Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) PADA LAHAN GAMBUT Muzanni, Muzanni; Warganda, Warganda; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59508

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang sangat penting di dunia dan banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Produktivitas jagung di Kalimantan Barat tahun 2018 hanya mencapai 3,76 ton/ha, lebih rendah dari produktivitas tahun sebelumnya yang mencapai 3,98 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas jagung dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi meliputi perbaikan kualitas tanah/lahan dengan pupuk kandang ayam serta pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk kandang ayam dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Parit Demang gg. Nurhidayat Pontianak (22 September "“ 10 Desember 2021). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari enam tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang ayam (ton/ha) dan NPK (kg/ha) yang diberikan yaitu a1p1 = 10 ton/ha Pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a1p2 = 10 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a1p3 = 10 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a2p1 = 15 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a2p2 = 15 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a2p3 = 15 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a3p1 = 20 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK ; a3p2 = 20 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK ; a3p3 = 20 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berklobot, berat tongkol tanpa klobot, berat tongkol tanpa klobot per petak, berat tongkol tanpa klobot per petak, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat 100 biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Kata kunci : gambut, jagung pulut, NPK, pupuk kandang ayam
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Safriansyah, Gusti; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60349

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Peneitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi Gg. Recana Untan Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 9 Mei "“ 15 Agustus 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan dan masing-masing kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sebagai Petak Utama (Main Plot) adalah varietas jagung ketan (V) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan sebagai Anak Petak (Sub Plot) adalah pupuk Hayati Petrobio (P) yang terdiri dari 3 perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), volume akar (cm3), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua varietas yang digunakan dalam penelitian ini (Rasanya F1, Kumala F1 dan Jutawan F1) menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanah gambut. Pemberian pupuk hayati petrobio dengan dosis 30 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terhadap beberapa varietas jagung manis pada tanah gambut. Interaksi antara penggunaan jagung manis varietas Rasanya F1 dan pemberian pupuk hayati petrobio dosis 30 kg/ha atau setara dengan 0,56 g/tanaman menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanah gambut.Kata Kunci : Varietas, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Petrobio, Gambut
RESPON FISIOLOGIS DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Ananda, Restia Diaz; Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60350

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah dikarenakan petani belum menggunakan varietas unggul dan menanam pada lahan gambut. Dengan hal ini penggunaan varietas unggul dan penambahan hara pada lahan diperlukan. Penambahan unsur hara pada lahan gambut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Mei sampai 15 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui respon fisiologi tanaman jagung terhadap pemberian berbagai jenis pupuk hayati, (2) mencari dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman dan komponen hasil salah satu varietas jagung manis pada lahan gambut, (3) mencari varietas jagung manis yang paling baik tehadap respon fisiologi dan komponen hasil dengan pemberian pupuk hayati di lahan gambut, dan (4) Mendapatkan dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman jagung pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor Varietas jagung manis(V) dan pupuk hayati Petrobio (P) yang terdiri dari masing masing 3 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah Varietas Jagung Ketan (V) terdiri dari : v₁ = Jagung ketan varietas Rasanya F1, v₂ = Jagung ketan varietas Kumala F1, dan v₃ = Jagung ketan varietas Jutawan F1. Sebagai sub plot adalah dosis pupuk hayati Petrobio (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p₁ = 30 kg/ha ≈ 0,56 g/tanaman, p₂ = 40 kg/ha ≈ 0,75 g/tanaman, dan p₃ = 50 kg/ha ≈ 0,938 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Bersih (LAB), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua dosis pupuk hayati menghasilkan respon fisiologis yang sama baiknya pada semua varietas jagung manis, interaksi antara jenis Varietas Rasanya F1 dan pupuk hayati dosis 30 kg/ha memiliki respon fisiologis dan komponen hasil terbaik pada lahan gambut, dan Varietas Rasanya F1 menunjukkan respon fisiologis yang terbaik pada pemberian berbagai dosis pupuk hayati. Kata kunci : Gambut, Hasil, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Respon Fisiologis
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEMBANG KOL SECARA HIDROPONIK SUMBU Dalli, Yan; Sasli, Iwan; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61837

Abstract

Budidaya kembang kol secara luas di Kalimantan Barat masih belum banyak dilakukan, karena lahan yang tergolong marjinal dan pengetahuan petani masih minim dalam pengelolaan lahan secara tepat. Salah satu teknik budidaya yang dapat dicoba untuk meningkatkan hasil adalah budidaya secara hidroponik. Keberhasilan budidaya secara hidroponik selain ditentukan media yang digunakan, juga sangat ditentukan oleh larutan nutrisi yang diberikan dan pemilihan varietas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi AB Mix dan berapa varietas kembang kol terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol secara hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan waktu penelitian dari tanggal 9 Juli - 13 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, masing-masing faktor terdiri dari 3 perlakuan, 3 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 plot perlakuan penelitian, jadi total keseluruhannya terdapat 108 tanaman. Adapun pengaturan perlakuan yang dimaksud adalah k 1 v 1 = 1000 ppm + Larisa; k 1 v 2 = 1000 ppm + Varietas Mona; k 1 v 3 = 1000 ppm + Varietas Snowhite; k 2 v 1 = 1500 ppm + Varietas Larisa; k 2 v 2 = 1500 ppm + Varietas Mona; k 2 v 3 = 1500 ppm + Varietas Snowhite; k 3 v 1 = 2000 ppm + Varietas Larisa; k 3 v 2 = 2000 ppm + Varietas Mona; k 3 v 3 = 2000 ppm + Varietas Snowhite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai konsentrasi AB Mix pada berbagai varietas kembang kol secara hidroponik sumbu tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol. Penggunaan konsentrasi ab mix 1000 ppm adalah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kembang kol sedangkan peningkatan konsentrasi dapat menurunkan hasil. Penggunaan varietas larisa dan mona memberikan hasil yang lebih baik daripada varietas Snowhite.
Pengaruh Bokashi dan Abu tandan Kosong kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil terung pada Tanah Aluvial Selvi, Monika; Hadijah, Siti; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61989

Abstract

Terung merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung ungu yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 "“ 27 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 20 ton/ha setara dengan 600 g/polibag, b2 = 30 ton/ha setara dengan 900 g/polibag dan b3 = 40 ton/ha setara dengan 1.200 g/polibag. Faktor kedua pemberian abu tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu 8,8 ton/ha setara dengan 40 g/polibag, 13 ton/ha setara dengan 60 g/polibag dan 17,7 ton/ha setara dengan 80 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman bobot per buah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Perlakuan faktor tunggal bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 20 ton/ha ≈ 600 g/polibag dan abu TKKS 8,8 ton/ha ≈ 40 g/polibag merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Kata Kunci : Abu, Aluvial, Bokashi, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Terung.
PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN TUMBUH BIBIT NANAS ASAL SETEK BATANG PADA MEDIA TANAM PMK Ronaldi, Yohanes; Listiawati, Agustina; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61996

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman daerah tropis yang tumbuh di Kalimantan Barat pada lahan gambut. Perbanyakan tanaman nanas secara setek batang masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan proses pertumbuhannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan bibit dalam waktu singkat, sehingga memerlukan hormon auksin dan sitokinin untuk mempercepat pertumbuhan setek asal batang nanas. Salah satu tanaman yang banyak mengandung auksin dan sitokinin adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa yang terbaik terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pemberian konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel setek tanaman sehingga total tanaman keseluruhan berjumlah 120 unit setek tanaman. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas, persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi air kelapa memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TINGGI MUKA AIR BERBEDA Rinaldi, Muhammad; Nurjani, Nurjani; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62003

Abstract

Sistem budidaya yang sering digenangi air pada sekitar bedengan akan menyebabkan tercucinya unsur hara yang dapat membuat kekurangan nutrisi pada sistem penyerapan dalam pertumbuhan tanaman mentimun, maka harus dilakukan meninggikan bedengan yang berbeda dalam budidaya tanaman mentimun. Budidaya jenuh air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dengan memberikan nutrisi seperti pupuk yang teratur sebab pada sistem budidaya jenih air ini nutrisi yang di butuhkan pada tanaman sering tercuci akibat terbawanya air yang pada sekitar bedengan. Pemberian berbagai pupuk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis komposisi pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air dan untuk mendapatkan tinggi muka air tanah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kalimas Tengah, Dusun Melati, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian berlangsung dari tanggal (1 September - 12 Oktober 2022). Penelitian merupakan percobaan yang disusun dalam rancanagan acak kelompok (RAKL) split blok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah tinggi muka air yaitu b1(10 cm), b2 (20 cm), b3 (30 cm). Faktor kedua kombinasi pupuk yaitu terdiri dari p1 (NPK 8 g), p2 (NPK 8 g, Urea 6 g), dan p3 (NPK 8 g, Urea 6 g, SP36 4 g). Semua perlakuan diulang sejumlah 3 kali. Terdapat 4 sampel tanaman sebagai satuan pengamatan perpetak dengan 1 sampel tanaman sebagai sampel destruktif, sehingga terdapat 108 satuan perlakuan. Variebel pengamatan terdiri dari berat kering tanaman (gram), jumlah buah (buah), berat buah (kg), bobot buah (kg), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk NPK + Tinggi Muka Air Tanah memberikan berpengaruh nyata pada berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata pada panjang buah, berat buah, bobot buah, jumlah buah dan diameter buah.
PENGARUH ZPT DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK JAMBU KRISTAL Clarissariyani, Christin; Listiawati, Agustina; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62056

Abstract

Perbanyakan jambu kristal secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara setek. Perbanyakan jambu kristal menggunakan setek menemukan beberapa kendala dimana akarnya sulit untuk tumbuh, maka diperlukan hormon tambahan untuk merangsang pertumbuhan akar yaitu hormon auksin. Budidaya setek jambu kristal tidak hanya memerlukan hormon, tetapi bergantung juga kepada media. Media tanam untuk budidaya setek sangat berperan untuk perkembangan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT dan komposisi media tanam yang terbaik untuk pertumbuhan setek jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak (19 Agustus "“ 16 November 2022). Metode Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot yang terdiri dari dua faktor yaitu media tanam (m) sebagai main plot dan konsentrasi ZPT (k) sebagai sub plot dengan 9 taraf perlakuan ZPT dan media tanam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Komposisi media tanam dan konsentrasi ZPT (ppm) yang diberikan yaitu m1k1=media tanam 2:1:2 dan 100 ppm; m1k2=media tanam 2:1:2 dan 200 ppm; m1k3=media tanam 2:1:2 dan 300 ppm; m2k1=media tanam 2:1:1 dan 100 ppm; m2k2=media tanam 2:1:1 dan 200 ppm; m2k3=media tanam 2:1:1 dan 300 ppm; m3k1=media tanam 2:2:1 dan 100 ppm; m3k2= media tanam 2:2:1 dan 200 ppm; m3k3= media tanam 2:2:1 dan 300 ppm. Variabel yang diamati meliputi persentase setek hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan pertambahan panjang setek. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ZPT 100 ppm-300 ppm yang digunakan dalam penelitian ini belum mempengaruhi pertumbuhan setek jambu kristal sampai akhir penelitian. Belum munculnya akar pada tanaman setek jambu kristal membuat komposisi media tanam belum bisa menampakkan pengaruhnya pada penelitian ini.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS BERMONOSODIUM GLUTAMAT DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY HIDOPONIK SUMBU Fernando, Andi Maulana; Sasli, Iwan; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62113

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan produksi komoditas budidaya secara hidroponik. Umumnya, dalam budidaya sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani, ramah lingkungan serta bahan yang mudah didapatkan karena dari limbah dan bahan penyedap masakan menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi larutan nutrisi organik sebagai subsitusi AB mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Jl. Alianyang No. 17, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Maret "“ 13 Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan di mana tiap ulangan terdiri dari 6 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 5 x 4 x 6 = 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: I1 = Nutrisi organik 300ml/L (100% POC); I2 = 10 ml/L AB mix + 75% POC; I3 = 10 ml/L AB mix + 50% POC; I4 = 10 ml/L AB mix + 25% POC; I5 = AB mix 10 ml/L (100% AB mix). Variabel pengamatan meliputi: volume akar (cm3), berat kering total (g), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai kombinasi nutrisi organik dan AB Mix dapat meningkatkan volume akar, berat kering total, jumlah daun dan berat segar tanaman pakcoy. Perlakuan nutrisi AB mix 10 ml/L (100% AB mix) berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan rata-rata berat 128,39 g.
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Priyanto, Muhammad Ridwan; Susana, Rini; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62286

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran jenis kol dengan bunga bewarna putih. Pupuk kandang bebek memiliki potensi dalam perbaikan sifat fisik tanah diantaranya memperbaiki struktur tanah, tanah menjadi ringan untuk diolah dan meningkatkan ketersediaan tahan air. Pupuk Kalium Nitrat (KNO3) merupakan jenis pupuk kimia dengan kandungan kalium dan nitrogen didalamnya. Pupuk KNO3 mengandung unsur nitrogen sebesar (1-14) % dan K2O sebesar (44-46) % yang dapat langsung terserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan segera tersedia bagi tanaman, sedangkan nitrat (NO3-) dapat langsung diserap oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan KNO3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dilaksanakan dari tanggal 25 Januari "“ 29 Maret 2022 dengan ketinggian tempat ± 2 mdpl. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pupuk kandang bebek terdiri dari 3 taraf dan pupuk KNO3 3 taraf dengan 3 ulangan, setiap ulangan ada 4 sampel tanaman sehingga ada 108 tanaman. Faktor pertama adalah pupuk kandang bebek (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 10 ton/ha ≈ 250 g/tanaman, b2 = 15 ton/ha ≈ 375 g/tanaman dan b3 = 20 ton/ha ≈ 500 g/tanaman. Faktor kedua adalah pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : k1 = 150 kg/ha ≈ 3,75g/tanaman, k2 = 250 kg/ha ≈ 6, 25 g/tanaman dan k3 = 350 kg/ha ≈ 8,75 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), klorofil daun (spaad unit), berat kering tanaman (g), jumlah daun (helai), umur berbunga (hari), diameter krop (cm) dan berat krop/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang bebek dan pupuk KNO3 pada semua variabel pengamatan, namun perlakuan pupuk kandang bebek sebesar 20 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan pupuk KNO3 350 kg/ha ≈ 8, 75 g/tanaman merupakan dosis yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK.