Articles
PERINGKAT FAKTOR PENYEBAB YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KLAIM DARI KONTRAKTOR KE OWNER PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA PADANG
Ariani, Vivi
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.305 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1000
Abstrak Penelitian ini mempresentasikan hasil survei tentang penentuan peringkat faktor yang mempengaruhi terjadinya pengajuan klaim oleh penyedia jasa berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang dimiliki atas tuntutan yang menjadi tanggung jawab pemilik proyek (pengguna jasa) pada proyek-proyek swasta dan pemerintah di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya tuntutan/klaim pada proyek konstruksi. Adapun pelaksanaan penulisan artikel ini diorganisasikan sebagai berikut: Pertama kajian literatur terkait klaim konstruksi dipaparkan dan diikuti dengan penyebab terjadinya pengajuan klaim yang dilaksanakan oleh penyedia jasa. Selanjutnya adalah analisis dan diskusi dan diakhiri oleh konklusi dan rekomendasi. Metodologi penelitian ini didesain bentuk penelitian kuantitatif dengan penyebaran survey kuesioner kepada praktisi industri konstruksi untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data survey kuesioner dilakukan kepada stakeholder proyek konstruksi di Kota Padang, meliputi pemilik proyek (owner), konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu: rata-rata (mean) dan standar deviasi. Mean digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata dari jumlah respon untuk tiap jawaban yang tersedia. Selanjutnya berdasarkan mean dan standar deviasi ditetapkan rangking masing-masing pernyataan. Analisa dilanjutkan dengan menghitung natural cut off point untuk mereduksi peringkat/rangking. Dari hasil analisa, diperoleh 12 faktor (dari 28 faktor) penyebab terjadinya klaim konstruksi oleh kontraktor terhadap pemilik proyek. Luaran penelitian diharapkan dapat membantu manajer proyek untuk mempermudah proses pengajuan dan efisiensi keberhasilan klaim proyek konstruksi. Kata kunci: Klaim, Proyek Konstruksi, Kontraktor dan Pemilik
PERINGKAT FAKTOR PENYEBAB YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KLAIM DARI KONTRAKTOR KE OWNER PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA PADANG
Ariani, Vivi
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Januari 2019 Rang Teknik Journal
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.305 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1000
Abstrak Penelitian ini mempresentasikan hasil survei tentang penentuan peringkat faktor yang mempengaruhi terjadinya pengajuan klaim oleh penyedia jasa berdasarkan pengalaman dan pemahaman yang dimiliki atas tuntutan yang menjadi tanggung jawab pemilik proyek (pengguna jasa) pada proyek-proyek swasta dan pemerintah di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya tuntutan/klaim pada proyek konstruksi. Adapun pelaksanaan penulisan artikel ini diorganisasikan sebagai berikut: Pertama kajian literatur terkait klaim konstruksi dipaparkan dan diikuti dengan penyebab terjadinya pengajuan klaim yang dilaksanakan oleh penyedia jasa. Selanjutnya adalah analisis dan diskusi dan diakhiri oleh konklusi dan rekomendasi. Metodologi penelitian ini didesain bentuk penelitian kuantitatif dengan penyebaran survey kuesioner kepada praktisi industri konstruksi untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data survey kuesioner dilakukan kepada stakeholder proyek konstruksi di Kota Padang, meliputi pemilik proyek (owner), konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu: rata-rata (mean) dan standar deviasi. Mean digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata dari jumlah respon untuk tiap jawaban yang tersedia. Selanjutnya berdasarkan mean dan standar deviasi ditetapkan rangking masing-masing pernyataan. Analisa dilanjutkan dengan menghitung natural cut off point untuk mereduksi peringkat/rangking. Dari hasil analisa, diperoleh 12 faktor (dari 28 faktor) penyebab terjadinya klaim konstruksi oleh kontraktor terhadap pemilik proyek. Luaran penelitian diharapkan dapat membantu manajer proyek untuk mempermudah proses pengajuan dan efisiensi keberhasilan klaim proyek konstruksi. Kata kunci: Klaim, Proyek Konstruksi, Kontraktor dan Pemilik
Studi Estimasi Biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Konstruksi Bangunan (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Xyz Kab. Dharmasraya)
Vivi Ariani;
Martalius Peli
CIVED Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/cived.v7i3.109518
Faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih menjadi masalah besar yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Contoh nyatanya adalah tingginya angka kecelakaan kerja di proyek konstruksi, baik pekerjaan bangunan gedung ataupun pekerjaan sipil (civil work). Industri konstruksi merupakan industri yang kompleks jika dibandingkan dengan industri lainnya. Industri ini menghasilkan produk akhir berupa bangunan dan bentuk fisik lainnya, baik yang berupa sarana maupun prasarana yang berfungsi mendukung pertumbuhan dan perkembangan diberbagai bidang, seperti dibidang ekonomi, sosial maupun budaya. Selain itu, industri konstruksi identik dengan adanya pembangunan baik itu pada proyek-proyek pemerintah atau pun swasta. Faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dianggap hanya membuang waktu dan menambah biaya pelaksanaan proyek konstruksi, padahal keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja. Untuk itu diperlukan perencanaan biaya (estimasi) keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi bangunan. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai estimasi biaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada Pembangunan Gedung XYZ. Pembangunan gedung ini tidak menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karena biaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dianggap mahal. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data dengan Microsoft excel untuk mengetahui estimasi biaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari hasil penelitian diperoleh biaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebesar Rp. 69,232,000.00 dan untuk biaya kontrak Rp. 1,227,005,743.40 atau sebesar 5.64% dari nilai kontrak. Biaya K3 tidak terlalu berpengaruh pada biaya proyek secara keseluruhan jika dihitung lebih rinci dan justru dengan adanya perhitungan estimasi biaya K3 akan memudahkan kontraktor untuk mengetahui biaya K3 yang akan dipergunakan pada pelaksanaan proyek Gedung XYZ.
REVIEW TERHADAP FAKTOR PENYEBAB PENGAJUAN KLAIM KONTRAKTOR ATAS KETERLAMBATAN PEMILIK PROYEK KONSTRUKSI
Vivi Ariani;
Fielda Roza;
Embun Sari Ayu
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 9 2018
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.859 KB)
Klaim pada proyek konstruksi merupakan tindakan yang mengacu kepada permintaan atau tuntutan terhadap penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Klaim itu sendiri bisa berpotensi menjadi perselisihan apabila salah satu pihak menganggap telah terjadi pelanggaran atas haknya yang dilakukan pihak lain. Berkaitan dengan hal tersebut, hak dan kewajiban pihak lain yang dimaksud terlebih dahulu harus disepakati dan dituangkan ke dalam kontrak. Dengan adanya kontrak konstruksi, maka dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengajuan klaim konstruksi. Seringkali ketika salah satu pihak merasa haknya dilanggar atau klaimnya ditolak, keberatan atas penolakan tersebut, maka pihak yang diklaim harus mampu memberikan penjelasan disertai bukti-bukti yang menjadi alasan penolakn terhadap kalim yang diajukan. Apabila para pihak tidak mencapai kata sepakat, maka klaim tersebut berpotensi menjadi sumber sengketa konstruksi yang merugikan para pihak. Dengan demikian klaim bukanlah sengketa tetapi memiliki potensi menjadi sengketa konstruksi. Studi mengenai klaim konstruksi oleh kontraktor terhadap keterlambatan pihak pemilik proyek konstruksi telah dilakukan oleh berbagai peneliti dan setiap studi memiliki faktor penyebab terjadinya klaim konstruksi dan grup penyebab terjadinya klaim yang berbeda yang dipengaruhi oleh lokasi/daerah, tipe atau karakteristik proyek. Studi mengenai faktor penyebab pengajuan klaim kontraktor atas keterlambatan pemilik proyek konstruksi telah banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya baik pada jurnal nasional maupun jurnal internasional, dan setiap studi memiliki faktor penyebab dan grup penyebab pengajuan klaim kontraktor kepada pemilik proyek yang berbeda yang dipengaruhi oleh daerah/lokasi penelitian, tipe dan karakteristik proyek konstruksi. Studi ini bertujuan untuk menetapkan kerangka teori faktor penyebab pengajuan klaim kontraktor atas keterlambatan pemilik proyek konstruksi dari kajian pustaka makalah pada jurnal nasional. Hasil studi mengenai faktor penyebab pengajuan klaim konstruksi oleh kontraktor atas keterlambatan pihak pemilik dari beberapa artikel/penelitian menetapkan peringkat utama yaitu adanya perubahan desain/gambar oleh pemilik dan keterlambatan dalam penyetujuan dan penyerahan desain/gambar tersebut, disusul setelah itu adanya keadaan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya dan penyelidikan tanah yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Dampak dari pengajuan klaim tersebut diatas adalah adanya penambahan pekerjaan, waktu pelaksanaan dan atau kompensasi. Kata kunci : faktor penyebab, klaim konstruksi kontraktor, pemilik proyek
PENERAPAN KEPPRES NOMOR 80 TAHUN 2003 DALAM PROSES PEMILIHAN PEMENANG TENDER PROYEK KONSTRUKSI DI SUMATERA BARAT
Martalius Peli;
Vivi Ariani
Rekayasa Sipil Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.03.4
Tender is a competition system for selecting contractors who will carry out development activities. The mistake of the tender committee in choosing a contractor will cause losses to the project owner. To avoid that mistake, the tender committee must know the capabilities and quality of the contractor, so an assessment of the capabilities of the contractor (construction service) is needed. This research was conducted only for the tender process of physical work and the questionnaire was given to 50 contractor companies in West Sumatra to determine the weight of seven criteria of the most important assessment process in tender tenders in accordance with Presidential Decree No. 80 Republic of Indonesia year 2003 (Keputusan Presiden No. 80 tahun 2003). 50 questionnaires are distributed with result 43 returned questionnaires showed that the assessment criteria for implementation time had the highest percentege of 19% followed by work methods and experts with a percentege of 17% and subsequently company capital with a percentege of 16%, and working capital received the fourth demand with a percentage of 11%, while the company's experience and ranks last is equipment with a percentege of 10%.
SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH TINGKAT RUMAH TANGGA PADA IBU PKK KELURAHAN ULAK KARANG UTARA
Rini Asmariati;
Era Triana;
Dwifitra Y;
Jumas Jumas;
Nori Yusri;
Vivi Ariani;
Wenny Widya Wahyudi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/bina.v3i3.243
In Kelurahan Ulak Karang Utara, Padang City, it produces garbage that comes from households every day. This waste is always thrown into the trash cans and then transported by the Kelurahan cleaners, thrown into the TPS, and finally dumped into the TPA. However, currently, the community has not yet implemented waste processing. Also, PKK mothers do not understand the benefits that can be obtained from sorting the waste in the household. The purpose of this activity is to increase knowledge and understanding as well as public awareness about waste processing to increase family income. This activity was carried out in Ulak Karang Utara Village, Padang City, with the target of PKK women's activities in Ulak Karang Village. The activity method used was counseling and training. The implementation of the activity began with an initial meeting between the presentation team, the village head, and the PKK's head, Ulak Karang Utara village. Furthermore, socialization was carried out on household-level waste processing at routine PKK women's meetings. At the end of the socialization, a question and answer session was conducted to see the participants' level of knowledge and understanding. The socialization of waste processing at the household level is the first step for PKK women of Ulak Karang Utara Village to sort waste from the beginning and ultimately reduce the amount of waste generated in the TPA. Waste sorting and processing training can be processed into compost so that it can increase family income. It is hoped that from this activity, PKK women can change their minds that sorting waste is carried out from the start starting at home.
Effectiveness of Competency-Based Training for construction Labor in West Sumatra
Dwifitra Yenti Jumas;
Vivi Ariani;
Asirini Asrini
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jrs.17.1.52-63.2021
The issuance of Minister Regulation of Public Works and Public Housing (PUPR) No. 24/ PRT/ M/ 2014 concerning Competency-Based Training Guidelines in the Construction Services Sector is a strong effort by the government to increase the capacity of sustainable construction human resources in order to produce productive and competent human resources. Therefore, the workforce must-have requirements and a series of specific competencies to carry it out effectively and efficiently. Moreover, these competencies must be under the work they will do. The Kirkpatrick Model is used to evaluate the results of training and learning programs and rates against four levels of criteria: reaction, learning, behavior, and results. This research aims to find out what variables affect the effectiveness of competency-based training based on Kirkpatrick's four levels and see whether the competency training activities effectively increase human resources in construction services. A total of 64 questionnaires were then distributed to relevant respondents who attended the competency-based training held in West Sumatera during the 2017-2018 periods. From the results, there are 4 Kirkpatrick level variables that affect the effectiveness of training, namely the level of reaction (21 indicators), learning (6 indicators), behavior (7 indicators), and results (11 indicators). The variable that shows the most effective results is the variable level of learning as much as 47.51%, followed by results (44.56%), learning (47.51%), and behavior (29.27). It can be concluded that the workforce competency training conducted in West Sumatera from 2017 to 2018 was still less effective.
ANALISIS HUBUNGAN EFEKTIFITAS PELATIHAN KOMPETENSI TENAGA KERJA KONSTRUKSI TERHADAP LEVEL KIRKPATRICK
Dwiftra Yenti Jumas;
Vivi Ariani;
Asrini Asrini
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.679 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i1.2093
Pelatihan berbasis kompetensi merupakan pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Indonesia. Selama kurun waktu 2014 sampai dengan 2015, jumlah pelatihan sumber daya manusia jasa konstruksi Sumatera Barat mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat dengan jumlah 5 kegiatan pelatihan berbasis kompetensi pada tahun 2014 dan 17 kegiatan pada tahun 2015. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap efektifitas kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi yang telah dilaksanakan tersebut, khususnya di Sumatera Barat dengan mempertimbang 3 aspek diatas yaitu knowledge, skill dan attitude. Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Untuk melihat hubungan antara evaluasi pelatihan empat level Kirkpatrick dengan kompetensi pada bidang yang dilatih dilakukan dengan menggunakan korelasi Bivariat Kendall’s Tau pada program SPSS. Dari hasil analisat 43 indikator pada 4 level Kirkpatrick (reaksi, pembelajaran, prilaku dan hasil), 58,1% indikator yang efektif, sisanya 18 indikator tidak efektif. Sedangkan hubungan indikator yang efektif terhadap 6 kompentensi menunjukan hanya 24% yang signifikan yaitu H1 (pelatihan mampu merubah cara pandang, cara berfikir, sikap dan prilaku), H5 (pelatihan mampu meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan), H9 (pelatihan mampu meningkat-kan dalam membaca gambar dan sketsa) dan R2 (materi yang diberikan sesuai dengan unit kompetensi bidang pelatihan).
DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP PERUSAHAAN JASA KONSULTAN KONSTRUKSI DI SUMATERA BARAT
Dwifitra Y. Jumas;
Vivi Ariani;
Martios Alius
CIVED Vol 9, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/cived.v9i2.117338
Prediksi akan keberlanjutan usaha suatu konsultan menjadi sangat penting bagi pihak manajemen konsultan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya potensi kebangkrutan, karena kebangkrutan menyangkut terjadinya biaya-biaya, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung. Salah satu aspek penting supaya usaha konsultan dapat menjalankan usahanya dengan baik sehingga dapat mempertahankan usahanya adalah dengan membuat analisis mengenai sumber pendanaan dan realokasi anggaran secara terperinci dan sistematis serta menganalisis kebijakan terhadap sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dan variabel yang sangat berdampak (SB) terhadap perusahaan jasa konsultan di Sumatera Barat, serta untuk mengetahui strategi perusahaan jasa konsultan dalam mempertahankan kelangsungan usaha saat menghadapi keadaan atau situasi pandemi Covid 19 saat ini. Populasi dalam penelitian ini adalah 134 perusahaan dari 156 badan usaha yang terdaftar sebagai anggota Inkindo Sumatera Barat. Populasi penelitian ini adalah populasi yang terbatas pada perusahaan jasa konsultan yang telah berdiri lebih dari tiga tahun, dengan kualifikasi usaha kecil. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah seluruh populasi anggota Inkindo yang menjadi batasan ruang lingkup penelitian. Metode Penelitian yang digunakan: Uji KMO dan Bartlett yang merupakan uji asumsi analisis faktor yang berfungsi untuk menguji korelasi masing-masing faktor penelitian atau variabel bebas. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Faktor Kebijakan pemerintah sangat berdampak terhadap perusahaan jasa konsultan di Sumatera Barat yang menempati rangking pertama dari kelompok faktor dampak Covid-19 dengan nilai indeks sebesar 94.36, 2. Variabel penurunan perolehan jumlah paket pekerjaan sangat berdampak terhadap kelangsungan usaha jasa konsultan dan menempati rangking pertama dalam kelompok faktor operasional perusahaan dengan nilai indeks sebesar 103,8.
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH ESTIMASI 1 PROGRAM STUDI TEKNIK EKONOMI KONSTRUKSI (STUDI KASUS: ANGKATAN 2016)
Vivi Ariani;
Sesmiwati .
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (650.121 KB)
|
DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16145
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemuinya masalah dalam hal perolehan nilai mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1. Sesuai data perolehan nilai akhir, diketahui jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai A pada semester genap 2014/2015 hanya 1 orang, semester genap 2015/2016 sebanyak 1 orang, semester genap 2016/2017 tidak ada yang memperoleh nilai A dan semester genap 2017/2018 sebanyak 2 orang. Dari data tersebut penulis memiliki kepentingan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1 dan seberapa besar tingkat keberhasilan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, karena penelitian ini akan mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Estimasi 1 dan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa (persentase) dengan responden adalah mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 148 orang. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan Total Sampling, karena seluruh mahasiswa prodi Teknik Ekonomi Konstruksi angkatan 2016 dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan dan analisa kuesioner dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan program SPSS 20.00. Berdasarkan analisa dengan natural cut off point diperoleh hasil bahwa Faktor Metode Belajar: gaya belajar yang bervariasi (X7) menduduki posisi nomor satu (rangking 1). Sedangkan berdasarkan persentase faktor nilai persentase jumlah item yang terbentuk, Faktor Tipe Metode Belajar (X10) merupakan faktor yang paling mempengaruhi karena mempunyai nilai persentase sebesar 81.9%Kata Kunci: Estimasi 1, Hasil Belajar Mahasiswa, Teknik Ekonomi KonstruksiAbstractThis research is motivated by finding problems in terms of obtaining student scores in the Estimation course 1. In accordance with the final score data, it is known that the number of students who received an A in the 2014/2015 semester was only 1 person, 1 semester even 2015/2016, 1 semester 2016/2017 no one received an A grade and even semester 2017/2018 there were 2 people. From these data the authors have an interest in knowing what factors influence the low student learning outcomes in Estimation 1 course and how much the level of student learning success. This type of research is descriptive, because this study will reveal the factors that influence the low student learning outcomes in Estimation 1 subject and the level of student learning success (percentage) with respondents are 2016 class of 148 students. The sampling technique is to use Total Sampling, because all students of the 2016 Economics Construction Engineering study program are used as research samples. Questionnaire collection and analysis was carried out using Microsoft Excel and the SPSS 20.00 program. Based on the analysis with the natural cut-off point, the result is that the Learning Method Factor: varied learning styles (X7) occupies the number one position (ranking 1). While based on the percentage of factors the percentage of the number of items formed, Factor Type Learning Method (X10) is the most influential factor because it has a percentage value of 81.9%.Keywords: Estimation 1, Construction Economics Engineering, Student learning outcomes