Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Pendidikan Islam dalam Perspektif Ahmad Tafsir Ridwan Setiawan; Ilzamudin Ma’mur; Rifyal Ahmad Lugowi; Wasehudin; Subhan
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.258

Abstract

Pendidikan Islam menurut Ahmad Tafsir adalah educational process yang berakar pada Al-Qur’an dan hadits, which is the central nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pemikiran Ahmad Tafsir terhadap tantangan pendidikan islam kontemporer. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis secara mendalam suatu topik berdasarkan sumber data tertulis. Hasil dari penelitian yaitu yang pertama tantangan pendidikan Islam kontemporer seperti bullying, fitnah Tindakan penganiayaan guru, dan insiden pemukulan peserta didik bisa terjadi karena kemerosotan akhlak pada masa kini. Yang kedua sekolah bahkan penegak hukum diharuskan menyelesaikan masalah ini secara transparan, objektif, dan adil. Yang ketiga dalam pemikirannya, Ahmad Tafsir menekankan bahwa pendidikan akhlak harus menjadi inti dalam sistem pendidikan Islam, di mana segala bentuk ilmu pengetahuan diarahkan untuk menciptakan individu yang memiliki integritas moral tinggi dan kemampuan intelektual yang mumpuni. Dalam menghadapi tantangan tersebut, pemikiran Ahmad Tafsir menjadi sangat relevan karena ia mengajarkan bahwa pendidikan Islam harus berorientasi pada pembentukan manusia paripurna (insan kamil).
ANALISIS MEDIA TRANSMISI DATA UNSHIELD TWISTER PAIR DAN FIBER OPTIK PADA JARINGAN KOMPUTER DI POMOSDA Jarwo; Anang Efendi; Ridwan Setiawan; Dwi Wibowo
CYBER-TECHN Vol. 17 No. 01 (2023): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Internet Pomosda dikelola oleh UPT ICT POMOSDA. UPT ICT POMOSDA bertanggung jawab untuk mengelola jaringan komputer dan membangun koneksi antara UPT dan bangunan di lingkungan POMOSDA. Analisis data kabel serat optik mode tunggal Unsheld Twister Pair Kategori 5e dan Pomosda diukur menggunakan aplikasi Wireshak untuk proses transmisi data dan parameter Delay, Packet Loss, dan Truthput dalam analisis pengukuran media transmisi data jarak jauh. dihitung menggunakan Jarak 100m pada media transmisi Bandwidth data ini adalah 50 Mbps. Hasil analisis data Unsheld Twister Pair Cat 5e dan fiber optic singlemode RRD <. Presentasi simulasi 150 ms kedua 1 (105%), presentasi 2 (95)%, presentasi 3 (56%) Hal ini menunjukkan bahwa RRD terwakili dengan sangat baik. Paket Loss 0 dengan presentasi 100 % untuk kedua simulasi dari semua test yang di lakukan dan data tidak ada yang hilang untuk kedua simulasi media trasmisi data , Dan nilai troughtput >100 di kedua simulasi dengan presentasi yakni presentasi 1 (54%), presentasi 2 (98)%, presentasi 3 (170%).
PELAYANAN HOME CARE TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Lia Meilianingsih; Ridwan Setiawan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.10

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan home careterhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan diabetesmelitus (DM) tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki, Bandung. Metode: Desain penelitianmenggunakan quasi experiment dengan pendekatan pre- post-test control group design. Sampelberjumlah 27 orang untuk kelompok perlakuan dan 27 orang untuk kelompok kontrol. Teknikpengambilan sampel secara purposive sampling. Intervensi pelayanan home care dilakukan enamkali kunjungan. Kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelumdan sesudah diberikan pelayanan home care dilakukan dengan uji statistik T test independent dandependent. Instrumen untuk menilai kemandirian keluarga dengan kuesioner tentang kemandiriankeluarga dari Kementrian Kesehatan. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkatkemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 sebelum dan setelahdilakukan pelayanan home care pada kelompok perlakuan (p=0,00), selanjutnya terdapat perbedaanyang bermakna juga antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,00). Diskusi: Untukmencapai hasil yang maksimal perlu peningkatan pelayanan keperawatan keluarga dalam bentukHome Care secara berkesinambungan sehingga kemandirian keluarga dalam mengenal danmengatasi masalah kesehatan di keluarganya semakin meningkat. Simpulan: pelayanan homecare dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan DM tipe2.Kata Kunci: diabetes melitus tipe 2, home care, kemandirian keluargaABSTRACTObjectives: This study aimed to identify the effect of home care services on the levels of independenceof family in taking care of family members with type 2 diabetes mellitus (DM) at Pasirkaliki PublicHealth Centre, Bandung. Method: This study was quasi-experimental with pre-post-test approachcontrol group design. Samples were divided into treatment group and control group, each of whichconsisted of 27 people. They were taken using purposive sampling. Home care services interventioninvolved six visits. The independence of the family in taking care of family members with type 2DM before and after home care services was analyzed using independent and dependent t test.Result: There were signifi cant differences in the levels of independence of the family in taking careof family members with type 2 DM before and after the home care services in the treatment group(p=0.00). There were also signifi cant differences between the control group and the treatment group(p 0.00). Discussion: In order to achieve maximum results, it was necessary to improve familynursing services in the form of Home Care on an ongoing basis so that the independence of thefamily in identifying and addressing family health issues would increase. Conclusion: Home careservices could improve the independence of the family in taking care of family members with type 2DM.Keywords: type 2 diabetes mellitus, home care, independence of family.
PDCA-Based Improvement of Packing Systems to Reduce Double Handling and Downtime in Material Handling Operations Medi Humaedi; Amalina Putri Salsabila; Ridwan Setiawan; Ade Omar Hidayat; Yudi Prastyo
International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2026): July: International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering.
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmecie.v3i3.415

Abstract

An inefficient packing system can result in excessive material handling activities, increased downtime, and higher occupational safety risks. One of the major issues identified in manufacturing operations is double handling, which represents a non-value-added activity that negatively affects operational efficiency. This study aims to improve the packing system by reducing double handling activities, minimizing downtime, and enhancing workplace safety through the implementation of the Plan–Do–Check–Act (PDCA) methodology. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation of material handling activities in the production area. Root cause analysis was conducted using a Fishbone Diagram integrated within the PDCA framework to identify the factors contributing to inefficiencies in the existing packing system. Improvement actions included direct pallet utilization, workplace layout optimization, and the addition of towing equipment to facilitate material movement. The results demonstrated significant improvements, with handling activities reduced by 66.7%, handling time reduced by 86.7%, and downtime reduced by 75%. Furthermore, occupational safety risks decreased substantially due to the reduction of manual handling activities. Process capacity also improved, as indicated by the increase in handling frequency from 32 to 240 times per shift. The findings confirm that integrating PDCA with material handling optimization effectively improves operational efficiency, reduces waste, and enhances workplace safety. This study provides practical insights for manufacturing companies seeking to develop more efficient and sustainable packing systems.