Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Metode Pembelajaran Musikal bagi Kemampuan Kognitif Anak Autis di SLB Negeri Manekat Niki-Niki Erli Njudang; Yulius Yusak Ranimpi; Iky Sumarthina Putri Prayitno
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 16, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.829 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v16i1.31057

Abstract

Cognitive ability is one of the important aspects for individuals who need to be equipped and developed since childhood, including children with autism. Children with autism have difficulty receiving and understanding learning material and information received in class because they have problems with cognitive abilities. Therefore, we need a new learning method that is expected to help children with autism in developing their cognitive abilities to support learning activities in the classroom. This research aimed to determine the effect of musical learning methods on the cognitive abilities of autistic students. The subjects were 3 autistic students who experience obstacles in composing language in communication, difficulty of concentrating, and behaving repetitively in SLB Negeri Manekat Niki-Niki. The research method used was pre-experimental design quantitative with one group pretest-posttest design. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis. The results showed that musical learning methods were effective and had an effect on the cognitive abilities of autistic students who had limitations in concentrating and repetitive behavior, but were not yet effective enough for autistic students who had language development disorders in communication.
KESEHATAN SPIRITUAL LANJUT USIA DI GETASAN DAN PANTI WREDHA SALIB PUTIH SALATIGA Christian Wiga Britani; Yulius Yusak Ranimpi; Arwyn Weynand Nusawakan
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.896 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i2.2841

Abstract

Masa lansia merupakan masa paling akhir dari siklus kehidupan manusia. Seseorang dikatakan lanjutusia apabila berusia 60 tahun ke atas. Hal penting yang perlu diketahui dalam proses pendampinganatau perawatan lansia adalah aspek-aspek di dalam kehidupan lansia yang turut berubah sebagaibagian dari tahap perkembangannya. Salah satu dari sekian banyak aspek penting adalah aspekspiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesehatan spiritual lansia yangberada di rumah dan yang berada di panti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengandesain studi komparatif yang dilakukan di desa Batur kecamatan Getasan, kota Salatiga dan PantiWredha Salib Putih Salatiga pada bulan Februari hingga Maret 2017. Enam riset partisipan diikutkandalam penelitian ini yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan field research (penelitian lapangan) yaitu melalui observasi pasif dan wawancaramendalam dengan bentuk semi terstruktur. Data kemudian diolah dan dianalisis menggunakananalisis fenomenologi. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 6 kategori yang berkaitan dengankesehatan spiritual partisipan, yaitu konsep sehat sakit, agama, harapan dalam hidup, keterkaitanantara diri sendiri, orang lain dan lingkungannya, kepercayaan kepada Tuhan dan makna hidupdalam dunia.
Hubungan Antara Psychological Well-Being Perawat Dengan Psychological Well-Being Pasien Anak Lourista Sahusilawane
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 2, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.294 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v2i2.965

Abstract

Individu dikatakan memiliki kesejahteraan psikologis ketika dapat berfungsi positif secara psikologis. Seorang perawat juga perlu untuk mencapai psychological well-being yang baik untuk membantu pasien mencapai hal yang serupa.Perawat yang memiliki kesejahteraan psikologis dapat berfungsi secara positif dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang perawat. Begitu juga dengan pasien anak yang memiliki PWB yang baik dapat berfungsi positif secara psikologis sehingga dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang baru di rumah sakit.
Gambaran Mekanisme Koping Stres Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Erwiri, Provinsi Maluku Flawelna Falerery Pesulima; Yulius Yusak Ranimpi
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i3.9196

Abstract

Changes in the life of people with diabetes mellitus show negative psychological reactions such as anger, feeling useless, increased anxiety, and stress. This problem led to efforts to overcome it. This effort is called the coping mechanism. Both with problem focused coping and emotion focused coping. The purpose of this study was to describe the coping mechanisms of stress in patients with type II diabetes mellitus. This research was conducted at the Erwiri Health Center, South Buru Regency from September 2020 to November 2020. The research method used in this qualitative study was five participants. Data collection techniques through interviews and observation. The data validation technique uses data triangulation and data analysis using the model from Miles and Huberman. The results of the study found two coping functions and were grouped into 6 categories, namely: emotional focused coping consisting of self-control, positive reassessment, accepting responsibility, and running or avoiding, while problem focused coping consisted of seeking social support, and planning problem solving. . The conclusion of the coping mechanism carried out by the participants is emotional focused coping which consists of self-control by doing things that are liked and diverting the mind to positive things while reassessing positively by being grateful for what is experienced and doing routine treatment, accepting responsibility by remaining responsible for providing for the family and avoidance that is done in order to relieve stress, while problem focused coping is done is with social support obtained from family and friends, and problem solving is carried out with the initiative of each participant to overcome the stress that occurs. experienced.  
Kondisi psikologis dan perilaku makan dalam menentukan status gizi lansia Gyonneseva Yoskias Wirahana; Gelora Mangalik; Yulius Yusak Ranimpi
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.02.002

Abstract

Menua bukanlah suatu penyakit, melainkan proses penurunan daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Perubahan yang dialami lansia terjadi pada ranah fisik dan juga psikis. Dalam hal perubahan status gizi pada lansia lebih disebabkan karena adanya perubahan lingkungan, kondisi faali dan status kesehatan termasuk kondisi psikologis. Pemilihan makanan adalah perilaku yang beragam yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti psikologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mencari apakah ada hubungan antara kondisi psikologis, perilaku makanan dan status gizi pada lansia. Metode  penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisa korelasional. Data dikumpulkan menggunakan form SQ-FFQ untuk mengetahui perilaku makan lansia, instrumen psikologis Geriatric Depression Scale dan Geriatric Anxiety Scale untuk melihat kondisi psikologis pada lansia, dan perhitungan IMT untuk melihat status gizi pada lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah populasi sampling dimana semua populasi lansia dijadikan responden dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi r kuadran dengan hasil χ²hub = 8,029 < 12,6 pada responden pria dan χ²hub = 6,225 < 15,5 pada wanita yang dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan antara status psikologis lansia dengan status gizinya, tetapi status psikologis mereka secara tidak langsung mempengaruhi pemilihan makan, dan juga pemenuhan makannya. Di samping itu, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang dimiliki oleh responden dalam hal status psikologis, pola makan, dan juga pemenuhan zat gizi baik itu berdasarkan jenis kelamin, dan tempat tinggal.
Mewariskan Memori Kolektif sebagai Pendekatan Pendampingan dan Konseling untuk Meningkatkan Pembangunan Jemaat Adang Irene Febriani Berimau; Jacob Daan Engel; Yulius Ranimpi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.79

Abstract

Each region certainly has its own past stories in the early church. In this case, the individual or group begins to remember something that happened in themselves and he can do memory activities while talking, listening and many other ways of remembering. Congregations in the current era, in understanding the meaning of togetherness in allied life, have begun to erode and fade. The purpose of this study is to describe the collective memory heritage of the congregation and to develop a counselling approach to promote congregational development. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical pattern. From the results of the research, the authors see that the church today is in dire need of counselling assistance in church development. The integrity of a congregation is highly expected for every individual and group through fellowship that is carried out within the scope of the church and society in increasing harmonious and peaceful life. AbstrakSetiap daerah tentu memiliki cerita-cerita masa lalu tersendiri pada jemaat mula-mula. Dalam hal ini, individu atau kelompok mulai mengingat-ingat sesuatu yang terjadi dalam diri pribadinya dan ia dapat melakukan aktivitas mengingat-ingat ketika sedang berbicara, mendengarkan dan masih banyak lagi cara mengingat-ingat lainnya. Jemaat di era saat ini, dalam memahami arti kebersamaan dalam hidup bersekutu sudah mulai terkikis dan memudar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan warisan memori kolektif jemaat Adang dan mengembangkan pendekatan konseling untuk meningkatkan pembangunan jemaat Adang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif-analitis. Dari hasil penelitian penulis melihat bahwa jemaat Adang saat ini sangat membutuhkan pendampingan konseling dalam pembangunan jemaat. Keutuhan suatu jemaat sangat di harapkan bagi setiap individu maupun kelompok melalui persekutuan yang dilakukan dalam lingkup gereja maupun masyarakat dalam meningkatkan hidup rukun dan damai.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Penderita Skizofrenia di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Wisnu Adi Prsityantama; Yulius Yusak Ranimpi
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB) | DOI: 10.35473/ijnr.v1i2.178

Abstract

Family is the main supporter in the healing process of schizophrenic patients to prevent recurrence. In nursing care, family support is very important to play a role in preventing recurrence. Family attitudes that do not support the treatment of schizophrenia will make more frequent recurrence. This study aims to identify and quantify the relationship of family support and relapse in patients with schizophrenia in the district Kaliwungu, Semarang regency.The research method used in this research is quantitative correlation. The design of correlational research aims to get about the relationship between two or more research variables. The number of participants in this study were 30 people.  Result: Support for good category families was 83.3%, family support was not 16.7%. The recurrence category of patients with mild schizophrenia was 20%, recurrence was 66.7%, weight was 13.3%. The conclusion, there was a correlation between a family and a recurrence schizophrenia in the Kaliwungu District of Semarang Regency, Therefore, for families with schizophrenia, it is hoped that they will always accompany their relatives who suffer from schizophrenia as a form of support for sufferers.
Kesehatan Mental dan Koping Strategi di Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah: Suatu Studi Sosiodemograf
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.571 KB) | DOI: 10.28932/humanitas.v2i1.1046

Abstract

Mental health is state of physical, mental and social wellbeing which is allows everyone to live productively in social and financial context so that they can contribute to their community. In 2013 mmental health is still remaining as a serious problem in Indonesia. Many people with mental disorder. About 18.2 % people with mental disorder in rural area were experienced pasung, as well as 10.2 % of people who lived in urban area. Mental disorder is commonly occurred when a person failed to cope and facing the life situations. It needs a right coping strategy to prevent any mental disorder. The purpose of this study is to  find out people’s perception about mental health and the chosen of coping strategy. This study used a qualitative method with fenomenology study design conducted in Kudangan, Delang, lamandau district, central Borneo. Research do it  from June to July 2017. Eight participant research were included in this study which was determined through purposive sampling technique. Data collection is done by field research (field research) that is by passive observation and deep interview with semi structured form. The data were then processed and analyzed using phenomenological analysis. The result of this research is the finding of 6 categories related to participant's perception of mental health, realize self ability, attachment between self and environment, and coping strategy.
Kesehatan Mental dan Koping Strategi di Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah: Suatu Studi Sosiodemograf
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.571 KB) | DOI: 10.28932/humanitas.v2i1.1046

Abstract

Mental health is state of physical, mental and social wellbeing which is allows everyone to live productively in social and financial context so that they can contribute to their community. In 2013 mmental health is still remaining as a serious problem in Indonesia. Many people with mental disorder. About 18.2 % people with mental disorder in rural area were experienced pasung, as well as 10.2 % of people who lived in urban area. Mental disorder is commonly occurred when a person failed to cope and facing the life situations. It needs a right coping strategy to prevent any mental disorder. The purpose of this study is to  find out people’s perception about mental health and the chosen of coping strategy. This study used a qualitative method with fenomenology study design conducted in Kudangan, Delang, lamandau district, central Borneo. Research do it  from June to July 2017. Eight participant research were included in this study which was determined through purposive sampling technique. Data collection is done by field research (field research) that is by passive observation and deep interview with semi structured form. The data were then processed and analyzed using phenomenological analysis. The result of this research is the finding of 6 categories related to participant's perception of mental health, realize self ability, attachment between self and environment, and coping strategy.
Motivasi Gay Dalam Hubungan Seksual Marisca Selvina; Yulius Yusak Ranimpi; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.914 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23647

Abstract

Penyebaran HIV/AIDS di kota Surabaya adalah salah satu yang tertinggi kedua setelah kota Jakarta. Gay merupakan istilah untuk menyebutkan lelaki yang menyukai ketertarikan sesama lelaki sebagai partner seksual, serta memiliki ketertarikan baik secara perasaan atau erotik. Dilihat dari perilaku seksual pada gay yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan tetap atau berganti-ganti pasangan akan mendapatkan resiko yang rentan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi gay dalam hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengambilan sampling yang digunakan yaitu snowball sampling. Data diperoleh dengan wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Jumlah riset partisipan ada 5 orang. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 4 kategori yang berkaitan dengan motivasi gay dalam hubungan seksual, yaitu gambaran diri dan respon keluarga, riwayat kehidupan sebagai seorang gay, faktor yang mempengaruhi berganti pasangan seksual serta dampak kesehatan. Kehidupan sebagai seorang homoseksual dipicu oleh tiga faktor, yaitu precipating event, conditioning event dan consequence event. Penelitian ini juga menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi gay berganti pasangan seksual, yaitu faktor pergaulan, pilihan pribadi, kepuasan seksual dan media sosial. Dampak kesehatannya, yaitu penularan penyakit HIV/AIDS dan IMS jika melakukan hubungan seksual tidak menggunakan kondom.