Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial di Malam Hari dengan Kualitas Tidur pada Remaja Sevi Sartika Kusumawati; Dewi Rury Arindari; Rahmalia Afriyani; Helsy Desvitasari; Dea Mega Arini
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30835

Abstract

ABSTRAK  Penggunaan media sosial pada malam hari semakin meningkat di kalangan remaja dan berpotensi memengaruhi kualitas tidur. Penggunaan gawai pada malam hari dapat mengganggu tidur karena paparan cahaya biru yang diterima retina dan diteruskan ke pusat pengatur ritme sirkadian di otak. Kondisi ini menekan produksi hormon melatonin sehingga menunda waktu tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Karya Ibu Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Karya Ibu Palembang sebanyak 178 siswa dengan sampel 71 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada 04–11 Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 53,5% responden memiliki intensitas penggunaan media sosial aktif pada malam hari dan 71,8% responden memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,006 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial di malam hari dengan kualitas tidur remaja. Sekolah disarankan memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak untuk meningkatkan kualitas tidur remaja.Kata kunci: Intensitas media sosial; kualitas tidur; malam hari; remaja ABSTRACT  Nighttime social media use among adolescents is increasingly prevalent and has the potential to affect sleep quality. The use of electronic devices at night can disrupt sleep due to exposure to blue light, which is received by the retina and transmitted to the brain's circadian rhythm regulatory center. This condition suppresses melatonin hormone production, thereby delaying sleep onset and reducing sleep quality. This study aimed to examine the relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents at SMA Karya Ibu Palembang. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all grade X and XI students at SMA Karya Ibu Palembang, totaling 178 students, with a sample of 71 respondents selected using accidental sampling technique. Data collection was conducted from December 4–11, 2025. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that 53.5% of respondents had active nighttime social media usage intensity, and 71.8% had poor sleep quality. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.006 (<0.05), indicating a statistically significant relationship between nighttime social media usage intensity and sleep quality among adolescents. It is recommended that the school provide education on wise social media use to help improve adolescents' sleep quality.Keywords : Social media intensity; sleep quality; nighttime;adolescents
Hubungan Supervisi dengan Penerapan Patient Safety dalam Pengurangan Risiko Jatuh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Palembang Pia Indah Lestari; Helsy Desvitasari; Sri Mulia Sari; Setiawan Setiawan; Putinah Putinah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30833

Abstract

ABSTRAK   Risiko jatuh merupakan masalah keselamatan pasien yang masih sering terjadi di ruang rawat inap dan berpotensi menimbulkan cedera serius, sehingga memerlukan penerapan patient safety yang optimal dengan dukungan supervisi keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan supervisi dengan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Palembang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 68 perawat pelaksana melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner supervisi dan lembar observasi penerapan patient safety, dengan analisis uji Chi-Square. Hasil menunjukkan p-value = 0,004 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara supervisi dan penerapan patient safety dalam pengurangan risiko jatuh. Supervisi yang baik berkontribusi terhadap konsistensi pengkajian risiko jatuh, pengamanan lingkungan, dan edukasi pasien serta keluarga. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan mengoptimalkan fasilitas keselamatan, menerapkan sistem reward zero-fall incident, dan melakukan safety briefing sebelum setiap shift untuk meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.Kata Kunci: Supervisi, Patient Safety, Risiko Jatuh Abstract  Fall risk remains a common patient safety problem in inpatient wards and has the potential to cause serious injuries, therefore requiring optimal implementation of patient safety supported by effective nursing supervision. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk in the inpatient ward of Hospital X Palembang. This study used a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach, involving 68 staff nurses selected through total sampling. The research instruments consisted of a supervision questionnaire and an observation sheet for the implementation of patient safety, with data analyzed using the Chi-Square test. The results showed a p-value of 0.004 (< 0.05), indicating a significant relationship between supervision and the implementation of patient safety in reducing fall risk. Good supervision contributes to consistent fall risk assessment, environmental safety management, and education for patients and their families. Therefore, hospitals are recommended to optimize safety facilities, implement a zero-fall incident reward system, and conduct safety briefings before each shift to continuously improve patient safety.Keywords: Supervision, Patient Safety, Risk of Falls