Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Dualisme Kebijakan Keamanan Nuklir Korea Utara Melalui Uji Coba Rudal Antar Benua Tahun 2021-2022 Alunaza, Hardi; Ernianda, Annisa; Ilmah, Daris Nurul
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.764-770

Abstract

In 2021-2022, North Korea's nuclear developments surprised public. The testing of missiles over the past year produced the latest advanced nuclear. North Korea developing new an intercontinental nuke called "Hwasong-17". This article will discuss the dualism of nuclear policy carried out by North Korea through intercontinental missile tests to increase the national security in 2021-2022. The research focuses on two discussions. First, the movement of intercontinental nuclear tests and the response from world community. Second, the dualism policy impact for North Korea towards The Country's security. This article contain the Offense-Defense Theory, Nuclear Deterrence Concept with qualitative approach and descriptive research methods. The results of this article is to aim the impacts of North Korea's nuclear policy which used as main military strategy to maintain the country's security in positive and negative perspective
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KONDISI SOSIAL POLITIK MASYARAKAT PERBATASAN ENTIKONG KALIMANTAN BARAT Alunaza, Hardi; Mentari, Mentari; Putri , Anggi; Ernianda, Annisa
Jurnal Paris Langkis Vol 3 No 1 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v3i1.4198

Abstract

Pandemi covid-19 memberikan dampak bagi seluruh sektor kehidupan, termasuk kawasan perbatasan di Kalimantan Barat yakni Entikong. Selain membutuhkan kebijakan yang berfokus pada pertumbuhan, kawasan perbatasan Entikong juga dihadapkan dengan melemahnya ekonomi masyarakat serta kondisi sosial politik akibat dari pandemi covid-19. Sebagaimana diketahui bahwa virus ini menjadi ancaman kesehatan global lintas negara yang berdampak terhadap sektor ekonomi, sosial budaya, termasuk politik di perbatasan Indonesia. Tulisan ini disajikan untuk menjelaskan dampak dari pandemi covid-19 di perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penekanan utama dalam tulisan ini adalah aspek sosial politik yang menganalisis bagaimana pandemi covid-19 berdampak terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di daerah perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau. Tulisan ini menggunakan perspektif border governance dalam menjelaskan fenomena. Adapun teknik pengumpulan data dalam tulisan ini adalah dengan wawancara dan studi pustaka. Data primer dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara. Sedangkan data sekunder berasal dari hasil observasi yang dilakukan oleh penulis serta dari studi pustaka. Dalam menganalisa penelitian ini penulis menggunakan pola induksi dengan tiga tahapan mengumpulkan data, pengolahan, dan analisis. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 berdampak terhadap entitas ketergantungan masyarakat perbatasan karena adanya kebijakan lockdown dari pemerintah Indonesia. Hal ini juga didukung oleh penutupan pintu perbatasan oleh Pemerintah Malaysia. Kebijakan lockdown ini juga berdampak pada berkurangnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya ancaman keamanan. Sementara dari sisi politik, pandemi berdampak terhadap penundaan pilkada. Pandemi ini membutuhkan kebijakan terkait refocusing penggunaan anggaran yang dapat digunakan untuk upaya mitigasi covid-19 di perbatasan Entikong.
Pelatihan Peningkatan Keamanan Data Bagi Guru di Kota Singkawang Kalimantan Barat Saherimiko, Saherimiko; Hanum, Aliyah Nur'aini; Varanida, Dea; Alunaza, Hardi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.34235

Abstract

Abstract:  Digital transformation in education requires teachers to not only master learning technologies but also have adequate data security literacy. However, in Singkawang City, teachers' understanding of digital security remains relatively low, particularly regarding basic concepts such as phishing, malware, data encryption, and online privacy protection practices. This community service activity aims to provide teachers with an understanding of digital ethics, digital culture, and data security as part of efforts to prevent the risk of data breaches and misuse of sensitive student data. The method used in this community service activity consists of four stages: preparation, implementation of training, evaluation, and reporting. After participating in the community service activity, which involved comprehensive and practical training emphasizing practical skills, participants gained a gained a better understanding of digital ethics, digital culture, and data security. This community service activity underscores that enhancing teachers' digital security literacy not only impacts student data protection but also supports the development of a safe, ethical, and responsible digital culture within the educational environment. Abstrak: Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk tidak hanya menguasai teknologi pembelajaran, tetapi juga memiliki literasi keamanan data yang memadai. Namun, di Kota Singkawang, tingkat pemahaman guru mengenai keamanan digital masih relatif rendah, khususnya terkait konsep dasar seperti phishing, malware, enkripsi data, hingga praktik perlindungan privasi daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai etika digital, budaya digital, dan keamanan data bagi guru sebagai upaya mencegah risiko kebocoran dan penyalahgunaan data sensitif siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dengan empat tahapan, yakni persiapan, proses pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan pelaporan. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian berupa pelatihan komprehensif dan aplikatif yang menekankan keterampilan praktis, peserta menjadi lebih paham dan mengerti mengenai etika digital, budaya digital, dan keamanan data. Kegiatan pengabdian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keamanan digital guru tidak hanya berdampak pada perlindungan data siswa, tetapi juga mendukung terbangunnya budaya digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Analisis Dampak ASEAN-Korea Free Trade Area Terhadap Perkembangan Ekspor Impor Indonesia-Korea Selatan 2018-2021 Alunaza, Hardi; Putri, Kesya Anindya Suhada; Manurung, Githa Nethania
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 4, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v4i3.2038

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk menganalisis dampak dari ASEAN-Korea Free Trade (AKFTA) dalam perkembangan ekspor dan juga impor dari Indonesia dan Korea Selatan. AKFTA sendiri adalah kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan Korea Selatan. Yang dimana AKFTA memiliki tujuan untuk mewujudkan free trade atau perdagangan bebas masyarakat ASEAN dan Korea Selatan dengan cara mendorong hubungan perekonomian dari pihak AKFTA. Dalam tulisan ini terfokuskan kepada dua negara yaitu Indonesia dan Korea Selatan. Indonesia dan Korea Selatan sudah menjalin hubungan kerja sama sejak 49 tahun yang lalu. Hubungan pada sektor perdagangan dan investasi dari Indonesia dan Korea Selatan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dan dengan adanya AKFTA, ekspor dan juga impor dari kedua negara juga mengalami perkembangan yang cukup baik. Dalam membahas tulisan ini kami menggunakan teori liberalisme institusional, dimana AKFTA menjadi aktor dalam organisasi internasional yang dapat membantu kerja sama di negara anggota ASEAN dan Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam ini adalah dengan jenis penelitian eksplanatif dengan pendekatan kualitatif, dimana kami melakukan studi pustaka melalui kajian literatur dari berbagai sumber. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa ekspor impor Indonesia berhasil meningkat karena ekspor dan impor Korea Selatan yang berkembang sehingga mendorong perekonomian Indonesia untuk dapat tetap berkembang dan berada pada neraca seimbang. Walaupun pernah terjadi penurunan pada masa COVID-19 menyerang, namun setelah nya ekspor dan impor dari Indonesia dan Korea Selatan dapat meningkat di tahun 2021.Kata Kunci: AKFTA; Ekspor dan Impor; Indonesia; Korea Selatan.
EDUKASI BENTUK PERDAGANGAN MANUSIA DAN IMPLEMENTASI PROTOKOL PALERMO DI KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS Alunaza, Hardi; Maryuni, Sri; Rusdiono; Pardi; Suwarso, Widha Anistya
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1359

Abstract

Sambasi is known as the source and destination of human trafficking crimes. This is influenced because the number of people who work is not proportional comparing to the number of existing jobs. In addition, differences in economic levels ease of access to neighboring countries, weak administrative systems, and less valid information received about the job opportunities offered. In order to assist the government in dealing with these problems, the community service team took the initiative to disseminate community service activity. Through this activity, the team from faculty of social and political science, Tanjungpura University provided socialization related to forms of human trafficking, namely forms of human trafficking based on the purpose of delivery, based on the victim occured, and based of the exploitation. Including providing socialization and education related to the implementation of the Palermo Protocol as a response to the crime of human trafficking. This service activity is carried on July 2022 in the form of carrying out activities consisting of lectures on material delivery, socialization, and hearing discussions from the audiences. While the evaluation carried out in this activity is in the form of an analysis of a qualitative analysis. The result of this community service activity is that the community in Sajingan Besar District gains knowledge about forms of human trafficking, integrated handling of cases and victims, availability of services for recovery and reintegration, and law enforcement. The socialization and education provided by the service team can help the public understand the forms of protection against human trafficking crimes. The community also receives good education regarding victim identification, the recovery process, social rehabilitation and the reintegration process. The public obtains and has a good understanding of forms of human trafficking and the implementation of the Palermo protocol.
EDUKASI PENGGUNAAN INTERNET DALAM DIPLOMASI DAN UPAYA MENGATASI ANCAMAN KEAMANAN SIBER BAGI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS TANJUNGPURA Alunaza, Hardi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1505

Abstract

Kegiatan pengabdian ini didasarkan pada semakin banyak masalah yang dihadapi mahasiswa Hubungan Internasional yang berhubungan dengan ancaman keamanan siber. Hal tersebut sebagai akibat dari penggunaan internet yang tidak dapat dihindari. Tetapi banyak mahasiswa yang tidak mengetahui batasan privasi yang harus dijaga agar terhindar dari dampak negatif penggunaan internet. Edukasi dalam kegiatan pengabdian ini menjadi penting agar mahasiswa memahami strategi yang dapat dilakukan untuk menghindari ancaman keamanan siber. Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Mei tahun 2023 dengan memberikan sosialisasi menggunakan metode edukasi, tanya jawab dan diskusi. Metode tersebut digunakan dalam edukasi terkait penggunaan internet dengan bijak yang berdampak terhadap peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari ancaman keamanan siber. Setelah mengikuti kegiatan, mahasiswa menjadi lebih paham mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dalam meningkatkan citra positif pengguna dan juga negara dan menjaga privasi data. Mahasiswa mengetahui strategi menjaga privasi data. Serta, upaya yang dapat dilakukan untuk pemulihan data. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, mahasiswa menjadi lebih peduli dalam melindungi data pribadi dan privasi di dunia maya. Mahasiswa juga memahami perlunya kolaborasi untuk mewujudkan keamanan siber.
Kebijakan Nawa Cita sebagai Dasar Pembangunan di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat Alunaza, Hardi; Sudagung, Adityo Darmawan
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.042 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.2.167-189

Abstract

Tulisan ini disajikan guna menjawab pertanyaan penelitian bagaimana Nawa Cita dapat dimanfaatkan sebagai pendorong pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan Barat. Kawasan perbatasan tersebut kurang diperhatikan oleh pemerintah. Masalah yang ditemui di sana, antara lain adalah buruknya infrastruktur, penegakan hukum yang tidak maksimal, dan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang tidak optimal. Penulis menggunakan Teori Pilihan Rasional sebagai turunan dari perspektif dalam kebijakan luar ngeri dengan pengumpulan data didapatkan melalui teknik studi literatur yang berasal dari bab buku, artikel di dalam jurnal, dan artikel daring. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perwujudan kebijakan Nawa Cita di kawasan perbatasan di Kalimantan Barat telah dilakukan dengan pergeseran arah kebijakan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara, infrastruktur penunjang, dan pengamanan perbatasan. Indonesia juga merevitalisasi peran dan fungsi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), meningkatkan perlindungan terhadap sumber daya alam, dan melakukan penyelarasan pendekatan kesejahteraan dan keamanan untuk mengurangi tingkat kemiskinan.
PENDAMPINGAN KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA MANDIRI BIDANG RISET BAGI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS TANJUNGPURA Alunaza, Hardi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2892

Abstract

Students today face serious problems in the field of research. First, there is a lack of motivation and interest in scientific research. Second, there is limited access to adequate literature and references. Third, there are difficulties in writing and presenting the results of their work. Fourth, a lack of understanding of methodology. Fifth, a lack of available guidance time and competent supervisors. Without proper guidance, students find it difficult to formulate problems, design experiments, or analyze their findings. To address the above issues, the Faculty of Social and Political Sciences facilitates students in the Merdeka Belajar Kampus Merdeka program in the field of student research. This program aims to develop students' academic abilities in conducting scientific research. The program runs for three months from August to December 2024 and employs three methods: preparation and orientation, mentoring and research writing, and evaluation and reporting. After completing the program, students successfully wrote a book chapter titled “The Impact of the Jakarta-Bandung High-Speed Rail Project on Infrastructure Development and Sustainable Cities in Indonesia.” The supervising lecturer encouraged students to continue innovating and conducting research, as well as mastering writing techniques, teamwork, communication, and upholding academic integrity.
The Strategic Value of China's Foreign Policy and The Rivalry of The Majors Power in The Indo-Pacific Alunaza, Hardi; Sherin, Virginia
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.21.1.2022.1-13

Abstract

The Indo-Pacific in the development of world politics is a meeting place for stakeholders from the US, China, Japan, India, Australia, and ASEAN to articulate each country's strategic interests. The rivalry between the US and China has been referred to as the new cold war in Southeast Asia. This momentum is an excellent opportunity for ASEAN to develop and expand its role in the Indo-Pacific by emphasizing centrality and putting its role to good use. Including the challenges of how China projects its strategic values to Australia, Japan, and India. This research analyzes the strategic value and emerging challenges of Majors Power in the Indo-Pacific. This article uses the theory balance of power with a qualitative descriptive method. It explains how China expands its influence in the Indo-Pacific region by increasing the distribution of rising power, new security concepts, peaceful rise, engagement, and comprehensive establishments and how this strategic value poses a challenge to India, the US, Australia, and Japan. The rise of the Indo-Pacific is one of the influences involving the superpowers by looking at the potential in the region. This is inextricably linked to China's national interest. The results of this research is that China uses the strategic value of rising power and new security concepts in its rivalry with the US and ASEAN. Concerning Australia, China prioritizes engagement and comprehensive establishment by leveraging economic benefits. In addition, China has shown a peaceful rise and engagement, as well as geopolitical rivalries with Japan and India.
South Korea's Public Diplomacy in Indonesia Through the Korea Week Program in 2023 Wirayuda, Hansen; Ningtias, Kartika; Alunaza, Hardi
Journal of Islamic World and Politics Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Prodi Hubungan Internasional Program Magister Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jiwp.v10i1.327

Abstract

This study analyses the implementation of integrated public diplomacy through the Korea Week 2023 program in Indonesia within the framework of a middle-power state. The study utilises the five elements of public diplomacy identified by Nicholas J. Cull: listening, advocacy, cultural diplomacy, exchange diplomacy, and international broadcasting, employing a qualitative descriptive approach based on secondary sources. The findings indicated that Korea Week does not focus on creating new cultural appeal, but rather on consolidating existing soft power. The practice of listening capitalises on the high level of enthusiasm among the Indonesian public for Korean culture. Advocacy is integrated into economic and digital forums. Cultural diplomacy is realised through performances and culinary activities. Exchange diplomacy encourages active participation, whilst international broadcasting expands reach through digital media. The integration of these five elements demonstrates a middle-power state's ability to transform popularity into sustainable diplomatic capital. This study confirmed that event-based diplomacy can function as a strategy for managing soft power, rather than merely as image projection. These findings also indicate that diplomatic influence is maintained through the synchronisation of culture, policy, and narrative, thereby strengthening legitimacy and strategic partnerships without coercion.