Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTER MORFOLOGI DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PENGURANGAN PUPUK N, P, K DAN TAKARAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus; Budi, Setia; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3864

Abstract

Increasing sweet corn production can be done through fertilizing N, P, K and applying various doses of biological fertilizer. This research was conducted on farmers' land in Rasau Jaya 2 Village, Kubu Rara Regency. The research was carried out on 14 August - 27 October 2023. The research aims to obtain the best interaction between doses of N, P, K fertilizer and biological fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peat land. The research used a factorial randomized block design consisting of 2 factors. The first factor is the dose of N, P, K (A) fertilizer with 3 levels, namely: a1 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), a2 (225 kg Urea/ha, 112 .5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) and a3 (150 kg Urea/ha, 75 kg SP-36/ha, 50 kg KCl/ha). The second factor is the dosage of biological fertilizer (P) with 3 levels, namely: p1 (45 kg/ha), p2 (60 kg/ha) and p3 (75 kg/ha). The research results showed an interaction between N, P, K fertilizer at 75% of the recommended dose (225 kg Urea/ha, 112.5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) and biological fertilizer at a dose of 60 kg/ha which showed Morphological characters and yields of sweet corn are best on peat soil. Keyword: Biological Fertilizer, Sweet Corn, N, P, K Fertilizer, Peat.INTISARIPeningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan melalui pemupukan N, P, K dan pemberian berbagai takaran pupuk hayati. Penelitian ini dilakukan di lahan petani di Desa Rasau Jaya 2 Kabupaten Kubu Rara.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus - 27 Oktober 2023. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara dosis pupuk N, P, K dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial  yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah takaran pupuk N, P, K (A) dengan 3 aras yaitu: a1 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), a2 (225 kg Urea/ha, 112,5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) dan a3 (150 kg Urea/ha, 75 kg SP-36/ha, 50 kg KCl/ha). Faktor kedua adalah takaran pupuk hayati (P) dengan 3 aras yaitu: p1 (45 kg/ha), p2 (60 kg/ha) dan p3 (75 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk N, P, K dengan 75% dari takaran anjuran (225 kg Urea/ha, 112,5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) dan pupuk hayati dosis 60 kg/ha yang menunjukkan karakter morfologi dan hasil jagung manis yang terbaik pada tanah gambut.Kata Kunci: Pupuk Hayati, Jagung manis, Pupuk N, P, K, Gambut.
APLIKASI PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS DI LAHAN GAMBUT Mbaku, Wilhelmina Wiku; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3875

Abstract

The productivity of sweet corn in the community is still low, this is due to factors limiting growth, one of which is soil fertility. The way to overcome peat soil problems is to use inorganic fertilizer accompanied by the application of biological fertilizer. The aim of the research is to determine the interaction of the use of inorganic fertilizers and biological fertilizers on nutrient availability and the growth of sweet corn on peatlands and to obtain the best dose of inorganic fertilizers and biological fertilizers. The research was carried out at a location located on Jln. Agreed 2, Gang Racana UNTAN, Southeast Pontianak District. This research was conducted June 14 – August 28 2023. Research using a Factorial Randomized Group Design (RAK) field experiment with 2 treatment factors with 3 replications. The first factor is Inorganic Fertilizer (A) consisting of 3 treatment levels, namely: a1 = recommended dose; a2= 75% recommended dose; and a3 = 50% of the recommended dose. The second factor is the dose of Sinar Bio biofertilizer (P) consisting of 3 treatment levels, namely p1= 45 kg/ha ≈ 1.00 g/plant; p2= 60 kg/ha ≈ 1.33 g/plant; and p3= 75 kg/ha ≈1.67 g/plant. The variables observed were nutrient availability, plant height, number of leaves, root volume, plant dry weight, harvest index, total leaf area. The research results showed that nutrient availability after incubation on the research land included very low to high criteria. There is an interaction between inorganic fertilizer and biological fertilizer on the growth of Sweet Corn on Peatlands, and the interaction of inorganic fertilizer at 75% of the recommended dose is equivalent to (Urea 4.21 g/plant, SP-36 2.11 g/plant, KCL 1.41) g/plant and biofertilizer at a dose of 60 kg/ha equivalent to 1.33 g/plant can increase the growth of sweet corn on peatlands. Keywords: Peat, Nutrient Availability, Growth, Inorganic Fertilizer, Biological Fertilizer  INTISARIProduktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah, hal ini disebabkan adanya faktor pembatas pertumbuhan salah satunya kesuburan tanah. Cara mengatasi permasalahan tanah gambut adalah penggunaan pupuk anorganik disertai pemberian pupuk hayati.Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi penggunaan pupuk anorganik dan pupuk hayati terhadap ketersediaan hara dan pertumbuhan  jagung manis pada lahan gambut dan mendapatkan dosis terbaik dari pupuk anorganik dan pupuk hayati. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana UNTAN, Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 14 Juni – 28 Agustus 2023. Penelitian dengan percobaan lapangan Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor Pertama adalah Pupuk Anorganik (A) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: a1= dosis anjuran; a2=  75% dosis; dan a3= 50%  dosis anjuran. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati Sinar Bio (P) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1= 45 kg/ha ≈ 1,00 g/tanaman;  p2= 60 kg/ha ≈ 1,33 g/tanaman; dan p3= 75 kg/ha ≈1,67 g/tanaman. Variabel yang diamati yaitu ketersediaan hara, tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, indeks panen, luas daun total.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan hara setelah inkubasi pada lahan penelitian termasuk kriteria sangat rendah sampai tinggi. Terjadi interaksi antara pupuk anorganik dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan Jagung Manis pada Lahan Gambut, dan Interaksi pupuk anorganik 75% dosis anjuran setara dengan (Urea 4,21 g/tanaman, SP-36 2,11 g/tanaman, KCL 1,41) g/tanaman dan pupuk hayati dosis 60 kg/ha setara dengan 1,33 g/tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan jagung manis pada lahan gambut. Kata kunci: Gambut, Ketersediaan Hara, Pertumbuhan, Pupuk Anorganik, Pupuk Hayati
PENGARUH ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Apriani, Resti; Warganda, Warganda; Susana, Rini; Maulidi, Maulidi; Hariyanti, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3530

Abstract

          Peat soil has low soil pH and less available macro nutrients. Application of coconut coir ash had the purpose of increasing the pH of the soil, whereas NPK fertilizer aimed to increase the availability of macro elements needed for plant growth. This research aims to obtain the best dose of coconut coir ashes and NPK fertilizer on the growth and yield of radish. This research was conducted in the Eastern Pontianak, The city of Pontianak, West Kalimantan, April -May 2023. The design used is completely Random Disign with Factorial Pattern, consists of 2 factors with 3 repetitions.The first factor is the coconut cor ash (A) with dosage treatment, which is, a1 = 109 g / poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/ poybag. The second factor is a NPK fertilizer (P) with dosage treatment is, p1 = 18 g / poybag, p2 = 24 g/polybag, p3 = 30 g/polybag. Variables observation is the number of leaves, weight of fresh plants, weight of fresh bulbs, length of blub, diameter of bulb, and dry weight of plants. The results showed that the application of coconut coir ash dose of 33.33 tons/ha and NPK fertilizer dose of 300 kg/ha gave the best results on the diameter of radish tubers. Keywords: Coconut Coir Ash, NPK Fertilizer, Peat, RadishINTISARI          Tanah gambut mempunyai kendala sebagai media tumbuh lobak yaitu pH tanah yang rendah dan unsur hara makro yang kurang tersedia. Pemberian abu sabut kelapa mempunyai tujuan untuk meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk NPK diberikan untuk menambah ketersediaan unsur hara makro yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang berlangsung pada April - Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah abu sabut kelapa (A) dengan 3 taraf  dosis yaitu, a1 = 109 g/poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/poybag. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) dengan perlakuan dosis yaitu, p1 = 18 g/poybag, p2 = 24 g/poybag, p3 = 30 g/polybag. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sabut kelapa 33,33 ton/ha dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap diameter umbi tanaman lobak. Kata kunci : Abu Sabut Kelapa, Gambut , Lobak, Pupuk NPK
PENGARUH BOKASHI LIMBAH SAYURAN DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Erik, Adrianus Minikus; Hadijah, Siti; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77597

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceea L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga tanaman kubis-kubisan (Cruciferae). Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kubis bunga di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah gambut. meskipun demikian tanah gambut memiliki beberapa kendala jika dimanfaatkan sebagai media tanam seperti pH tanahnya yang rendah, memiliki porositas yang tinggi, memiliki kandungan C-organik yang tinggi dan secara alami status hara tanah gambut tergolong rendah, baik hara makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik dari bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gang Struktur, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, berlangsung dari Juni hingga Oktober 2023. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi limbah sayuran (b) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 (400 g/polybag ≈ 20 ton/ha), b2 (500 g/polybag ≈ 25 ton/ha), b3 (600 g/polybag ≈ 30 ton/ha). Faktor kedua pupuk hayati (h) terdiri dari tiga taraf yaitu h1 (5 ml bioboost/liter air), h2 (10 ml bioboost/liter air), h3 (15 ml bioboost/liter air). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, Volume akar, berat kering tanaman, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Pemberian bokashi limbah sayuran dengan dosis 25 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan pupuk hayati 10 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar krop.
RESPON PERTUMBUHAN ANGGREK Coelogyne pandurata Lindl. PADA MEDIA VW TERHADAP PEMBERIAN NAA DAN KINETIN SECARA IN VITRO RANGGA, RANGGA; ASNAWATI, ASNAWATI; HARIYANTI, AGUS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14397

Abstract

Anggrek Coelogyne pandurata merupakan salah satu anggrek yang yang ada di Kalimantan Barat, namun keberadaannya semakin berkurang dan terancam punah sehingga perlu dikembangkan salah satunya dengan teknik in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek C. pandurata terhadap pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin serta mencari kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjugpura Pontianak dari tanggal 07 September sampai 11 Desember 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan kinetin. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,1 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm dan 1,5 ppm. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu terbentuk akar (hari), jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (hari), jumlah tunas (buah) dan pertambahan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin secara umum belum memberikan respon pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW yang berbeda terhadap waktu terbentuk akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun, tetapi memberikan respon pertumbuhan yang berbeda terhadap jumlah akar. Kombinasi konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW terhadap jumlah akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,1 ppm kinetin yaitu 8,22 helai.
Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Tanah Gambut diranto abet nego, Raul; Anggorowati, Dini; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18001

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan berbagai konsentrasi MOL limbah ikan terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di kebun yang terletak di Jalan Rasau Jaya II patok 34 Kubu Raya mulai tanggal 13 Mei - 21 Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa pemberian MOL limbah ikan (p0), pemberian MOL limbah ikan dengan konsentrasi 50 ml/liter (p1), 150 ml/liter (p2), 250 ml/liter (p3), 350 ml/liter (p4) dan 450 ml/liter (p5). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman per rumpun, jumlah daun tanaman per rumpun, jumlah umbi tanaman per rumpun, berat segar umbi tanaman per rumpun dan berat kering angin tanaman per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan MOL limbah ikan berpengaruh terhadap, pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut pada variabel tinggi tanaman per rumpun, berat segar umbi tanaman per rumpun, dan berat kering angin tanaman per rumpun Kata kunci: Bawang Merah, MOL Limbah Ikan, Tanah Gambut
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAN ABUAKAR PAKIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI KERITING PADA TANAH ALUVIAL QURSAIN, ZAILANI; ZULFITA, DWI; HARIYANTI, AGUS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.456 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis bokasi dan abu akar pakis yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi keriting pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang. Penelitian ini dimulai dari tanggal 21 Desember 2017 sampai dengan 31 Januari 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu, A : 5% bokasi akar pakis dari 6 kg berat tanah setara dengan 300 g/polybag dan 2.9 ton/ha abu akar pakis setara dengan 9 g/polybag, B : 10% bokasi akar pakis dari 6 kg berat tanah setara dengan 600 g/polybag dan 3,8 ton/ha abu akar pakis setara dengan 11 g/polybag, C : 15% bokasi akar pakis dari 6 kg berat tanah setara dengan 900 g/polybag dan 5 ton/ha abu akar pakis setara dengan 15 g/polybag, D : 20% bokasi akar pakis dari 6 kg berat tanah setara dengan 1200 g/polybag dan 6,2 ton/ha abu akar pakis setara dengan 19 g/polybag, E : 25% bokasi akar pakis dari 6 kg berat tanah setara dengan 1500 g/polybag dan 7,4 ton/ha abu akar pakis setara dengan 22 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati adalah volume akar (cm3), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan dosis bokasi dan abu akar pakis yang terbaik tetapi dosis efektif terdapat pada perlakuan dosis 5% bokasi dan 2,9 ton/ha abu akar pakis.Kata kunci : Abu dan Bokasi Akar Pakis, Sawi Keriting,Tanah Aluvial.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT Sepoel, Adrianus; MAULIDI, MAULIDI; HARIYANTI, AGUS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.775 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bawang Sabrang yang terbaik terhadap pemberian Pupuk Organik Padat pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jl. Reformasi Gg. Matematika Pontianak Tenggara Kalimantan Barat, mulai tanggal 7 November 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu (p1) : 10 g, (p2) : 20 g, (p3) : 30 g , (p4) : 40 g, (p5) : 50 g dan lima ulangan, sehingga terdapat 25 unit perlakuan. Banyaknya sampel setiap perlakuan yaitu 4 tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah klorofi daun (spead unit), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar umbi per rumpun (g) dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Padat memberi respon yang sama terhadap semua variabel pengamatan.Kata Kunci : Bawang Sabrang, Gambut, Pupuk Organik Padat.RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG SABRANG (Eleutherine americana Merr) TERHADAP PEMBERIANPUPUK ORGANIK PADAT PADA MEDIA GAMBUT
GROWTH RESPONSE AND RESULTS ON SABRANG ONION (Eleutherine americana Merr) AGAINST OF GRANTING SOLID ORGANIC FERTILIZER ON PEAT Sepoel, Adrianus; MAULIDI, MAULIDI; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25091

Abstract

ABSTRAK This study aims to determine the growth and yield response of the best Sabrang on the provision of Organic Solid Fertilizer on peat. The research was carried out on Jl Reformasi GG. Matematika Pontianak Tenggara West Kalimantan, in 7 November 2017 to 8 January 2018. The research method used was Completely Randomized Design consist of 5 treatments namely (p1): 10 g, (p2): 20 g, (p3): 30 g, (p4): 40 g, (p5): 50 g and five replications, so there are 25 units of treatment. Number of samples each treatment that is 4 plants. The observed variables in this study are plant height (cm), number of leaves per clump (split unit), number of chickens per spruce (fruit), fresh weight of tuber per hill (g) and dry weight of tuber wind clump (g). The results showed that the giving of Organic Solid Fertilizer had no significant effect on all observation variable. Keyword: Sabrang onion, Peat, Solid Organic Fertilizer.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) KHOLIS, NUR; Sarbino, Sarbino; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.106 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25196

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis ­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol), m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1), m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1), m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK