosial maupun fasilitas kesehatan dapat menjadikan jus pepaya sebagai salah satu alternatif pendukung dalam program pengendalian hipertensi pada lansia sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan pada lansia. Kata Kunci : Hipertensi, Jus Pepaya, Lansia, Tekanan Darah
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Alkhusari, Alkhusari; Efrianty, Novalia; Suherman, Suherman Kurnia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1422

Abstract

Latar Belakang : Kinerja yang baik ditandai oleh pelayanan yang cepat, tepat, empatik, serta kemampuan menjaga komunikasi efektif dan efisiensi kerja. Kinerja optimal perawat berkontribusi besar terhadap kepuasan dan keselamatan pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, pada tahun 2024. Metode : Penelitian dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 31 Juli 2024 dengan desain cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat rawat inap di RSUD Sungai Lilin, sebanyak 82 perawat, dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berusia di atas 33 tahun (53,7%), berjenis kelamin perempuan (82,9%), berpendidikan D3 (87,8%), dan memiliki masa kerja lebih dari 8 tahun (56,1%). Selain itu, 53,7% perawat memiliki motivasi yang kurang baik, 58,5% menerima penghargaan yang rendah, dan 67,4% menunjukkan kinerja yang kurang baik. Analisis bivariat menemukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara umur (p=0,536), jenis kelamin (p=0,705), dan pendidikan (p=0,246) dengan kinerja perawat. Namun, terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja (p=0,019), motivasi (p=0,001), dan imbalan (p=0,013) dengan kinerja perawat. Saran : untuk meningkatkan supervisi perawat melalui monitoring dan evaluasi setiap kegiatan asuhan keperawatan. Kata Kunci: Kinerja perawat, masa kerja, motivasi, imbalan