Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ABUNDANCE AND DIVERSITY OF COLLEMBOLA INSECTS IN SWITCHING FIELDS IN WAAI VILLAGE CENTRAL MALUKU Suriani, Sanita; Tuasella, Frisca N; Moniharapon, Mechiavel
RUMPHIUS Vol 3 No 1 (2021): RUMPHIUS Pattimura Biological Journal
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/rumphiusv3i1p001-006

Abstract

Collembola are a good example of the diversity of soil animals and play an important role in nutrient cycling, organic matter decomposition and soil formation which are important parts of forest ecosystems. This research was conducted on cassava land and a vegetable garden in Waai village, Salahutu sub-district, Central Maluku district, on July 18 2020. This study aims to determine the abundance and diversity of the Collembola insect in shifting cultivation in Waai village, Salahutu sub-district, Central Maluku district and its relationship with environmental factors. Results The study obtained 3 families and 6 species with a total abundance of 12.2 individuals/m2. There are differences in the abundance of Collembola found in vegetable gardens and cassava fields. The abundance of Collembola found in the vegetable garden was 3.6 individuals consisting of 2 families and 2 species, while in cassava fields it was 8.6 individuals divided into 2 families and 4 species.
JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS GALUR SPARAGUE-DAWLEY TERPAPAR SOPI PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) Unitly, Adrien Jems Akiles; Killay, Amos; Moniharapon, Mechiavel; Eddy, La; Silahooy, Veince B; Huwae, Laury Marcia Ch; Moniharapon, Debby Dijola; Lakesubun, Bella Frida
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp010-018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah sel Leydig dan sel Sertoli tikus terpapar sopi pasca diterapi ekstrak etanol sirih cina (Peperomia pellucida. L). Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan membagi 15 ekor tikus ke dalam 5 kelompok perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu kelompok 5.4 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari selama 14 hari (kontrol negatif), kelompok Vit. C 6.3 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari kemudian diberi Vitamin C 6.3 mg/ekor/hari selama 14 hari (kontrol positif), kelompok 0.71, 1.43 dan 2.86 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4ml/ekor/hari selama 14 hari kemudian kemudian masing-masing kelompok diberi ekstrak etanol sirih cina 0.71g/ekor/hari selama 14 hari, 1.43g/ekor/hari selama 14 hari dan 2.86g/ekor/hari selama 14 hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Zoologi dan Mikroteknik Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon mencakup persiapan hewan model, pemberian minuman sopi, ekstraksi sirih cina, pembuatan preparat histologis dan pengamatan. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan pada taraf nyata a = 0.05 menggunakan perangkat lunak SAS dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian sopi 5.4 ml dapat menyebabkan penurunan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli dan setelah diberi ekstrak etanol sirih cina, jumlah sel Leydig dan sel Sertoli mengalami peningkatan, dimana dosis ekstrak etanol sirih cina yang baik untuk sel Leydig adalah 2.86g dan untuk sel Sertoli adalah dosis 1.43g.
Efek Pemberian Ekstrak Etanol Rumput Kebar (Biopythum petersianum Klotzcsh) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit (PCV) Tikus Rattus novergicus Terpapar Asap Rokok Kiriweno, Grasia Welma; Unitly, Adrien Jems Akiles; Moniharapon, Mechiavel
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p24-33

Abstract

Rumput kebar merupakan salah satu tumbuhan obat tradisional yang di duga mampu meningkatkan kualitas hemoglobin dan hematokrit akibat terpapar asap rokok, karena mengandung senyawa flavonoid, vitamin A, vitamin E, dan zat besi, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan melihat pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) terhadap kadar hemoglobin dan nilai hematokrit (PCV) tikus putih (Rattus norvegicus) terpapar asap rokok. Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu P0: Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, P1: Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, P2: Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.067 mg/ekor/hari selama 28 hari, dan P3: Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Hasil penelitian memperlihatkan ekstrak etanol rumput kebar dosis 0.135mg dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan nilai hematokrit (PCV) tikus yang terpapar asap rokok menuju kondisi normal.
Aktivitas Harian Kuskus Genus Phalanger Di Hutan Negeri Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Muskita, Edwin; Moniharapon, Mechiavel; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince Benjamin; Eddy, La
Kalwedo Sains (KASA) Vol 4 No 2 (2023): Kalwedo Sains (KASA), September 2023
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav4i2p70-77

Abstract

Kuskus merupakan salah satu dari jenis mamalia berkantung yang persebarannya sampai di Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas harian pada kuskus genus phalanger di hutan negeri saparua, kecamatan saparua, kabupaten maluku tengah. Penelitian ini di lakukan di Negeri Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah menggunakan teknik focal animal sampling digunakan sebagai prosedur pengamatan perilaku harian kuskus. Focal animal sampling adalah pengamatan yang difokuskan pada satu individu dalam satu waktu tertentu. Pengamatan di lakukan sebanyak 3 kali pengulangan yang di lakukan sebanyak 2 kali per hari yaitu pada pagi dan malam hari, dengan lama waktu pengambilan data 60 menit (1 jam) dengan interval 1 menit setiap pengambilan data sheet. Variabel yang di amati adalah perilaku makan (feeding), istirahat (resting), berpindah tempat (moving), dan membersihkan diri (grooming). Data yang di peroleh pada hasil pengamatan ditabulasi selanjutnya disajikan secara deskriptif dan etogram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan presentasi perilaku makan kuskus phalanger pada pagi hari yaitu sebesar 16,3 menit (25,05%), dan pada malam hari sebesar 30 menit (49,96%), waktu istirahat kuskus phalanger pada pagi hari sebesar 30,37 menit (26,05%), dan pada malam hari sebesar 6 menit (8,22%), waktu berjalan (moving) kuskus phalanger pada pagi hari 8,43 menit (14,05%), dan malam hari yaitu 10,33 menit (17,18%), dan untuk presentasi waktu membersihkan diri (Grooming) terjadi pada pagi dan malam hari dengan presentasi yang sama yaitu 3,33 menit (5,33%). Didapati bahwa perilaku harian kuskus phalanger dominan terjadi pada malam hari.